Oh My Sweet Maid – Chapter 5

NOT FOR SILENT READER..

Title : Oh My Sweet Maid

Chapter : 5

Author : Shinstarkey/Nanonadia

Cast : Onew Lee Jinki, Victoria Song

Other cast : Nichkhun, Shinee Member

Language : Indonesia

Previous : Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 |Chapter 4 |

ps : Maaf sama yang gak suka Onew di pasangin sama Victoria yah ^^

 

__

‘tok tok tok’

Suara ketukan pintu kamar menyadarkanku. Aku langsung bangun dan merapihkan diri dan aku tahu yang akan aku hadapi adalah Jinki. Aku berniat meminta maaf karena aku sudah memarahinya tadi. Aku ingin bila hubunganku dan dia akan membaik, karena aku tidak mau mencari masalah lagi dengan Appa.. kalau appa tahu aku sampai bertengakar dengan majikanku, aku pasti langsung di gantung.

Aku membuka pintu pelan dan melihat Jinki di depan pintu sambil tersenyum ke arahku. Mau apa lagi yah orang ini? Awas saja kalau dia sampai ingin berbuat macam-macam terhadapku. Atau.. dia ingin memecatku? GAWAT.!!!

Aku membuka pintu kamar pelan.

“Tu-tuan.. saya minta maaf, karena tadi saya marah-marah pada tuan.. tapi mohon.. jangan pecat saya.. “ aku agak gugup dan menundukan kepalaku.

“bagaimana yah… aku rasa susah untuk memaafkan mu..” katanya sambil sedikit membuang muka padaku. Aiiisss.. mengapa dia mesti buang  muka seperti itu padaku. Apa dia benar-benar marah? Bukannya dia yang salah?

“Apa tuan akan memecat saya?”

 

“Mungkin saja.. “ Sahut Jinki yang masih terus membuang muka kepadaku. Tapi mengapa aku melihat segurat senyum dibalik itu?

“baiklah tuan.. saya pasrah kalau tuan ingin memecat saya.. “ aku menundukan kepala, seluruh badanku melemas karena aku tahu ini adalah hal yang buruk. Bagaimana kalau appa tahu kini aku di pecat.

“Hahahhahahahhahahah”

Suara tawa terdengar dari Jinki. Aku menoleh kearahnya. Dia tertawa sangat kencang sambil menatapku.

 

“hahahhaha.. Kau..hahahha.. kau percaya aku akan memecatmu?” sahutnya di sela-sela tawanya. Aku menatapnya dengan tatapan yang sangat bingung.

“Apa maksudnya tuan?”

Jinki berhenti tertawa dan menatapku sambil tersenyum. “Aku tidak akan memecatmu Victoria. Aku ingin meminta maaf soal yang tadi. Aku sudah berbuat aneh-aneh padamu. Wajar sih kalau kau memarahiku tadi. Itu salahku.”

Aku tersenyum mendengar perkataan Jinki itu. Dia masih saja tersenyum padaku. Aku merasa akhir-akhir ini dia begitu baik terhadapku. Selalu tersenyum dan itu membuatku senang.

“makasih tuaannnn!!!” sahutku dan hampir loncat-loncat di depannya karena saking senangnya.

“ya sudaah.. Noona masih harus membereskan rumah bukan?”

Aku sedikit tersentak mendengar perkataannya yang sangat aneh itu.. dia bilang aku ‘Noona’? waw.. seorang jinki bisa sopan juga. Aku rasa ini sangat aneh.

Aku menganggukan kepalaku dan tersenyum lagi padanya. “iya tuan.. terimakasih “

Jinki membalikan badannya dan berjalan meninggalkan kamarku, tiba-tiba dia berhenti dan membalikan badannya lagi menghadapku. “Ah iya..tidak usah memangglku tuan lagi.. kau cukup panggil aku Jinki, atau Onew.. Oke.” Di akhir dia mengedipkan sebelah matanya kearahku. Dasar  genit.

Jinki meneruskan langkahnya meninggalkan kamarku.

Aku tidak menyangka Jinki menjadi sebaik ini denganku.

(Victoria p.o.v end)

__

(Onew p.o.v)

Akhir-akhir ini aku sedikit bertingkah lebih baik pada Victoria. Mungkin saja cara ini bisa membuat Victoria tertarik padaku. Selalu saja muncul perasaan aneh saat aku menatap Victoria. Aku tidak mengerti perasaan apa ini, apa benar aku menyukainya?  Karena perasaan ini belum pernah aku rasakan. Perasaan Aneh.

Oke, lagi-lagi pria playboy itu datang!.. Jonghyun..

“Ya! Onew! Mana pembantumu?” Jonghyun menghampiriku yang sedang duduk depan TV. Selalu saja mencari Victoria. Apa dia belum kapok?

“Victoria? Sedang menyetrika mungkin…” aku sengaja membuang mukaku pada Jonghyun.

“Oh kalau begitu aku akan menemuinya.. aku akan memberika sesuatu yang spesial untuknya. Awas kau kalau mengintip hahaha” Jonghyun berjalan meninggalkanku dan langsung menuju ke belakang. ‘Apa maksud perkataannya tadi ? mau memberikan sesuatu yang spesial?’

Aku segera berlari menyusul jonghyun dan berniat mengintip. Aku hanya takut saja Jonghyun berbuat yang aneh-aneh pada Victoria noona.

__

Aku mengunpat di balik pintu teras belakang, dekat dengan tempat victoria menyetrika baju. Jonghyun sudah berdiri di sebelah victoria sambil tersenyum lebar. Apa yang mau dia lakukan?

Aku terus memperhatikan mereka berdua.

“Victoria Noona… “

“Jonghyun.. kau kesini lagi..” Victoria menatap jonghyun yang berada di sampingnya.

“Ah.. iya.. aku ingin berbicara sesuatu padamu noona..” Jonghyun memegang tangan Victoria. Aku semakin geram melihat tingkah jonghyun. Tiba-tiba saja emosiku terpancing.

Tiba-tiba saja jonghyun berlutut di hadapan Victoria dan menggenggam kedua tangan Victoria.

“Noona.. maukah kau menjadi kekasih ku?”

‘APA?? Jonghyun menyatakan cinta pada victoria? Sialan.. dia mendahuluiku..’ Aku mengepalkan tangan sambil terus menatap jonghyun dan victoria dengan emosi yang sedikit meluap-luap. ‘ Aku harap Victoria tidak menerima cinta jonghyun…’

“Ayolah Noona.. terimalah.. aku tulus mencintaimu.. semenjak aku bertemu denganmu aku langsung tertarik, makanya aku langsung menghampiri mu.” Kata jonghyun lagi sambil memohon pada victoria. Alah.. kata-katanya sangat gombal.

“ Maaf Jonghyun.. aku tidak bisa menerimamu.. “ Sahut victoria pada Jonghyun sambil tersenyum. ‘Yes!! Akhirnya aku mulai lega.. victoria tidak menerima jonghyun sebagai kekasihnya..’

Jonghyun berdiri tetapi terus memegang keduaa tangan victoria sambil menundukan kepalanya.

“Baiklah Noona.. walaupun kau tidak menerimaku.. aku akan terus mengejarmu sampai kau suka dan menerimaku..” kata jonghyun dan langsung mencium pipi victoria..

Emosiku langsung terpancing, dan tanpa berfikir apapun aku segera menghampiri mereka.

“Ya!! Jonghyun!! Apa maksudnya kau mencium pipi victoria ?” Aku menghampiri jonghyun dengan emosi yang meluap-luap..

Jonghyun mentapku dengan tatapan tajam. “apa urusanmu? Kau juga bukan siapa-siapanya kan? Dia hanya pembantumu bukan?” jonghyun berhadapan denganku sekarang.

Karena kesal mendengar perkataannya itu, aku langsung menghantam wajahnya itu dengan kepalan tanganku. Ya, aku menonjoknya sampai dia terpental ke arah dinding.

“Hey!” teriak jonghyun yang menatapku dengan tatapan berapi-api..

“Aku tidak mau kau mendekati Victoria!” teriakku pada jonghyun yang sekarang ku genggam kerah bajunya.

“HEY! Kau pikir kau siapa?! ini HAK ku!!!”

Aku melepaskan genggamanku pada kerah bajunya dan berjalan mundur.

Victoria terus memandangiku dan jonghyun sambil menutupi muka dengan kedua tangannya

jonghyun masih memandangiku dengan tatapan murkanya. ‘BODOH! Mengapa emosiku bisa meluap-luap seperti ini… dan argh.. jonghyun benar.. aku memang bukan siapa-siapa Victoria.. tidak sepantasnya aku berbuat seperti ini.. ‘

Aku berjalan meninggalkan jonghyun dan Victoria.. tanpa meminta maaf..

(onew p.o.v end)

__

(Victoria p.o.v)

Aku baru saja menyaksikan sendiri jinki dan jonghyun berkelahi, tepat di hadapanku. Mataku terbuka lebar menatap kedua lelaki itu saling memukul. Aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat.

Aku bingung mengapa jinki tiba-tiba datang dan langsung saja memukul jonghyun? Dan apa maksudnya dia berkata jonghyun tidak boleh mendekatiku? Bukankah itu memang hak jonghyun…

Jinki sekarang sudah pergi meninggalkan aku dan jonghyun. Aku membantu jonghyun berdiri menyempurnkan tubuhnya.

“Sial… “ sahut jonghyun sambil mengelap darah yang ada di sudut bibirnya dengan emosi yang sangat meluap-luap.

“jonghyun.. kau tidak apa-apa?”

“tidak apa-apa.. sialan onew!” sahutnya lgi masih dengan amarah.

“sudah sebaiknya kau pulang saja.. kalo kau tetap disini aku akan ikut dimarahinya juga dan bisa saja aku dipecat..” Aku terpaksa berkata seperti ini pada jonghyun. tapi memang benar, aku bisa saja di pecat oleh jinki.

“baiklah Noona.. aku tidak mau kau ikutan bermasalah dengan onew aneh itu. Tapi ingat janjiku.. aku maish akan terus mengejarmu! Oke” sahut jonghyun sambil mengedipkan sebelah matanya dengan senyum yang di lengkapi luka di sudut bibirnya itu.

“iya.. terserah padamu saja… “ aku membalasnya dengan sedikit tersenyum kearahnya.

__

‘tok.. tok.. tok..’

Ku ketuk pintu kamar jinki yang pintunya sedikit terbuka. Aku tahu dia pasti di dalam sana. Niatku kali ini adalah meminta maaf padanya, sebenarnya aku tidak tahu salahku apa. Tapi karena kejadian jinki dan jonghyun tadi berkaitan denganku otomatis aku juga harus meminta maaf pada jinki.

 

Tidak ada tanggapan dari dalam, serasa ruangan itu benar-benar sepi. Tapi aku memang sangat yakin bahwa jinki masih berada di dalam. Tanpa pikir panjang aku segera memasuki kamar jinki walau ini terkesan seperti tidak sopan.

 

“permisi.. Tuan..” aku melangkah perlahan sambil mendorong pintu kamar pelan.

Ruangan masih terasa sepi, aku mencari sosok jinki disana, dan mataku menangkap sosok satu orang yang tengah duduk di pinggir jendela sambil menatap keluar dengan tatapan kosong. Apa itu jinki ? mengapa dia?

 

Aku masih memperhatikannya dari jauh sosok itu sambil sedikit sedikit mengambil langkah mendekatinya.

 

“kemarilah…”

Suara tiba-tiba dari jinki sedikit membuatku kaget dan terdiam. Aku segera menghampiri jinki disana yang masih terdiam memandangi kearah luar.

 

“duduklah disini..” ia menyuruhku untuk duduk di sebelahnya tanpa menoloh sedikitpun kearahku. Aku masih terus menatapnya bingung sambil menyesuaikan tubuhku untuk duduk di sampingnya.

“apa kau tahu.. mengapa aku sampai berbuat seperti itu?” katanya lagi dan kini ia menundukan kepalanya.

Aku hanya menggelengkan kepalaku. Aku berusaha menatap wajahnya tapi dia seakan menyembunyikan raut wajahnya dariku.

“Kau membuatku berubah, Victoria….”

“Kau merubah hidupku….”

 

Aku semakin merasa bingung dengan semua perkataan jinki. Seakan aku harus memecahkan semua misteri pada dirinya dan aku harus menebak semua yang ada pada pikirannya.

 

“Apa maksud tuan?”

 

Jinki menarik napas panjang, dia masih belum juga mau menatapku masih tetap dengan tatapan kosong menatap kebawah dan……

AKU MENCINTAIMU

 

Nafasku serasa berhenti tiba-tiba. Dan aku hanya bisa mentap jinki dengan mulut terbuka dan tatapan penuh dengan rasa terkejut. Jinki kini  menatapku. Menatapku dalam. Matanya menunjukan kejujuran dan aku belum pernah melihatnya seperti ini sebelumnya. Aku membisu, tak tahu apa yang harus aku katakan dan serasa waktu berhenti sekarang.

 

“kau tahu.. ini konyol rasanya.. aku yang biasanya memarahimu sekarang malah menyatakan cinta.. “ dia menghela napas dan menunjukan senyum di sudut bibirnya. “Aku tak bisa menyimpan perasaan ini lagi, victoria.. aku lelah..”

“perasaan ini selalu menghantuiku.. aku tak tau dari mana perasaan ini datang.. “

Jinki kembali menundukan kepalanya.. memanglingkan wajahnya dariku lagi. Menatap kebawah.

“Aku tau.. kau benci padaku.. karena tingkahku yang tidak karuan itu.. yang tidak dapat mengatur emosiku sendiri..”

 

Aku terus menatap jinki.. dan entah kenapa tanganku ini malah mengelus pelan punggung jinki.. aku merasa kali ini aku begitu dekat dengannya..

 

“dan soal jonghyun.. aku tidak suka dia mendekatimu.. aku cemburu..”

“aku tahu.. ini memang tidak masuk akal, tapi entah kenapa aku ingin memilikimu.. aku  mau kau menjadi milikku.. bukan orang lain..”

Aku memeluk jinki, aku masih belum bisa berkata apa-apa.. sebenarnya aku sudah menyadari ini dari sinya akhir-akhir ini, saat dia mencium bibirku.

Jinki kembali membuka suara

“ Aku sangat bodoh.. Aku cemburu pada kekasihmu.. yah, itu hal bodoh.. jelas-jelas dia kekasih mu.. aku tidak ada apa-apa nya di banding dia. Tapi itulah yang aku rasakan.. saat melihat kau dengan laki-laki lain.. termasuk kekasihmu..”

 

“Itu bukan salahmu, jinki…” kata-kata itu keluar dari bibirku sambil terus memeluk jinki.. Aku baru tahu di balik sikap jinki yang keras dan egois dia menyimpan hati yang lemah, lemah menerima keadaan di sekitarnya, aku masih bingung harus berbuat apa. Aku hanya ingin dia tenang. Aku tidak mau dia terus tertekan. Tapi bagaimana caranya? Apa aku harus menerimanya.. menerima cintanya?

 

“Aku tak perduli dengan perkerjaanmu yang sekarang menjadi pembantu.. pembantuku.. Aku hanya ingin cintamu victoria.. aku ingin kau.. walau aku tahu.. kau pasti menolakku mentah mentah..”

 

Jinki kini memelukku juga. Meletakkan kepalanya di pundakku. Aku rasa dia menangis. Dia masih seperti bocah yang tidak mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Aku membelai halus rambutnya. Tidak tahu apa yang harus aku katakan. Aku memikirkan nichkhun. Aku bimbang… Aku juga bingung,, apa aku masih mencintai nichkhun? Tapi perhatianku sekarang hanya tertuju pada jinki.

 

“Aku ingin kau victoria.. hanya kau..” Suara jinki terdengar buyar karena tangisnya itu.

Aku membelai rambutnya pelan. Mencoba menenangkannya. aku tidak mengerti dengan perasaanku sekarang. Rasanya aku juga ingin memiliki jinki. Perasaan macam  apa ini. mengapa datang terlalu tiba-tiba. Memang sih dari awal aku sudah sedikit tertarik padanya tapi karena sikapnya yang seperti itu padaku rasa tertarik ku hilang. Sekarang rasa itu datang lagi…

 

“Jangan menangis.. kau itu kan pria dewasa.. kalau begitu mana bisa aku menerima cintamu.. kelakuanmu seperti anak kecil begini.. aku tidak suka..” kataku dengan nada yang sedikit marah. Aku berkata seperti ini untuk membuat jinki berhenti menangis.

 

“Apa maksudmu noona?” Jinki melepas pelukanku dan memandangku dengan tampang bingung. mukanya memerah karena sehabis menangis.

“Aku ini lebih tua darimu, tentu saja aku tidak suka dengan laki-laki cengeng yang bertingkah seperti bocah ingusan ini.. kecuali kau bersikap lebih dewasa di bandingku.”

Aku tersenyum kepadanya. Rasanya ini bukan seperti percakapan antara seorang majikan dan pembantunya. Hh..

 

Jinki tiba-tiba menunduk “walaupun aku bertingkah dewasapun, kau juga tidak akan menerimaku, bukan? Bagaimana dengan kekasihmu.. atau Jonghyun yang terus mengejarmu.. huh?”

 

Aku sedikit tersenyum menatapnya. Membelai halus pipinya, dia sangat lucu..

“bagaimana kalau Aku menerimamu?” kataku sambil mengangkat wajahnya agar menatapku sekarang. Aku memang tidak yakin dengan tindakan ku sekarang. Tapi hatiku seakan tidak bisa menolak jinki, aku tidak terpikir lagi bagaimana dengan nichkhun jonghyun atau Appaku..

 

(Victoria p.o.v end)

 

__

 

(Onew p.o.v)

 

“bagaimana kalau aku menerimamu?”

Aku terdiam mendengar kata-kata yang barusan aku dengar. Aku tidak percaya victoria berkata seperti itu, bukankah dia benci padaku?  Dan bagaimana dengan kekasih nya?

“apa kau serius dengan perkataanmu?” sahutku bingung.

“Terserah padamu sih.. kalau kau mau berubah , mungkin aku mau menerimamu…”

Aku tersenyum lebar, rasanya aku ingin berteriak kalau aku sangat senang mendengar Victoria ternyata menerimaku. Tapi rasanya ini terlalu berlebihan.

 

“TUAN JINKI! Jangan hanya tersenyum.. atau kau sebenarnya malu berhubungan dengan pembantu? Huh? “ ujar Victoria sambil menatapku dengan matanya yang bulat.

“Tentu saja aku ingin berubah.. demi mendapatkan pembantuku yang sangat cantik ini.. “

Aku mendekatkan wajahku kearahnya dan mencium bibirnya. Haha.. kali ini dia tidak berontak seperti waktu pertama kali aku menciumnya….

 

(Jinki p.o.v end)

 

__

 

(author p.o.v)

“Yaaa! Jangan bergerak!! Kalian sudah di kepung”

beberara polisi mengerahkan senapannya kearah kerumunan orang di sudut Gang sempit. Yang ternyata mereka sedang menggunakan obat-obatan terlarang.

Dan tiba-tiba seorang laki-laki nekat kabur dan berlari menerobos jejeran polisi.

 

“YA! NICHKHUN!!! KAU GILA!!” teriak salah seorang untuk mencegah laki-laki itu kabur menerobos jejeran polisi.

Akhirnya laki-laki itu berhasil kabur. Walau ada satu tembakan di kakinya yang membuat kakinya berdarah-darah

 

(Author p.o.v end)

 

__

 

(victoria P.o.v)

 

Ini memang terlihat sangat aneh. Seorang pembantu berpacaran dengan majikannya sendiri. Tapi inilah yang aku jalani bersama jinki sekarang. Kami menjalani hubungan yang begitu dekat. Sebenarnya aku masih bingung. Nichkhun.. bagaimana dengan dia. Dia tidak ada kabar sama sekali. Aku ingin berpisah dengan cara baik-baik. Bisa di bilang aku berkhianat pada Nichkhun, pada lelaki yang selama ini mencintaiku. Tapi bagaimana jika sekarang cintaku pindah pada majikanku sendiri.  Apa mungkin nichkhun sudah tertangkap oleh Appa?

 

“Noonaaaaaaaaaaa……..mana sarapanku?” teriak jinki dari arah meja makan. chh.. dasar kelakuannya masih belum berubah.

 

“Iyaaa! Sebentar..” balasku yang sekarang membawa sarapan untuk jinki. Dengan nasi goreng, susu dan roti ini.

 

“ini.. “ sahutku dengan sedikit kesal kearahnya sambil menaruh semua makanan di meja makannya.

“ya! Mangapa kau marah-marah? “

“sepertinya kau masih menganggap aku sebagai pembantumu.. Tuan Jinki!!” balasku sambil membuang muka kearahnya.

“mau bagaimanapun kau tetap pembantuku. “ Jinki kini memperlihatkan wajahnya yang menyebalkan. Aku muak melihat wajahnya itu!

“tapi aku mencintai pembantuku……..” sahutnya lagi dan kini dia memelukku. Aku masih tetap dengan posisiku.

“kau gombal!”

“biar saja.. hahahhaha”

 

‘ting.. tong.. tong.. tong… “ Bell rumah berbunyi.

 

“Aiiissshhh.. siapa sih yang datang?! Merusak suasana saja!!” gumam jinki.

“Biarlah.. mungkin itu tamu mu.. sudah. Tidak baik kita terus seperti ini.. bairku bukakan pintu dulu.”

Aku berjalan kearah pintu rumah. Membukanya…

 

“ONEEEEEEEEEEWWWWWWWWWWWWWWWWW…..!!!” seorang wanita berambut pendek dengan sedikit menangis menerobos masuk ke rumah. Eh?

 

Wanita itu langsung masuk sambil membawa koper besar yang sepertinya berisi alat make up semua..

Ah, aku baru saja ingat. Wanita itu..

Wanita itu adalah wanita yang datang ke rumah ketika jinki membuat pesta. Wanita yang memakai baju super duper seksi. Eh.. mau apa lagi dia kesini?

 

Aku segera menutup pintu dan berjalan menuju ruang tengah. Aku ingin tahu apa yang di lakukan wanita itu.

 

(victoria P.o.v end)

 

__

 

(onew p.o.v)

 

Terdengar suara wanita berteriak dari arah ruang tamu. Dan itu bukan suara victoria.. siapa yang datang?

 

“ONEW!!”

Mataku membulat melihat siapa yang datang dan kini berlari manja kearahku. Apa-apaan sih wanita ini??!

 

“YA!! Seungyeon!! Lepaskan!”

Aku berusaha melepaskan genggaman tangan seungyeon yang melingkar di badanku.

“Onew.. Aku rindu padamu…!!” seungyeon memelukku semakin erat.

“Mau apa kau kesini?!”

Aku sangat tidak suka melihat seungyeon datang kesini. Wanita murahan yang dari dulu  selalu bersamaku. Sebenernya orang-orang selalu menganggap kami berpacaran tapi yang benar saja. Dari dulu aku tidak sudi berpacaran dengan wanita murahan seperti dia. Dia hanya menjadi wanita untuk bersenang-senang saja.

 

Aku menatap victoria yang berjalan melewati aku dan seungyeon. Dia hanya menghela nafas nya dan berjalan melewatiku. Dia sama sekali tidak mau menatapku. Aduh.. bagaimana ini.. apa victoria marah?

 

“untuk apa kau kesini?!” aku manjauh dari seungyeon, aku tidak perduli padanya.

“Aku ingin memberitahu kabar baik untukmu, jagiya..” katanya sambil duduk di sebelahku. Ah.. sanhgat Jijik mendengarnya memanggilku dengan sebutan itu. Aku muak. Aku meneguk secangkir teh yang dari tadiku pegang.

“berita apa?.”

Seungyeon diam dan menatapku. Aku tidak mau menatapnya aku mengacuhkannya dan pandanganku beralih kerah dapur. Untuk melihat sosok Victoria.

 

“Onew.. perhatikan aku!” seungyeon menarik wajahku untuk menatapnya. Apa-apaan sih wanita ini.

 

“Aku Hamil.. Anakmu..”

to be continued…

__

 

ADDDDDDDDUUUUUUUUUUHHHHH..

maaf banget.. lanjutan ini lama bangeeeeeeett,,

abis gara2 sekolah juga… jadi jarang main internet deh =,=\

mian yah…

tapi jangan lupa.. yang baca COMMENT dan LIKE

Iklan

2 pemikiran pada “Oh My Sweet Maid – Chapter 5

  1. waduh?? emang Onew pernah tidur sama Seungyeon??
    awas kalo iya,, tak bejek2 si Onew,, udah menghianati Victoria,, menghamili Seungyeon saia lagi *Minta digantung MVPs*
    langsung ke chapter 6 deh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s