Bestfriend

 

BestFriend
YOU/Jin HyunJin/Jung Haewon
plot©Shinstarkey | characters. they belong to god and themselves
Oneshot|Romance, Angst, Friendsgip|PG|Indonesia


NOT FOR SILENT READER

__

Terlihat tiga orang anak berumur empat tahun duduk berjejer di banggu taman, memandangi langit yang sudah mulai terlihat orange. Salah satu di anatara mereka adalah seorang gadis kecil sedangkan di antara gadis kecil tersebut duduk dua anak laki-laki yag seakan sedang menjaga sang gadis kecil itu.

“ya! Jin.. _____ .. bagaimana kalau kita membuat berjanjian?” kata anak laki-laki yang berparas cantik.

Seketika gadis kecil itu menoleh pada anak laki-laki itu dengan wajah lugu nya. “maksudmu apa, haewon?” Tanya gadis kecil itu bingung.  Sedangkan anak laki-laki satunya hanya terdiam dan tidak begitu menanggapi perkataan Temannya.

“bagaimana kalau kita berjanji akan tetap bersama sapai kita dewasa nanti.. janji kalau pertemanan kita tidak akan pernah berakhir.. bagaimana?”

“ah.. itu sepertinya ide yang sangat bagus.. aku sangat setuju.. “ Jawab sang gadis kecil sangat antusias. “Menerutmu bagaimana Jin?”  gadis kecil itu pada anak laki-laki di sebelanya yang sampai sekarang masih saja terdiam.

“Aku? Hmmm.. terserah saja.. “ jawab anak laki-laki pendiam itu singkat.

“Ya! Jin! Kau ini.. tidak ada kata terserah!! Jawab iya atau tidak..” sahut anak laki-laki yang berparas cantik itu dengan nada Kesal sambil memukul pundak anak laki-laki satunya dengan pelan.

“ah.. baiklah.. aku berjanji..” kini anak laki-laki pendiam itu tersenyum. Membuat sang gadis kecil juga ikut merekahkan bibirnya dan menatap kedua teman baiknya itu.

“kalai begitu… mulai saat ini kita berjanji… tidak akan berpisah sampai kita dewasa nanti…” kata gadis kecil itu sangat riang. Membuat kedua anak laki-laki itu memeluknya.

__

14 tahun kemudian…

“ya! Jin!! Mau sampai kapan kau disitu terus? meminum cappuccino-mu dan membaca Koran disana.. hanya enak-enakan saja.. setidaknya kau membantu kami menyirami tanaman-tanaman ini..” teriak Haewon dari halaman rumah dengan guting rumput di tangannya sambil menatap Jin yang duduk di teras.

“Aku malas.. kalian saja.. kaliankansangat rajin..” Jawab Jin tanpa menoleh pada Haewon.

“Ya!! Jin!! Rasakan ini!!!” teriak seorang wanita pada Jin dan tiba-tiba satu semprotan air datang  kearahnya. Dan membuat baju Jin basah kuyup.

“hahahhahaha.. rasakan itu Jin.. kau itu pemalas sekali sih..” _____ tertawa puas sambil melihat hasil perbuatannya yang membuat baju Jin basah semua. Sedangkan Haewon yang berdiri di samping _____ hanya terkekeh geli melihat Jin.

“ya!! Kau!!” teriak Jin kesal sambil berlari mengejar _____ . ia tidak perduli lagi dengan bajunya yang basah. _____ berlari dan bersembunyi di belakang haewon dan seketika perang air yang sangat menyenangkanpun di mulai…

__

bertahun-tahun sudah mereka lewati bersama-sama bahkan tanpa disadari mereka menepati janji bodoh yang mereka ungkapkan waktu kecil dulu. Haewon dan Jin senantiasa menjaga gadis kecil yang sudah tumbuh dewasa menjadi wanita yang cantik. Kedua orang tua _____ sangat mempercayai Haewon dan Jin untuk menjaga putri sematawayangnya itu hingga mereka tumbuh dewasa.

__

“Ya!! Kau sedang masak apa?.. sepertinya sangat wangi..” Haewon yang menyadari kalau _____ sedang memasak di dapur kini berlari kearah dapur.

“hari ini aku membuat sup rumput laut untuk kalian.. bukankah kalian kangen dengan masakanku, eh?”

_____ memang sering sekali berkunjung ke rumah milik Haewon dan Jin. Bahkan rumah itu sudah ia anggap seperti rumah sendiri, kapan saja ia boleh menginap disana.

“hahaha. Kau tahu saja.. Apa kau melihat Jin? “ Haewon menerawang seisi ruangan hendak mencari orang yang dimaksudnya.

“Jin ada di teras.. huh.. aku bingung dengannya mengapa suka sekali menyendiri seperti itu.. “ Jawab ____ sambil terus mengaduk aduk sup nya itu.

“Ah.. baiklah.. aku ke teras dulu menemui Jin.. sekalian mengakanya untuk makan.. aku rasa perutku sudah tidak sabar lagi untuk menyantap sup buatanmu itu..” ucap dan Haewon mengusap-usap perutnya yang lapar sambil berjalan kearah teras.

__

“Ya!! Jin!!” sahut Haewon sambil duduk di sebelah Jin. Jin hanya menoleh sebentar pada sahabatnya itu dan kembali fokus pada Koran yang di pegangnya.

“ya!! Kau membaca Koran terush, huh? Seperti kakek-kakek saja..” sahut Haewon lagi untuk mengalihkan pandangan Jin pada Koran yang di pegangnya itu. Tapi perkataannya itu tidak berhasil. Jin hanya tersenyum dan tetap Fokus pada korannya itu.

“Ya! Kau mengacuhkanku, eh? Dasar orang aneh..” cela Haewon pada Jin.

Kini Haewon malah menatap _____  yang maish sibuk di dapur dari arah teras. “aku rasa gadis kecil teman kita yang sangat cengeng dulu kini sudah dewasa dan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.”

Perkataan Haewon itu kini mampu mengalihkan pandangan Jin dari korannya itu dan ikut menatap _____ yang berada di dalam rumah itu. Jin memang merasa bahwa yang di katakan Haewon itu benar.

“aku jadi merasa… jatuh cinta padanya…” ucap Haewon dan masih saja menatap _____ dengan penuh arti.

‘deg’

Apa yang dikatakan haewon itu sungguh? Jin menundukan kepalanya. tidak lagi menatap _____ ataupun menanggapi perkataan Haewon. Apa yang Haewon rasakan itu ternyata juga di rasakan olehnya. Mungkin sudah bertahun-tahun lamanya ia memendam perasaan yang ia anggap tak akan pernah terbalas. _____ mungkin hanya menganggapnya sebagai sahabat. Tidak lebih.

Sakit memang. Tapi ia tak pantas untuk bersedih. _____ bukanlah miliknya.. tentu siapa saja boleh menyukai _____ termasuk Haewon yang juga sahabatnya itu.

“Ya!! Jin.. kau melamun?” tegur Haewon yang menyadari perubahan pada wajah Jin.

“ah.. tidak.. ayo kita makan.. aku rasa _____ sudah menunggu kita.” Elak Jin yang langsung mengalihkan pertanyaan Haewon itu. Ia segera bangkit dari duduknya lalu menarik tangan Haewon agar ikut masuk bersamanya.

__

selalu berputar di otak Jin perkataan Haewon tadi. Tentang perasaannya yang di tujukan untuk _____. Ia fikir ia memang terlalu berlebihan. Haewon adalah sahabat nya dan apa salahnya jika Haewon menyukai _____. Tapi ia rasa hatinya kini belum bisa menyesuaikan keadaan itu. Jin, mau sampai kapan kau terus seperti ini?

“Jin.. kau tidak apa-apa? Mengapa kau pucat?” sebuah suara datang dari kanan Jin. _____ sudah berdisi disana dengan piama yang ia pinjam dari Haewon. Mala mini gadis itu menginap di rumah mereka.

“ah.. _____ kau mengagetkanku saja..” Jin memegang dadanya yang berdegup kencang. Sesungguhnya bukan karena kaget, tapi karena kehadiran _____ didekatnya.

Tiba-tiba gadis itu menyentuh kening Jin dengan telapak tangannya. Panas. Itulah yang dia rasakan “ Jin! Kau sakit!!!!” ucap _____ terkejut.

Jin memegang keningnya juga dan baru menyadari bahwa dirinya sakit.

“Aish!! Ini pasti karenaku!! Kalau saja aku tidak menyiramu” sesal _____ sambil memukul kepalanya sendiri. Jin segera menggenggam tangan ____ agar gadis itu tidak menyakiti dirinya sendiri hanya karena hal seperti ini.

“ya! Kau tidak usah memukuli diri sepert itu.. aku hanya sakit biasa.. hanya dengan tidur pasti juga segera sembuh”

“Ah.. baiklah kalau begitu sekarang kau tidur.. biar aku kompres kepalamu.. “ ____ segera berlari kearah dapur untuk mengambil wadah yang berisi air dingin.

__

“Ada apa dengan Jin? Dia sakit?” Tanya Haewon sambil menatap ____ mengompras Jin yang sudah tertidur lelap.

“uhm.. begitulah.. mungkin ia sakit karena tadi siang kita main Air..” jawab ____ dengan nada lemas. Gadis itu terus menatap Jin. Mengelus wajah jin dengan jemarinya.

Haewon tidak berkata apa-apa lagi. Yang dilakukannya sekarang hanyalah menatap wajah ____ yang semakin terlohat cantik dimatanya.

__

Jin menyusuri koridor sekolahnya sendirian. Tanpa Haewon dan ____. “kemana mereka? Mereka tidak ada di kelasnya masing-masing..” gumam Jin sambil tetap berjalan menyusuri koridor. “hmm.. mungkin saja mereka ada di kantin..” fikir Jin lagi dan kini ia segera berlari menuju Kantin.

Jin menoleh ke segala arah mencari orang-orang yang ia cari. Haewon dan ____. Matanya menangkap sosok kedua orang itu yang berada di sudut kantin yang sedikit tertutup. Sedang apa mereka?

Jin berusaha mendekat kearah kedua teman baiknya itu. Tapi karena sedikit penasaran dengan apa yang di bicarakan kedua temannya itu disana. Jin bermaksud mengumpat.

“____ ada yang ingin aku bicarakan denganmu?” terdengar suara yang tak salah lagi adalah suara Haewon. Haewon berdiri berhadapan dengan ____.

“ya? Apa yang mau kau bicarakan?” ____ menatap Haewon bingung. Ini bukan sifat Haewon seperti biasa. Haewon tidak pernah berbicara serius seperti ini.

“Aku manyukaimu… errr.. mau kau jadi pacarku?” ucap Haewon gugup.

‘deg’

Haewon Mengutarakan perasaannya pada ____? Kini hati Jin terasa tersayat-sayat. Nafasnya seketika terasa berat. Yang ia takutkan sejak kemarin pada akhirnya terjadi. Yang ia harapkan saat ini adalah jawaban ‘Tidak’ dari ____ untuk Haewon. Ini memang sangat Egois. Hatinya bimbang. Apa yang dia harus lakukan sekarang? Mendukung Haewon atau ingin menghancurkan perasaan Haewon? Haewon adalah sahabatnya. Semuanya itu terus berputar-putar di otak Jin.

Perhatiannya mulai terarah pada ____ . Menunggu sang gadis untuk menjawab ungkapan Haewon itu.

____ terdiam. Mungkin ia sangat bingung dengan  apa yang terjadi sekarang. Sahabatnya sendiri mengungkapkan cinta padanya, eh?

Walau sedikit ragu, ____ menganggukan kepalanya kearah Haewon. Memabuat senyum di antara kedua orang yang sedang berada di pojok kantin itu mengembang. Tapi lain hal dengan Jin yang merasa dunia tidak berpihak padanya. Merasa semuanya berjalan di luar dugaannya. Semua hal buruk yang ia pikirkan akhir-akhir ini menjadi kenyataan. Diaman ia harus bertepuk sebelah tangan.

Jin urungkan niatnya untuk menemui kedua sahabatnya itu yang mungkin sekarang sedang bahagia. Ia berjalan meninggalkan tempat perjikanya tadi. Berharap menjauh dari apa yang membuatnya sakit.

__

bayangan-banyangan indah mulai muncul satu persatu di otak laki-laki tinggi itu. Kejadian-kejadian menyenangkan yang terjadi sejak 15 tahun yang lalu. Dengan menggenggam sebuah gelas kopi kecil Jin berjalan menyusuri stasiun kereka bawah tanah. Sendiri.

Mungkin inilah saatnya ia harus berkorban lebih untuk membaut kedua sahabatnya itu bahagia. Ia harus menghilangkan rasa cintanya pada _____ jauh-jauh. Ia harus melupakan cinta itu. Ia harus bisa menerima dengan lapang semua yang terjadi hari ini maupun ke-esokan harinya. Menyakitkan memang. Tapi ini adalah satu-satunya cara agar persahabatan mereka tidak pecah. Dimana harus ada yang mengalah.

__

“Jin.. kau baru pulang? Habis dari mana saja? Mengapa pulang sekolah tadi kau tidak menemui kami?” sahut ____ dengan nada sedikit khawatir melihat Jin yang baru saja melangkahkan kaki di rumah.

“uhm.. aku ada keperluan mendadak.. maaf tidak memberi tahu kalian dulu..’” jawab Jin asal. Sesungguhnya ia pergi untung menenangkan dirinya terlebih dahulu.

“ah.. begitu yah..” Haewon menganggukan kepalanya dan kini tangannya merangkul ____. Ini bukan hal yang biasa. Dari dulu kebiasaan Haewon memang merangkul gadis itu. Tapi kini hal itu malah sedikit menimbulkan rasa sakit di hati Jin.

“Kau tahu.. eh? Aku sudah berhasil.. menatakan perasaanku pada ____. Hahah sekarang kami sudah menjadi sepasang kekasih..” ujar haewon riang.

“tapi walau seperti itu kita harus tetap besama-sama bertiga.. mau bagaimanapun kita tetap sahabat, bukan?” lanjut ____ dengan suara lembut.

Jin tersenyum senang. Ia sudah cukup bahagia melihat kedua sahabatnya ini tersenyum dan bahagia bersama. “Ah.. selamat.. semoga saja hubungan kalian lancar.. tapi ingat jangan pernah melupakan aku.. kalau tidak aku akan dendam selamanya pada kalian..” ucap jin sedikit bercanda. Haewon dan ____ hanya tertawa mendengar ucapan Jin itu.

__

“Jin kau benar-benar tidak ingin ikut?” Tanya ____ dengan nada khawatirnya. Gadis itu menatap Jin yang berdiri di teras sambil menatap kerarahnya dan haewon.

“tidak aku jaga rumah saja.. “ jawab Jin sambil tersenyum.

“baiklah.. jaga dirimu baik-baik Jin..” sahut Haewon sehabis memasukan barang-barangnya ke dalam mobil.

“hey! Harusnya aku yang berkata itu pada kalian.. “ protes Jin sambil terus menatap Haewon dan ____ memasuki mobil. Sambil mengulurkan tangannya dan mengucapkan berbagai kalimat perpisahan ia menatap mobil Haewon yang lama kelamaan telah menjauh dari pandangannya.

__

Jin memusatkan perhatiannya pada TV yang berada di depannya, ini memang sudah terlewat malam untuk seseorang masih membuka matanya tapi kini Jin tak bisa tidur.

Ia menatap TV nya itu yang sekarang menyiarkan berita-berita terkini seputar kota-kota dikoreaselatan ini.

‘Sebuah Mobil Pribadi terperosok ke Jurang setelah tertabrak sebuah Truk berbuatan berat. Diduga kecelakaan ini di sebabkan Rem Truk yang tidak befungsi lagi. Kejadian  ini menewaskan satu orang pengemudi dan satu orang lain nya di kabarkan kritis——‘

Jin diam terpaku dengan berita tersebut. Jantungnya berdegup kencang. Kini mulai berputar kembali ingatan-ingatan Jin tentang kedua temannya yang baru saja pergi menggunakan mobil yang sama dengan gambaran di TV itu.

“____, Haewon..”

__

‘braaakk’

Pintu rumah sakit itu terbuka lebar. Jin tergesah-gesah berlari menyusuri lorong rumah sakit. Tidak perduli ia harus menabrak beberapa orang yang sedang berlalulalang. Yang penting ia segera sampai di sebuah ruangan yang ia tuju.

Dua pasang suami istri telah berdiri di depan sebuah ruang. Ya, itu adalah orang tua Haewon dan _____.

‘Bagaimana Keadaan haewon dan _____??” sahut Jin di hadapan kedua pasangan suami istri tersebut.

“Haewon tidak dapat diselamatkan lagi…. Dia sudah tiada Jin.. “ Ibu dari Haewon memeluk Jin erat. Jin memang sudah di anggap sebagai anaknya sendiri,, seperti sodara kandung dari Haewon.

Jin tak bisa berkata apa-apa lagi.. satu sahabatnya kini sudah pergi,, sahabat yang sempat ia benci hanya karena cinta semata.. sahabat yang selalu saja riang di depannya.

Air mata kesedihan itu tidak bisa Jin bendung lagi. Ia tahu ia adalah laki-laki. Kata orang laki-laki tidak boleh menangis.. tapi untuk saat seperti ini Jin tidak bisa menahannya lagi.

“kau temui _____ di dalam.. ia kritis.. “

Jin menoleh kerah pintu sebuah ruangan di depannya. Dan kini berjalan kearah pintu itu. membukanya pelan sehingga terlihat satu tubuh terbaring disana dengan alat-alat yang terpasang di seluruh tubuhnya.

_____ terbaring lemas tidak sadarkan diri disana. Hanya menunggu keajaiban saja untuk bisa membuatnya bangun dan sembuh. Hidupnya sudah di ujung tanduk. Bahkan dokter sempat berkata bahwa gadis itu sulit untuk di selamatkan.

Jin menggenggam tangan gadis itu. ia genggam erat sambil menatap wajah polos yang peduh dengan luka itu.

“_____ sadarlah.. aku disini.. aku mohon sadarlah..” sahut Jin. Ia masih sangat berharap kalau _____ dapat sadar. Ia belum siap kalau harus kehilangan sahabat terdekatnya lagi.

Jin menundukan kepalanya. Menyembunyika wajah yang penuh dengan airmata itu sambil tetap menggenggam tangan ____.

Tak di sangka.. tangan itu bergerak. Tangan yang ada di genggaman Jin bergerak membuat Jin tersentak dan segera menatap gadis di hadapannya itu.

____ membuka matanya perlahan. “Jin..” sahutnya dengan suara yang terdengar serak. Jin tersenyum senang ketika mengetahui sahabatnya sudah sadar.

“Ya.. aku disini _____” Jin tetap menggenggam tangan _____. Ia eratkan genggaman tangan itu.

“A-aku..  ing-in me-nga-tah-kan se-suatu pa-damu..” ucap ____ dengan kata-kata yang sepertinya sulit untuk ia ucapkan.

“katakanlah.. “

“A-aku minta maaf karena tidak pernah terus terang denganmu.. sebenarnya.. A-aku menyukaimu… lebih dari aku menyukai Haewon…”

Jin cukup tercengang dengan apa yang baru saja ia dengar.

“jaga dirimu baik-baik… Jin… Aku dan haewon akan selalu menjagamu dari sana…” ucap _____ lagi dan sukses membuat Jin panik. Apa maksud perkataan _____??

tiba-tiba saja mata _____ terpejam dan

‘piiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip’

suara mesin pengukur detak jantungpun berbunyi. menandakan bahwa sahabat Jin kini telah pergi untuk selama-lamanya……

END

Iklan

2 pemikiran pada “Bestfriend

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s