Please Don’t Go

Title : Please Don’t go

Author : Shinstarkey (@_951129)

Main cast :

  • Key Kim Kibum (Shinee)
  • Amber Josephine Liu (f(x))

Minor cast : Jonghyun Shinee, Luna f(x), Daniel / Drama Dalmatian

Length : Oneshot

Genre : Romantic

Rating : PG-13

Language : Indonesia

___

NOT FOR SILENT READER

___

Sudah aku bilang padamu.. bahwa ini bukan salahmu.. ini bukan karenamu..

Aku tidak perduli apa kata orang tenang sifat dan gayamu…

Aku akan tetap menicntaimu apa adanya..

Dan kau harus ingat…

Jangan pernah pergi dari sisiku….

**

[Key P.O.V]

“Baby.. eommaku ingin sekali bertemu denganmu.. kau maukan datang besok malam?”

Aku menaruh ponselku di dekat kuping untuk mendengarkan suara kekasihku di sebrang sana, amber.

“uhm.. tapi Key.. “ amber tidak melanjutakan perkataannya dan terdiam. Suaranya terdengar terbata-bata.

“ya?! memangnya kenapa? Sudah seharusnya aku mengenalkanmu pada eommaku.. kita sudah berpacaran selama dua tahun tetapi eommaku belum kenal sama sekali denganmu.” Kataku dengan nada kesal.

“tapi aku takut.. aku tidak bisa di terima di keluargamu.. “

“Sudahlah… kau tidak perlu memikirkan itu..”

Aku melirik kerah jam dinding di kamarku yang sekarang sudah menunjukan pukul 01.22 AM.

“Amber… Aku rasa sekarang kau harus tidur. Aku tidak mau besok aku melihat lingkaran hitam di bawah matamu.”

“Ah.. oke.. bye boo…”

“bye baby..” jawabku sambil mencium ponselku sendiri sambil tersenyum.

Aku segera menarik selimutku untuk bersiap-siap menuju ke alam mimpi sambil membayangkan wajah amber. Hh.. membayangkan wajahnya saja aku sudah tersenyum-senyum sendiri. Aku sendiri tidak mengerti mengapa aku sangat menyayanginya.. melebihi apapun. Dia tidak bisa di bilang cantik dan image nya sangat jauh dengan ‘wanita sempurna’ pada umumnya, tapi walau begitu dia berhasil membuat hatiku jatuh sepenuhnya pada wanita yang bisa di sebut tampan itu. Aku tidak perduli dengan semua anggapan orang tentang hubungan kami. Dia memang tomboy, tapi di mataku dia adalah wanita paling sempurna. Dan setelah aku mengenalkannya pada eomma besok. Aku berniat untuk melamar amber.

**

Aku mengambil minuman soda yang terletak di meja kamarku yang baru saja di beli Jinki dan Jonghyun, sahabatku.

“kau masih berhubungan dengan Amber, wanita tampan itu huh?” kata Jonghyun dengan wajah bengal nya.

“Tentu saja.. “ jawabku dengan nada sangat yakin.

“kau aneh.” Tiba-tiba suara jinki terdengar. Aku segera menatap jinki yang sekarang pandangannya sedang menuju kearah ponsel yang di genggamnya.

“Ya! apa maksudmu?”

“Jelas-jelas dia tidak seperti wanita Key! Kau lihat saja gayanya.. tidak ada feminimnya sama sekali.. kau yakin kau merasa cocok dengannya? Aku rasa tidak.”

Aisshh! Aku benci perkataan Jinki itu. Apa maksudnya di berkata seperti itu tentang amber? Perkataan Jinki itu membuat emosiku meningakat drastis.

“Ya! jangan sekali-sekali kau bilang seperti itu lagi.” Aku menunjuk Jinki dengan emosi yang meluap.

“Key! Perkataan Jinki itu tidak salah.. kau pertimbangkan saja sendiri…Apa kau tidak malu mengenalkan Amber pada Eommamu dengan keadaan amber yang seperti itu. Memalukan. ch” timpal Jonghyun sambil merdecak pelan. Perkataan Jonghyun itu benar-benar membuat emosiku memuncak.

“YA!! KAU!!” Bentak-ku pada Jonghyun.

Jinki kembali bersuara. “Key! Santai sedikit.. kami hanya bicara sesungguhnya.. orangtua mana yang mau anaknya menikah dengan wanita seperti itu. Pastilah mereka menginginkan wanita yang sangat feminim, cocok untuk anaknya. Apalagi kau anak tunggal.”

‘brug’

Kepalan tanganku ini berhasil mengenai wajah Jinki yang sekarang telah terjatuh akibat tonjokanku.

“JANGAN SEKALI-KALI KAU BILANG SEPERTI ITU LAGI!”

**

Apa kau tidak malu mengenalkan Amber pada Eommamu dengan keadaan amber yang seperti itu. Memalukan. ch

orangtua mana yang mau anaknya menikah dengan wanita seperti itu. Pastilah mereka menginginkan wanita yang sangat feminim, cocok untuk anaknya.

Argh! Mengapa perkataan Jinki dan Jonghyun itu masih terus meracuni otakku. Aku tahu Amber memang bukan wanita yang terbaik. Tapi dia selalu terbaik untukku dan aku yakin itu. Dan Eomma juga tidak akan bersikap tidak enak pada amber. Eomma pasti menyukai Amber.

“Key.. kau melamun?”

Suara amber kini memecahkan lamunanku tadi. Aku menatap nya yang kini memasuki mobilku. Wajah cantiknya kini mampu membuyarkan semua pikiran yang mengancamku tadi.

“Emm.. tidak.. aku tidak melamun..” kata-ku sambil ternyum. “Kau cantik amber.. dan aku yakin pasti eomma sangat menyukaimu” lanjutku lagi.

Amber tersenyum malu sambil mengalihkan pandangannya dariku.

“Tapi aku malu key… kau bisa lihat dari pakaianku.”

Celana Jeans, sepatu kets, kaus dan blazer putih. Ya.. aku tahu itu yang sering dia kenakan. Memang bukan seperti wanita umumnya.

“Kau tetap cantik.. “ aku mengacak-acak rambut pendekanya dan dia tersenyum dengan cerianya. Senyum manis yang sangat aku suka darinya.

“Baiklah.. kalau  begitu sekarang kita menuju rumahku.. Eomma sudah menyiapkan berbagai masakan untuk makan malam kita nanti.” Lanjutku sambil tersenyum dan mulai memacu mobilku kearah rumah.

**

“Eomma… ini Amber.. wanita yang selama ini aku ceritakan pada Eomma..”

Eomma menatap amber dengan senyum yang memancar dari dirinya. Tapi aku melihat sesuatu yang aneh dari raut wajah Eomma.

“ohh.. Amber.. ayo silahkan masuk..” Eomma menyuruh Amber masuk kedalam rumah. Amber tersenyum dan mengikuti langkah Eomma masuk kedalam rumah begitu pula denganku.

**

“Jadi sudah beberapa lama kalian berpacaran?” Tanya Eomma sambil menyantap makanan yang sudah di sediakan di meja makan.

“sudah 2 tahun.. “ jawabku santai.

Aku menatap amber yang masih tersenyum cerah kepada Eomma. Aku harap Eomma manyukai Amber apa adanya. Walau wanita ini memang bergaya seperti laki-laki tapi kalau melihat senyumnya pasti setiap laki-laki akan terpanah olehnya. Sepertiku.

“Key.. boleh Eomma berbicara sebentar denganmu.. “ Suara Eomma tiba-tiba terdengar.  Aku segera menoleh kepada eomma.

“tentu…” jawabku singkat dan menaruh alat makanku di samping piring. Aku menoleh kearah Amber yang kini menatapku dengan mata bulatnya.

“Amber.. aku tinggal dulu sebnetar.” Kataku sambil mengacak-acak rambutnya. Amber mengangguk singkat dan kemudian tersenyum.

[Key P.O.V]

**

[Normal P.o.v]

Amber menatap tubuh key yang lama kelamaan manjauh dan tidak dapat terjangkau oleh matanya lagi. Amber menghela nafas pelan dan berusaha berfikir apakah yang dia rasakan itu benar. Dia merasa bahwa ibunda Key menatapnya dengan tatapan yang aneh. Sebenarnya dia takut. Takut akan kenyataan yang bisa saja terjadi. Amber menyadari bahwa dirinya bukanlah wanita yang mungkin terbaik. Dia merasa dirinya aneh.

Amber merasa bahwa dia perlu kekamar kecil. Tapi dia bingung karena Key tidak ada. Dia hanya sendiri di ruang makan yang cukup luas. Amber akhirnya memutuskan untuk mencari kamar kecil sendiri walau ini terkesan tidak sopan, menyusuri rumah orang tanpa permisi.

Amber berjalan terus menelusuri ruangan-ruangan di rumah key yang tergolong besar dan mewah. tak sengaja amber menangkap dua buah suara dari balik tangga. Amber tahu suara itu. Suara Key dengan ibunya. Amber tidak bermaksud menguping tapi dia dengar semua percakapan mereka.

“Key, Eomma rasa Amber tidak cocok denganmu.. Kau yakin dengan dia?”

“Mengapa Eomma berkata sepertu itu?”

“bukan apa-apa Key.. tapi menurut eomma ada yang lebih baik dari dia.. apa kau tidak menginginkan wanita yang cantik.. yang feminim dan pintar berdandan…”

“Eomma! Amber cantik!! Dan aku bisa menerima dia apa adanya…”

“tapi eomma tidak cocok dengannya.. apa kau tidak mencoba berkenalan dengan anak teman eomma.. nicole.. dia cantik bukan!!”

Amber mendengar semua.. amber mendengar semua yang di katakan key dengan ibunya itu dan itu cukup membuat hati amber sakit. Sangat sakit. Amber tidak kuat lagi untuk mendengar semua yang di katakan mereka.. itu semua serasa dapat membunihnya pelan-pelan.

Dengan airmata yang berlinang. Amber berlari pergi meninggalkan rumah Key. Tanpa pamit.

[Normal P.o.v End]

**

[Key P.o.v]

Apa sebenarnya yang dipikirkan oleh Eomma? Mengapa eomma berkata seperti itu? Hatiku sakit mendengar semua perkataan eomma. Mengapa eomma tidak bisa menerima Amber? Dia… Dia adalah wanita yang memang paling aku cintai. Bukan Nicole atau siapapun. Aku tidak perduli dengan semua perkataan Eomma. Mau bagaimanapun aku akan tetap bersama Amber. Walau tanpa restu Eomma sekalipun.

Aku terus berjalan menuju ruang makan setelah beberapa lama aku meninggalkan amber disana. Tapi eh? Tidak ada Amber disana?

Amber dimana?

Hanya tertinggal ponsel yang tergeletak di atas meja. Aku berusaha mencari Amber. Aku yakin dia tidak akan pergi tanpa pamit seperti ini. Kecuali ada sesuatu yang terjadi.

Apa Amber mendengar semua perkataan eomma?

**

Tok tok tok…

Aku mengetuk pintu rumah Amber pelan dan tak lama kemudian seorang laki-laki yang sangat aku kenal sekali muncul. Dia Donghae, kakak kandung Amber.

“Hyung, apa Amber ada?”

Donghae hyung hanya terdiam. kemudian aku mulai membuka suara lagi.

“Apa aku boleh menemui Amber?”

Donghae hyung menghela nafasnya dan menatapku tajam. Aku rasa donghae hyung seperti menaruh emosi dari kedua tatapan matanya.

“Key! Aku mohon Jangan ganggu Amber lagi. Aku memang tidak tahu Apa yang terjadi Antara kalian. Tapi Aku tidak menyangka Amber akan pulang dengan keadaan menangis seperti ini dan aku tahu pasti ini adalah ulahmu!” donghae hyung kini menggenggam kerah bajuku dengan emosi yang sepetinya tidak tertahankan lagi.

Apa aku salah dengar? Amber menangis? Dan ini semua salahku..  hati Amber pasti sangat tersakiti sampai ia menangis. Dan mungkin saja aku tidak akan mengampuni diriku sendiri karena telah membuatnya menangis.

Aku menatap donghae hyung lagi dengan rasa bersalah.

“hyung.. ini milik Amber..” Aku menyerahkan sebuah ponsel di tangan donghae. “Tolong katakan pada amber, jangan menangis lagi.. Aku akan tetap mencintainya..” kataku lagi dan kini aku membalikan badanku menjauh dari kediaman Amber.

**

Sudah seminggu berlalu sejak kejadian malam itu.

Aku terus memandangi kotak kecil yang kini ku genggam. Berisi sebuah cincin yang sudah ku pesan beberapa bulan yang lalu. Dengan lambang ‘K&A’ di tengahnya. Ya, ini adalah cincin untuk Amber. Cincin untuk melamarnya menjadi pengantinku.

Entah bagaimana caranya untuk memberikan ini pada Amber, untuk menyatakan bahwa aku ingin dia yang menjadi pengantinku, istriku, wanita yang paling aku cintai.

Amber kini seperti tak menganggapku lagi. Selama seminggu ini kami tidak berhubungan. Dia tak pernah menjawab teleponku, membalas sms-ku, bertemu denganku. Seperti kami tak ada hubungan apa-apa lagi.

Aku sampai rela setiap hari datang ke rumahnya demi bertemu dengannya. Demi melihat wajahnya tapi itu sia-sia. Dia tak mau menampakan dirinya di depanku sama sekali. Seakan aku adalah monster yang membuatnya takut.

“Key.. Kau sudah berusaha menghubungi Amber?” sahut Luna, sepupuku. Dia adalah sepupu terdekatku dan mungkin sudah menjadi tempat curhatku setiap hari.

“Sudah.. tapi dia tidak menanggapiku sama sekali.” Kataku sambil menunduk.

“uhm.. kau harus terus bejuang.. “ Luna menepuk pelan bahuku untuk memberi semangat.

“ini tidak jauh beda dengan hubunganku dan Jonghyun dulu… “ kata luna lagi. Dia memang mantan pacar Jonghyun, sahabatku. Mereka putus mungkin hanya karena sebuah masalah sepele. Perbedaan pendapat dalam memilih cincin tunangan.

“setelah kami bertengkat kami tidak berkomunikasi lagi.. aku berusaha menghubunginya tapi dia tidak pernah menjawab semua telepon atau sms-ku. Tahu-tahu dia sudah jalan dengan wanita lain… pengganti-ku.” Luna menundukan kepalanya. Aku tahu, Luna memang sangat mencintai Jonghyun. Tapi Jonghyun sangat mudah menemukan pengganti Luna, si wanita yang berpakaian terlalu terbuka bernama Shin sekyung, Sedangkan Luna mungkin sulit untuk melupakan Jonghyun di hatinya.

Satu yang terlintas olehku. Aku takut bahwa hubunganku dengan Amber ini sama seperti Luna, aku takut Amber dengan mudah melupakanku. Hatiku mulai sakit membayangkan apa yang terjadi pada hubungan kami nanti. Jujur aku memang sangat tidak kuat jauh dari Amber.

**

Suara getaran ponselku terdengar di atas sebuah meja di sebelah tempat tidurku. Aku menoleh kearah jam dindingku. Ini sudah pukul 02.34. siapa yang mengirim sms pada jam segini, huh?

Aku segera bangkit dari tidurku dan meraih ponsel. Aku membuka message yang sudah terteta di layar ponselku.

‘From: Baby Amber

Key. Lupakan semua hubungan kita.

Aku ingin kita menjalani hidup masing-masing saja.

Aku yakin pasti ada wanita yang jauh lebih baik dariku.

Aku memang bukan seorang yang tepat untukmu.

Banyak yang menentang hubungan kita.

Lebih baik kita akhiri saja sampai disini.’

Ponselku lepas begitu saja dari genggaman. Dadaku sesak, tubuhku melemah seakan tak ada tenanga lagi untuk hidup. Hatiku seperti tercabik-cabik. Apa benar yang baru saja aku baca ini?

Aku masih belum bisa menalar semua yang terjadi padaku sekarang. tidak habis fikir bahwa Amber mengakhiri hubungan kami yang sudah berjalin selama ini… Amber mangakhiri hubungan ini dalam keadaan aku yang masih sangat menyayanginya, mencintainya bahkan melebihi hidupku. Apa ini serius?

Aku tak bisa berkata-kata lagi, lidahku kelu dan aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat. Mengapa semua harus menjadi seperti ini?!

**

“Key.. bagaimana tawaran eomma? Apa kau mau bersama nicole?”

Suara eomma bergeming di sudut ruang makan. Aku tidak perduli dengan semua perkataan eomma. Bahkan aku sudah muak. Mengapa eomma selalu ingin bahwa aku bersama wanita itu? Wanita yang sama sekali tidak aku cintai. Bahkan aku tidak tertarik sama sekali dengan wajahnya. Mengapa Eomma tidak bisa menerima Amber?!

“Key.. Eomma yakin kau dan Nicole akan cocok. Dia calon istri yang baik untukmu..”

“bisa memasak..”

“Cantik”

“pintar”

“Apa yang kurang darinya?”

Aku tidak kuat lagi dengan semua perkataan Eomma. Mengapa eomma selalu membanggakan pilihannya itu?! Mengapa eomma tidak bisa menerima wanita yang nyatanya adalah pilihanku sendiri.

‘BRAK’

Aku memukul meja makan dengan emosiku yang mulai menaik.

“Apa eomma bisa hentikan ini semua!!! Aku tidak ingin Wanita lain Selain Amber!! Jangan coba-coba eomma menyuruhku untuk menikah dengan wanita lain!!”

Aku bergegas meninggalkan ruang makan dan pergi dari rumah.

**

Pintu rumah itu masih tertutup rapat tapi aku tetap saja memandangi pintu itu sampai seseorang membukanya. Aku sengaja datang ke rumah Amber. Aku ingin melihatnya dan ingin bertemu dengannya.

Ku ketuk pelan pintu rumahnya. Tak lama pintu itu terbuka dengan perlahan. Dan kini menampakan sosok yang selama ini aku cari, sosok yang sangat aku rindukan. Amber memandangku dengan tatapan kaget dan ingin segera menutup pintu rumahnya. Tapi segera ku cegah.

“Amber tunggu! Mengapa kau seperti ini?!”

Amber masih berusaha menutup pintu rumah walau kini aku menahannya.

“Amber! Ada apa dengan mu?! Aku mohon dengarkan aku dulu!” Aku mencoba menggenggam tangan Amber agar dia berhenti memberontak.

“Key! Lepaskan!!”

“Tidak sampai kita berbicara serius.” Kataku dengan ketus.

“Ya!! Lepaskan Amber!!” tiba-tiba sebuah suara datang dari arah belakangku. Dan sebuah tangan melepaskan tanganku paksa dari tangan Amber.

Aku menoleh kearah Suara itu dan menemukan sosok lelaki yang kini menatapku dengan tatapan beremosi.

“Daniel..” gumam amber pelan sambil menatap laki-laki itu.

“Amber kau tidak apa-apa?” laki-laki itu menghampiri Amber.

Amber menggelengkan kepalanya.

Siapa Laki-laki itu? Mengapa .. mengapa dia sangat dekat dengan Amber? Apa dia? Ya tuhan.. Apa kini Amber sudah menemukan penggantiku?

Aku masih tidak bergerak dengan posisiku, menatap Amber dan laki-laki itu yang kini sudah berjalan berdua meninggalkan rumah. Mereka bergitu akrab. Dan sangat akrab.

**

Apa Hubungan mereka? Apa mereka benar-benar sudah berpacaran.. Mereka begitu dekat. Apa Amber benar-benar sudah melupakanku. Dia sudah menganggap hubungannya denganku tidak ada lagi. Apa dia sudah melupakannya.

Jujur ini membuat hatiku bertambah sakit. Perih.

Aku tetap saja tidak bisa melupakannya. Aku tidak bisa melupakan Amber begitu saja.

“Key, Ada apa dengan mu?” suara Jonghyun terdengar di sebelahku. Aku menoleh kearahnya. Dia manghampiriku yang sedang duduk di sofa kamarnya.

“Amber.. “

“Ada apa dengan wanita enah itu?”

“dia menganggap hubunganku dengannya sudah berakhir.. padahal aku masih tetap mencintainya… “ Aku menundukan kepalaku mencoba menenangkan diri.

“Aissh.. sudahlah.. lupakan saja wanita itu.. bukankah eomma-mu sudah mengenalkan wanita baru untukmu..”
”JONG! Hentikan! Aku tidak suka dengan wanita itu..” Aku mengancam jonghyun untuk diam. Ah, aku muak dengan semua yang orang-orang bicarakan tantang Nicole itu.

“Tapi sayangnya Wanita itu sudah ada di depan. Dia menjemputmu pulang”

Aku langsung menatap Jonghyun dengan mata terbelalak. Yang benar saja Nicole datang kesini? Untuk menjemputku?

“Ya! Jjong! Jangan Bercanda!!”

“Aku tidak bercanda Key.. lihat saja di depan.”

“Aku tidak ingin menemuinya.. bilang saja kalau aku tidak mau pulang…” Aku mengacuhkan Jonghyun yang masih menungguku untuk keluar menemui nicole.

“oke..”

Jonghyun kemudian keluar dari kamarnya.. hmm.. Aku harap wanita itu mau pergi.

‘Brak’

Suara pintu kamar Jonghyun terbuka sangat kencangnya sampai membuatku sedikit tersentak.

“Ya! Jjong! Bisakah tidak membuatku kaget..” Kataku tanpa menoleh kearah pintu.

“Key…”

Suara wanita? Suara wanita datang dari pintu dan kemudian terdngar suara langkah high heels yang mendekat kearahku.

“Key.. Eomma-mu sudah menunggumu di rumah.. dan dia menyuruhku untuk menjemputmu. Jadi pulanglah..”

Aku merdecak pelan sambil menatap wanita yang kini berada di depanku. Dia nicole.. wanita yang di jodohkan denganku.

“Kau saja yang pulang.. dan bilang pada Eomma bahwa aku tidak mau di jodohkan denganmu..”

“Ya! Key! Memang apa yang kurang dariku sehingga kau tidak mau menikah denganku?” ucap Nicole sambil menangis. Sayangnya aku tidak terpengaruh dengan tangisannya.

“Kau dengar Nicole. Kau cantik, kau baik dan mungkin Eomma sangat menyukainya. Tapi aku tidak menyukaimu sedikitpun. Aku sudah punya wanita yang paling aku sayangi yang paling pantas untuk menjadi istriku.. bukan kau..” Aku berusaha berbicara tanpa emosi. Jujur aku tak suka melihat wanita menangis. Aku tidak mau membuat nicole malah menangis tersedu-sedu karenaku.

“Amber?! Benarkah?! Wanita jadi-jadian itu?! “ Bentak nicole kepadaku.

Aish.. wanita ini! Serasa aku ingin menamparnya karena kata-katanya itu, tapi ku tahan. Aku berusaha menahan emosiku.

“Sudah! Lebih baik kau pulang! Dan tolong, jangan berharap padaku lagi. Sampai kapanpun aku tidak akan memilihmu.”

“Kau jahat Key!!”

Nicole membalikan badannya dan meninggalkanku sambil menangis. aku tidak perduli dengan dia.

**

[Normal P.o.v]

“Amber.. apa dia laki-laki yang menyakitimu?” sahut daniel di sebelah Amber sambil menatapnya. Amber hanya terdiam menatap sahabatnya itu.

“Ya!! Jawab! kalau memang dia, Biar aku hajar habis-habisan.”

“Cukup!! Dia tidak salah apa-apa Daniel!” Kata Amber dengan nada ketus. Daniel menatap amber dengan wajah Heran.

“Tapi dia kekasihmu itu kan? kalau memang tidak ada apa-apa antara kau dan dia.. kau tidak akan menjadi seperti ini… dia pasti menyakitimu kan.. biar saja akan ku balas diaaa!” kata daniel dengan emosi.

‘BRAK’

Tiba-tiba saja amber memukul meja cafe dengan keras dan menatap daniel lurus.

“Jangan pernah kau menyakiti Key! Kau tidak perlu membalas apapun pada Key” Bantak Amber pada Daniel dan itu sukses membuat daniel kesal.

“Ya! Amber!! Mengapa kau masih mau membela laki-laki itu?! Lupakan saja dia!”

“Aku tidak bisa melupakannya.. “ Amber menitihkan airmata dengan suara yang terdengar sangat frustasi. Ia merasa bahwa ia tak sanggup melupakan key yang sangat dia cintai.. walau daniel, sahabatnya sendiri yang menyuruhnya.

Daniel berdeham pelan tiba-tiba tangannya meraih Amber dan memeluknya. Amber sedikit tersentak dengan perlakuan sahabatnya itu. Amber berusaha berontak tapi di tahan oleh Daniel.

“Kau harus melupakannya! Ada aku disini Amber.. apa kau tidak tahu seberapa cintaku padamu? Aku menyukaimu sejak kita bersahabat. Tapi kau tidak pernah tahu itu. “

Amber hanya terdiam. Dia tidak menyangka apa yang terjadi sekarang. Sahabatnya sendiri menyukainya. Tapi amber tidak bisa begitu saja menerima cinta daniel karena hatinya telah sepenuhnya untuk Key.

Amber melepaskan pelukan daniel dengan segera dan beranjak dari hadapan daniel dengan tatapan angkuh.

“Aku tidak bisa menerimamu.. kau sudah tahu sendiri bahwa aku sudah sangat mencintai Key, walau key yang membuat hatiku sakit. “

Amber maninggalkan Daniel begitu saja.

**

[Key P.o.v]

“Key.. Apa kau meu menemaniku ke toko buku?” sahut luna sambil menghampiriku.

“Toko buku?”

“Iya.. kau mau kan? ” tanya luna lagi padaku.

“Baiklah..” kataku dengan tersenyum.

walau sedikit malas. aku berusaha memenuhi keinginan Luna, kasihan sepupuku ini.. dia tidak mendapatkan kekasih pengganti Jonghyun, hh.. itu di karenakan dia masih mencintai Jonghyun. sampai seperti itu kah cinta luna untuk Jonghyun? kalau begitu Jonghyun sangat Bodoh telah meninggalkan Luna. gadis yang sangat mencintainya.

**

“Key.. Aku mau mencari buku di bagian sana.. aku pergi kesana dulu yah..”

Aku mengangguk pelan pada Luna dan membiarkan Luna berjalan meninggalaknku.

Toko buku ini…

Tempat yang terakhir kali aku kunjungi bersama Amber.. berdua dengan Amber. Aku rindu dengannya. Aku ingin dia kembali bersamaku. Walau semua orang tidak setuju dengan hubungan kami, tapi Aku ingin tetap ingin bersamanya. Tidak perduli apa kata orang-orang.

Aku melangkah sedikit kearah bagian tengah Toko buku. Mencari tempat duduk sambil menunggu Luna mencari buku yang dia cari.

‘Deg’

Pandanganku sepenuhnya tertuju pada seorang wanita tang sangat aku kenal. Dengan gaya yang berbeda dari wanita lain. Tidak salah lagi itu Amber. Wanita yang sangat aku Rindu.

Jantungku berdegup kencang melihat sosoknya disini. Tidak ada pikiran lain selain ingin memeluknya. Aku segera menghampiri Amber dan langsung saja memeluknya.

“Amber.. “

Amber terlihat kaget dengan kedatanganku ini. Aku sangat senang bertemu dengannya. Dan untuk sekian kali aku ingin meminta maaf padanya. Aku tahu aku telah melukai perasaannya.

“Key..”

Aku mendengar suara Amber memanggil namaku. Suara yang sudah beberapa lama ini tidak aku dengar.

Dengan tiba-tiba Amber mendorong tubuhku untuk menjauh darinya. Amber menatapku dengan tatapan ketus.

“Pergi dariku , Key!”

Amber berdiri dari duduknya dan hendak meninggalkanku. Aku menarik tangannya dan mengganggamnya kuat.

“Mengapa kau seperti ini Amber! Aku mohon! Kau harus mendengarkan aku dulu..”

Amber masih tidak mau menatap wajahku. Amber masih tidak mau menatap mataku. Dia selalu mengalihkan pandangannya dariku.

“Key.. hubungan Kita sudah berakhir.. Lupakan aku..Aku tidak mencintaimu lagi Key. Aku mohon lupakan aku..”  Suara Amber terdengar samar-samar. Aku tidak bisa menerima apa yang di katakannya.. sampai kapanpun aku tidak akan bisa melupakan semua yang terjadi antara aku dan dia.

Aku menarik tubuhnya dan langsung ku peluk dan tidak akan ku biarkan dia melepasnya lagi.

“Aku tidak akan bisa melupakanmu Amber.. Tidak akan pernah. sampai aku mati…”

“tapi aku tidak mencintaimu lagi.. “ suara Amber semakin menipis. Aku tahu dia menangis. Dia berbohong pada dirinya sendiri.

Aku melepaskan pelukanku dan menatap Amber lurus, menggapai wajahnya agar dia menatapku, menatap mataku.

**

[Normal P.o.v]

“Katakan bahwa kau tidak mencintaiku lagi, Amber. Kau pasti berbohong!”

Key terus saja menatap Amber dengan serius. Berharap bahwa wanita yang dia cintai itu tidak mengatakan hal yang tidak ingin dia dengar lagi.

Airmata Amber menetes di jari Key. Ya, Amber menangis. Dia tidak kuat berhohong pada dirinya sendiri. Dia masih sangat mencintai Key. tapi dia takut pada orang-orang yang tidak bisa menerima hubungannya dengan Key.

Key mengusap airmata yang terlinang begitu saja dari mata Amber. Tiba-tiba Amber memeluk Key dengan erat dan suara tangisan terdengar dari bibir Amber.

“Aku mancintaimu Key…tapi aku takut.. “

“Apa yang kau takutkan ?” Key mengusap rambut Amber pelan.

“Semua orang tidak menerimaku.. aku memang tidak pantas untukmu Key.. aku bukan wanita yang sempurna..” isak tangis Amber semakin terdengar.

Key menatap Amber dengan kedua matanya yang tajam. Ia ingin meyakinkan amber bahwa yang di katakan Amber itu salah.

“dengarkan aku.. Semua wanita memang tidak sempurna.. tapi menurutku.. kau adalah wanita yang paling sempurna. Tidak yang lain.”

Amber hanya terdiam mendengarkan perkataan Key.

“Aku tidak perduli apa kata Eomma.. apa kata teman-temanku. Aku hanya perduli pada mu.. aku hanya perduli dengan hubungan Kita yang tidak boleh berakhir.”

Amber tersenyum mendengar semua pernyataan dari key sesungguhnya membuat dia bahagia. Membuat hatinya tenang.

Key merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang di dalamnya terdapat sebuah cincin indah.

“Would you marry me?” Key membuka tutup kotak itu dan memperlihatkannya pada Amber.

“I do..”

Key segera memasangkan sebuah cicin yang berlambangkan ‘K&A’ di jari manis Amber.

“I Love you Amber.. so Much..” Key memeluk Amber dan segera mencium bibir Amber dengan lembut.

**

“Eomma… Aku hanya mau Amber yang menjadi istriku.. bukan siapapun..”

Key berlutut di hadapan ibu nya yang selama ini menentangnya untuk menikah dengan Amber.

“Aku yakin Amber yang terbaik untukku.. “

Ibu key masih saja memandangi Amber yang kini ikut berlutut di samping Key. ia sadar bahwa anaknya memang sangat mencintai wanita bergaya laki-laki ini.

ibu key menghampiri Amber yang terus menunduk dan memeluk wanita itu. “Kalau memang Key sangat mencintaimu.. Eomma juga akan mencoba menerimamu apa adanya.”

Amber tidak menyangka apa yang terjadi padanya. ia tidak menyangka bahwa ibu Key akan menerimanya. Key tersenyum melihat ibu dan wanita yang dia sayangi bersama seperti itu.

**

[Key P.O.V]

Aku  menatap amber dari atas hingga bawah. dia sangat cantik. walau orang – orang menganggapnya aneh, dengan gaun putih yang di pakainya, tapi menurutku dia sangat cantik dan sempurna.

Aku memasangkan cincin di jari manisnya dan dia tersenyum sangat manis.

“I Love you Amber.. “ bisik-ku di telinganya. Dan aku mulai menciumnya dan suara tepukan tangan terdengar begitu meriah.

**

jangan pernah kau meninggalkanku..

karena sesungguhnya aku tidak bisa hidup tanpamu…

**

“key.. Selamat yah.. Aku tidak menyangka bahwa kau benar-benar jadi menikah dengan Amber..” Sahut jonghyun sambil mengucapkan selamat padaku dan amber atas pernikahan kami.

“Thanks.. jjong.. lalu bagaimana denganmu? apa kau akan menyusulku untuk menikah”

“ya.. Aku rasa.. Aku akan melanjutkan hubunganku yang sempat tertunda.”

“eh? maksudmu?”

Jonghyun menoleh kearah belakangnya dan kemudian Luna muncul dari baik Jonghyun sambil tersenyum

“Aku akan melanjutkan hubunganku dengan Luna.. dan kami akan segera menikah..”

Aku sangat senang mendengar kabar ini. Aku fikir Luna tidak akan murung lagi seperti kemarin. karena cintanya dan Jonghyun bersatu kemabali

 

FIN

___

Iklan

22 pemikiran pada “Please Don’t Go

  1. onew oppa kok gitu banget sih, cemburu ya? (abis.baca.ff.yang.cast.nya.onew.and.amber)
    ckckckckck……………….
    jadi iri ama luna………..

  2. Ah onew oppa ngiri tuh, coz vic omma nya breng ma khun oppa…ya kan…ya kan…*toel2 dubu
    atw jngn2 cemburu, cz key nya lbh suka amber..?#plakk, maaf onkey shipper
    syukur happy end, ntar nama amber jd amber kim ya…
    Key keren, tdk mudah berpindah ke lain hati…

  3. huaaaaaaaa… Hidupp KEYBER hidup KEYBER *lol kayak orng kampanye* XD

    DAEBAK chingu… I Like It..
    akhirnya KeyBer bersatu kekekeke 😀

    aku hanya setuju Key bersama amber… awas aja ampe ama yeoja lain aku gorok km key *d’tabok Key*

  4. ini adalah ff keyber ku yang pertama aku baca yeayyy ~~~ Horeee ~~
    Thanks chingu udah buat ff ini kekeke~
    Nemu keyber itu susah banget 😦

    Daniel siapa? kok menggangu amber gitu -_-

  5. Annyeong..
    wuah baru nemu link kamu gak sengaja hahah
    pertama lam kenal Author 😀
    walaupun aku jujur gak suka f(x) tp aku msh respect ama keyber haha sudahlah #abaikan
    masalah alur cerita, like it….key so sweet (?) tp msh tetep unik kekeke~
    akhirnya happy end xD
    oia btw, boleh kritik sdikit penulisan? menurutku ya jangan trllu byk tanda (…) boleh sih pakai itu sebagai tanda pikir sejenak, tapi jangan berlebih hehe, klo titik-titik di akhir sebelum tanda petik (“) semestinya empat titik (….)
    oia masih byk sih penulisannya yg kurang, tapi berjuang terus untuk nulis.. *soalnya saya juga msh byk kesalahan* cuma sedikit yg bisa saya bagi hehehe…
    hwaiting hwaiting…
    like ur ff…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s