Oh My Sweet Maid – chapter 4

NOT FOR SILENT READER..

Title : Oh My Sweet Maid

Chapter : 4

Author : Shinstarkey/Nanonadia

Cast : Onew Lee Jinki, Victoria Song

Other cast : Nichkhun, Shinee Member

Language : Indonesia

Previous : Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 |

ps : Maaf sama yang gak suka Onew di pasangin sama Victoria yah ^^

__

“oh.. aku hanya ingin kasih tahu saja, jonghyun itu bukanlah orang yang baik, dia tidak sebaik kelihatanya.. dia itu gampang sekali menipu perempuan… jangan terlalu percayya dengan kebaikkannya itu. sudah beberapa wanita menjadi korbannya”

Perkataan jinki membuat aku mengerutkan dahiku, apa maksudnya dia berkata seperti itu? dia menjelek-jelekan jonghyun di depanku. Tapi aku fikir tetap saja Jonghyun lebih baik dari jinki..

“iya tuan.. “ aku menganggukan kepala pada jinki. Puas kau jinki?

(Victoria p.o.v end)

__

(onew p.o.v)

“Onew! Victoria mana?” sahut jonghyun saat memasuki rumahku.

Sudah beberapa hari ini jonghyun selalu datang ke rumahku, dan lagi-lagi alasannya itu untuk bertemu victoria . Apa sih yang dia mau ? sudah tau victoria sudah punya kekasih.. mengapa dia tetap mengejarnya…

“Ah, Victoria.. ada di kamarnya!.. kau mau bertemu dia lagi, eh?”

“Iya, hahah.. “ jonghyun menepuk bahuku dan berjalan pergi meninggalkanku untuk bertemu victoria.

__

Jonghyun lama sekali, apa yang dia lakukan di kamar victoria, mengapa dia dan victoria tidak keluar-keluar…

Wah, apa ada yang tidak beres? Jangan-jangan! Jonghyun!!!!!

Tanpa pikir panjang, aku segera berlari ke kamar victoria

__

Aku menemukan Jonghyun yang sedang mengintip ke arah kamar victoria melalui jendela kamar victoria. Sedang apa dia ?

“Ya!! Jonghyun !!! apa yang sedang kau lakukan? Jangan-jangan kau sedang mengintip victoria berganti baju, huh!!” teriakku seraya menegur jonghyun.

“sssssstttttttt….!!! jangan berisik! Sini!” jonghyun meletakan jari telunjuknya di depan bibir dan mengecilkan suaranya.

Aku segera berjalan menghampiri jonghyun yang masih mengintip ke arah kamar victoria.

“Ya!! Ada apa?”

“Kau harus lihaaattt!!!” jonghyun menarik kepalaku agar aku bisa melihat ke arah kamar victoria. Sepertinya ada yang tidak beres.

Dugaanku benar!

Terlihat victoria dan seorang laki-laki muda sedang berciuman. Hey! Berani-beraninya dia!! Siapa laki-laki itu? kekasihnya?

Berani-beraninya di berbuat mesum di rumahku!! Bersama laki-laki yang menurutku tidak…. ah bukan, aku pikir laki-laki itu tidak terlihat sepeti laki-laki kelas bawah, lihat saja gaya pakaiannya. Celana jeans, dengan kaus putih yang di tambah jas hitam yang di buka kancing nya. Terlihat seperti orang kaya. Aneh..

“Onneeewww…” terdengar suara jonghyun yang sepeti orang menangis..

Aku menoleh kearah jonghyun.

“Aku tambah patah hati..” jonghyun menutupi muka dengan kedua tangannya.

Entah mengapa perasaanku juga aneh ketika melihat victoria. Mengapa aku sedikit tidak rela. Ah, bukan.. aku hanya tidak suka bila dia berbuat mesum di rumahku, kalau di tempat lain silahkan saja. dan berani-beraninya dia membawa kakasihnya ke rumahku, siapa yang mengijinkannya.

Jonghyun pergi meninggalkanku, dia sangat terpukul sepertinya. Baru sekali aku melihatnya sepeti ini.

Emosiku mulai terpancing lagi saat aku kembali melihat ke dalam kamar, victoria masih berduaan dengan kekasihnya. Mereka belum menyadari kehadiranku?

Baiklah…

‘BRAAAAAAKKK’

Aku buka pintu kamar victoria secara paksa.

“T-tuaann?” victoria berdiri dari duduknya, sedangkan kekasihnya itu hanya duduk sambil menundukkan kepala. Pengecut..

“Ya!!! Berani sekali kau victoria!! Siapa yang mengikinkanmu membawa kekasih kesini hah? Aku memang tidak melarangmu mempunyai kekasih, tapi bukan begini caranya… Kau pembantu yang kurang ajar!!!!”

Aku mengangkat tanganku dan hapir saja aku ingin menampar victoria. Tapi tanganku di cegah oleh kekasihnya yang Aneh itu.

“jangan kau coba-coba menampar dia! Dia bukan pembantu!!”

Hah? Bukan pembantu? Apa maksud laki-laki ini??!

“Bukan pembantu katamu? Jadi apa? Ratu?” sahutku sambil terus menatap laki-laki itu sinis. Tiba-tiba victoria mengalihkan pembicaraan.

“maaf tuan.. tidak usah dengar kata-kata dia.. saya minta maaf.. ini kesalahan saya..”

Aku menatap victoria yang sekarang tengah berlutut di hadapanku. Memohon ampun. Dia membuat ulah lagi, kali ini aku akan bilang sendiri pada eomma tentang pembantu kesayangannya ini.

“victoria! Aku rasa kau sudah keterlaluan! Kau harus siap-siap saja bila aku memecatmu nanti!! “

Aku melirik kearah kekasih victoria yang dari tadi masih memancarkan kesan marahnya padaku. Siapa sih yang seharusnya marah? Dia yang salah mengapa dia yang marah? aku yang punya rumah ini.. jelas aku yang patut marah.

“dan kau laki-laki Aneh.. cepat kau keluar dari sini!! “ Aku berteriak kearah laki-laki itu. Laki-laki itu keluar sambil mendorong bahuku. Sial..

“ Ya!!! Apa mau mu hah?”

Aku membalikan badan menatap laki-laki itu dan menggenggam ujung bajunya.

Aku benci dengan tatapannya.. tanpa basa basi aku segera menonjoknya dengan sekuat tenaga. Menghajarnya.. aku tak perduli dengan teriakan victoria yang meleraikan pertengkaran ini.

Laki-laki itu juga terus memukulku.

“dasar brengsek!! “

Darahku sudah berceceran dimana-mana.. tapi emosiku masih terus meluap-luap..

“YAAA!!! BERHENTI!!!!” suara jonghyun datang dari arah belakangku. Tapi aku tetap tidak menghiraukannya seperti suara victoria tadi.

Tiba-tiba jonghyun meleraikan ku. Menarikku hingga aku tak bisa lagi memukul pria brengsek itu.

“Onew! Sudah.. ! buat apa kau berkelahi dengan dia?”

Laki-laki itupun pergi sekarang. Ah, sial..

Lihat saja kalu sampai aku melihatnya lagi, apa lagi aku melihatnya di dalam rumahku, habis dia.

Aku melirik kearah victoria, masih dengan penuh emosi.

“Kau jangan coba-coba berbuat ini lagi!!!”

Aku melepas tangan jonghyun yang dari tadi memegang bahuku dan aku langsung berjalan pergi.

(onew p.o.v End)

__

(Victoria p.o.v)

“ya!! nichkhun! Kau dengar aku kan! Mengapa diam?! Kau tahu, kau membuat ulah di rumah majikanku! Dan itu hampir membuat aku di pecat, dan kau tahu!! Bagaimana kalo Appaku tahu semua kejadian ini! Aku bisa benar-benar di gantung olehnya!!!”

Teriakku saat menelephone nichkhun. Dia membuatku emosi. Dia telah membuatku malu, membuatku hampir di pecat. Dan tamatlah riwayatku bila appa tau semua ini..

“Iya sayang.. aku minta maaf.. lagian bagaimana appamu bisa tahu kejadian ini?.. tenanglah.. semua akan baik-baik saja.. majikanmu juga tidak akan memecatmu”

Dasar orang ini, mengapa dia berbicara begitu tenangnya, sedangkan aku masih sangat panik, khawatir memikirkan, Jinki yang marah tadi, appa yang bisa saja dia tahu..

“sudahlah.. kau tidak membantu menghilangkan semua rasa panikku.. aku mau meminta maaf lagi pada majikanku.”

Aku segera menutup telephone ku. Dan berjalan meninggalkan kamar.

(victoria p.o.v end)

__

(Onew p.o.v)

“Sial.. mukaku jadi seperti ini..”

Aku memandangi diriku di cermin, memandangi mukaku yang lebam-lebam akibat tadi. “Ini semua karena Victoria. Mengapa dia harus membawa kekasihnya ke rumah? Dan membuatku emosi karena laki-laki itu.. Arghh sudahlah… aku muak mengingat wajahnya.

Aku akan menelephone Eomma, memberi tahu kelakuan Pembantu kesayangannya itu. Berbuat mesum di rumah!!”

Aku segera mengambil handphoneku dari dalam saku.

“Eomma! Apa eomma tahu kelakuan pembantu kesayangan eomma itu?”

“apa maksdumu jinki?”

“Dia berbuat mesum dengan kekasihnya di rumah… apa tidak sepantasnya di pecat saja dia.. “ sahutku dengan sangat yakin nya pada eomma..

“kau serius? Sudah.. biarkan saja dia.. biar eomma yang urus..”

Eomma membiarkan victoria? Membiarkan pembantu kuranganjar yang tengah embawa kekasihnya secara diam-diam masuk kedalam rumah? Apa eomma tidak salah..

“eomma.. victoria itu nakal.. dia menjadikan rumah kita manjadi tempat mesum seperti ini.. eomma sadarkan?” sahutku lagi pada eomma, ntuk meyakinkan.

“Sama saja seperti mu bukan?! Membawa wanita masuk ke rumah!! Sudah kau diam saja.. maafkan victoria bila dia meminta maaf kepadamu!!” eomma segera menutup telephone dari ku itu.

Aiissshh.. eomma aneh!, mengapa jadi aku yang dimarahi, jelas-jelas pembantu itu yang harusnya dimarahi, bukannya aku. Apa maksudnya ini.. eomma labih sayang terhadap victoria dari pada aku? Padahal yang aku tahu, victoria dan eomma belum pernah bertemu sama sekali. Mengapa eomma sangat perduli dengannya.

‘tok..tokk..tokk..’

suara pintu kamarku berbunyi. Dan pasti itu victoria.

“masuk.!!” Sahutku agak membentak.

Tak lama victoriapun masuk sambil membawa baskom kecil di tangannya.

“Untuk apa kau kesini?”

“Aa-nu  tuan.. saya mau meminta maaf.. atas kelakuan nichkhun tadi.. maafkan saya”  victoria sekarang berlutut di hadapanku. Aduh, mengapa aku tidak tega melihatnya seperti ini?

“Sudah kau berdiri!!”  aku mengalihkan pandanganku dari victoria.

“terimakasih tuan..”

Aku menatap baskom kecil yang ia bawa kekamarku.

“Itu untuk apa?”

“ini air dingin untuk membersihkan semua luka tuan..” sahut victoria dan agak menundukan kepalanya.

“oh.. terimakasih.. bisa bantu aku membersihkannya?” sahutku sambil tersenyum. Mengapa aku seramah ini dengan dia ? aneh.

“baiklah tuan..”

(Onew p.o.v end)

__

(victoria p.o.v)

“Aawww… pelan-pelan…” teriak jinki saat aku mencoba membersihkan semua lukanya akibat berkelahi dengan nichkhun. Ah manja sekali orang ini… tidak bisa mebersihkan lukanya sendiri.

“Ya!!! Pelan-pelan!! Sakit!!” teriaknya lagi padaku..

“iya tuan.. ini sudah pelan.. memang sedikit sakit..” aku kembali membersihkan lukanya.

Aku merasa jinki terus memperhatikanku, apa ini Cuma perasaanku saja yah..

“Selesai tuan..” sahutku saat selesai memberihkan luka jinki dan memasang plester di dahinya. Aku menatap jinki yang sekarang menatapku juga. Ada apa dengan orang ini?

“tuan boleh saya kembali ke dapur?” aku membereskan semua perlengkapan yang aku bawa tadi.

“Tunggu sebentar!” Jinki menahan tanganku. Kenapa kelakuannya sekarang seperti dia yang sedang mengigau kemarin ?

Aku menatapnya dengan muka bertanya. Jinki mendekatkan dirinya padaku membuat aku memundurkan badanku dan bersenderan dengan sofa. Hey, apa yang akan dia lakukan?

“tu-tuan..?? a-apa maksud anda??”

“kau diam!!” sahut jinki padaku, aku menutup kedua mataku.

Aku merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirku. Aku segera membuka mataku. APA?! Jinki menciumku?????

“JINKIIIIIIIIIIII!!! Lepaaassss!!!!!” teriakku dan mendoring jinki hingga menjauh dariku. Apa maksudnya dia mencumku?! Aku sudah tidak tahan dengan semua perlakuannya padaku.

“JANGAN KARENA KAU ADALAH MAJIKANKU, KAU BOLEH MEMPERLAKUKANKU SEPERTI INI!!! APA MAKSUDNYA KAU MENCIUMKU?!!!!!! UNTUK MELECEHKANKU?HAH?!!” aku berteriak sekeras-kerasnnya pada Jinki yang terdiam di depanku.

“Hey!! Bukan maksudku seperti itu!! tapi.. Argh,.. kau tidak mengerti! Sudah aku minta maaf… cepat kau pergi!!” Jinki mendorongku keluar dan mengunci kamarnya. Mengapa jadi dia yang marah!! Seharusnya aku yang marah padanya. Dasar tidak waras!

(victoria p.o.v end)

__

(Onew p.o.v)

“BODOH!! “ Itulah satu kata untukku.

Apa yang merasukiku hingga aku sampai mencium pembantu sialan itu?

Tapi jujur, tadi memang aku ingin sekali menciumnya. Perasaan ini berbeda dengan perasaanku saat mencium beberapa wanita lain. Karena ini bukan perasaan nafsu tapi.. Ah,, susah untuk di jelaskan. Apa aku benar-benar jatuh cinta dengan sungjun ?

Apa yang terjadi sebenarnya denganku? Bila aku benar-benar menyukai victoria, mustahil aku akan di terima olehhnya. Karena

  1. Aku bukanlah orang baik-baik (sadar diri)
  2. victoria sudah mempunyai kekasih
  3. Dia tak suka denganku
  4. Terlalu murahan bila aku menyuki pembantu
  5. Mungkin victoria sudah terlanjur benci denganku karena kelakuanku tadi
  6. MUSTAHIL.

Ya.. itu adalah semua fakta yang terjadi sekarang. Di tambah lagi dengan Jonghyun.! Dia mengejar victoria juga, bukan?

Aduh ONEW!!! Mengapa hal seperti ini harus terjadi, padahal masih banyak wanita yang lebih cantik dari pembantu itu. Dan banyak wanita yang mengejar-ngejarku saat ini. tapi yang jelas semua nya adalah wanita yang tidak benar. Lain dengan victoria.

Apa yang harus aku perbuat untuk memikat victoria? Berubah baik padanya? Berubah menjadi anak manis, penurut, suka menolong, bijaksana, baik hati, pemurah? Seperti itu?

Huh? Tidak mungkin itu terjadi padaku.

Mengapa harus repot sepeti ini sih mengurusi perempuan? Apa tidak ada cara yang lebih gampang?

(Onew p.o.v end)

__

(victoria p.o.v)

‘Sial!!! Majikan macam apa itu?? dia menganggapku seperti wanita murahan?! Aisshh.. dasar pria tidak tahu diri, brengsek. Sudah! aku tidak kuat disini… aku akan bilang pada Appa kalau aku akan pulang, dan tidak kuat bekerja disini. Terlalu membebaniku, semoga appa berniat baik dan memberikanku kesempatan kedua, tapi pada majiakan lain yang tentunya lebih baik dari JINKI SIALAN!’

Aku membanting bantal yang ada di sebelahku dan memukuli bantal itu, karena aku anggap bantal itu adalah Onew, manusia sialan.

‘mysteric mysteric molla molla..’ handphoneku berbunyi dari dalam saku bajuku.

“Yeoboseyo.. Appa? Waeyo?” ternyata yang menelephoneku itu adalah appa. Tiba-tiba jantungku langsung berdenyut kencang, Appa menelephoneku sekarang? Ada apa? Apa aku berbuat salah padanya?

“VICTORIA!!! Jangan coba-coba kau membohongi Appa!! Apa yang kau lakukan dengan pria busuk itu di rumah majikanmu sendiri?hah?”

Sesuatu yang aku takutkan benar-benar terjadi. Appa bertanya tentang hal itu, darimana Appa tahu tentang nichkhun? Apa yang aku harus katakan pada Appa? Mungkin aku akan siap-siap dibunuh olehnya. Napasku serasa sesak mendengar semua pertanyaan appa, karena aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu.

“Appa, Maaa..Maaf..”

“Kau anak kurang ajar! Tidak cukup hukuman ini untukmu ? kau mau yang lebih berat?! Sudah appa bilang berkali-kali! Kau harus menjauhi pria brengsek itu!! dia yang membuatmu tidak menurut pada Appa lagi!! Dia bukan laki-laki yang benar!! KAU HARUS JAUHI DIA!  KALAU TIDAK APPA TIDAK SEGAN-SEGAN MEMBUNUHNYA ATAU MEMBUNUHMU SEKALIAN!!!”

Kata-kata appa itu sangat membuaku kaget dan berhenti bernapas sejenak, appa tega membunuh anaknya sendiri. Kejam sekali.

“Iya Appa, aku mengerti.. “ Aku melemas sehabis mendengar perkataan Appa tersebut. Tidak gampang meninggalkan nichkhun begitu saja. Dia yang selama ini sangat perhatian denganku. Kalau tidak ada dia, siapa lagi yang mau menemaniku?

Appa sudah menutup telephonenya, aku hanya terduduk lemas sambil bersenderkan pada tiang tempat tidurku. Mengapa Appa bisa tahu semua yang aku lakukan? Apa jinki yang mengasih tahu Appa? Dari mana jinki kenal dengan appa? Lagian mana mungkin jinki kenal dengan appa.. Aku saja menjadi pembantu disini saja melalui penyauran pembantu. Ini sangat aneh. AAAAAAA~ Apa yang harus aku lakukan? Dan tidak mungkin aku keluar dari rumah ini dengan keadaan appa yang sedang marah besar padaku.

Aku memejamkan mata “mengapa aku harus menerima berbagai cobaan ini?? Apa yang aku harus lakukan…!! aku tidak tahan!!” Aku berteriak sekeras-kerasnya sambil menitihkan airmataku. Ini sangat membuatku tidak kuat.. “mengapa semua yang aku lakukan selalu saja salah.. “

‘tok tok tok’

Suara ketukan pintu kamar menyadarkanku. Aku langsung bangun dan merapihkan diri dan aku tahu yang akan aku hadapi adalah Jinki. Aku berniat meminta maaf karena aku sudah memarahinya tadi. Aku ingin bila hubunganku dan dia akan membaik, karena aku tidak mau mencari masalah lagi dengan Appa.. kalau appa tahu aku sampai bertengakar dengan majikanku, aku pasti langsung di gantung.

Aku membuka pintu pelan dan melihat Jinki di depan pintu sambil tersenyum ke arahku. Mau apa lagi yah orang ini? Awas saja kalau dia sampai ingin berbuat macam-macam terhadapku. Atau.. dia ingin memecatku? GAWAT.!!!

___

to be continued…

__

yang bisa saya ucapkan adalah.. maaf sebesar2nya karena lanjutannya lama..

MIAN yah T__T

__

Iklan

Satu pemikiran pada “Oh My Sweet Maid – chapter 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s