Oh My Sweet Maid – Chapter 6

NOT FOR SILENT READER..

Title : Oh My Sweet Maid

Chapter : 6

Author : Shinstarkey/Nanonadia

Cast : Onew Lee Jinki, Victoria Song

Other cast : Nichkhun, Shinee Member, Han seungyeon (Kara)

Language : Indonesia

Previous : Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 |Chapter 4 | Chapter 5 |

ps : Maaf sama yang gak suka Onew di pasangin sama Victoria yah ^^. dan maaf juga bagi yang suka seungyeon kara.. disini dia jadi wanita yang begitulah xP heheh

 

__

 

“untuk apa kau kesini?!” aku manjauh dari seungyeon, aku tidak perduli padanya.

“Aku ingin memberitahu kabar baik untukmu, jagiya..” katanya sambil duduk di sebelahku. Ah.. sanhgat Jijik mendengarnya memanggilku dengan sebutan itu. Aku muak. Aku meneguk secangkir teh yang dari tadiku pegang.

“berita apa?.”

Seungyeon diam dan menatapku. Aku tidak mau menatapnya aku mengacuhkannya dan pandanganku beralih kerah dapur. Untuk melihat sosok Victoria.

 

“Onew.. perhatikan aku!” seungyeon menarik wajahku untuk menatapnya. Apa-apaan sih wanita ini.

 

“Aku Hamil.. Anakmu..”

 

Mataku membulat menatap seungyeon. Jantungku seperti berhenti berdetak. Bayangkan saja apa yang baru saja aku dengar!?! Wanita ini Hamil!!!.

‘PRANG’

Suara pecahan beling terdengar dari dapur, sontak aku langsung berlari ke dapur. Aku yakin victoria telah mendengar apa yang seungyeon bilang tadi. Gawat!

 

“Victoria.. ada apa!?” teriakku panik saat aku tiba di dapur. Aku melihat victoria yang sedang memunguti serpihan-serpihan beling yang bertebaran di lantai.

 

“maaf tuan.. saya tidak sengaja” victoria masih terus memunguti pecahan beling itu. aku melihat matanya. Matanya yang basah dengan airmata. Aku sangat yakin dia pasti mendengar semua perkataan seungyeon.

 

Aku membantunya membereskan tumpukan beling itu. dengan rasa bersalah. Sebenarnay otakku masih belum bisa mencerna kata-kata seunngyeon tadi.

 

“Sudah tuan.. biar saya saja yang bersihkan..” kata victoria sambil menyeka airmatanya. Aku merasa sangat berslah. Aku tidak bisa membiarkan dia menangis.

 

Tiba-tiba seseorang menarik tanganku. Manjauh dari victoria. “sudahlah onew! Buat apa kau perduli dengan pembantu itu hah?”

 

Ya, seungyeon yang menarikku. Tatapanku masih kosong ke arah victoria yang sedang menangis itu. dengan bodohnya aku malah mengikuti seungyeon, menjauh dari victoria.

 

__

 

“babe, kau pasti bertanggung jawab kan?” seungyeon mengelus pipiku pelan. Segera ku tepis tangannya. Aku tidak suka di perlakukan seperti itu olehnya.

 

Aku masih saja bertanya-tanya. Bagaimana wanita ini bisa hamil,eh? Anakku? Tidak mungkin! Aku belum pernah berhubungan dengannya! Kami hanya sebatas berciuman.. dan tidak lebih. Ini tidak mungkin.

 

“Aku tidak pernah berbuat apa-apa denganmu.. bagaimana kau bisa hamil?” aku menatap seungyeon dengan  tatapan dingin. Dia menoleh kearahku dan tersenyum ‘sok’ Imut.

 

“apa kau tidak ingat, babe.. 4 bulan yang lalu.. saat kita semua berpesta… kau mabuk. Dan ya, itulah yang kita lakukan.” Seungyeon mencium pipiku. Aku tidak suka.

 

Aku berusaha mengingat apa yang terjadi sebulan yang lalu itu. dimana aku kami memang mengadakan pesta besar dan meriah. Seingatku itu adalah perayaan hari ulangtahun key. Kami memang mabuk.. tapi.. argh.. tidak mungkin aku melakukan itu pada seungyeon.

 

“orang yang sedang mabuk bisa melakukan apa saja tanpa di sadarinya, onew..” kata seungyeon seakan dia bisa membaca pikiranku.

 

Emosiku meninggi. Aku masih saja belum bisa menerima semua itu. ya, aku tidak mungkin melakukan itu. pasti seungyeon yang mengada-ada saja. Iya, aku sangat yakin dengan itu.

 

“TIDAK MUNGKIN!!! “ bentakku pada seungyeon. Aku menampar wanita itu. wanita murahan yang dari dulu memang sudah mendekatiku.

“Apa kau tidak percaya padaku onew?!” seungyeon mengeluarkan airmatanya dia memelukku. Aku hanya terdiam. Berusaha melepaskan pelukan menjijikkan itu.

“Aku tidak akan percaya pada wanita busuk sepertimu!”

“baiklah! Kalau kau tidak mau mengakui anakmu ini! akan ku bilang sendiri pada eomma mu…” seungyeon berusaha perfi dari hadapanku. Aku baru tersadar, eomma..

Seungyeon akan bilang pada eomma?! Itu tidak mungkin!! Dia tidak mungkin bilang pada eomma.. eomma tidak boleh tahu.

 

Aku segera mencegah seungyeon pergi dari hadapanku.

“Apa yang kau mau dariku, hah?!” kataku kini mencegah wanta itu pergi. Seungyeon memelukku.

“Aku ingin tanggung jawabmu, onew…”

 

Aku hanya melemas. Aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat. Aku sangat merasa bersalah pada Victoria.. eomma.. kedua wanita yang sangat aku cintai. Apa yang harus aku perbuat?

 

(Onew p.o.v end)

 

__

 

(victoria p.o.v)

 

Airmata terus saja mengalir di pipiku. Deras.. sangat deras.. nafaskupun tidak beraturan, hatiku sakit. Aku masih saja terpaku pada sosok kedua orang yang sedang berpelukan itu. itu sangat membuatku sakit. Aku tidak habis pikir. Apa yang baru saja aku dengar tadi.

Jinki sudah menghamili, seorang wanita?

Aku memang tahu, dulu jinki memang nakal.. tapi aku tidak menyangka apa yang telah dia perbuat. Aku mencintai Jinki.. baru saja aku mencintainya… tapi mengapa dia harus menyakitiku dengan cara seperti ini..

 

Memang benar.. yang mencintaiku dengan tulus hanyalah nichkhun. …

 

__

 

Aku  menatap  kearah pintu kamar Jinki.. dimana dia dan wanita itu berada. Hatiku masih sakit. Aku tidak tahu  apa yang mereka lakukan.. dan aku  harap aku tidak mengetahuinya.

Tapi di otakku masih terlintas bayangan jinki.. Aku tidak tahu bagaimana cara menghilangkan bayangan itu dari kepalaku. Dan aku juga tidak tahu bagaimana cara menenangkan diriku sendiri.

 

Aku mulai mengerjakan tugasku semula… menjadi pembantu. Menyapu seluruh ruangan. Walau sesekali aku meneteskan airmata.. masih karena hal yang sama..

 

Kejadian tadi….

 

Aku melihat sepasang kaki di hadapanku. Wanita yang berambut pendek itu berdiri di depanku dengan senyum liciknya dan wajah nakalnya.

 

“kau itu, Pembantu macam apa sih? Kerja tidak benar! Apa kau kerja disini hanya untuk mengejar onew, eh?”  wanita itu menyudutkanku ke tembok. Aku hanya menunduk, apa sih mau wanita ini?

 

“dengar saja.. tak lama lagi aku akan menjadi istri onew. Dan kau.. emm.. mungkin akan ku pecat. Karena aku tidak suka denganmu!!” wanita yang yang kuingat bernama seungyeon itu menunjuk keningku. Aku hanya terdiam. Aku sduah menyangka inilah yang akan terjadi.

 

Seungyeon meninggalkanku,dan dia kembali menghampiri onew. Aku berlari ke dalam kamar,aku membanting pintu kamar dan aku menyandarkan tubuhku kepintu,kurasakan kaki yang tidak mampu menopang berat tubuhku lagi dan badanku terasa kaku, hanya air matalah yang keluar.

Ini berat. Sangat berat aku menerima kenyataan yang baru saja terjadi hari ini. Aku baru saja merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Dan sekarang semua kebahagiaan itu hilang.

 

(victoria p.o.v end)

__

 

(onew p.o.v)

 

Kepalaku sakit, mataku berkunang-kunang. Apa yang aku harus perbuat sekarang? seakan keadaan mendesakku.

Aku harus bertanggung jawab?

Tapi aku yakin aku memang tidak pernah berbuat itu.

“AARRRGGGGHHHHHH!!!!!” Aku menjambak rambutku sendiri. Aku pusing, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, bagaimana seungyeon? Victoria? Eomma? Appa?.

Aku telah menyakiti banyak orang dalam hal ini. Victoria.. orang yang baru saja mengubah hidupku. Dan aku sangatlah mencintainya. Dan sekarang dia telah tersakiti karena ku, semua karenaku. Bagaimana aku bisa minta maaf padanya? Dan aku tidak ingin kehilangannya….

 

__

 

Aku menoleh kearah jam dinding yang menggantung di sudut ruang tengah, jam itu menunjukan pukul 1 malam.. setelah seharian aku mengurung diri di kamar akhirnya aku memutuskan untuk keluar kamar, walau hati ini bingung, tapi rasa laparku memang tidak bisa kompromi.

 

Aku bergegas kedapur, mengambil beberapa makanan yang tertata di kulkas. Pandanganku beralih kerah pintu belakang. Kamar Victoria yang terletak di balik sana. Ragu-ragu aku membuka pintu belakang itu, berniat menuju kamar dari kekasihku saat ini. Aku ingin tahu keadaannya…

 

Kamar itu sudah terlihat gelap. Mungkin aku salah kesana pada waktu seperti ini, pasti Victoria sudah tertidur lelap disana. Langsungku urungkan niatku untuk menuju kamar itu. Aku membalikan badanku dan menutup pintu belakang dengan pelan agar tidak menimbulkan bunyi apapun.

 

__

 

Samar-samar aku melihat sosok yang tengah duduk di halaman, sosok itu terlihat samar-samar di balik jendela. Aku meyakinkan bahwa yang ku lihat itu bikanlah makhluk yang tidak seharusnyaku lihat. Aku mendekat kearah jendela dan berusaha mengintip di baliknya. Tiba-tiba suara isak tangispun terdengar. Isak tangis yang lama-lama semakin menjadi-jadi dan aku yakin itu adalah victoria…

 

Aku berlari menuju wanita yang sedang menangis itu dan memeluknya dari belakang. Mendekapnya dan isak tangisnya mendadak berhenti.

 

“Maaf… “ kata-kata itu yang keluar dari bibirku. Aku tahu bertapa sakit hatinya.

“Lepaskan!” Victoria menepis tanganku yang sendari tadi melingkar di tubuhnya. Dia memundurkan langkahnya membuat jarak di antara kami. Aku hanya terdiam memandangnya, matanya yang sudah berlumuran airmata dan isak tangis masih terdengar darinya.

 

Aku berusaha mendekatinya lagi tapi tetap saja dia menjauh dariku.

“Jangan Mendekat!” teriaknya padaku sambil menyeka airmatanya. Dan akhirnya aku menuruti perintahnya. Aku tetap dalam posisiku.

 

“Maaf…” kataku lagi, dia hanya menundukan kepalanya. Aku tahu dia tidak ingin menatapku lagi.

 

“Bodoh!! Aku bodoh…. mengapa aku bisa mencintaimu! Bisa percaya padamu!” victoria menatapku sekarang denga airmata yang terus menerus keluar. Dan sekarang giliranku yang menundukan kepala.

 

“Tapi ini sungguh di luar sepengetahuanku.. bahkah aku tidak tahu kapan aku melakukannya dengan wanita itu! Percayalah… “ Aku berusaha membela diriku. Yangku katakan memang murni yang terjadi.

 

“Bagaimana aku bisa percaya padamu!! ? Aku memang sangat bodoh memilihmu, Jinki, aku bodoh, begitu saja aku percaya padamu..!!”

“Dan mengapa kau harus membuatku jatuh cinta….”

Victoria kini kembali menangis kencang. Ya tuhan, apa yang harus aku perbuat?

Aku tidak perduli lagi, segeraku dekap dia dalam pelukanku, tak perduli walaupun ia terus memukuliku untuk mencoba melepas dirinya dari pelukanku.

 

“Apa yang membuatmu bisa pecaya padaku? Aku berkata yang sejujurnya!”

Wanita itu masih menangis, entah perasaan apa saja yang ada di hatiku ketika melihatnya menangis, entah perasaan bersalah, bingung, sedih.

 

“Kau Jahat!..” Victoria memukul pundakku kencang. Aku tetap mendekapnya. Terserah dia mau memukulku terus-terusan, yang penting dia mau memaafkanku..

“Aku tahu.. aku memang jahat dimatamu.. tapi tolong, maafkan aku.. kau harus percaya padaku….”

Victoria hanya menangis di hadapanku, aku memeluknya lebih erat. Aku berusaha menenangkannya.

__

 

(Victoria p.o.v)

 

Jinki masih memelukku erat, walau waktu sudah berjalan hingga matahari mulai menunjukan keberadaannya lagi.

Aku sang mencintai Jinki..  dan tidak semudah itu aku bisa melepasnya. Walau aku sangat tersakiti, tapi Aku akan coba percaya padanya. Dan akan tetap percaya padanya walaupun nanti akhirnya Jinki akan menjadi milik wanita itu.

 

“Jinki.. “ Aku menyentuh pundak Jinki yang tertidur di bahuku. “Bagunlah..ini sudah pagi..”

Jinki membuka matanya perlahan menciba menatapku dengan mata yang sulit untuk terbuka.

Aku tersenyum padanya. Jinki beranjak dari bahuku dan duduk menyempurnakan diri.

“kau percaya padaku kan?” katanya sambil melihatku dengan tatapan meyakinkanku. Aku mengangguk pelan dan Jinki meraih tubuhku lagi untuk memeluknya.

“Terima kasih.. aku berjanji.. aku tetap memilihmu, walau seungyeon memang hamil anakku. Tapi sebelum itu terbbukti, akau akan mencari kebenarannya…” jinki menatapku dengan serus dan ia mengecup keningku leembut.

__

 

“ya! Noona.. sudahku bilang. Onew memang seperti itu.. kau jangan mudah percaya padanya..coba kalau dulu kau memilihku, kau tidak akan sakit hati seperti ini, bukan ?”

Jonghyun menyender di pintu dapur sambil melihatku memasak. Lagi-lagi lelaki itu datang kesini. Aku tidak tau tujuannya datang kesini untuk apa, apa dia mau menghasutku lagi agar memilihnya?

 

“Apa kau datang kesini ingin menghasutku untuk menerimamu lagi dan tidak percaya pada jinki?” kataku sambil menatapanya.

“bukan seperti itu, Aku kesini hanya simpati padamu.. sudahku duga dari awal, yang kau cintai itu jinki, bukan aku.. jadi emm.. unuk kasus ini kau harus sabar ya Noona.. Walau berat.. aku tetap mendukungmu dengan Jinki.. “ Jonghyun menepuk pundakku pelan dan tersenyum. Aku membalasnya dengan senyuman juga.

“gomawo..”

 

“Jonghyun? Untuk apa kau kesini?” Suara wanita menghampiri kami. Dan terlihat wanita nakal itu lagi. Dia sudah menganggap rumah ini sebagai rumahnya sendiri. Menyebalkan.

“Oh, seungyeon.. seharus nya aku yang bertanya padamu, untuk apa kau disini?” Jonghyun membalasnya dengan tatapan tidak perduli dan angkuh.

“Aku kan calon istri onew. Jadi tak lama lagi rumah ini akan menjadi milikku..hahahah, aku kira kau akan memberiku selamat, atas kehamilanku dari onew” Seungyeon itu tersenyum licik di depan aku dan jonghyun.

“tidak, aku ada perlu dengan victoria..” jawab jonghyun dengan muka datar. Seungyeon hanya mendesis menatapku.

“apa keunggulan wanita  ini sih? Sampai-sampai, kau Dan Onew tertarik padanya..?” seungyeon menunjuk kearahku sambil menatap Jonghyun.

“Setidaknya, wanita ini tidak sepertimu.. WANITA MURAHAN!!” jonghyun menunjuk kerah seungyeon. Ekspresi wajah seungyeon berubah kesal dan dia menghentakkan kakinya sebelum dia berjalan pergi meninggalkan aku dan Jonghyun.

 

(Victoria p.o.v end)

 

__

 

(Onew p.o.v)

 

Apa yang harus aku katakan pada eomma tentang seungyeon? Aku takut eomma akan marah besar padaku. Sial.. mengapa hal seperti ini haru menimpaku…

 

‘hello..hello…’

Suara ponselku berbunnyi, aku segera mengangkatnya.. awalnya aku sempat tersentak, karena ternyata telephone itu berasal dari eomma..

 

“YA!! JINKI!! APA YANG KAU PERBUAT, HUH?”

Teriak eomma dari ujung sana. Mataku membulat mendengar suara eomma yang sepertinya sedang marah.

“Ma..maksud eomma?”

“Siapa wanita yang telah kau hamili itu?!!”

Deg..

Eomma tahu tentang seungyeon?

“da..darimana eomma tahu??” jawabku gugup pada eomma.

“Semalam wanita itu menelephone eomma, sambil menangis. Kau sungguh menghamilinya hah?”

Aku tidak percaya dengan apa yang eomma katakan, seungyeon menelepon eomma tanpa sepengetahuanku.. dasar wanita gila.

“Aku tidak tahu eomma.. tap aku yakin aku tidak berbuat apa-apa.. dia sendiri yang datang ke rumah dan mengaku bahwa dia hamil..” kataku dengan nada lemas.

“Kau hampir membuat eomma sakit, jinki. Eomma tidak menyangka kau sampai berbuat kelewatan seperti itu..” suara eomma mulai stabil.

“maaf eomma.. tapi aku akan segera mencari kebenarannya…”

“baiklah.. eomma percaya padamu..tapi jika itu memang benar. Eomma belum bisa menerima wanita itu dan anaknya.. kau mengerti!!” kata eomma sambil menekan kata-kata terakhir dari kalimatnya.

 

Aku menutup ponselnya dan menaruhnya di saku, emosiku memuncak ketika mengingat bahwa seungyeon telah memberi tahu eomma tanpa sepengetahuanku.

 

“SEUNGYEON!!!!!” teriakku memanggil wanita yang sudah menghancurkan hidupku itu.

“Ada apa jagiya, apa kau tidak tahu kalu kau berteriak seperti itu akan berdampak buruk bagi calon anak kita?”

“apa maksudmu melephone eomma?” bentakku pada seungyeon.

“mau bagaimanapun eommamu harus tahu.. jadi semalam aku telephone saja..”

Aku benci dengan tatapan sok imut dari seungyeon itu. ingin sekali aku lepas dari wanita ini.

“Bodoh! “ aku menghela nafas dan menatapnya lekat dengan penuhamarah. Seungyeon memeluk lenganku sekarang.

“Jadikapan kita menikah? Apa eommamu sudah menentukan hari pernikahan kita?”

Aku menepis tangannya dari lenganku.

“Jangan harap kita menikah!!”

aku segera pergi meniinggalkan seungyeon, muak menatap wanita murahan itu.

 

(onew p.o.v end)

 

__

 

(Victoria P.o.v)

 

Great!. Sudah beberapa minggu Wanita itu tinggal di rumah Jinki. Dan dampaknya aku yang selalu di perbudaki olehnya. Setiap hari selalu di marahi, di maki dan di Kucili.. aku di pandang sangat rendah olehnya. Untung saja aku masih terus bersabar. Dan yangku tahu..

Jinki sekarang sedang mencari bukti tentang bayi yang di kandung oleh wanita itu.. di bantu oleh Jonghyun dan temannya yang lain. Semoga saja bayi yang di kandung wanita itu bukanlah bayi dari Jinki.

 

“YA!! PEMBANTU JELEK!!” suara wanita itu menggema di seluruh ruangan rumah Jinki, itulah panggilannya padaku.

“ya.. ada apa?” kataku berusaha menahan emosiku.

“ Pijat kakiku..!!”

Aku memijat kakinya yang hemm.. sepertinya sudah terlewat bau, apa dia tidak pernah cuci kaki, huh?

“Akhirnya ku mendapakan onew..” kata wanita itu lagi sambil tersenyum di depanku, sepertinya dia ingin ‘pamer’.

“kau itu hanya pembantu jelek! Tidak sadar bahwa kau tidak pantas untuknya.. apa kau tidak pernah berkaca?” katanya lagi, menyudutkanku. Aku hanya menghela nafas, menahan emosi yang kapan saja bisa meledak. Tapi aku tidak boleh gegabah. Terserah dia saja mau berkata apa.

“dan kau tahu pembantu jelek.. sepertinya onew sudah mulai terbiasa dengan kehadiran bayi ini.. ini sangat bagus bukan.. dan ku yakin tak lama lagi aku akan menjadi nyonya Lee.. hahahah”

Aku mendesis pelan. Aku muak dengan tawa nenek sihir itu. terus saja tertawa samapai kau gila!

 

“Seungyeon.. !!”

Aku menoleh kearah suatu suara yang memanggil wanita itu. yang ternyata adalah Jinki.

“Oneeeewwwww….” seungyeon beranjak dari duduknya dan langsung menyambar onew. Dasar wanita centil. Aku sempat cemburu, tapi aku harus menahannya.. aku percaya pada Jinki.

“Lepaskan!!” Jinki menepis tangan wanita itu. tiba-tiba Jonghyun dan yang lain yang kalau tidak salah bernama key, taemin dan minho masuk kedalam rumah, menyusul Jinki.

“bawa wanita ini?!” Jinki menyuruh temannya itu untuk membawa wanita itu. di bawa kemana, eh ?

 

Jinki menghampiriku dan tersenyum.

“Untuk apa kau membawanya?” tanyaku bingung pada jinki. Jinki mengelus rambutku.

“untuk membuktikan bahwa itu bukan anakku.. sudah tidak usah kau pikirkan..” jinki tersenyum lagi.

“tapi, jika itu memang anakmu, bagaimana?” aku menanyakan hal yang terus terpikir olehku, karena itulah yang paling aku takutkan terjadi.

“Sudahku bilang… aku kan tetap memilihmu.. Kau tahu aku tidak bisa lepas darimu.. jadi jangan kau tanyakan itu lagi.. aku tidak akan meninggalkanmu…” jinki memelukku dan mencium keningku.

 

(Victoria p.o.v end)

 

__

 

“Seungyeon belum juga mau mengaku!!” jelas key sambil menghampiri Jonghyun.

“wanita apa sih dia!! Apa kau sudah mencoba memberinya uang agar dia mengaku?” kata Jonghyun sambil menatap key binging.

“Sudah.. tapi tetap saja.. walau aku kasih 100.000.000 W dia tetap tidak mau mengaku. “

Jonghyun menghela nafasnya dan berfikir jelas. Dia masih ingat kejadian pesta itu. dan setahunya Onew mamang tidak melakukan apa-apa dengan wanita itu. dan dia tahu onew tidak pernha menyukai wanita itu. lantas kapan mereka melakukannya…

 

“key, apa di pesta ulangtahunmu dulu onew melakukan sesuatu dengan seungyeon?” tanya jonghyun tiba-tiba pada key.

“Molla.. emm.. tapi aku rasa tidak.. sebenarnya aku juga bingung dengan apa yang terjadi sekarang, hyung. Habis.. mustahil sekali onew menghamili wanita.. dia tidak suka wanita, bukan ?”

Jonghyun memukul kepala key pelan. “Bodoh, Onew pasti menyukai wanita.. apa kau pikir dia Homo!?”  Jelas Jonghyun. “baiklah.. lepaskan wanita itu dulu.. kita harus mencari banyak bukti lagi.. nanti aku akan memberi tahu Jinki.”

Key mangangguk pelan.

 

__

 

(Victoria p.o.v)

 

Rencana jinki kemarin gagal.. katanya sih wanita itu belum mau mengaku. Tapi berbagai dukungan datang padaku dan Jinki. Sepertinya aku harus berterima kasih pada jonghyun, karena dia termasuk orang yang sangat perduli dan mau membantu Jinki dan sekali-kali dia suka menghiburku.

 

Aku berjalan kearah kamar. Waktunya untuk tidur karena ini sudah menunjukan pukul 11 malam. Langkahku berhenti ketika melihat sosok orang  di dalam kamarku.

“NICHKHUN!!!???”

__

To be continued….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s