I Know, I Did Wrong

I Know, I Did Wrong
Key Kimkibum / YoorinShin (OC)
plot©Shinstarkey | characters. they belong to god and themselves
OneShot|Romance, Family|PG-15|Indonesia

I Know, I Did Wrong

aku akan bahagia hidup dengan kedua malaikatku ini…

Dan ia juga akan ikut bahagia disana…..

.

.

Ya, aku tahu.. ini memang tidak mudah. Ini memang bukan kebiasaanku, dan sebenarnya belum waktunya aku melakukan ini semua. Tapi ini semua sudah menjadi tanggung jawabku menjadi seorang Ayah bagi kedua anak kembarku.

Aku memang masih 19 tahun, masih meneruskan kuliah dan sebenarnya masih bergantung pada orangtua, karena bisa di bilang aku adalah anak manja karena aku anak Tunggal. Tapi sekarang, semua itu tidak penting, Karena mau bagaimanapun Aku harus bertanggung jawab atas ini semua, atas semua yang terjadi karenaku, tidak perduli umur ataupun sifatku yang masih belum bisa mentolerir ini semua. Dan akhirnya, lahirlah bayi kembarku dan Yoorin. walau ini hasil dari hubungan kami yang tidak di sengaja.

Sekarang kedua anakku ini sudah berada di depan mataku, sudah berada di pelukanku. Aku yakin mereka pasti membutuhkanku karena sesungguhnya ibu mereka sudah tidak ada. Yoorin meninggal saat melahirkan Yooki dan Yoobum, bayi kembar kami. Aku tahu, Yoorin pasti tidak kuat menanggung ini semua, dia masih belum kuat untuk melahirkan dan terlalu muda untuk mengandung bayi kembar. Tapi dia mengorbankan seluruh jiwanya demi melahirkan kedua anak kembar kami. Seharusnya ini tidak terjadi, tidak terjadi sekarang.

Awalnya aku memang tak bisa menerima kepergian Yoorin dengan cara seperti ini. Bagaimana tidak, dia adalah wanita yang sangat aku cintai, dan sekarang dia harus pergi untuk selama-lamanya dari sisiku. Aku pikir kehidupanku kedepan akan hancur. tapi aku baru sadar Yoorin mentipkan suatu hadiah spesial untukku, hadiah yang tidak ada bandingannya sama sekali, hadiah terindah, yaitu adalah Yooki dan Yoobum. Aku harus menjaga mereka dengan baik. Bila tidak aku yakin Yoorin akan sedih di surga.

**

Sulit sekali ketika melewati hidup sampai sekarang ini. Banyak sekali cobaan yang datang kepadaku. Banyak sekali halangan dan rintangan yang sedikit memakan emosi dan membuatku tak berkutik, membuatku menangis, membuatku putus asa.

**

-Flashback-

Ini bermula saat Liburan musim panas. Saat itu aku dan Yoorin memang tidak mempunya rencana liburan apa-apa, lain hal dengan Jinki dan Sungjun, teman kami. Mereka sudah berencana liburan ke Busan, tepatnya disana ada rumah keluarga besar dari Sungjun. Tadinya aku dan Yoorin ingin ikut. Tapi kami rasa kami tidak pantas untuk mengganggu acara Jinki dan sungjun. Jadi kami memutuskan untuk berlibur sendiri.

Aku memutuskan untuk menemani Yoorin di rumahnya, karena aku tahu, yoorin sangat kesepian. Ibu nya kerja dan tidak sempat pulang, apa lagi menemaninya liburan, itu mustahil terjadi. Sedangkan ayah, dan kakaknya pun sudah tidak ada.

**

Pada suatu malam, entah mengapa aku merasa tidak kuat, sangat tidak kuat menatap Yoorin, seolah keinginan itu menguasaiku. Dan saat Yoorin tertidur lelap di sampingku hal itu pun terjadi tanpa aku sadari. Aku menyakiti Yoorin, membuat Yoorin menangis. Dan itu baru aku sadari ketika sudah terjadi, ketika semuanya sudah aku perbuat. Bodohnya aku.

Aku tak kuat melihat Yoorin menangis. Dia bilang dia sangat membenciku, dia bilang bahwa aku tidak menyayanginya lagi. Semua kata-kata itu aku terima. Memang aku yang patut di salahkan.

Setelah kejadian malam itu aku dan yoorin tidak pernah bertemu lagi, seolah kami tidak saling kenal. Aku masih merasa bersalah dan sudah berkali-kali aku memohon maaf pada Yoorin. Tapi dia seperti menganggapku tidak ada. Dia seperti tidak melihatku. Ya, aku tahu, dia sangat sakit hati, dia merasa tersakiti, dan itu semua karena ulahku. Aku hampir putus asa menerima semua perlakuan ini dari Yoorin, karena aku tidak pernah membayangkan hal yang terjadi sekarang kepadaku, tidak pernah terbayangkan Yoorin akan membenciku seperti ini.

**

Sebulan sudah berlalu saat kejadian itu, perasaanku masih sangat terbebani, tapi mau bagaimana lagi, Sudah berbagai cara aku lakukan untuk minta maaf. Tapi Yoorin tidak perduli. Walau begitu aku masih terus saja mencarinya, dalam otakku hanya Yoorin dan rasa bersalahku padanya.

Tiba-tiba saja Yoorin menghubungiku, ini adalah sesuatu yang dari dulu aku harapkan. Yoorin mengajakku untuk bertemu dengannya. Aku yakin ini adalah waktu yang tepat untuk aku meminta maaf padanya. Aku langsung bergegas bertemu dengan Yoorin tanpa memikirkan apapun yang lain, karena rasa senang yang yang aku rasakan melebihi dari segala apapun.

**

Aku terus menatap Yoorin yang dari tadi masih saja menundukan kepalanya, dia tidak menatapku sama sekali. Ini bukan yang aku harapkan ketika bertemu dengannya. Kemudian dia membuka mulutnya. Dan hanya satu kalimat yang ia katakan, tapi kalimat itu membuat jantungku hampir berhenti, kalimat itu membuat dadaku terasa sesak sehingga sulit bernapas.

“Aku Hamil..”

Kali ini muncul hal lain yang tidak aku bayangkan sebelumnya. Aku tidak pernah berfikir sejauh ini, aku tidak pernah berfikir Yoorin akan Hamil anak ku.

Yoorin menangis di hadapanku, itu membuatku tersadar. Aku harus bertanggung jawab walau ini sangat membuatku pusing karena banyak kendala yang harus aku hadapi. Aku memeluk Yoorin erat dan berkata ”Aku siap bertanggung jawab”.

**

Pikiranku masih terus tertuju pada masalah baruku. Bagaimana aku mengahadapi ini semua. Yoorin Hamil sekarang dan aku harus bertanggung jawab. Bagaimana dengan orang tuaku , orang tua Yoorin yang belum tahu sama sekali tentang semua ini. Aku tak bisa berfikir lagi, rasanya seluruh hidupku sudah terselimuti oleh masalah yang menimpaku sekarang. Mengapa masalah datang bertubi-tubi.

Dan pada akhirnya aku mengunci diri di kamar, tidak ingin di ganggu sama sekali dengan orang-orang di luar, Yoorin , Eomma, Appa atau siapa saja. Hanya ada diriku sendiri. Tidak ada orang lain. Setiap hari aku hanya duduk, menangis, tidak makan, tidak minum, tidak mandi, hanya diam memikirkan semua yang aku alami sekarang, semua masalahku dan semua yang terjadi pada hidupku saat ini. Terlihat seperti orang gila. Tapi memang aku hampir gila. Aku masih belum bisa menerima semua ini, Aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat. Aku tidak berani menatap ke depan, takut dengan apa yang akan terjadi kepadaku. Aku memang pengecut.

Mungkin sekarang Yoorin sudah membenciku lagi, karena aku sama sekali tidak menghubunginya. Tidak membalas sms nya, tidak menjawab telephone nya. Dan mungkin dia sudah menganggapku laki-laki ’brengsek’ yang tidak ingin bertanggung jawab atas apa yang aku perbuat.

**

Aku tidak mungkin terus-menerus seperti ini, aku mulai menguatkan diriku untuk siap melihat kedepan, melihat keadaan luar dan siap untuk menjalani hidup, apapun yang terjadi.

**

Ternyata hidup ini tidak seburuk yang aku kira, masih banyak sekali yang mendukungku, Jinki dan Juga sungjun, Jonghyun, Taemin, Minho semua mendukungku dan siap membantuku menyelesaikan semua masalah ini. Mereka menyemangatiku. Dan membuatku besemangat lagi menjalani semua ini.

**

Hari ku pun di mulai. Aku menemui Yoorin dan meminta maaf atas menghilangnya aku selama ini. Mungkin selama aku menghilang dia sangat shock, bagaimana tidak. Aku yang harus bertanggung jawab malah hilang entah kemana. Tapi kali ini, aku serius untuk ’bertanggung jawab’ dan serus untuk menjalankan semua kehidupanku bersama Yoorin. Aku akan melakukan apapun untuk tetap bisa bersamanya, dan mungkin bersama anak kami juga nanti.

**

”Key.. aku sayang kamu.. ”

kata-kata itu yang selalu aku dengar dari bibir Yoorin. Ya, dia memang sayang padaku, begitu pula denganku. Aku sangat sayang padanya. Saat ini.. aku akan bertanggung jawab di hadapan ibu Yoorin. Rasa gugup, keringat dingin merajarela di tubuhku. Jinki, Sungjun, Taemin, Jonghyun dan Minho pun juga ikut membantuku. dan aku harap Tuhan juga membantuku.

Ibu Yoorin pingsan saat mendengar berkataanku tentang ’bertanggung jawab’. Pasti sangat Shock. Anak perempuan yang tinggal satu-satunya kini malah hamil di luar nikah. Mungkin itu juga yang di alami ibuku saat tahu apa yang akan aku katakan padanya. Yoorin terus menangis di depan Ibunya, meminta maaf dan Ampun dari ibunya. Begitu juga dengan aku aku berlutut dan mencium kaki ibu Yoorin meminta maaf yang sebesar-besarnya dan memohon agar aku dapat menikahi Yoorin, agar cinta kami di restukan. Ibu Yoorin belum bisa menerima semua itu. Aku masih di acuhkan dan akhinya malah aku yang diusir olehnya.

Aku tidk akan menyerah begitu saja. Aku akan terus mencoba. Dan tidak akan ada kata akhir untuk ini semua. Aku masih berjanji pada Yoorin. Dan janji itu harus aku tepati!

**

Dan saat ini.. saat dimana orangtuaku harus tau mengapa anaknya ini selalu murung, berdiam diri, seperti orang gila..

Aku harus menceritakan semua masalaku pada mereka, dan kali ini tanpa Yoorin di sebelahku. Tanpa Yoorin..

Yoorin kini malah di jaga ketat oleh keluarganya akibat pengakuanku waktu itu. Dan aku berharap kali ini keluargaku bisa mengerti, mengerti niatan ku untuk bertanggung jawab terhadap semua yang aku perbuat, bukan sebagai anak pengecut yang melarikan diri.

Dan Dugaanku salah!!!

Mereka tidak mengerti, dan tidak mau mengerti. Ibu menangis, Aya memarahiku, menghinaku…

”KAU INI ANAK YANG TIDAK BERGUNAAA..!!! KAU TELAH MERUSAK NAMA BAIK KELUARGA! KENAPA HAL ITU BISA TERJADI HAH? MEMALUKAN!! KELUAR KAU DARI SINI!!! KAU HANYA BERBUAT MALU! AYAH TIDAK AKAN MENYETUJUI HUBUNGANMU ITU!!!”

Ya, itu kata-kata Ayahku..

Aku anak memalukan

Mencoreng nama keluarga

Ya, itu semua memang benar.. tapi bisakah mereka mengasihku satu kesempatan. Mereka tak pernah berada di posisiku yang begitu berat. Aku bingung harus berbuat apa…

’Kawin lari?’

Hal itu sempat terlintas dipikiranku. Tapi…Sudah aku lupakan hal itu.. itu hanya akan membuatku dan Yoorin mendapat lebih banyak masalah..

**

Sementara ini aku manginap di rumah Jonghyun. Karena di usir Ayahku. menunggu untuk bisa menghubungi Yoorin. Karena semenjak kejadian itu Yoorin tak bisa di hubungi sama sekali.

Aku bertekad untuk menemui ibu Yoorin sekali lagi. Aku pikir apa dia tega melihat putrinya yang telah mengandung anak tanpa ada Ayahnya…

Ya, aku kembali mengunjungi rumah Yoorin. Butuh pengorbanan sampai bisa meluluhkan hati ibu Yoorin. Dan kini, Yoorin kembali dalam pelukanku lagi. Kemabali ke sisiku.

**

Tak terasa waktu sudah berjalan 4 bulan sejak Aku menyelesaikan masalah itu, sebenarnya masalah belum habis..

Aku belum mendapat restu dari orang tuaku sendiri, karena Ayah tidak lagi menganggapku anaknya…

Keluarga Yoorin tidak mau mengambil banyak resiko karena kandungan Yoorin sudah menginjak bulan ke-5.

Akhirnya aku Menikahi Yoorin tanpa restu orang tuaku. Tanpa restu Ayah ataupun Ibuku. Mereka masih sangat marah. Tapi biarlah.. aku tidak mungkin membiarkan Yoorin kesusahan dan Akupun siap menjadi suaminya.

**

Menjelang pernikahan, lagi-lagi emosi kami teruji. Kami terus saja bertengkar, meributkan hal sepele, meributkan hal yang tidak penting. Dan terkadang Yoorin menagis. Tapi dengan tangisannya itu aku baru sadar, dia tak boleh tersakiti lagi.

Dia sudah cukup merasa tersakiti karenaku. Aku selalu memeluknya ketika ia menangis, dan aku Akan berusaha memberikan yang terbaik untuknya. Menjadi suaminya yang baik.dan menjadi Ayah yang baik bagi anak nya.

**

Hari itu pun tiba…

Hari pernikahan kami…

Walau perut Yoorin sudah membesar, tapi dia selalu terlihat cantik di mataku. Dengan gaun sederhana yang ia kenakan. Itu cukup membuatku bahagia sekarang. Bahagia bersamanya.

Tiba-tiba.. kebahagiaan itu hancur. Saat Ayah datang dengan pengawal-pengawalnya secara tiba-tiba, merusak acara. Membut semua orang takut. Aku tak mengerti apa yang ada di pikiran Ayah.. untuk apa dia mengacaukan kebahagiaanku. Bukankah dia tak perduli denganku lagi? Bukankah dia tidak menganggap aku anaknya lagi?

Ayah menyeretku pulang dengan paksa. Merobek jas yang aku kenakan, membentak Yoorin.. Aku muak dengan semua tingkah Ayah yang se-enaknya. Apa dia memikirkan kebahagiaan anaknya? Apa dia memikirkan perasaan Anaknya?

Hanya, Harta, Martabat, Kejayaan saja yang dia pikirkan. Dia tak memikirkan kebahagiaanku sama sekali.

Aku melawan Ayah, walau aku terpaksa harus memukulnya. Aku segera berlari meninggalkannya. Aku memeluk Yoorin kembali.. menunjukan pada Ayah kalau aku mencintai Yoorin melebihi apapun, melebihi hidupku sendiri…

Dan kemudian, ibu datang. Ibu datang dengan mata yang berkaca-kaca.. wanita itu menghampiriku dan yoorin. Memeluk ku sambil menangis.

”Ibu merestuimu Key.. asal kau harus biasa menjaga istrimu dengan baik…. kau harus bisa bertanggung jawab dengan keluargamu.. ”

**

Hari demi hari ku coba lewati dengan penuh kesabaran. Aku belum berpengalaman soal berkeluarga, mengurusi wanita hamil. Tapi aku mencoba sebaik mungkin untuk mengurusi Yoorin dan calon anak kami yang ternyata Kembar.

Ibuku memang sudah merestui pernikahanku ini. Tapi, Ayah belum. Masih dengan ke-egoisan yang di milikinya. Ini sedikit menjadi beban baru untukku. Tapi itu tidak masalah. Demi kebahagiaanku dan Yoorin, aku rela mengorbankan apapun. Dan rela menerima beban apapun.

**

Pagi itu…

Yoorin Berteriak sekencang-kencangnya. Memanggilku karena rasa sakit yang tidak lagi bisa ia tahan. Aku segera membawanya ke dalam mobil, membawanya langsung ke rumah sakit. Aku tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi. Yoorin mau melahirkan? Tapi kandungannya masih 8 bulan?

Dokter berkata bahwa yoorin akan segera melahirkan. Melahirkan sekarang. Karena sang bayi sudah dalam posisi yang kapan saja siap keluar.

Aku menggenggam tangan Yoorin, menghapus semua airmatanya.

Aku ikut dalam persalinan Yoorin, dengan terus memegang tangannya. Aku rela walau harus di jambak, di cakar Yoorin. Tapi semua yang dia lakukan tidak sesakit yang di rasakan. Aku tahu itu sangat menyakitkan. Banyak dasar yang keluar tapi sang bayi tak juga menunjukan kepalanya.

Dan akhirnya.. keluarlah satu malaikat kecil, perempuan. Dan aku menyaksikan sendiri kelahirannya.

Kemudian Yoorin kembali berteriak. Berteriak kencang… masih ada sati malaikat kecil yang belum keluar dari rahim nya..

Aku kembali memegang kuat tangannya. Tapi Yoorin sepertinya sudah tidak kuat. Ku lakukan berbagai cara agar dia tetap kuat. Dan akhirnya bayi itu keluar.

Tapi sayangnya.. Yoorin tidak selamat.

Aku baru saja menyaksikan kelahiran 2 bayiku dan kepergian wanita yang sangat aku cintai. Aku tidak tahu, aku harus senang atau sedih. Semua bercampur aduk.

Aku tidak yakin aku akan begitu saja merelakan kepergian Yoorin. Walau sangat menyakitkan. Tapi aku terima..

**

Dan sekarang kehidupanku yang baru. Dengan 2 malaikat kecil yang sebenarnya sering mengingatkanku pada Yoorin, dan sesekali membuatku menangis sendirian…

Tapi aku bahagia memiliki mereka.. aku senang walau rasanya ini tidak lengkap.

Tapi aku yakin aku akan bahagia hidup dengan kedua malaikatku ini…

Dan yoorin juga akan ikut bahagia disana…..

**

END

Iklan

7 pemikiran pada “I Know, I Did Wrong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s