[OneShot] Magic Love

Title : Magic Love

Author : Shinstarkey (@nanonadiaa)

cast :

  • Sulli Choi Jinri
  • Lee Taemin

Suport cast :

  • f(x) member
  • Onew Lee Jinki

Genre :Romance, Fantasy

Length : Oneshot

Rating : PG

Language : Indonesia

Disclaimer : Plot tentu punya aku.. Sulli punya Taemin, taemin punya Emaknya.

ps: FF ini terinspirasi dari sebuah komik tentang penyihir. tapi ceritanya gak ngikutin sama sekali. 

NOT FOR SILENT READER

____

Aku menarik nafas dalam dan  kembali menatap guru sihirku Mrs.Victoria yang terus saja berbicara tanpa henti kepadaku.

“Apa kau mendengarku, gadis nakal? Sudah berapa kali aku bilang bahwa keberadaan penyihir di bumi tidak boleh di ketahui manusia biasa!!” Sahut nya sambil menatapku dengan mata besarnya dan menunjukku dengan tongkat sihir yang di pegangnya. Aku hanya mengangguk pelan.

“Apa kau tidak ingat syarat melakukan ujian ini bagaimana? Tidak boleh ada satupun Manusia yang tahu akan kekuatanmu!!” Bentak Mrs. Victoria lagi padaku. Aish.. mengapa guru ini sangat galak, eh?

“Sudah-sudah.. jangan memarhi Sulli lagi.. “ Sebuah suara datang dari arah pintu masuk ruangan Mrs. Victoria. Terlihat Mr. Onew yang sudah berdiri disana sambil menatap kami. Ah untung saja Mr. Onew datang.. dia memang guru sihir paling baik, jauh berbeda dengan Mrs. Victoria yang sangat cerewet dan galak. Aku heran mengapa Mr. Onew mau dengan Mrs. Victoria.

“Sekarang kau kemabli ke kamarmu!! Dan lekas tidur!!”

~~

Hidup ini memang sangat membingungkan bagiku.. Untuk apa aku mempunyai kekuatan lebih kalau tidak di gunakan untuk membuat diriku senang, eh?

Ah, iya.. Aku Sulli.. Seorang penyihir pemula yang sedang mengikutan ujian Akhir penyihir ‘Menyamar sebagai manusia di bumi selama 1 tahun dengan syarat identitasku sebagai penyihir tidak boleh terbongkar’ ini sangat menyulitkan, bukan?

Apa lagi kehidupan dimensi bumi berbeda jauh dengan dimensiku. Kau harus menempuh jarak sekolah yang jauh dengan berjalan kaki naik sepeda atau paling cepat dengan mobil. Huh.. itu sangat melelahkan dan membuang waktu. Seandainya boleh menggunakan sapu terbang…

Dan Aku di bumi tidak sendiri. Ada temanku Krystal si cantik, Luna yang sangat perhatian, Amber yang sepertinya lebih pantas jadi laki-laki, dan Sepasang Suami istri yang menjabat sebagai guru sihirku. Mr.Onew dan Mrs.Victoria, mereka sudahku Angap sebagai orang tua kandungku.

Sesungguhnya Kami para penyihir adalah Manusia yang sudah meninggal dan dibawa ke dimensi lain, Jadi tentu saja kami berbeda dari manusia lainnya. Dan kami tidak akan bertambah tua sampai kapanpun, itulah khas dari seorang penyihir. Walau seperti ini kami masih membutuhkan makanan seperti manusia biasa.

~~

“Sulli-ah.. memang kau menggunakan sihirmu untuk apa?” Tanya Krystal sambil menyiapkan selimutnya untuk tidur.

“untuk mengerjakan tugas matematika di sekolah.. habis aku tidak mengerti sama sekali”

“eh? Kau!! Bodoh.. kau kan bisa minta ajarkan kami.. kalau yang lain tahu kau menggunakan sihir bagaiman!? Mengapa tidak minta ajarkan kami saja?” Suara Amber terdengar tiba-tiba. Ah terus saja menyalahkanku.

“Kalian sibuk dengan dunia masing-masing… seperti kau Amber! Kau sangat sibuk dan selalu menekuni dunia karatemu itu, dengan alasan waktu kau masih hidup kau sangat menyukai karate!!!” Jawabku agak menantang pada Amber sambil menunjukanya.

“Sudah.. sudah… sekarang kalian Tidur.. besok kita haru bangun pagi untuk sekolah, bukan?” Lerai Luna saat aku dan Amber mulai bertatapan dendam. Akhirnya kami menuruti apa kata Luna karena kami tidak mau kalau sampai Mrs.Victoria mengamuk.

~~

hari ini bukanlah hari pertamaku di sekolah manusia, Mungkin sudah 2 bulan aku disini. Untung saja belum ada satupun yang tahu identitasku, Krystal, Luna dan Amber. Kami menyamar sebagai murid sekolah tingkat tingkat Tinggi. Mrs.Victoria dan Mr.Onew juga ikut menyamar sebagai guru di sekolah ini, tentunya untuk mengawasi kami. Ah iya. Satu lagi yang perlu di jelaskan. Bahwa ada satu larangan lagi dalam menjalankan ujian ini. Dilarang Jatuh cinta pada Manusia di bumi. Ah baiklah.. lagian aku mana mungkin Jatuh cinta pada Manusia du bumi yang kelihatannya… payah.

~~

“Sulli!!!”

Aku menengok kearah belakangku dan melihat Jiyoung yang sedang tersenyum sambil menghampiriku. Dia temanku yang baru di sekolah menusia ini.

“Ya? Ada apa?” tanyaku bingung pada Jiyoung.

“Bisakah aku kerumahmu pulang sekolah ini?” Jiyoung menjejerkan tubuhnya agar berjalan sejajar denganku untuk menuju kantin. Eh? Ke rumahku. Sesungguhnya Rumah tempat aku dan Penyihir lain tinggal berada di dalam hutan. Dan rumah itu sangat di rahasiakan.

“uhm.. bagaimana yah? Aku rasa aku harus ada pelajaran tambahan dari di sekolah..“ Jawabku sedikit gugup karena aku berbohong. Aku tidak mungkin membawa jiyoung ke rumahku. Itu berbahaya, apa lagi kalau sampai Mr.Onew dan Mrs.Victoria tahu.

Jiyoung menundukan kepalanya “yasudah tidak apa-apa.. tapi apa boleh lain kali?”

Aku mengangguk pelan pada Jiyoung sambil tersenyum. Maaf Jiyoung, sampai kapanpun kau tidak bisa ke rumahku. Karena itu pasti membahayakan bagi aku dan penyihir yang lain.

~~

“Ya!! Sulli-ah!! Bagaimana aku bisa dapat nilai seperti ini!?” Omel Mrs.Victoria sambil memberikan selembar kertas yang terdapat gambar lingkarang merh di tengahnya. Ah, aku dapat nilai ‘0’.Aku hanya menundukan kepalaku. Mengapa sih aku sangat bodoh dalam pelajaran matematika.

Mrs.Victoria terlihat sangat marah denganku. Bukan hanya karena dia guru sihirku tapi karena dia adalah walikelasku di sekolah. Aduh bagaimana ini?

“Mrs.Victoria.. Sulli.. Kami pulang lebih dulu yah…. “ sahut krystal yang berada di depan pintu kelas dengan Luna dan Amber di belakangnya.

“Aku ikut!!” Aku segera mengambil tasku dan ingin berlari meninggalakan Mrs.Victoria untuk menghampiri yang lain. Tapi..

“Kalian duluan saja!! Sulli masih ada urusan!” Mrs.Victoria menarik bajuku hingga aku kembali berhadapan dengannya. Apa-apaan ini? Aku tidak boleh pualng?

“Ah baiklah.. kami duluan..” Aku menatap Krystal, Amber, dan Luna dengan tatapan kesal sampai mereka hilang dari pandanganku. Apa mau Mrs.Victoria ini sih? Mengpa aku tak boleh pulang?

“ya!! Mengapa aku tak boleh pulang!? Yang lain saja sudah boleh pulang!!” Keluhku sambil memajukan bibirku kesal.

“Aku sudah minta tolong Mr.Kyuhyun untuk mengajarkan matematika tambahan padamu…Jadi.. kau harus belajar disini sampai Sore!!”

“APAAAA?!!! AKU HARUS PULANG SORE?!!”

~~

Akhirnya aku bisa lepas dari pelajaran yang membingungkan itu. Aku yakin Mr.Kyuhyun pasti sudah setengah mati mengajarkanku Karena aku tidak bisa menyerap dengan baik apa yang di ajarkannya, tentu dia harus mengajarkanku berulang-ulang.

Aku menatap Jam tanganku yang sudah menunjukan pukul 6 sore. “Ah.. Sudah jam 6. Aku harus cepat pulang sebelum gelap…” gumamku. Mrs.Victoria dengan enaknya meninggalkanku di sekolah sendiri sehingga aku harus pulang sendirian di saat langit sudah mulai gelap ini. Huh guru sihir macam apa itu? Hanya karena ingin Kencan dengan Mr.Onew, ia sampai melupakan murid asuhannya ini.

Aku berjalan ke Pintu depan sekolah. Terlihat Jutaan Air berjatuhan dari langit. Huh hujan? Bagaimana aku pulang, eh? Rumah tempatku tinggal sangat jauh dari sekolah.. pasti kalau aku berjalan kaki akan membutuhkan waktu banyak, apa lagi pada waktu hujan ini.

Ku Lirik pergelangan tanganku yang terpasang gelang sihir. Gelang yang memiliki beberapa bandul berbentuk alat-alat sihir. Sepert tongkat sihir, sapu terbang, buku mantra dan beberapa alat sihir lainnya. Gelang ini akan berubah menjadi bentuk alat-alat sihir yang aku mau jika aku menyebutkan mantranya.

Terlintas satu ide yang cukup gila di otakku. Sambil menatap salah satu bandul berbentuk sapu terbang…

“Flight……”

~~

Aku terbang dengan sapu terbangku di balik awan yang seidikit gelap. Dengan seperti ini manusia tidak akan mungkin melihatku. Semoga saja Mr.Onew dan Mrs.Victoria tidak tahu apa yang aku lakukan.. kalau saja mereka sampai tahu bisa habis lah aku.

‘DUAAARRR’

Suara kilat yang sangat kecang membuat keseimbanganku tidak terkendali dan… AAAAAAAA……… Aku akan jatuh dari ketinggiaaaaann…

Bagaimana ini?!!! Aku akan mati.. Ah tidak mungkin, aku tak akan mati untuk kedua kalinya karena aku adalah penyihir. Tapi yang paling berbahaya adalah. Manusia dapat melihatku Terbang!!!

Aku menutup mataku sebelum aku mendarat di bumi. Walaupun aku tidak akan mati tapi aku dapat merasakan sakit ketika jatuh dari langit.

‘BRUKK’

Aku rasa aku menabrak sesuatu ketika aku mendarat. Eh? Menabrak?

“Ah!! Sakit!!” Suara seseorang terdengar di kupingku. Ah gawat!! Ada orang!!!. Segera ku buka mata dan terlihat sorang laki-laki telah menjadi alas bagi pendaratanku. Eh? Aku segera bangkit dari tubuhnya dengan rasa panik yang luar biasa. Habislah aku kalau sampai ia melihatku terbang.

Laki-laki itu mengangkat kepalanya dan menatapku dengan mata yang terbuka lebar. “ya!! Kau terbang!!!!” katanya sambil menunjukku denga jari telunjukanya.Matilah aku!! Dia melihatku terbang.

“A..Anu… Aduh.. Aku mohon Jangan beri tahu siapa-siapa kalau aku terbang. Kalau orang-orang sampai tahu, aku tidak akan lulus dalam ujian penyihir ini dan tidak akan boleh tinggal di bumi lagi….” Kataku dengan gugup. Aku tidak tahu apa lagi yang harus aku katakan padanya untuk tidak membei tahu orang-orang.

Laki-laki itu mengerutkan keningnya dan menatapku bingung. “uhm… Baiklah…” jawabnya sambil tersenyum manis. Aku menghela nafas lega ketika mendengar jawabannya itu. Ternyata laki-laki ini sangat baik.

“Tapi ada satu syarat…..” timpalnya lagi dan kini membuatku sedikit terkejut. Ada Syaratnya?

“A-apa Syaratnya?” tanyaku dengan gugup. Semoga saja Syaratnya tidak terlalu rumit.

Laki-laki itu kini menatapku dengan senyum yang di pancarkannya. “Kau Harus jadi Pacarku….”

“APA?! PACAR?!”

~~

Namanya Taemin. Laki-laki yang baru saja mengetahui semua identitas rahasiaku tadi sore. Dan sekarang statusku sudah menjadi pacarnya. Uh!! Maunya apa sih?! Mengapa harus jadi pacar seperti ini?!! Apa tidak ada Syarat yang lain untuk menutup mulutnya, Mungkin memberi uang padanya. Aku rela untuk memberikan uang saku-ku setiap hari padanya agar tidak membuka mulut. Tapi mengapa harus menjadi pacarnya. Baiklah, tidak usah di permasalahkan.. akan ku lakukan apa saja agar rahasia ini tidak terbongkar. Uhm.. Walaupun aku akui bahwa Taemin memang tidak buruk. Ia mempunyai senyum yang manis, dan wajah yang bisa di bilang tampan.

Aku tidak menceritakan pada siapa-siapa tentang kejadian yang aku alami. Termasuk pada Amber, Krystal dan Luna, Apa lagi Mr.Onew dan Mrs.Victoria, tidak akan aku memberi tahu mereka. Itu sama saja membuat hidupku Hancur.

~~

“Sulli.. bagaimana ulangan matematikamu tadi?” Tanya Mr.Onew ketika berpapasan denganku di lorong sekolah. Aku hanya tersenyum padanya. Aku memang tidak yakin dengan ulangan matematika ku itu. Karena soalnya sangat susah.

“ya begitulah… mungkin aku masih perlu banyak belajar lagi.” Jawabku padanya.

Terdengar suara langkah-langkah orang yang berlari di lorong kelas. Dan tiba-tiba seseorang memelukku. “hey.. tukang sihir!!!” sahut sebuah suara dan  seseorang yang yang tiba-tiba memelukku. Aku menoleh kearah belkangaku dan menemukan Taemin yang tersenyum dengan masih melingkarkan tangannya di pinggangku. Taemin?? Dia besekolah disini? B-bagaimana bisa?

Aku menatap taemin dengan tatapan kesal karena ia menyebutku dengan sebutan ‘tukang sihir’ di depan Mr.Onew. “Ya!!! Jangan pangil aku dengan sebutan itu!!!!” bisikku pada taemin. Dasar bodoh!. Taemin hanya tersenyum kearahku.

Aku menatap Mr.Onew yang masih saja memusatkan pandangannya pada aku dan Taemin.

“hheheehh.. Mr.Onew.. ini Taemin.. temanku..” Aku tersenyum paksa kearah Mr.Onew yang menatapku dengan tatapan curiga. Semoga ia percaya padaku.

Taemin membungkukan badannya 90 derajat kearah Mr.Onew. dan Mr. Onew hanya membalasnya dengan senyuman. Untung saja sepertinya Mr.Onew sudah tidak curiga lagi padaku.

“ yasudah Sulli.. sepertinya aku kemabali ke ruang guru dulu…” Mr.Onew berjalan meninggalkanku dan Taemin.

~~

“Ya!!! KAU!? Bagaimana bisa kau disini!?”  Aku menoleh pada taemin yang duduk persis di sebelahku sambil memakan roti yang ia pegang.

“Aku memang bersekolah disini…” Jawabnya enteng.

Aku mendesis pelan dan memakan bekal buatan Mrs.Victoria yang ada di genggaman tanganku. “ya!! Kau jangan memanggilku dengan sebutan itu lagi.. sudahku bilang jangan ada yang tahu hal ini selain kita berdua!!!”

“Baiklah… pacarku.. “ taemin merangkulku dan tersenyum. Uh! Kata-katanya itu membuat aku ingin muntah.

“ya! Kau!! Seenaknya saja!!”  Aku melepaskan rangkulan Taemin dengan paksa.

“Mengapa? kau kan pacarku.. atau kau mau aku memberi tahu orang-orang  tentang kau terbang itu.. tentang kau yang adalah seorang penyihir.. tentang kau yang memepunya sapu terbnag…….dan…….bla..bla..bla..” kata taemin panjang lebar.

Aku menatapnya dengan ngeri setelah mendengarkan semua perkataannya. Aiisshh!! Orang ini!!!

“Ah.. Jangan!!! Jangan bocorkan rahasia itu!!!” kataku panik.

“Kalau begitu.. kau harus siap jadi pacarku” kata Taemin. Ia tersenyum dan langsung memelukku.

~~

Kehidupanku di bumi bersama Taemin di mulai.. sebelumnya aku tidak pernah membayangkan akan berpacaran dengan Manusia, eh? Tertarik dengan manusia bumi saja tidak. Hanya karena mempertahankan rahasiaku. Tapi rasa-rasa itu muncul seiring jalan hidupku bersamanya. Aku benar-benar mencintainya… Mencintai manusia…..

Sudah 6 bulan aku berada di bumi ini dan sudah 4 bulan pula aku mengenal Taemin, bersama Taemin. Itu cukup membuatku untuk benar-benar menyukainya. Aku tidak perduli walau ia manusia bumi. Tapi.. Peraturan tetap peraturan. Bahwa aku tidak boleh Jatuh cinta pada Manusia… Aku harus membuang jauh-jauh perasaanku pada Taemin.

~~

“Sulli.. Bagaimana kalau kita pergi ke taman bermain pulang sekolah nanti?”

Aku menoleh pada Taemin yang sedang tersenyum manis sambil duduk di sampingku. “Uhm.. Boleh saja…”

Aku dapat melihat wajah Taemin yang berubah menjadi gembira setelah mendengar jawabanku. Aku tidak tahu bagaimana Wajahnya nanti ketika ia tahu bahwa sebenarnya kami tidak dapat bersama. Aku dan dia berbeda.

~~

Aku dan Taemin bermain semua permainan yang kami senangi. Membeli semua makanan manis dan memakannya bersama sampai-sampai aku harus melanggar peraturan dengan menggunakan sihir di tempat umum untuk membuat semua permainan di taman ini seperti milikku dan Taemin. Hanya kami berdua yang ada di sana. Tapi aku melakukan ini Untuk Taemin dan Hanya untuk Taemin.. Karena aku mencintainya…..

~~

“AAAAAAAA~~ Pemandangannya Indah sekaliiiii!!!!!!” Aku berteriak ketika melihat pemandangan kota pada malam hari dari atas Kincir raksasa yang aku gerakan sendiri dengan sihirku.

Taemin hanya tersenyum kearahku dan ikut memandang indahnya lampu-lampu yang bersinar warna-warni memenuhi kota.

Aku yakin ini adalah saat yang romantis bagi sepasang kekasih untuk berduaan. Mungkin mereka akan mengikat janji mereka pada saat-saat seperti ini. Janji untuk terus bersama selamanya. Mungkin tidak denganku.

“Sulli-ah.. “

Tiba-tiba saja Taemin menggengam tanganku, membuatku sedikit tersentak dan langsung menatapnya dengan bingung.

“uhm.. ada apa?”

“Aku mencintaimu… kau tahu.. lebih dari apapun… Apa kau mau berjanji untuk terus bersamaku?” Suara Taemin terdengar pelan dan tatapannya lurus ke arahku. Ternyata dugaanku benar, ia akan mengatakan ini.

Aku menundukan kepalaku. Sangat menyakitkan bila aku terus menatap Taemin. Aku juga mencintainya, tapi… mau bagaimanapun kami tetap tak bisa bersama. Aku penyihir, dan Taemin manusia..

“Taemin.. Aku tidak bisa…”

“Mengapa?” Wajah Taemin terlihat kaget mendengar perkataanku. Maaf taemin aku memang harus menjelaskan semua padamu.

“Kita berbeda.. dan keberadaanku di bumi hanya untuk sementara.. Aku tak bisa bersamamu….” Tak terasa airmtaku jatuh satu persatu membasahi pipi. Berat untuk mengatakan ini semua pada orang yang Aku cintai.. Aku memang tidak bisa menyalahkan kenyataan yang ada.. tidak bisa mengelak dari kenyataan.

Taemin mengangkat wajahku dengan kedua telapak tangannya yang berada di pipiku. Membuatku dapat menatap matanya.

“kau tidak perlu pikirkan itu.. kalau kau percaya pada Cinta, ia tak akan memisahkan kita, walaupun kita berbeda… walaupun kita jauh..” Taemin tersenyum sambil menghapus sisa-sisa airmata di ujung mataku.

Aku segera memeluk Taemin erat. Aku tidak pernah menyangka bahwa Taemin juga mencintaiku setulus ini. Aku fikir dia hanya main-main, mengingat apa yang terjadi saat kami pertama kali bertemu.

“Ya!! Taemin! Apa kau menyihirku? Kau membuatku terlalu mencintaimu… “ kataku sambil memukul pelan punggung taemin saat aku memeluknya. Aku memang merasa bahwa perasaan cintaku pada Taemin seperti sihir yang tiba-tiba saja muncul di antara kami.

“Hahahah… mungkin saja….” Taemin tertawa kecil sambil melepaskan pelukannya padaku. Aku yakin aku tidak akan pernah menyesal mencintai Taemin.. seperti kata Taemin… Aku harus percaya pada cinta. Cinta tidak akan memisahkanku dengannya.

~~

Aku berjalan sendiri menyelusuri hutan yang memang sedikit terlihat seram. Walau aku takut tapi mau bagaimana lagi, aku harus pulang sendiri. Aku tidak mungkin membiarkan Taemin mengantarku sampai rumah. Itu sama saja mencari masalah dengan Mr.Onew dan Mrs.Victoria. Aku hanya meminta Taemin untuk mengantarku sampai depan jalan menuju Hutan saja.

“uhm…” Aku menghela nafas sambil menatap rumah tua yang cukup besar yang akan terlihat bila ada penyihir di dalamnya. Bila kami semua sedang pergi, rumah ini akan menghilang seperti di telan bumi.

Ku buka pagarnya pelan. Huh tidak terbayang kalau sampai aku ketahuan karena pulang tengah malam seperti ini.

‘ssssrrkkkksskkkk’

Terdengar bunyi ricuh daun-daun dan ranting dari arah belakangku. Aku menoleh, disana hanya terlihat semak-semak dan sepertinya tidak ada apa-apa disana. Mungkin saja hanya binatang kecil yang megumpat disana. Aku kembali memusatkan perhatianku pada kegiatanku tadi. Aku membuka pagar yang tidak terlalu tinggi itu dan Hendak masuk kerumah.

“Sulli….”

Terdengar suara berbisik dan lagi-lagi dari arah belakangku. Suara itu memanggil namaku. Walau memang aku sangat takut. Tapi aku memberanikan diri untuk menoleh lagi kearah belakangku itu.

“Aaaaaaaaaaaa~” teriakku reflek ketika melihat sosok orang di belakangku yang wajahnya tidak kelihatan karena gelap.

Aku memejamkan mata sambil berteriak.tiba-tiba terasa seseorang membekap mulutku dengan tangannya. Aku kemabli membuka mata dan ternyata Taemin sudah berada di depanku dengan tangan yang menutup mulutku. Eh? Taemin!!!

“ssssshhhhhttttt…. Jangan berteriak!!” bisik Taemin sambil melepaskan tangannya dari mulutku.

“ya! Taemin.. mengapa kau mengikutiku? Sudahku bilang kau tidak boleh kesini?! Kalau ketahuan bagaimana?”

Taemin hanya tersenyum melihatku. Padahal aku sudah memasang wajah kesal kepadanya.

“Aku hanya ingin tahu di mana rumahmu…” Jawab Taemin enteng. huh dasar laki-laki ini. Selalu saja membuatku takut karena apa yang ia lakukan membawa dampak buruk padaku.

“kau tahu.. kalau sampai ketahuan.. itu sama saja kau membiarkanku untuk pulang lebih dulu ke dimensiku dan tidak bertemu denganmu lagi.. Aku tidak mau itu…”

Taemin menggenggam tanganku dan Tersenyum “Kau takut bila tidak bertemu denganku lagi, eh? “

Seketika wajahku memanas dan aku yakin pasti wajahku memerah saat ini. Aku segera menundukan kepalaku takut bila taemin melihat wajah merahku ini.

“YA!!! SULLI!!!”

Terdenger suara Teriakan dari arah Rumah. Oh tuhan.. Aku ketahuan. Aku segera menoleh kearah pintu rumah dan disana terlihat Mr.Onew yang sedang menatapku dengan tatapan amarah dengan tangan yang di taruh di pinggang.

“Apa yang kau lakukan? Kau melanggar semua peraturan, huh?”

Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya memandang Mr.Onew dengan dengan wajah takut. Inilah yang aku takutkan dari dulu. Dan sekarang semuanya terjadi. Hubunganku dengan Taemin di ketahui oleh Mr.Onew.

Mr.Onew memang termasuk guru yang sangat baik padaku. tapi ia akan sangat marah kalau ada yang melanggar peraturan. Dan saat ini akulah sasarannya.

“Maafkan aku Mr.Onew.. A-aku…” Aku memotong kalimatku karena tidak tahu harus berkata apa lagi padanya. Jujur aku sangat takut. Kalau sudah seperti ini aku akan segera di pulangkan ke dimensiku dan tidak lagi tinggal di bumi. Taemin hanya berdiri mematung di sebelahku.

“Sulli!!!” satu teriakan lagi datang dan tak salah lagi itu adalah teriakan dari Mrs.Victoria.

“Uhm!! Jadi selama ini kau sudah melanggar peraturah, Eh? Aku sudah mendengar semua kalakuanmu selama ini. Jangan fikir bahwa kami tidak mengawasimu sulli.. Kau sudah menggunakan sihir sesuka hatimu tanpa memikirkan peraturan yang berlaku” kata Mrs.Victoria panjang lebar.

Aku masih saja terdiam. Tiba-tiba Taemin mengangkat kepalanya dan menatap Mr.Onew dan Mrs.Victoria yang sedang diburu amarah.

“Jangan salahkan Sulli.. ini semua salahku… Aku mohon.”

“Hey anak muda… Apa kau hanya memanfaatkan Sulli untuk menggunakan sihirnya untukmu? Kau hanya mempermainkan Sulli? ” tanya Mr.Onew sinis pada Taemin.

“Taemin tidak seperti itu!.. ini semua kemauanku!! Dia juga tidak membocorkan hal apapun tentang kekuatan sihirku atau keluarga sihirku di bumi.. “ Aku membuka suara ketika Mr.Onew sudah menuduh taemin yang tidak-tidak. Aku tahu Taemin tidak seperti itu.

“Sulli!! Kau masuk!! “ perintah Mrs.Victoria padaku. Aku menggelengkan kepala dan menggandeng Tangan Taemin. Aku masih ingin bersama taemin.

“Aku tidak mau!!”

“SULLI!!!” Suara Mrs.Victoria kini semakin terdengar tinggi dengan tatapan marahnya. Aku mendang Taemin dengan ragu. Aku tidak mau berpisah dengannya.

“Masuklah…” Kata Taemin pelan.

Aku menggelengkan kepalaku. “tidak mau.. nanti kau bagaimana? Aku tidak mau berpisah denganmu…”

Taemin tersenyum kecil padaku. “Aku akan baik-baik saja.. “

Aku melangkah pelan menuju rumah. Aku berharap Mr.Onew dan Mrs.Victoria tidak melakukan apa-apa pada Taemin. ia sungguh tidak bersalah. Aku yang bersalah.

~~

“Sulli.. mengapa bisa jadi seperti ini? Bukan kah Mrs.Victoria sudah bilang bahwa jangan sampai kita jatuh cinta pada manusia..” krystal duduk tepat di hadapanku sambil menatapku dengan tatapan kasihan. Aku yang dari tadi masih saja menangis hanya menggelengkan kepala.

“itu karena sifatmu yang nakal.. sehingga bisa terjadi seperti ini.. kau selalu saja melanggar peraturan” Suara Amber yang terdngar menyebalkan itu terdengar. Ia memang selalu saja menyalahkanku.

“sudah Amber! Biarkan sulli dulu..” bentak Luna pada Amber.

“kau tahu.. Alasan mengapa kedua guru sihir kita itu melarang kita untuk mencintai manusia? Itu karena kita tidak mungkin bersama mereka, para manusia.. kita tidak selamanya di bumi.. kalau sudah terlanjur mencintai manusia itu akan berdampak buruk bagi kau dan juga manusia itu.. Akan menyakitkan juga jika kalian berpisah.. dan sekarang ini lah yang kau rasakan…” Luna mengelus punggungku.

“Aku harus bagaimana?.. Aku sudah terlanjur mencintainya…” Airmata masih saja keluar dari ujung mataku.

“kami tidak mengerti.. kalau saja penyihir bisa menyihir sesama penyihir.. mungkin yang kami lakukan adalah menghapus semua ingatanmu tentang manusia itu..” kata Krystal dengan nada lema

Tak lama Mrs.Victoria datang menghampiri kami. Dan menghela nafasnya setelah melihatku menangis.

“Apa yang kalian lakukan pada taemin?” Aku menata mrs.Victoria yang kini duduk disebelahku.

“Aku hanya menghapus semua ingatannya.. “ Jawabnya. “Besok kau akan kembali ke dimensi kita. Kau tidak dapat meneruskan kegiatanmu di bumi lagi..” lanjutnya sambil menatap iba kearahku.

Aku kembali menundukan kepalaku. Uhm.. Taemin mungkin sudah tidak mengingatku lagi… Taemin sudah melupakanku dan tidak akan pernah mengenalku lagi. Dan setelah ini kami pasti tidak akan bertemu lagi. Karena besok.. aku tidak akan berada lagi di bumi.

~~

5 tahun kemudian.

Aku memandang Langit-langit dari atas atap rumahku. Ini bukan di bumi. Melainkan di dimensiku sendiri. Dimensi para penyihir.

5 tahun memang sudah berlalu semenjak Aku mengenal Taemin. Semenjak hubungan kita terbongkar karena kesalahanku sendiri. Walaupun sudah begitu lama aku berpisah dengan Taemin. Tapi rasanya aku masih saja menaruh hati pada laki-laki yang sempat membuat hidupku begitu bahagia ketika tinggal di bumi.

“Sulli.. kau sudah di tunggu Mrs.Victoria di bawah…” teriak Amber dari dalam Rumah. Aku segera bangkit dan berhati-hati melangkah di atap rumah yang sedikit menyeramkan ini.

Amber, Luna dan Krystal sudah Lulus dalam ujian sihirnya. mereka sudah menjadi penyihir senior sekarang. Mereka tetap melanjutkan ujian di bumi walau aku harus kembali duluan ke dimensiku. Dan sekarang aku akan kembali mengikuti Ujian di bumi walau sendirian.

Aku tahu.. mungkin ada kesempatan untuk bertemu dengan Taemin lagi. Tapi percuma saja.. ia tidak mengenalku.

“ada apa? Apa kita akan menuju bumi sekarang?” Aku menghampiri Mrs.Victoria yang sedang memotong Ayam dengan pisau besarnya. Baiklah apa lagi kalau bukan sedang memasak makanan kesukaan Mr.onew.

“tidak.. mungkin besok.. aku hanya ingin memberi tahumu.. bahwa tidak hanya kau yang mengikuti ujian besok.. satu orang lagi.. bisa kah kau menemuinya dulu? Aku sedang sibuk.. kau bisa menjemputnya agar besok kita bisa segera menuju dimensi bumi..” Kata Mrs.Victoria sambil tetap fokus pada kegiatannya memotong ayam.

Aku hanya mengangguk. Huh mungkin sedikit tenang. Setidaknya aku akan mendapatkan teman baru yang sama-sama mengikuti ujian.

“Baiklah.. tinggal menunjukan rumahnya saja.. aku akan kesana… “

~~

Aku menatap ke bawah, melihat deretan rumah yang berjejer rapih. Dengan lihai aku mengendarai sapu terbang untuk menuju rumah teman baruku itu.

“uhm.. aku yakin rumahnya disitu” gumamku sambil menunjuk rumah besar berwarna biru muda yang terlihat sedikit unik.

Dengan kecepatan tinggi aku langsung mendarat menuju ruamh itu. Aku melihat ada seseorang yang tengah berdiri di depan rumah itu. Aku yakin pasti itu orang yang di maksud Victoria. Laki-laki kurus tinggi Itu.

“Hey!! Kau!!!” sapa ku dari atas sambil menunggu sapu terbang membawaku untuk menginjakkan kaki di tanah. Orang itu menoleh kearahku.

Apa aku tidak salah lihat? Di-dia… “Tae-Taemin?!!!” teriakku kaget dan hampir saja loncat dari sapu terbangku. Tapi karena ke-kagetanku itu membuat keseimbanganku terkecoh dan..

‘Bruk’

Aku terjatuh, bukan untuk pertama kalinya.. tapi.. Aku jatuh tepat di atas orang yang ku sangka Taemin itu. Apa benar dia Taemin? Tidak mungkin!! Taemin itu manusia.. dia tidak mungkin berada di dimensiku.. Atau Jangan-jangan Taemin baru saja Mati dan akhirnya ia jadi penyihir juga? Taemin tidak boleh Mati!!!!

Aku bangkit dari atas Tubuh itu dan mulai menatap siapa sebenarnya orang yang mirip Taemin itu. Orang itu menundukan kepalanya.

“Ahh.. sakit..” Keluhanya sambil memegang kepalanya. Tiba-tiba ia mengangkat kepalanya dan menatapku. Ya Tuhan!! Wajahnya benar-benar seperti Taemin!! Apa aku tidak salah lihat.

“Sulli!! Kau masih belum lancar menggunakan sapu terbang, eh?” ia menatapku dengan tatapan yang sedikit kesal. Eh? Dia mengenalku? Kalau begitu dia benar-benar Taemin!!!

“K-kau Taemin!!!?” Aku berteriak kencang kearahnya.

“Iyah., Aku Taemin..” Jawabnya singkat. Aku tidak dapat berfikir lagi, Aku langsung memeluknya. AKu tidak percaya dengan apa yang aku lihat.. Taemin berada di depanku, Taemin berada di dekatku. Apa ini nyata?

“Bagaimana bisa?!! Atau Jangan-jangan kau baru saja mati di bumi?”

Taemin tersenyum mendengar perkataanku. Ini memang dugaan awalku. Bahwa dia berada disini karena dia baru saja mati.

“Kau kaget melihatku,eh?”

Aku mengangguk dengan sangat yakinnya. Sungguh ini masih belum bisa aku percaya sama sekali. Taemin, manusia bumi  yang aku cintai itu berada di sini.. berada di dimensiku.. berada di dekatku sekarang.

“Aku juga penyihir sepertimu sulli.”

Aku cukup tercengang dengan kata-katanya. Dia penyihir? Mengapa tidak bilang padaku?!

“Kau penyihir?! Lantas mengapa waktu itu kau ada di bumi? Apa kau juga ikut ujian pada waktu itu? Mengapa kau mengaku sebagai manusia? Mangapa kau tidak bercerita padaku?! Padahal kau tahu bahwa aku juga penyihir. Mengapa kau masih mengingatku..? ingatanmu sudah di hapus oleh Mr.Onew dan Mrs.Victoria, bukan?” Aku memukul tangan Taemin pelan sambil memajukan bibirku karena kesal.

“Kau tahu sendiri bahwa penyihir tidak bisa disihir seperti yang guru sihir mu lakukan waktu itu padaku. Aku hanya berpura-pura lupa ingatan… dan soal keberadaanku di bumi.. Aku sedang mendapatkan hukuman dari ketua penyihir karena kenakalanku. Aku di utus untuk berada di bumi bertahun-tahun tanpa kekuatan sihir sama sekali, jelas aku seperti manusia biasa….” Jelas taemin panjang lebar. Tak terasa aku menitihkan airmataku.. Aku sangat merindukannya.

“Taemin!! Aku merindukanmu.. Aku fikir.. Aku tidak dapat bertemu denganmu lagi..“

“Aku juga.. Sudah lama sekali kita tidak bertemu.. Kau ingat.. kita di pertemukan lagi karena cinta. Karena kita percaya cinta..”

Aku mengangguk perlahan dan tetap memeluk Taemin. “Apa kau masih mencintai ku?” Tanya Taemin dan melepaskan pelukanku.

Aku tersenyum lebar dan mengangguk dengan yakinnya. “Aku masih sangat mencintaimu Taemin.. walau dulu aku fikir aku tidak akan bertemu denganmu lagi“

Taemin hanya tersenyum dan tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya padaku. Ah, apa ini first kiss ku? Aku memejamkan mataku dan merasakan Bibir Taemin yang mulai menyentuh bibirku.

Tiba-tiba aku teringat sesuatu. “ya!!! Aku harus menemui Teman yang akan menemaniku ujian sekarang…” kataku panik sambil beranjak dari hadapan Taemin.

“Aku rasa dia tinggal disini.. Apa kau melihat orang yang?” Gumamku sambil menatap rumah biru yang sekarang tepat di hadapanku.

“Aku melihatnya..” Jawab Taemin sambil tersenyum.

“dimana dia?”

“Ada disini…”

Aku menatap Taemin dengan heran. Ah.. Aku tahu maksudnya. “Kau?!!! Kau yang akan menikuti ujian bersamaku?” teriakku terkejut.

Taemin hanya menganggukan kepala sambil tersenyum manis padaku. Aku tidak menyangka sama sekali kalau ini benar-benat terjadi padaku.

Aku segera memeluk Taemin lagi. Dengan perasaan yang amat senang yang mungkin tidak aka nada habisnya.

FIN

___

Iklan

19 pemikiran pada “[OneShot] Magic Love

  1. waaahhh…
    ff-nya daebak!!
    Aq suka!!
    Kirain Taem itu manusia, trnyata dia juga penyihir!!! Huahh,, ending yg bagus!! Tp Vic eomma cerewet banget yah!! Lucu…

  2. ahhhay, seneng banget endingnya. hehehehe =D

    saya senyum-senyum sendiri, lho baca ff ini. bahasanya ringan dan nyaman. lucu. seneeeeeng bacanya. ya, ampun. baca fanfic ini bikin saya makin cinta sama TaeLli. ternyata Taemin juga penyihir, khohoho. untung mereka bisa bersatu lagi. happy ending deeeh~ =^,^=

    hehhehe. buat TaeLli lagi dong, eonni. ah, ya. sebelumnya, salam kenal ya =)
    fighting~

  3. ceritanya bagus…
    aq pernah baca komik sihir yg cerita kaya gini…
    ad beberapa yg sama…
    dri tentang ujian d bumi selama 1 thn, rumah d tengah hutan, gelang yg d pake suli, pemeran ceweknya ceritanya agak “babo”, trus ad pas yg nabrak manusia pas terbang, trus d suruh jaga rahasia, si cowok mw jaga rahasia tapi syaratnya sama kaya yg taemin bilang…
    tapi bagus kok ceritanya dri ending aq yakin author bikin sendiri…
    tapi keren bgt thor…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s