Oh My Sweet Maid – Chapter 7 (END)

NOT FOR SILENT READER..

Title : Oh My Sweet Maid

Chapter : 7 (end)

Author : Shinstarkey/Nanonadia

Cast : Onew Lee Jinki, Victoria Song

Other cast : Nichkhun, Shinee Member, Han seungyeon (Kara)

Language : Indonesia

Previous : Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 |Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 |

ps : Maaf sama yang gak suka Onew di pasangin sama Victoria yah ^^. dan maaf juga bagi yang suka seungyeon kara.. disini dia jadi wanita yang begitulah xP heheh

__

Rencana jinki kemarin gagal.. katanya sih wanita itu belum mau mengaku. Tapi berbagai dukungan datang padaku dan Jinki. Sepertinya aku harus berterima kasih pada jonghyun, karena dia termasuk orang yang sangat perduli dan mau membantu Jinki dan sekali-kali dia suka menghiburku.

Aku berjalan kearah kamar. Waktunya untuk tidur karena ini sudah menunjukan pukul 11 malam. Langkahku berhenti ketika melihat sosok orang  di dalam kamarku.

“NICHKHUN!!!???”

Hampir saja aku berteriak melihat nichkhun yang sudah berada di kamarku.

“ba-bagaimana kau bisa disini?” Aku segera menutup pintu kamar dan jendelaku.

Aku masih belum bisa percaya dengan keberadaan nichkhun disini..

“Victoria…” Nichkhun menghampiriku dan langsung menggenggam tanganku.

Aku hanya terdiam menatapnya. Aku masih bingung dengan kehadirannya yang sangat tiba-tiba.

“Nichkhun.. bagaimana kau bisa disini?”

“Aku mencarimu.. aku membutuhkanmu…” Nichkhun sekarang memelukku. Aku baru sadar, bagaimana kalau Jinki tahu kedatanagn nichkhun ini.. Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi nantinya. Segeraku lepaskan pelukan nichkhun.

“Nichkhun.. kau belum menjelaskan bagaimana kau bisa di kamarku?!”

“itu hal yang sangat mudah.. hanya masuk lewat jendela kamarmu… tapi masalahnya bukan itu…” nichkhun menatapku lekat. Aku mengerutkan keningiku saat menatapnya.

“Apa masalahnya..? sudahku bilang kau jangan kesini lagi.. Kau mau Aku di marahi Appa lagi karenamu!!?”

“Tolong sembunyikan Aku..! Aku mohon…”

Aku maish belum mengerti dengan perkataan Nichkhun. Menyembunyikan dia? Untuk apa?

“Maksudmu.?”

Nichkhun menghela nafasnya dan kembali berbicara.

“Aku menjadi buronan polisi sekarang… Aku tidak tahu lagi harus kemana… “ Kata nichkhun sambil memohon kepadaku. Makataku terbuka lebar menatap nichkhun. Dia buronan Polisi?

“K-kau Buronan?!” Kataku hampir berteriak karena kagetnya. Nichkhun langsung membungkam mulutku dengan tangannya.

“Ya!! Katanya kau tidak mau ketahuan majikanmu.. jangan berteriak!”

Aku menganggukan kepalaku dan mencoba mengatur nafas. Aku masih mencerna kata-kata yang barusan nichkhun ucapkan. Buronan.

“Aku Mohon… Kau harus sembunyikan aku!!!” Nichkhun kini berlutut dihadapanku. Aku hanya menghela nafas. “Apa kau tidak cinta padaku lagu, uh? Kau tidak mau menolong kekasihmu sendiri?” kata nichkhun lagi dan kini dia berdiri dan memandangku lekat.

Emosiku tiba-tiba memuncak. Walau aku memang sudah tidak mencintainya, apa dia pernah berfikir bahwa tindakannya seperi ini akan membahayakanku, membahayakan orang yang dia anggap kekasihnya. Kalau dari dulu aku tahu dia seperti itu, tidak akan mau aku menjadi kekasihnya. Dia selalu melimpahkan masalah padaku.

“YA!! Apa kau tidak pernah memikirkanku!?! Memikirkan keselamatanku!!? Yang kau pikirkan hanya bersenang-senang! Dan sekarang, Ketika kau ada dalam kesulitan seperti ini.. Kau baru memohon kepadaku!” Emosiku kini memang sudah sangat memuncak. Aku kesal dengan tingkah pria yang dari dulu sudahku anggap sebagai pria terbaik. Ternyata….

“NICHKHUN!!!!”

sebuah teriakkan memanggil nama nichkhun terdengar dari arah pintu kamarku. Aku menoleh kearah sana. Pintu kamarku kini sudah terbuka, dan tersorot wanita nakal itu. Seungyeon. Eh, Dia mengenal Nichkhun? Bagaimana bisa?

Aku menoleh kearah nichkhun yang kini juga memandang seungyeon dengan wajah yang kaget, dan dia bergumam menyebut nama wanita itu. Apa yang terjadi sebenarnya?

Kini aku menatap seungyeon dan nichkhun bergantian dengan tatapan bingung. Aku masih belum bisa mengerti apa yang terjadi antara wanita nakal itu dengan nichkhun.

‘brukk’

Kini seungyeon jatuh pingsan di depan kamarku. Seperti dia sangat shock melihat nichkhun.. Aku segera menghampiri wanita itu dan berusaha memapahnya ke keasurku. Ada apa dengan wanita ini? Apa yang sedang terjadi sebenarnya?

Aku menatap nichkhun yang sepertinya sedang panik. Bukan panik karena sekarang wanita itu pingsan, tapi panik mencari jalan keluar dari kamarku. Dia mau melarikan diri?

“Ya!! Nichkhun?! Kau ingin melarikan diri?” bentakku pada nichkhun yang sedang panik itu. Nichkhun menoleh kearahku dan tersenyum takut. Aku mencegahnya untuk keluar dari kamarku.

“Kau mau kemana?!”

“A-aku tidak jadi meminta bantuanmu untuk menyembunyikanku.. tadi kau keberatan bukan? Jadi lebih baik aku pergi…” Nichkhun baru saja ingin melangkah, tapi aku tahan dia.

“Wanita ini! Ini pasti karenamu dia sampai pingsan seperti ini.. “ Aku menunjuk seungyeon yang masih belum sadarkan diri.

Nichkhun menundukkan kepalanya.

“Ya!! Ada ap-“ Sebuah suara datang dan aku melihat Jinki yang sedang terdiam dengan mulut yang sedikit terbuka menatap ke arah-ku dan Nichkhun.

“KAU!!” Jinki menunjuk kearah nichkhun yang berada di sebelahku. “Untuk apa kau kesini lagi?!” teriak Jinki pada nichkhun, aku tahu Jinki sudah sangat emosi melihat Nichkhun yang kini berada di hadapannya. Aku segera menghampiri Jinki dan berusaha menenangkannya.

“kau jangan emosi dulu.. masalahnya bukan itu.. tapi lihat seungyeon…” Aku meunjuk Seungyeon agar Jinki tahu apa yang terjadi nsekarang.

“Dia Pingsan…setelah melihat nichkhun.. aku juga tidak mengerti” lanjutku sambil menatap wanita itu. Onew kembali menatap Nichkhun dengan tajam.

“Ya! Apa yang kau perbuat?! Mangapa kau ada di rumahku? Dan mengapa wanita ini Pingsan!! Jelaskan!!” jinki menggenggam erat ujung baju Nichkhun. Nichkhun hanya terdiam. Ini aneh… Akupun masih belum bisa mengerti dengan keadaan ini.

“aa… kepalaku…” Kini semua pandangan berpusat pada seungyeon yang tersadar sambil memegangi kepalanya. Mata seungyeon membulat ketika melihat nichkhun yang tepat berada di hadapannya.

“me-mengapa kau bisa berada di sini..?” tanya seungyeon pada nichkhun. Nichkhun hanya terdiam. Seungyeon bangkit dan berlari memeluk Jinki.

“Onew.. Aku takut dengan orang itu… Mohon.. Usir dia!!” kata seungyeon dengan ekspresi ketakutan. Tapi aku dapat melihat bahwa yang dia lakukan hanyalah sebuah kebohongan.

“Ya! Lepas.. “  Jinki menepis tangan Seungyeon yang melingkar di lengannya. Jinki menatap seungyeon sekarang.

“Apa sebenarnya yang terjadi !!? dan kau seungyeon, Ada apa dengan laki-laki itu?” Jinki sekarang menunjuk kearah Nichkhun. Aku menatap nichkhun yang kini menundukan kepalanya.

“Dan kau Victoria! Untuk apa kau membawa laki-laki ini kesini.. bukan kah kau sudah-“ Jinki menghentikan kata-katanya dan menatapku dingin, aku tahu emosinya kini tak terkendali.

“Onew aku mohon kau usir dia!” Seungyeon mulai bersuara lagi kali ini dengan ekspresi wajah sangat panik, sebnarnya dia ada hubungan apa dengan nichkhun.

“DIAM!” bentak Jinki pada seungyeon dan wanita itu langsung berhenti berbicara. “Sebenarnya ada hubungan apa kau dengan dia?” pertanyaan Jinki kembali terulang

Tiba-tiba nichkhun menghampiri Jinki dan menggenggam tangan seungyeon. Eh? Dia mau apa ?

“JANGAN SAKITI DIA!  Dia sedang hamil anakku!” teriak nichkhun pada jinki. Kata-kata Nichkhun itu membuatku terdiam dengan mulut yang terbuka. Aku tidak menyangka dengan apa yang di katakan nichkhun. Apa yang barusan dia katakan? Seungyeon hamil anaknya? Bukan kah….

(Victoria p.o.v end)

__

(Onew P.o.v)

“JANGAN SAKITI DIA!  Dia sedang hamil anakku!”

mataku terbuka lebar mendengar kata-kata itu. Apa yang di katakan laki-laki itu? Itu anaknya?

Tiba-tiba seungyeon menggandengan tanganku dan terlihat panik mendengar kata-kata laki-laki itu.

“Onew! Kau tidak boleh percaya dengan kata-katanya.. dia bohong.. ini anakmu.. sungguh…” sanggah Seungyeon yang sepertinya sedang berusaha agar aku percaya padanya. Sepertinya aku memang sudah dibohongi oleh wanita murahan ini. Dia bukan hamil anakku!

“Sudah! Kau tidak usah mengelak lagi seungyeon! Bayi itu bukan anakku! Kau mau membodohiku lagi?!” bentakku pada seungyeon.

Kini aku menatap Victoria yang sedang berbicara dengan laki-laki itu.

“Apa itu benar anakmu, nichkhun?” kata victoria kepada laki-laki itu. Laki-laki itu mengangguk pelan.

kini rasanya aku ingin tersenyum lebar, tapi tidak untuk sekarang. Aku menatap seungyeon dengan tatapan yang berapi-api. Ok, bisa dibilang aku sangat marah dengannya.

“Seungyeon! Jadi kau selama ini membohongiku?! Dasar wanita murahan! Sudahku duga, kau pasti mengincar hartaku, bukan? Kau harus keluar dari rumah ini!” teriakku pada seungyeon. Kemarahanku kini semakin bertambah.

Seungyeon kini berlutut dihadapanku sambil menangis. Mau apa sih wanita ini?

“Aku mohon jangan usir aku”

Aku memutar bolamataku, serasa kakiku ingin sekali menendang wanita itu. Ah, tapi sayangnya dia sedang hamil. Kini aku menatap laki-laki itu. Sepertinya Aku harus mengusir dua makhluk ini keluar dari rumahku.

“YA! KAU! Aku ingatkan! Jangan pernah datang lagi kesini! Dan sekarang kau harus bawa wanita ini pergi! “ Aku menunjuk laki-laki itu. Sebenarnay aku sangat bersyukur dengan kedatangan laki-laki ini. Karena kau tidak, aku tidak akan tahu yang sebenarnya terjadi.

(Onew P.o.v)

__

2 Minggu kemudian.

(Victoria P.o.v)

Aku menatap ke ruang TV, melihat jinki yang sekarang sedang tertidur disana. Rasanya lega sekali Hidup bersamanya tanpa di lalui masalah lagi. Akhirnya kini Jinki bukan milik siapa-siapa lagi, dan wanita itu-pun pergi sekarang, dan yang aku tidak sangka sama sekali adalh hubungan Nichkhun dengan perempuan itu, ternyata Nichkhun mengkhianatiku di belakang, ah tapi lupakan saja. Aku sudah tidak mencintai Nichkhun. Kini hanya Jinki. hubunganku dan Appa membaik, sekarang Appa sering menelephone untuk menanyakan keadaanku. Tapi yang aku takutkan adalah berakhirnya Hukuman ini. Memang Aneh kedengarannya. Padahal aku dari dulu sangat mengharapkan akan berakhirnya hukuman ini , tidak untuk sekarang. Aku menikmati hukuman ini, ya tentu karena Jinki, aku rasa aku tidak bisa pisah darinya.

“Jinki.. bagun.. kau belum makan siang..” Aku menggerakkan bahu Jinki yang masih tertidur di sofa. Dia membuka matanya perlahan dan menatapku dengan mata yang masih terkantuk-kantuk.

“Ah, Yeobo.. Aku masih ngantuk..” Kata  Jinki sambil kembali menutup matanya lagi. Aku sedikit tersentak mendengar perkataannya.

“Heh? Yeobo?” Kataku meyakinkan.

Jinki membuka matanya dan menatapku bingung. “Iya, memang kenapa? Kau tidak suka dengan pamnggilan itu?”

“Bukan seperti itu, hanya terdengar Aneh.. “ Kataku agak ragu-ragu

Jinki tersenyum padaku dan membelai rambutku pelan. “Nanti juga kau terbiasa.. apa lagi sesudah kita menikah nanti.. hahaha” Lanjut Jinki yang sedikit tertawa.

Menikah? Dia sudah memikirkan sampai sejauh itu? Bahkan aku tidak pernah memikirkan sampai sejauh itu. Karena aku sendiri tidak tahu kedepannya tentang hubungan kami ini. Yang jelas aku juga bukan pembantu seperti yang jinki ketahui saat ini. Appa-pun tidak tahu tentang hubungan kami ini. Bagaimana mau menikah ?

“Kau sudah berfikir terlalu jauh, jinki…” Kataku sambil memukul pundak Jinki pelan.

“Memangnya kenapa? Aku pasti sangat bahagia menikah denganmu.. emm.. mungkin tak lama ini aku Akan bilang pada eomma tentang hubungan Kita.” Kata Jinki dengan sangat yakinnya. Mataku terbelalak menatapnya. Dia mau bilang pada eommanya?

“kau serius akan bilang pada eomma mu ?”

Jinki mengangguk dengan sangat yakinnya. Aku hanya menatapnya dengan tatapan sangat tidak yakin dengan keputusannya. Oke, apa bisa eommanya menerimaku, maksudku yang mereka tahu aku seorang pembantu, em… dan kalau hukuman ini belum berakhir aku juga tidak bisa bilang yang sebenarnya pada Jinki.

“Sudahlah, kau tidak usah memikirkan soal, eommaku, aku yakin eomma pasti akan sangat senang mempunyai menantu sepertimu.” Jinki kembali memperlihatkan senyumnya. Kalau dia bilang seperti itu aku pasti akan percaya padanya.

__

‘Mysteric.. miysteric.. Molla.. molla…’

Aku mendengar suara handphoneku yang berbunyi dari meja kecil yang berada di samping tempat tidurku. Aku segera beranjak dari sana dan langsung meraih handphineku dan ku angkat.

“yeoboseyo?.. Appa?” Sahutku ketika ku tempelkan handphone itu di kuping. Aku tahu bahwa yang menelephone-ku Appa.

“Victoria.. bagaimana keadaanmu sekarang?” kata Appa dengan suara yang sangat lembut.

“Aku baik-baik saja Appa.. emm.. Tumben Appa menelephonku.. Ada apa ?” Kataku dengan sedikit ragu bertanya kepada Appa.

“Appa rasa Hukumanmu sudah cukup membuatmu berubah…”

“Ah, iya.. Aku sudah menyadari aku telah banyak berubah.. dan soal Nichkhun, appa tenang saja, aku sudah tidak berhubungan lagi dengan dia.” Jawabku sambil tersenyum sendiri.

“Baguslah kalau begitu.. Kau sudah bisa Appa percaya lagi, maka hukumanmu sudah berakhir. Pulanglah ke rumah. Eommamu sudah sangat rindu padamu. Kau harus berhenti kerja.. ”

Perkataan Appa membuatku melemas. Ok, ini yang dari dulu aku tunggu-tunggu. Tapi sepertinya aku tidak mau ini terjadi. Dan aku tahu apa yang Akan terjadi. Aku harus meninggalkan Jinki. Aku tidak mungkin melawan Appa.

“ baiklah Appa.. “ kataku dengan suara rendah, dan lemas.

Aku menutup handphone flip-ku setelah selesai menerima telephone dari Appa. Aku menghela nafas mengingat Apa yang harus aku lakukan.. Aku harus keluar dari rumah ini, kau harus berpisah dengan jinki.

(Victoria p.o.v)

__

(Jinki P.o.v)

Aku sudah memikirkan matang-matang soal rencanaku ini. Aku ingin menikah dengan Victoria, wanita yang sekarang selalu ada di dekatku. Karena aku tahu Aku tidak akan bisa kehilangannya. Aku sudah sangat mencintainya, mungkin melebihi Hidupku sendiri.

Senyum tersimpul di bibirku ketika melihat kotak cincin yang Aku genggam. Aku ingin melamarnya. Walau aku belum bialng pada eomma tentang hal ini. Tapi aku yakin eomma pasti setuju dengan pilihanku kali ini. Dia bukan gadis nakal seperti gadis-gadis yang dulu aku kenalkan pada eomma..  Atau Mungkin eomma tidak menyangka aku akan jatuh cinta pada seorang pembantuku sendiri.

“Jinki.. “ sahut sebuah suara yang datang menghampiriku, dan tiba-tiba suatu tangan melingkar di tubuhku dari belakang. Segera-ku menyembunyukan kotak cincin itu di saku-ku.

“Ya, Ada apa? “ kataku dan kini memutar tubuhku untuk menghadapnya.

“Aku ingin berbicara serius denganmu, boleh?” katanya dengan ragu menatapku, aku merekahkan senyumku padanya. Sepertinya sekarang adalah waktu yang tepat untuk melamarnya.

“begitu juga denganku, Aku juga ingin berbicara serius padamu..” Aku menarik tangannya agar sama-sama duduk di sofa ruang TV.

“ Jadi apa yang kau ingin bicarakan padaku?” Aku mengelus puncak rambutnya. Menatap wajah cantiknya.

“bagaimana kalau aku pergi darimu, dan.. emm.. mungkin aku tidak bisa kembali lagi…” katanya dan kini menundukan kepalanya. Aku menatapnya bingung, apa maksudnya? Dia ingin meninggalkanku?

“Maksdumu apa, Victoria?” aku meraih dagunya agar dia menatapku.

“Aku harus pulang, Jinki.. dan emm.. Mungkin aku tidak bisa kembali lagi “ Victoria mengalihkan pandangannya, dia tidak mau menatapku. Aku semakin tidak mengerti, ada pa denagnnya?

“mengapa tidak bisa kembali? Kau tidak boleh menunggalkanku!”

Victoria hanya terdiam, dia tidak menanggapi perkataanku.

“tapi Aku mau menikah denganmu….” Aku mengeluarkan kotak cincin itu dari saku-ku. Dan membukanya di hadapan Victoria.

Victoria memandangku dengan airmata yang mengalir di pipinya. Aku menghapus nya dan kini memakaikan cincin itu di jari manisnya.

“would you marry me ?” Kataku sambil mencium punggung tangannya. Victoria hanya terdiam, dia tidak tersenyum dan mungkin tidak terlihat bahagia. Tangisannya semakin deras dan kini aku memeluknya.

“Aku tidak bisa menikah denganmu Jinki.. “ kata Victoria di sela-sela tangisnya. Kata-katanya sangat menyakitkan, secara tidak langsung dia menolak lamaranku. Ini membuatku menitihkan airmata Juga.

“Tapi aku tidak bisa kehilanganmu, mengapa kau tiba-tiba seperti ini? Kau benar benar ingin meninggalkanku?” Lanjutku. Aku benar-benar tidak bisa kehilangannya.

“kau tidak tahu kehidupanku sebenarnya Jinki. Aku juga berat untuk meninggalkanmu..” victoia kini memelukku lebih erat lagi dan menangis.

Aku mengusap rambutnya yang tergerai kebelakang. Ini berat untukku juga meninggalkannya.

__

“Eomma.. Victoria ingin berhenti bekerja disini.. Apa eomma tidak mencegahnya?” Aku menelephone eomma untuk menanyakan tentang Victoria. Mau bagaimanapun Victoria adalah pembantu pilihan eomma, jadi eomma harus tahu. Dan mungkin ini waktunya aku untuk bilang pada eomma tentang rencanaku itu, walaupun keadaan Victoria yang seperti ini.

“Sudahlah Jinki, kalau dia memang suah mau berhenti kerja biarkan saja.. Lusa eomma dan Appa sudah kembali dari Jerman.” Aku sedikit tidak percaya dengan perkataan eomma, bukankah Victoria itu adalah pembantu kesayangan eomma, bukan? Mengapa eomma sekarang membiarkan dia pergi begitu saja.

“Eomma, jangan biarkan dia pergi! Eomma harus mencegahnya!!”

“Ya! Jinki! Memnag ada apa dengan Victoria? Sampai kau mau dia terus bekerja di rumah, eh ?” Sura eomma kini terdengar sangat kesal, mungkin karena pintaku tadi.

Aku menarik nafas panjang sebelum aku mengatakan yang sebenarnya.

“Eomma.. Aku ingin menikah dengan Victoria.. “kataku dengan suara tenang, tapi sebenarnya Jantungku berdegup kencang.

“Apa? Kau ingin menikah dengannya? Dia hanya seorang pembantu Jinki!” Suara Eomma semakin terdengar marah. Aku baru kali ini mendengar eomma merendahkan Orang, biasanya eomma tidak pernah merendahkan siapapun termasuk pembantu.

“tapi eomma.. aku mencintainya! Sungguh! Kali ini aku tidak main-main.. “ Aku berusaha tetap meyakinkan eomma.

“Tidak jinki! Eomma sudah mempunyai Wanita yang cocok Untukmu.. dan ketika eomma pulang dari Jerman, Eomma akan mengenalkannya padamu”  Kata-kata eomma itu sempat membuatku berhenti berfikir. Jangan bilang bahwa Eomma akan menjodohkanku?

“Eomma ingin menjodohkanku?! AKU TIDAK MAU! Aku sangat mencintai Victoria, eomma! Aku hanya ingin menikah dengannya” Aku sedikit berteriak pada eomma.

“Jangan membantah! Eomma sudah menemukan wanita yang terbaik untukmu! Dan eomma harap kau bisa melupakan pembantu itu. Biarkan dia pergi. Jangan kau cona-coan Cegah dia!” Perkataan eomma serasa menusuk hatiku. Aku tidak dapat lagi berfikir Apa yang akan aku lakukan untuk menghindari semua ini. Aku tidak mau menikah dengan wanita selain Victoria. Wanita yang benar-benar aku sayangi dan aku cintai.

(Jinki p.o.v end)

__

(Victoria P.o.v)

Aku mendengar semua perkataan Jinki dengan eommanya di telephone. Mungkin memang tidak sopan menguping pembicaraan Orang, tapi aku sangat ingin tahu dan ternyata Jinki benar-benar bilang tentang rencananya untuk menikah denganku.

“Eomma ingin menjodohkanku?! AKU TIDAK MAU! Aku sangat mencintai Victoria, eomma! Aku hanya ingin menikah dengannya” terdengar suara Jinki dari dalam kamar yang sepertinya sedikit berteriak.

Aku melemas ketika mendengar perkataan itu. Ya, aku pikir hubunganku dengan Jinki memnag tidak akan berjalan dengan baik. Ya, aku rasa Jinki sudah di Jodohkan oleh Eommanya dan Eomma Jinki tidak akan menerimaku. Aku sudha memikirkan matang-matang tentang apa yang akan terjadi, dan ternyata memang benar. Pada akhirnya aku akan berpisah dengan Jinki…

Aku memutuskan untuk mengakhiri kegiatanku yang kurang sopan ini, aku melangkah untuk meninggalkan pintu kamar.

Airmata ini tidak bisa ku bendung lagi, Mengingat ini adalah akhir dari hukumanku menjadi pembantu dan ini pula akhir kisah cintaku dengan Jinki.

‘clek’

Terdengar pintuSuara Pintu kamar yang terbuka. Dan suara langkah mendekatiku. Itu pasti Jinki.

“Mengapa kau menangis?” Jinki menundukkan kepalanya dan menatapku cemas, dengan jari-jari yang menyeka airmataku tumpah. Aku masih terdiam berusaha menahan tangisku. Tapi yangku rasakan malah tangis ini makin ingin menjadi-jadi.

“Kau mendengar semua yang Aku katakana pada, eomma?” Lanjut Jinki lagi. Aku hanya menganggukan kepalaku pelan. Tidak ada kata-kata yang bisa keluar dari mulutku lagi.

“Maaf.. Aku selalu saja membuatmu menangis.. “ Jinki menyaggah rambutku yang terurai menutupi wajahku. “aku pasti selalu membuatmu sakit.. Maafkan aku.”

“Walau aku tidak mua ini terjadi, tapi kita bisa akhiri dengan baik-baik.. Kau jangan menangis lagi.. Aku akan tetap mencintaimu.. “ Kata-kata Jinki itu membuatku terdiam,. Akhirnya aku mendengar itu dari mulutnya. Kata-kata ‘akhir’ dari hubungan kita.

“Aku akan tetap mencintaimu.. Walau.. mungkin kau akan menjadi milik wanita lain.” Kataku dan kini aku berusaha menghentikan tangisku.

“Begitu Juga denganku…Aku akan selalu mencintaimu.. “ Jinki mengecup keningku lembut.

Mungkin ini memang jalan yang terbaik untuk kami berdua.. yaitu, berpisah.

(Victoria p.o.v end)

__

2 hari kemudian

(Onew p.o.v)

masih terlintas di otakku, bayangan wanita yang mengisi hari-hariku. Wanita itu sudah pergi sekarang. Ya, Victoria memang sudah pergi meninggalkan rumahku. Walau sangat berat aku menerima kepergiannya. Tapi itu memang sudah menjadi keputusan kami berdia. Berpisah secara baik-baik.

Aku duduk di bangku yang terletak di sudut bandara. Menjemput eomma dan Appa yang baru saja pulang dari Jerman.

Perkataan eomma yang amsih terlintas dalam benakku adalah perjodohan itu. Hal itu yang membuat aku tidak bisa mempertahankan hubunganku dengan Victoria sekarang. Aku masih belum bisa berfikir siapa wanita yang akan menjadi calon istriku itu. Aku masih yakin sekali bahwa wanita itu pasti tidak dapat membuatku perpaling dari Victoria.

“Jinki..” Terdengar suara Appa yang menghampiriku. Terlihat Appa sedang tersenyum melihatku. Dan mungkin Appa tersenyum karena malihat perubahanku selama ini. Aku bukanlah lagi anak nakal yang selalu menyusahkan orangtuaku itu.

“Appa.. biarku Bantu.” Aku mengangkat koper koper yang di bawa eomma dan appaku. Dan eomma hanya tersenyum menatapku.

__

“Jinki, jadi kau setujukan dengan perjodohan itu?” Tanya eomma tiba-tiba saat kami semua sedang makan siang bersama di rumah.

Aku hanya terdiam tidak berkata apa-apa, tidak mengangguk ataupun menggeleng. Aku hanya fokus pada makananku dan kembali terlintas lagi bayanan Victoria di otakku.

“Kau pasti akan langsung mencintai wanita itu Jinki” Kata eomma dengan sangay yakinnya. Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran eomma ketika berbicara seperti itu. Bukankah aku sudah berbicara padanya kalau aku sangat mencintai Victoria.

“Terserah eomma..” kataku pelan sambil tetap menatap fokus makananku.

“wanita itu adalah anak dari sahabat eomma dan Appa.. Kau tidak perlu khawatir Jinki. Begitu kau bertemu dengannya kau pasti akan langsung tertarik. Dia cantik dan juga anggun.” Eomma  terus membanggakan wanita yang mungkin nnti akan menjadi pendamping hidupku. Ah, terserah eomma saja mau bilang seperti apa. Yang jelas aku belum bisa sama sekali melupakan Victoria.

“Dan besok Malam.. kau harus ikut eomma untuk bertemu dengannya, bisa dibilang kau sekalian melamarnya” lanjut eomma lagi dan kini tersenyum

Aku hanya menghela nafas dan ya, sudahlan.. atau memang takdirku memang harus bersama wanita pilihan eomma itu.

__

Waktunyapun tiba. Baiklah. Untuk mala mini saja aku harus menghilangkan pikiranku tentang Victoria. Eomma sudah beberapa kali bilang padaku untuk coba membuak hatiku untuk wanita itu. Aku akan mencobanya. Walau ini memang terasa sangat berat untuk aku lakukan. Dengan pakaian Serba formal Aku menuju ke rumah calon istriku itu.

Aku dan kedua orangtuaku akhirnya tiba di sebuah Rumah yang bisa di bialng sangatlah besar. Ya, aku tahu semua sahabat eomma dan appa memang tergolong kelas atas semua. Huh, pantas saja aku tidak boleh menikah dengan Victoria. Bagaimana jika aku mengajak eomma apa ke rumahnya yang nyatanya adalah seoarang pembantu.

Appa memimpin langkah kami untuk memasuki rumah. Meyusuri hiasan-hiasan kecil yang terletak di sepanjang langkah kami memasuki ruang tamu disana.

Sepasang suami istri yang sepertinya memang pemilik rumah, sahabat Appa kini menyambut kedatangan kami.

“Ini Anakmu yang bernama Jinki itu?” Tanya sahabat Appaku itu sambil tersenyum kearahku.

“Iya, ini Jinki.. “ kata Appaku yang sekarang menepuk pundakku. Aku hanya tersenyum sekedarnya saja.

“mari kita langsung saja menuju meja makan.. Kami akan memperkenalkan putri kami pada Jinki disana..” lanjut teman apa itu dan kini mengiring kami menuju meja makan.

__

Semua makanan tertata rapih disana, sangat Mewah. Aku duduk di kursi tepat di sebelah kanan Appaku, dan di sebelah Kiriku di biarkan Kosong. Kata Eomma itu khusus untuk calon istriku agar duduk di sebelahku.

“Kami akan memanggil Putri kami… kau pasti menyukainya Jinki”

Lagi-lagi kata-kata itu yang aku dengar, semuanya bilang bahwa aku akan menyukainya, memang bagaimana sih wanita itu?

Dan kini seorang wanita berjalan kearah kami semua, dengan dress selutut berwarna putih dengan rambut panjang yang tergerai kedepan. Wanita itu menudukan kepalanya, Aku tidak bisa melihat wajahnya. Tapi aku seperti kenal dengan sosok yang sekarang tepat di depanku. Wanita itu perlahan mengangkat Wajahnya dan menatapku.

“VICTORIA?” Jantungku kini serasa ingin keluardari tempatnya. Apa yang abaru saja aku lihat ini adalah Victoria sungguhan?

“ba-bagaimana bisa, kau…” sahutku agak tergagap-gagap memandang sosok Victoria yang kini malah tersenyum di hadapanku. Aku menoleh kearah eomma dan Appa.. mereka juga hanya tersenyum kearahku. OK, kalian berhasil membuatku bingung.

“Kita bertemu lagi, Jinki..” kata Victoria dan kini dia memegang pundakku. Aku tidak bisa berfikir apa-apa lagi. Karena saking senangnya aku langsung mendekap Victoria dalam pelukanku. Aku tidak perduli apa yang sedang terjadi sekarang.

__

“Apa kau bisa menjelaskan padaku semuanya yang terjadi?” Aku merangkul Victoria yang sekarang duduk di sampingku. Kami berdua berada di teras rumah Victoria. Oke, aku baru saja tahu kalau ini adalah rumah Victoria. Pemabntuku itu yang ternyata adalah orang kaya.

“kau tahu.. Ini ternyata sudah di rencanakan orangtua kita berdua.. “ kata Victoria sambil menatapku dengan tersenyum.

“maksudmu?”

“dulu.. Aku itu sama sepertimu.. Anak Nakal yang sering sekali membuat ulah. Minum-minum, pergi kediskotik.. dan semacamnya.. akhirnya aku di hokum oleh orang tuaku, dengan menjadi pembantu rumah tangga, dan ternyata majikanku adalah kau, Jinki. Ini adalah rencana eommamu dan Appaku.. mereka sudah mengatur semuanya.” Victoria mengelus pelan pipiku dan tersenyum.

“Apa kau sudah tahu sejak dulu? Mengapa tidak memberi tahuku!” kataku dengan nada yang kesal.

“Pabo! Kalau aku sudah tahu dari dulu, aku tidak akan menangis-nangis kemarin ketika berpisah denganmu! Aku tahu ini sejak aku pulang kemarin.” Aku mendapatkan sebuah Jitakan pelan dari Victoria. Ak u malah tersenyum dan kini memeluknya.

Aku tidak menyangka akan terjadi seperti ini lagi. Aku dan Victoria akan bersama-sama selamanya.

__

Suasana serba putih mengiringi acara penikahanku. Inilah yang aku inginkan dan akhirnya terwujud. Aku menikah dengan Victoria. Wanita yang berhasil mengubah hidupku. Dia yang mengubah segalanya sampai akhirnya aku sangat menikamti hidupku ini dengan adanya dia di sisiku.

Aku menatap kesekitar tamu yang memenuhi acara pernikahanku. Aku tersenyum ketika melihat empat temanku yang sepertinya sudah berubah juga. Sama sepertiku. Mereka tidak lagi berurusan dengan wanita wanita murahan itu.

Jonghyun, sepertinya dia sudah menemuka wanita yang pas untuknya.. wanita yang memang sepertinya memnag tipe Jonghyun, kalau tidak salah wanita itu bernama Luna. Setidaknya Jonghyun sudah tidak mengejar Victoria lagi. Kemudian Key, mungkin dia yang memang terlihat Aneh memilih Wanita. Wanita yang bernama Amber dengan wajah tampan dan gaya sepeti pria itu kini berdampingan dengan key. Taemin. Taemin kini berhasil merebut hati dari adik Minho, yaitu Sulli. Dan  yang terakhir Minho.. Aku tidak tahu sejarah dia mandapatka gadis secantik Krystal bagaimana.. hahaha

Dan kemudian Aku.. Aku mendapatkan satu gadis cantik yang dulunya adalah pembantuku. Pembantu yang kini naik pangkat menjadi Kekasihku dan kemuadian menjadi Istriku. Haha..

Aku memasangkan cincin di jari manis Victoria dengan senyum yang merekah di bibirku, tidak terbayang kini aku menikah dengan wanita yang benar-benar Aku cintai.

“Victoria Noona, Saranghae…” Kataku dan memandang nya lekat.

Victoria kini tersenyum kepadaku “Nado.. Saranghae…”

Kini aku mencium bibirnya dan kemudian terdegar tepukan tangan dari para tamu.

__

Aku pasti akan melewatkan hidupku dengan penuh kebahagiaan dengan pembantu yang sekarang sudah jadi milikku…

__

[END]

Image and video hosting by TinyPic

**

maaf banget yah akhirnya gak jelas banget.. Huaaa.. dan maaf juga udah kelamaan update chapter yang ini nya…

semoga pada suka yah ^^ (gak yakin sih)

Maaf kalo part ini tamat nya.. tadinya mau aku panjangin part nya tapi memngingat aku udah mau HIATUS. karena sudah kelas 9 mau UN.. yah sudahlah.. jadi tamat sampe sini.. MAAF YAH ^^

tapi tetep COMMENT  DAN LIKE!

Iklan

19 pemikiran pada “Oh My Sweet Maid – Chapter 7 (END)

  1. Hoaaaa…
    aku udah baca dari part 1- skr, tpi baru komen skr, maaf ya :D.
    ceritanya keren!
    pertamanya nggak nyangka gimana jadinya nanti, tapi seneng deh, akhirnya happy ending :D.

  2. FFnya kerenn chingu!
    Saya kagum sekali sama FFnya !
    Ontoria ‎​♥ daebak sekali ‎​♥
    Aku kasih 100 thumbsup! (?)
    Daebak! 화이팅 ‎​♥

  3. annyeonghaseyo ^^~ salam kenal, aku pembaca baru di sini ^^!!
    sebenernya aku udah baca dari chapter 1 sampai 7, tapi baru ngasih comment sekarang, hehe –‘a, mianhaeyo TT____TT
    huaaaa…. aku suka banget ceritanya!!! kereennn bangeeetttt \>___________<d
    ditunggu karya-karya selanjutnya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s