Famous Girl

Famous Girl
Taemin/Sulli
plot©Shinstarkey | characters. they belong to god and themselves
OneShot|Romance, Friendship|PG|Indonesia

NOT FOR SILENT READER!

__

I Love you, even though, you are the FAMOUS girl

.

.


Taemin p.o.v

Aku menyusuri lorong-lorong sekolah yang sudah sangat sepi, tentu saja ini sudah jam 7 malam tentu semua murid sudah menuju rumahnya masing-masing atau malah berjalan-jalan dengan temannya. Sayang aku tidak, Aku harus menyelesaikan tugasku yang menumpuk. Untung saja sekarang sudah selesai aku kerjakan.

Aku dapat mendengar suara langkah kakiku sendiri. Sekolah ini sudah begitu sepi seperti tidak ada orang lagi, tapi ketika aku hampir sampai di depan kelasku aku malah mendengar suara tangisan, tangisan seorang wanita. Eh masih ada murid yang ada di sini?

Yang benar saja?

Atau itu adalah….

Aish.. pikiranku sudah menuju ke hal mistis itu. Jujur walaupun aku tidak takut hantu, tapi aku rasa jantungku berdetak lebih kencang sekarang.

Aku mencoba membuka pintu kelas secara pelan. Dan perlahan terlihat seorang wanita berambut coklat panjang yang tengah meringkuk di sudut kelas sambil membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya, dan suara tangisan terdengar dari sana. Itu siapa?

Uhm, sepertinya aku kenal dengan sosok itu. emm.. dia Sulli, bukan? Anak paling terkenal di kelas dan mungkin terkenal di satu sekolah, karena yang ku tahu ia adalah seorang model . Sedang apa dia menangis sendirian disini? Ini sudah malam. Mengapa dia tidak pulang?

Perlahan aku berjalan mendekatinya, aku tidak mungkin membiarkan anak ini menangis sendirian. Walaupun aku memang tidak kenal sama sekali dengannya, hanya tahu namanya saja. Itu di karenakan status kami yang berbeda. Dia anak famous dan aku hanya anak biasa-biasa saja.

“Hey? Mengapa kau menangis?” Kataku sambil menyentuh bahunya menggunakan ujung jari telunjukku. Sulli menoleh kearahku dengan mata yang sembab dan airmata yang berjatuhan di pipinya. Dia menatapku polos, mukanya sudah memerah sepertinya dia sudah menangis berjam-jam disini.

‘brukk’

Tiba-tiba saja Sulli memelukku dan menangis di bahuku, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Dia memelukku?

“he-hey.. to-tolong  lepaskan..” kataku sambil berusaha melepas pelukan itu secara pelan. Tapi Sulli malah makin mendekapku.

“Tolong pinjamkan bahumu, untuk kali ini saja.. aku mohon” Jawab Sulli di sela-sela tangisnya yang semakin menjadi-jadi.

Baiklah mungkin dengan ini dapat membuatnya lega dan berhenti menangis. Aku biarkan Sulli menangis di bahuku walaupun sepertinya bajuku ikut basah karena airmatanya.

**

“minumlah ini…” Aku memberikan sekaleng minuman pada Sulli yang terlihat sudah tenang sehabis 1 jam menangis di bahuku.

“Terima kasih..” Sulli mengambil minuman itu dari tanganku dan tersenyum hambar, ok, kesedihan masih terlihat dari raut wajahnya.

Suasana hanya hening tanpa suara aku menyesap minuman sodaku begitu juga dengan sulli. Aku tidak berani menanyakan sesuatu atau mengobrol dengannya, mungkin karena aku memang tidak kenal dengannya.

“Kau teman sekelasku?”

Sulli tiba-tiba membuka suara dan menoleh kearahku. Aku menganggukan kepalau sedikit dan tersenyum kearahnya. Dia benar-benar tidak kenal denganku? Bahkan untuk memastikan aku sekelas dengannya saja dia harus bertanaya? mungkin di karenakan aku yang selalu diam saat di kelas dan tidak terkenal.

“Iya.. “ jawabku singkat pada sulli.

“uhmm.. maaf aku tidak hafal anak sekelas..”

“Tidak apa-apa.. Aku memang tidak begitu di kenal banyak orang.” Aku tersenyum pada sulli. Aku berkata hal yang memang terjadi.

“Maaf, siapa namamu?”

“Namaku Taemin.. Lee Taemin”

“Aku Choi Jin-“

“Tidak usah perkenalkan dirimu, semua orang sudah tahu namamu..” Perkataan Sulli langsung ku potong, aku tahu sebenarnya dia ingin memperkenalkan namanya, tapi siapa sih yang tidak kenal dengan Choi Jinri atau yang sering di panggil sulli?

Sulli hanya membalasku dengan menundukan kepala sambil tersenyum. entah kenapa aku malah memperhatikannya. Aku  akui dia memang sangat cantik. Dengan kulit yang sangat putih seperti snow white.

“Sulli, uhmm.. jadi mengapa kau menangis?” Kataku memecahkan suasana hening yang tadi sempat melanda kami.

Sulli hanya terdiam, tidak mengeluarkan suara apapun. Baiklah kalau dia tidak mau bercerita, ini juga bukan urusanku.

“yasudah kalau kau tidak mau bercerita.. “ Aku menoleh kearah jam tanganku sebentar, karena sepertinya ini sudah terlewat malam.

Aku menoleh kepada Sulli sebentar, gadis itu masih saja terdiam. “Sulli, Aku harus segera pulang.. Kau juga harus pulang, keluargamu pasti khawatir. Sekarang sudah jam 9 malam.”

Aku hendak mengambil langkah pergi dan tiba-tiba saja Sulli menggenggam tanganku kencang. “Aku tidak mau pulang..”  kata sulli sambil menangis lagi.

Heh? Tidak mau pulang?

**

Sulli P.o.v

“ Kau duduk disini dulu, akan ku ambilkan makanan dan minuman untukmu, sepertinya kau lapar.” Sahut taemin yang menyuruhku untuk duduk di sofa ruang TV. Aku sekarang berada di rumah Taemin. Akhirnya dia membawaku kerumahnya, karena Aku mengatakan bahwa aku tidak ingin pulang.dan Sepertinya dia laki-laki yang sangat baik, tapi mengapa aku tidak mengenalnya dikelas.

Aku memandangi seluruh sudut rumah dengan gaya sederhana, hanya ruang TV yang berhubung dengan dapur tanpa meja makan dan satu kamar mandi dan juga satu kamar tidur. Apa dia tinggal sendiri disini?

Taemin datang kearahku dengan sebuaha nampan berisikan 2 mangkuk dan 2 gelas air mineral di tengah-tengahnya.

“Ini makanannya.. maaf hanya ramyeon saja yang bisa aku buat. Hehe” Taemin menaruh nampan itu di meja ruang TV. Enatah mengapa aku malah tersenyum menatap wajahnya.

“Makanlah..” kata taemin lagi sambil langsung memakan ramyeon yang ada di hadapannya.

“Terima kasih, taemin maaf aku sudah merepotkanmu.” Jawabku. Aku juga mulai memakan ramyeon yang ada di hadapanku.

“Sama-sama” Taemin tersenyum tanpa menoleh kearahku.. “Sulli, mengapa kau tidak mau pulang ke rumahmu?” lanjut taemin dan sekarang dia menatapku.

Aku yakin pasti dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi denganku, dari tadi dia selalu menanyakan sesuatu tentangku.

“Aku tidak mau pulang karena…. Aku.. aku akan di jodohkan.. dan itu pula yang membuatku menangis.” Aku menundukan kepalaku. Akhirnya aku menceritakan ini juga pada taemin, walau sejujurnya aku tidak mengenal taemin, tapi aku rasa aku ingin bercerita dengannya.

Taemin menaruh alat makannya dan menatapku terus, aku tetap menundukkan kepala dan tiba-tiba tangan taemin mengelus pundakku.

“Kau harus sabar.. emm mungkin kalau kau mau kau bisa menginap disini dulu”

Aku langsung menatap taemin, dia membolehkanku untuk menumpang disini?

“K-kau membolehkanku untuk menginap disini?” Tanyaku, meyakinkan perkataan taemin yang tadi.

“tentu saja.. lagian aku juga tinggal sendiri disini.. tenang saja. Kau bisa menggunakan kamarku untuk tidur, biar aku tidur di ruang TV” Taemin tersenyum padaku, senyum yang sangat manis. Aku tidak pernah menyangka dia begitu baik denganku, padahal kami baru saja mengenal satu sama lain.

Karena sangat senangnya tanpa berfikir panjang aku segera memeluk taemin. Aku rasa dia memang orang yang terbaik yang pernah aku temui.

Ups..

Sepertinya wajah Taemin memerah saatku peluk.

**

Taemin P.o.v

Ini memang sesuatu keajaiban menurutku. Aku dekat dengan Sulli, wanita terpopuler di sekolah. Tidak pernah terbayangkan sama sekali. Padahal aku hanyalah laki-laki biasa yang tidah banyak di kenal orang.

Dan menurutku Sulli itu baik, ramah dan cukup menyenangkan. Tapi aku tidak tahu nantinya ketika di sekolah. Apa dia masih mau berteman denganku? Mungkin saja dia malu berteman dengan orang sepertiku yang Hanya diam di sekolah. Sedangkan Sulli punya banyak teman yang begitu popular juga dan Beberapa laki-laki populer yang mengejar-ngejarnya.

“Taemin.. kalau boleh aku tahu.. mengapa kau tinggal sendirian?” Tanya sulli padaku dimana saat aku dan dia sedang berjalan menuju sekolah.

“Karena umma sudah tidak ada lagi dan Aku tidak mau merepotkan appa, jadi aku berusaha sendiri. Dengan bekerja sambilan sepulang sekolah dan akhirnya mampu membeli rumah sendiri.” Kata ku sambil tersenyum pada sulli.

“kau sangat mandiri.. Lain hal denganku.. Bisa di bilang Aku anak yang sangat manja dan selelu bergantung pada orang tua.. sampai-sampai orang tuaku juga ikut dalam menentukan jodohku.” Wajah sulli kini memurung.

“Apa kau tidak bisa mengelaknya?” Aku terus memperhatikan Sulli yang kini tetap dengan dengan posisinya yang menunduk.

“Aku tidak tahu.. “ jawabnya singkat. Entah apa yang aku lakukan kini aku malah mengganggam tangan Sulli dan membuat Sulli menoleh kearahku dengan wajah yang bingung.

“Kau harus kuat menghadapi hidup ini, jangan mudah menyerah dan menangis. Hadapi saja dulu, maka kau akan tahu apa kedepannya.” Kata-kata itu keluar dari bibirku. aku tidak tahu dari mana kata-kata itu aku dapatkan, tapi sepertinya Sulli sudah sedikit tenang dengan kata-kataku ini.

“Terima kasih taemin.”

“baiklah.. ayo berangkat “ kataku dan kini menggandeng tangan sulli.

**

Sulli P.o.v

“Sulli!!! “

Kini aku dapat melihat Luna Dan Krystal menghampiriku dan langsung memelukku ketika aku barus saja sampai di Kelas.

“Ya! Kalian kenapa?” kataku mencoba melepaskan pelukan dari Krystal dan Luna yang sepertinya mereka sangat Khawatir denganku.

“Kau Kemana Kemarin? Umma mu bilang kau tidak pulang! Kau tidur dimana? Kau tidak tidur di jalan kan?” kata krystal panik . Aku tersenyum pada Krysal. Pertanyaan Krystal itu membuatku teringat pada taemin yang dari tadi di sebelahku. Aku segera menoleh kearah taemin yang sepertinya sedang memperhatikanku dengan krystal dan Luna.

“Sulli, aku ke bangku dulu..” taemin pelan dan kini berjalan meninggalkanku. Dia mengapa tiba-tiba jadi diam? Ada apa dengannya? Apa dia Malu? Hmm?

“Ya!! Sulli! Sebenarna kau kenapa?? Dan mengapa tiba-tiba kau besama Taemin? Laki-laki pendiam itu?” Suara Luna kini membuyarkan pandanganku yang dari tadi tetap melihat Taemin.

“Ah.. Aku tidak apa-apa.. nanti aku ceritakan.. “ Kataku agak sedikit kaget karena suara Luna tadi. Aku segera mengajak Luna dan Krystal untuk benar-benar masuk kedalam kelas.

**

“jadi kau tinggal bersama Taemin sekarang?” Tanya Krystal ketika aku sudah menceritakan semua kejadian yang aku alami padanya. Saat ini Aku krystal dan Luna sedang berada di kantin, Jam istirahat.

“iya, dia yang menolongku kemarin.. Dia sangat baik. “ Aku tersenyum sambil melihat kearah Taemin yang duduk di meja kantin paling pojok, dia memang menyendiri, pantas saja aku tidak menyadari bahwa dia teman sekelasku, bahkan aku tidak menyadari dia bersekolah disini.

“Diakan pendiam.. Bagaimana bisa..” grutu luna. Aku hanya mengangkat bahuku mengisyaratkan bahwa aku tidak tahu.

“Dan bagaimana dengan perjodohanmu, eh?” Krystal mengalihkan pembicaraan kami, pembicaraan yang langsung membuatku ‘down’ dan berhenti tersenyum.

“Aku tidak bisa mengelaknya.. kecuali aku bisa menunjukan pacarku pada Appa, tapi syaratnya Laki-laki yang bersifat baik, tidak nakal dan sopan”

“Chansung? Kau dekatkan dengan chansung? Dia saja!!” Luna mencolek bahuku dan menunjuk kearah Chansung yang sepertinya dari kejauhan telah berjalan kearah mejaku.

Aku memutar bola mataku dan memandang luna, yang benar saja? Anak seperti chansung? Pasti Appa langsung menendangnya ktika bertemu.

“YA! Tidak mungkin Chansung! Dia playboy, nakal dan ugh.. suka mempermainkan perempuan, kalau dia yang menjadi jodohkupun aku tidak mau. Apalagi dia yang aku tunjukan pada Appa, bisa-bisa aku di bunuh oleh appa karena pacaran dengan orang seperti dia!” Jelasku pada Luna dengan sedikit emosi.

“tapi dia selalu mengejarmu.. mungkin rela melakukan apa saja untukmu..” ujar krystal. Aku mengendus poniku, huh karena membicarakan chansung aku jadi emosi.

“Lupakan Chansung! Dia tidak masuk kategoriku. Aku muak di kejar-kejar dia terus.”

Luna dan Krystal hanya mengangguk dengan perkataanku

~

“Heii… cantik” Sapa chansung padaku. Aku hanya tersenyum hambar padanya.

“Hey” Jawabku sekedarnya.

“Boleh aku bergabung disini?” Chansung menjentikan matanya sebelah, dasar laki-laki suka tebar pesona!

“Silahkan” kataku angkuh. Sebenarnya ku muak dengannya..

“Sulli, mengapa kau tidak mau menjadi kekasihku sih?” Kata chansung dan dia menggenggam tanganku tiba-tiba. Eh? Apa maksudnya ini?

**

Taemin p.o.v

Benar dugaanku, Sulli tidak sebaik yangku kira. Ketika di sekolah dia tetap saja menjauhiku, apa mungkin dia malu berteman denganku? OK, aku emmang seoarang anak yang tidak populer, pendiam dan selalu menyendiri bahkan tidak mempunya teman. Jelas saja Sulli tidak mau dekat denganku di sekolah. Mungkin aku di anggap anak aneh.

Dan sekarang sulli sedang bersama laki-laki lain, laki-laki yang juga populer, hwang chansung. Aku memang tak selevel dengan chansung tapi mengapa rasanya aku tidak suka sulli berdekatan dengan chansung? Apa aku cemburu?

Ah, lupakan, taemin! Aku tidak boleh cemburu, dan aku tidak boleh menyukai sulli, karena Aku tahu kami itu berbeda. Dan aku yakin Sulli lebih dekat dengan chansung di banding denganku yang mungkin baru berkenalan kemarin.

Aku meneguk air mineral yang aku genggam sambil memandang kearah Sulli dan kedua temannya dengan chansung yang berada tepat di depan mereka. Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari situ, sudah ku coba memandang yang lain, tapi tetap saja aku terus memandang Sulli. Uh..

Dan tiba-tiba sulli bangkit dari duduknya dia menatap kearahku juga, aku langsung menundukan kepala. Huh, dalam arti aku sudah tertangkap basah tengah menatapnya.

Aku tidak berani menatap kesana lagi. Aku malu bila ketahuan bahwa aku sedang menatapnya dari tadi. Dan tanpa aku sadari sekarang sulli sudah berada didepanku dengan chansung yang di sebelahnya. Dia mau apa? Apa dia dan chansung marah karena aku menatapnya dari tadi?

“Taemin..” sahut sulli sambil menarik tannganku agar aku berdiri. Aku tidak mengerti apa yang terjadi sekarang tapi aku turuti sulli, aku segera berdiri di sebelahnya.

“A-ada apa sulli?” kataku gugup. apa mau sulli sebenarnya.

Sulli tersenyum kepadaku dan kemudian menatap chansung yang wajahnya kebingungan. Apa maksud sulli?

“dia pacarku.. Jadi jangan kau dekati aku lagi, chansung! Aku muak” Kata sulli sambil menatap chansung dengan emosi. Aku tersentak mendengar perkataan sulli itu. Apa yang baru saja dia katakan? Aku pacarnya?

“Sulli.. apa maksud mu?” bisikku pelan pada sulli.

Sulli berbicara pelan kearahku dengan tetap menatap chansung emosi. “Sudah taemin, kau diam saja.” Mendengar itu aku segera diam , walau aku tidak mengerti apa maksudnya ini!?

“YA! SULLI! Yang benar saja.. aku mau pacaran dengan Laki-laki Bodoh seperti dia.. dia cupu dan tidak populer!!” kata chansung sambil menunjukku, dia meremehkanku..Untung saja aku sudah terbiasa di rendahkan oleh orang-orang  seperti chansung itu, jadi aku dapat menahan emosiku. Meski aku jadi menunduk karena malu pada sulli.

“Aku benar.. dia kekasihku! Perlu aku buktikan padamu?” perkataan sulli itu seperti menantang chansung. Eh, bagaimana dia membuktikanya?

Tiba-tiba sulli menatapku dan tersenyum dengan senyuman yang sangat manis itu. dia menarik kerah bajuku dan…

‘cup’

Sulli menciumku tepat di bibir. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menatap sulli dengan penuh kekagetan, mataku melebar menatap sulli.. Sulli menciumku dengan mata terpejam. Jantungku berdegup sangat kencang. Dan aku sadari kini semua orang di kantin memandang kearahku dan Sulli. Termasuk chansung yang memandangku dengan mulut terbuka akibat kaget.

Sulli melepas ciumannya dan kembali menatapku dan tersenyum. Ekspresiku masih belum berubah masih penuh dengan kekagetan. Kemudian sulli menoleh pada chansung dan tersenyum evil.

“Sudahku buktikan.. “ kata sulli pada chansung, kemudian sulli menarik tanganku dan berjalan pergi meninggalkan kantin.

Apa sulli melakukan ini hanya untuk mempermainkanku?

**

Sulli p.o.v

Entah apa yang ada di benakku tadi, sampai aku berani mencium taemin di depan umum. Tapi mengapa aku tidak menyesalinya sama sekali. Padahal itu adalah first Kiss-ku. Apa aku menyukai Taemin?

Aku memandang taemin yang dari tadi tertunduk. Aku merasa bersalah padanya. Apa dia marah padaku karena aku cium dia?

“Taemin Maaf.. “ kataku dan terus menatap taemin. Aku tidak ingin dia marah padaku.

“Apa kau melakukan itu hanya untuk mempermainkanku?” Taemin kini memandangku dengan tatapan ketus. Dia menatap kedua mataku.

“Tidak, taemin. aku melakukan itu untuk menghindari chansung.. dia selalu mengejarku..” kataku . Aku sangat takut dengan sikap taemin yang seperti itu. aku tidak mau dia membenciku. Walau kami memang belum bisa di bilang dekat, tapi aku merasa bahwa aku tidak bisa jauh darinya.

“jadi sama saja kau menganggapku Hanya sebagai alat untuk mengusir chansung?? Hanya sebagai alat? Aku tahu aku memang tidak populer, aku bukan anak tenar dan aku memang cupu dan suka menyendiri, tapi aku juga punya perasaan. Aku tidak ingin hanya di jadikan alatmu saja.Aku tahu Anak-anak tenar hanya memanfaatkan anak-anak yang tidak punya kelebihan. Contohnya kau sulli” Bentak taemin padaku, dia benar-benar marah padaku. Apa yang harus aku perbuat?

“bu-bukan seperti itu, taemin.. kau salah paham!! Bukan maksudku seperti itu!!” kataku dan kini aku sedikit menitihkan airmataku. Aku tidak tahu perasaan apa ini, tapi rasanya sakit ketika Taemin berkata seperti itu.

“sudahlah.. Aku tahu semua kelakuan anak-anak tenar, sulli.!” Taemin berjalan meninggalkanku. Dia benar benar marah dan sepertinya sangat membenciku.

Hati ini semakin sakit ketika melihat taemin yang  semakin jauh melangkah. Aku menangis sekencang-kencangnya seperti waktu pertama kali aku bertemu taemin. Bahkan rasanya ini lebih sakit di bandingkan waktu itu.dan kini baru aku sadari sepertinya aku telah menyukai taemin…

“TAEMIN!! “ Teriakku memanggilnya di sela-sela tangisku. Dan aku tahu dia menghentikan langkahnya.

“Apa kau selalu menganggap semua anak yang populer itu selalu merendahkan orang?!! Kalau kau memang beranggapan seperti itu! Kau salah besar taemin.. karena aku melakukan itu karena aku menyukaimu… bukan karena hal lain!!!”

Kini aku berlari meninggalkan taemin walau tangis ini masih belum bisa berhenti.

**

Taemin p.o.v

“Apa kau selalu menganggap semua anak yang populer itu selalu merendahkan orang?!! Kalau kau memang beranggapan seperti itu! Kau salah besar taemin.. karena aku melakukan itu karena aku menyukaimu… bukan karena hal lain!!!”

‘deg’

Kata-kata sulli itu membuatku sedikit tersentak. Apa yang baru saja dia katakan? Dia menyukaiku?

Aku membalikkan badanku mencari sosok sulli, tapi aku tidak menemukannya sama sekali. Perasaan sangat bersalah muncul dari dalam diriku. Aku merasa bahwa aku benar-benar menyakiti hati sulli, aku tidak tahu bahwa sebenarnya dia menyukaiku dan itu mungkin hal yang sama seperti yang aku rasakan. Aku menyukai sulli.

**

Sulli p.o.v

Air mata ini terus keluar dan tidak mau berhenti sama sekali. Hatiku sakit, perih rasanya. Baru kali ini aku merasakan sakit seperti ini. Dan semua itu hanya karena Taemin. Mengapa aku harus menyukai laki-laki seperti dia? Dia memang aneh! Dia Autis, dia selalu menyendiri…. tapi mengapa perasaan suka ini harus datang padaku?

Mengapa aku harus menangis hanya karena Taemin…

“Sulli..  Apa yang terjadi?” Krystal menghampiriku yang sedang terduduk sudut atap sekolah, tempatku menangis.

Aku berusaha menghapus air mataku, aku tidak mau krystal tahu, tapi airmata ini tidak dapat aku tahan lagi dan tetap saja keluar. Akhirnya aku memeluk krystal dan malah menangis sekencang-kencangnya…

“kau kenapa, sulli? Apa ada yang menyakitimu? Atau ini soal perjodohanmu itu?” Kata krystal sedikit panik. Dia mengelus punggungku agar aku tenang.

**

“Jadi ini semua karena Taemin?!” teriak krystal kaget ketika aku menceritakan apa yang terjadi. Aku hanya mengangguk pelan dan menghapus sisa air mata yang masih terlinang di pipiku.

“Kau tenang saja!! Aku akan membalas Taemin.. apa dia tidak mengerti perasaanmu, huh? Menyebalkan!” wajah krystal sepertinya sangat geram dan emosi. Aku menggelengkan kepala kearahnya.

“Jangan.. kau tidak perlu membalasnya..” kataku pelan dan menundukan kepala. Aku tahu kini krystal menatapku dengan tatapan heran.

“uhm.. baiklah..” krystal mengangguk pelan. “emm.. kau jangan marah yah..Sebenarnya tadi aku ingin mengusulkanmu kalau lebih baik kau bersama taemin saja.. dia orang yang baik dan tidak nakal seperti laki-laki lain. Aku yakin dia pasti bisa membuat Appamu percaya padamu dan kemudian kau tidak jadi di jodohkan. Tapi sayang dia jahat padamu.. dia malah membuatmu menangis seperti ini” Lanjut krystal sambil menyingkirkan helaian rambut yang sedikit menutup bagian wajahku.

Aku tersenyum sedikit mendengar perkataannya. “Tadinya aku juga berfikir seperti itu.. Karena Aku rasa aku menyukai taemin.” Aku menghela nafas sebentar dan kembali membuka mulutku. “ Tapi sayang.. itu semua tidak bisa aku lakukan.. dan sepertinya aku menyerah dan akan menuruti orangtuaku untuk urusan perjodohan ini.” Aku kembali menundukkan kepalaku. Mungkin airmata ini kembali jatuh dari mataku. Dan aku kembali mennagis.

“Tidak apa-apa kalau itu memang yang terbaik untukmu, sulli…”

**

Taemin P.o.v

Perasaan ini masih tidak keruan, Aku merasa bersalah dengan sulli.. aku telah menyakiti perasaannya, padahal aku menyukainya.. Aku bodoh…

Aku memandang kearah sebuah boneka kecil milik sulli yang tertinggal di rumahku. Sulli tidak kesini lagi.. sulli tidak menginap di rumahku lagi. Dia kemana? Dan bagaimana dengan masalahnya? Perjodohan itu?

Aku tidak bisa menerima kalau dia benar-benar di jodohkan.. Apa yang harus aku perbuat? Aku harus minta maaf…

Aku mengambil ponselku dari dalam saku dan mencoba menghubunginya, tapi dia tidak bisa di hubungi, dan sepertinya ponselnya mati.. Apa dia benar-benar marah denganku? Bagaimana aku bisa meminta maaf padanya ?

**

Aku menatap kearah kelas yang memang terlihat sudah sedikit ramai di penuhi anak-anak. Aku mencari sosok sulli di antara teman-teman populernya itu, tapi tetap saja tidak ada. Dia kemana? Mengapa tiba-tiba menghilang?

Aku berjalan kearah bangku yang biasa aku duduki di kelas. Rasa penasaran masih menguasai diriku. Apa aku harus bertanaya pada teman-teman sulli tenatang keadaannya? Tapi jujur aku tidak berani bertanya.

Bell tanda masuk sudah di bunyikan, tapi sulli tidak kunjung menampakan diri. Dia tidak masuk. Apa ini semua karena-ku? Apa ini semua karena kejadian kemaren?

Dan pada akhirnya aku mulai berani bertanya pada teman dekat sulli, yaitu Krystal. “Krystal.. emm.. boleh aku bertanya sesuatu?” Kataku dengan sedikit ragu sambil menghampiri Krystal.

Krystal menoleh kearahku dan memandangku bingung. “ Boleh, tentang apa? Apa tentang Sulli?” tanya krystal. Aku seikit gugup untuk menjawab ‘iya’ pada krystal, karena seakan krystal bisa membaca pikiranku.

“i-iya.. emm.. apa dia baik-baik saja? Mengapa dia tidak masuk?” tanyaku sedikit gugup.

Krystal menghela nafas pelan.

“dia sangat terluka, dan asal kau tahu, taemin. Itu karena mu!” krystal menatapku dengan jari telunjuknya yang mengarah kearahku. Aku hanya diam menunduk. Inilah yang sudahku duga, Aku melukai perasaan Sulli.

“Dan Sulli tidak masuk karena dia sedang ke Amerika, untuk bertemu calon suaminya. Aku yakin kau sangat menyesal dengan Apa yang kau perbuat pada sulli kemarin.” Kini Krystal meninggalkanku yang masih terdiam di posisiku.

Aku masih belum percaya dengan apa yang krystal katakan. Sulli menyetujui acara perjodohan itu? Bukankah dia tidak mau?

Aku berjalan lemas kearah Bangku-ku dan duduk disana. Masih dengan perasaan kacau yang menerpaku sekarang. Mungkin memang aku benar-benar tidak bisa bersama sulli.

**

Seminggu sudah aku tidak melihat Sulli sama sekali, semenjak kejadian itu. Aku tidak melihatnya dimanapun, diapun tidak masuk ke sekolah. Sebenarnya apa yang terjadi dengan sulli?

Sepucuk surat tergeletak di depan pintu rumahku saat akiu barus saja tiba di rumah. Aku  segera mengambilnya dan ku bawa masuk kerumah.

Kira- kira ini surat dari siapa? Sebelumnya belum ada sama sekali orang yang mengirim surat padaku.

Dengan perlahan aku membuka surat itu dan segera membacanya.

‘Taemin…

Terimakasih karena kau sudah membuat hatiku tenang, membuat hidupku sedikit bermakna dan sudah menenangkan tangisku saat itu.

Aku tahu, kau pasti salah paham atas semua yangku lakukan di depan chansung itu. Tapi sungguh itu bukan sebuah rencana untuk memanfaatkanmu, tapi itu aku lakukan karena mungkin aku benar-benar sudah tertarik denganmu, taemin.

Terimakasih kau telah masuk ke dalam hidupku. Dan sukses membuatku jatuh cinta padamau. Walau mungkin perasaan ini tidak akan bisa bertahan lama… Kau tidak perlu memikirkan soal perjodohanku itu lagi, karena sekarang aku sudah menerima perjodohan itu, walau sesungguhnya aku tidak ingin itu terjadi.. tapi mungkin ini yang terbaik untukku karena padanya nyatanya aku tidka bisa bersamamu.

Dan Malam ini aku akan bertunangan..

Terima kasih taemin.

Sulli Choi

Aku menjatuhkan kertas itu begitu saja. Entah perasaan apa yang aku rasakan. Tapi membaca surat ini hatiku seperti tercabik-cabik. Rasanya sakit menerima kenyataan yang telah terjadi ini.

**

Sulli p.o.v

Waktu sudah menunjukan pukul 06.00 PM dan sebentar lagi acara pertunangan itu akan dimulai. Hmm.. apa taemin sudah membaca surat dariku? Tapi aku pikir dia pasti tidak akan perduli dengan surat itu mungkin dia sudah membuangnya sebelum membaca surat itu karena tahu surat itu dariku..

Aku memang sudah tidak ada harapan lagi dengan Taemin. Aku juga tahu, aku bukanlah tipe wanita yang di sukai taemin. Mungkin taemin masih tetap pada prinsipnya bahwa semua anak populer itu jahat.

Hottel ini sekarang sudah penuh dengan berbgai hiasan untuk acara pertunangan-ku nanti. Walau aku memang sudah betemu dengan calon suamiku tapi rasanya dia aneh di mataku..

Aku mengitari seluruh sudut hottel yang membentang. sebentar lagi bisa di bilang aku sudah ada yang punya. Seandainya ada taemin disini.. Atau aku berharap bawa calon tunanganku itu Taemin tapi itu sangat mustahil terjadi..

Sejujurnya Aku memang masih mengharapkan Taemin, tapi harapan itu sudah mulai memudar mengingat kenyataan yang harus aku lalui sekarang.

**

“Sulli.. Kau sudah siap?” Appa menghampiriku yang masih duduk terdiam. Aku hanya mengangguk pelan tanpa senyum.

Dan kemudian Appa menggandeng tanganku untuk menemui calon suamiku itu. Aku menurut pada Appa.

Laki-laki tinggi sangat berwibawa kini telah di hadapanku dan menatapku sambil tersenyum ramah. Yang ku bayangkan sekarang ini selalu Taemin, sampai-samapai aku membayangkan bahwa di hadapanku sekarang adalah taemin.

“Mari kita mulai acara tukar cincinnya…” Kata Appa dan memberikan sekotak cincin pada laki-laki itu. Aku memjamkan mata ketika laki-laki itu menggenggam tanganku untuk memasangkan cincin tunangan di jari manisku itu.

Rasanya aku ingin menghindar dari semua ini. Aku tidak mau bertunangan dengan dia… Aku tidak mau di jodohkan.. tapi apa yang bisa aku perbuat?

Aku hanya berharap seorang bisa menggagalkan semua ini..

‘BRAKKK!!’

Suara pintu dengan keras terbuka. Sontak aku segera membuka mataku dan menoleh kearah suara pintu berasal.

“Hentikan Perjodohan itu!!” terdengar teriakan dari suara yang sudah tak asing lagi bagiku itu.

“Tae-Taemin?”

Aku masih terus memandang kearah taemin yang kini dengan nafas yang sedikit tersenggal-senggal berdiri di hadapanku. Aku melepaskan tanganku dari genggaman laki-laki itu dan segera memeluk Taemin.

“Aku tidak akan membiarkan kau menikah dengan laki-laki lain..Kau milikku Sulli…”

Tidak ada kata-kata lagi yang sanggup keluar dari mulutku sekarang. Aku mempererat pelukanku dengan taemin, seakan tangan ini tidak mau lepas dari tubuhnya.

“ya!! Apa-apaan in?! Siapa kau? Kau menggagalkan acara pertunangan putriku?!” Teriak appa dan menghampiriku dan taemin.

Taemin melepaskan pelukannya dan langsung membungkukkan badannya kearah Appaku yang sepertinya sudah geram melihat apa yang telah terjadi sekarang.

Aku menatap wajha taemin yang terlihat begitu serius. Ini seperti mimpi melihat taemin yang begitu serius membelaku. Apa dia mencintaiku juga?

“Maaf kalau ini membuat Anda marah… tapi tolong jangan menikahkan Sulli dengan orang lain. Saya adalah kekasih Sulli.”

Taemin menatap Appaku dan Appa mengerutkan dahinya sambil terus memperhatikan taemin dari atas hingga bawah.

“Apa kau serius dengan Sulli?” kata appa dengan suara beratnya.

“Saya sangat serius.” Kata Taemin .

Taemin mengguk dengan sangat yakinnya. Dan kini Appa menatapku dan taemin secara bergantian. Aku berharap Appa dapat menerima taemin.

Appa menoleh kearah Laki-laki calon suamiku itu dengan wajah yang sangat kecewa. Dan laki-laki itu malah memberi sebuah senyuman dan anggukan kepala.

Appa menghela nafas dan langsung menatapku. “Baiklah.. Sulli.. jika kau memang benar-benar mencintainya, Appa akan batalkan acara perjodohan ini.

Aku segera mengembangkan senyumku yang akhir-akhir ini Hilan. Tanpa sadar ku peluk Taemin erat. Taeminpun memelukku juga.

“Ehem” Suara Apa berdeham membuatku dan taemin sadar dari kesenangan kami dengan keputusan Appa.

“Dan kau.. “ Lanjut Appa sambil menunjuk Taemin. “Jaga Sulli baik-baik… Saya tidak ingin Sulli sampai sedih karena kau!” Kata Appa dengan nada wibawanya dan menepuk pundak taemin pelan.

Taemin mengembangkan senyum indahnya dan berkali-kali mengucapkan terima kasih pada Appa.

Aku tidak percaya Aku dan atemin dapat bersama…

**

“Taemin.. Apaku boleh bertanya?”  Aku mendongakkan kepalaku dan menatap taemin yang sedang memeluk tubuhku.

“Hmm.. boleh kau mau tanya apa?”

“Mengapa kau melakukan ini?” Aku membenarkan posisi dudukku dan kini tidak dalam pekukan taemin lagi.

“karena aku menyukaimu.. kau sendiri yang bilang kalau aku ini kekasihmu, bukan ?”

“Tapi kan kau tidka suka dengan gadis populer sepertiku. Itu bukan tipe-mu, bukan? Itu prinsipmu.” Kataku sambil membuat wajahku merengut.

Taemin tersenyum dan mengacak-acak puncak rambutku. “kau itu pengecualian bagiku, Sulli.. Hanya kau yang aku cintai..”

Perasaanku sangat sennag mendengar perkataan taemin itu. Segeraku peluk dia lagi. Dia memang laki-laki yang terbaik bagiku. Dan aku Yakin itu.

“I LOVE YOU!” kataku dan menciumnya singkat.

“I LOVE YOU TOO..”

**

Dan pada akhirnya.. Taeminlah yang jadi tunanganku dan kini kami resmi bertunangan…

Kejadian ini Tidak pernah terbayangkan sama sekali olehku…

Cinta memang tidak pernah memandang drajat atau ketenaran seseorang.. tapi cinta memang hati seseorang.

Seperti aku dan taemin..

Gadis populer dan seorang laki-laki penyendiri…

[END]

_____

Akhirnya aku dapatv menyelesaikan FF gak jelas ini.. wakakakkaka..

maaf yah kalo ceritanya gak jelas.. abis idenya butut banget sih xP..

dan maaf juga kalo ada salah2 kata.. soalnya  amatiran kalo ngetik.

tapi tetap…

COMMENT DAN LIKE

harus tetap berjalan!!

GOMAWO

Iklan

36 pemikiran pada “Famous Girl

  1. huwaaa~ bagus banget ff nya eon~!!
    aku setuju taemin sama sulli!! setuju banget malah! daripada sama calon suaminya Sulli yg gaje itu..
    nice ff eon! d^^b

  2. Annyeong, zie imnida. Im new reader. Actually, im … KEYBER SHIPPER !! lol. Kebelakangan ni, gw baru suka sma TAELLI! bca dulu aah. 🙂

    • Annyeong zie…
      heheh makasih yah udah mampir.. aku juga keyber shipper *gak ada yang nanya*
      shipper semua couple shinee f(x) deh.. (ontoria, Jongna, Keyber, Minstal, Taelli)
      makasih yah udah mampir.. kalo udah baca jangan lupa komen lagi xP
      heheheh

  3. Annyeong*lambai2*

    Salam kenal ĄƘųω new reader di blog ini hehehe,,,
    Wahhhh critaax yg ini kerennnn ĄƘųω sukaa,,Ğǟ nyangka taemin sampe segitux memperjuangkan cintaxxx,,ĄƘųω mauuuu jd sullix,,*maunya*,,hehehe,,ayoo anin ditunggu critaa2x yg lbh seru lg yaaaa,,

    Gomawooooo^^

  4. Keren ko!
    Andai aku yang jadi Sulli :(…
    Klo benar aku yang jadi Sulli mungkin aku pingsan duluan pas liat Taemin ∂ȋ̝̊ hadapan ku XD
    Taemin emang keren ❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s