I’m Here – Chapter [1/2]

Title : I’m here

Chapter : Chapter [1/2]

Author : Shinstarkey (@nanonadiaa)

Main Cast :

  • Onew Lee Jinki
  • Victoria Song Qian

Suport Cast:

  • Nichkhun Horvejkul
  • Key Kim Kibum

Genre : Romance

Length : Chaptered

Rating : PG

Language : Indonesia

Previous : Prolog

Disclaimer : Plot tentu punya aku.. yang lain milik tuhan.

ps: Mohon Maaf pada Semua yang suka Nichkhun.. karena di FF ini di buat jahat. sungguh itu bukan keinginan Author (lagian Author juga suka Nichkhun ga mungkin bikin ini karena dendam sama nihckhun) tantu ini hanya cerita semata. jangan di masukan dalam hati.. tapi tentu author bikin ff ini dengan sepenuh hati 😀

NOT FOR SILENT READER!!!

Chapter [1/2]

Jinki  P.O.V

“bukan kah itu bagus? Kau bisa langsung mengejarnya bukan?” kata Key sambil memasukan cheese stick kedalam mulutnya.

“aku tahu itu.. tapi itu tidak mudah.. aku rasa dia masih sangat menyukai Nichkhun..” kataku sambil menatap kearah kerumunan orang di meja sebelah. disana ada Victoria, wanita yang sudah lama aku sukai.

“kau harus merebut hatinya! Payah!” key menghentakkan tangannya kedepan wajahku, membuatku menatapnya. Sebenarnya aku tidak yakin dengan perkataan Key, habis semua orang tahu bahwa Nichkhun dan Victoria itu pasangan yang serasi, aku yakin aku tidak bisa menggantikan Nichkhun di hati wanita itu. Aku tidak ada apa-apanya di banding Nichkhun.

“Aku tidak tahu key.. “ kataku sambil menundukan kepala.

“Aissh! Kau coba saja dulu, apa salahnya bukan?” key semakin meyakinkanku. Aku hanya terdiam tidak menjawab perkataan Key tadi. “kau telalu lama berfikir.. sudah yah aku ada Janji dengan Amber.. bye Jinki-ah.. “ lanjut key sambil menepuk bahuku dan tak lama dia sudah berjalan pergi meningalkanku.

Aku terus menatap ke-arah Victoria yang aku tahu sekali bahwa wajahnya kini sedang memancarkan ekspresi murung dan sedih yang tak salah lagi bahwa ini di sebabkan kerena dia baru saja mengakhiri hubungannya dengan Nichkhun.

Victoria dan Nichkhun memang sudah di kenal seluruh kampus sebagai pasangan terserasi. Aku juga tidak pungkiri itu, tapi sejujurnya aku sakit hati dan cemburu. Aku sudah menyukai Victoria sejak SMA, dimana aku berada satu sekolah dengannya. Tapi dia seakan tidak pernah menatapku, aku yakin bahwa dia pasti tidak tahu bahwa aku ini teman SMA nya.

**

Aku berjalan kearah halte Bus yang kini sepertinya sudah sepi dengan penumpang. Jam kuliahku kini sudah selesai dan kini aku bersiap pulang, bukan ke Apartement yang ku sewa di dekat kampus. tapi Kali ini aku ingin pulang ke rumah orang tuaku di desa, sudah lama aku tidak melihat pemandangan desa yang sangat indah disana, berhubung mulai besok akan ada libur panjang.

Seorang wanita telah duduk sendirian di halte bus depan kampusku. Eh? Bukankah itu Victoria? Aku mendakti wanita itu perlahan dan benar dugaanku, itu adalah Victoria yang sedang terduduk diam dengan mata yang sembab.

Apa yang harus aku lakukan, eh? Aku tidak pernah berkomunikasi dengan Victoria. Bahkan untuk menyapanya saja aku tidak pernah. Tapi aku tidak mungkin membiarkan dia menangis, bukan? Ku tegur perlahan.

“hey.. “ sapaku pelan. Victoria menoleh kearahku sedikit tanpa merespon apa-apa. “kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa.. “ Victoria menghapus airmatanya dan tersenyum sedikit kearahku, walau sebenarnya senyum itu tidak ada. Hanya di paksakan saja.

“uhm.. “ Aku bingung mau berkata apa lagi padanya seakan bibir ini membisu seketika. Ada dua perasaan yang aku rasakan sekarang yang pertama aku senang karena bisa berbicara dengan Victoria, yang kedua adalah perasaan sedih saat mengetahui Victoria menangis. Aku duduk di sebelahnya sambil menunggu bus-ku datang

“kau Lee Jinki, bukan? Teman satu SMA-ku?” kata Victoria tiba-tiba, memecahkan keheningan di antara kami.

Jujur aku tidak menyangka bahwa Victoria mengetahui namaku dan mengingatku. “Ah, iya.. Aku Jinki,. Bagaimana kau bisa mengenaliku?”

“siapa yang tidak kenal dengan Manusia yang ber-otak brilian sepertimu, terpintar di sekolah, eh?” Terlintas senyum di bibirnya. Aku tahu kini dia terpaksa tersenyum di hadapanku untuk menutupi sedih dalam dirinya.

“Mengapa kau sendirian?” kini aku mulai berani untuk membuka suara dan memulai percakapan dengan Victoria.

“Hanya tidak ada teman.” Jawabnya singkat dan kini menundukan kepalanya. Wajahnya kembali terlihat sedih.

Aku tidak membalas perkataannya dan kini hanya terpaku pada wajah sedih Victoria yang membuat hatiku sakit juga. Aku tidak mau dia selalu menangis. Selalu bersedih. Hanya karena Nichkhun? Laki-laki yang memang terkenal Playboy itu, huh?

Tak lama Bus yang dari tadi-ku tunggu sudah datang dan berhenti tepat di depanku. Aku menatap Victoria yang kini masih tertunduk.

“Victoria, Aku duluan ya, kau tidak apa-apa kalau aku tinggal?”

Tidak ada tanggapan darinya. Mungkin dia memang masih sedih dengan keadaannya sekarang. Aku berhendak meninggalakan posisiku di sampingnya dan kini berjalan ke arah bus. Tiba-tiba saja aku merasaan genggaman tangan yang kini menggenggam tanganku. Aku menoleh dan kini dapat melihat Victoria yang berada tepat di sampingku dan menggenggam tanganku erat.

“Boleh aku ikut denganmu?”

**

Seandainya kau tahu, aku sangat sakit melihatmu menangis seperti ini. Seandainya aku bisa, aku tidak akan membiarkan kau menangis dan bersedih seperti ini…..

**

“eomma.. kenalkan ini Victoria, teman sekampusku…” kataku sambil memperkenalkan Victoria di hadapan eomma. Victoria tersenyum manis kearah Ummaku.

Aku memang sangat tidak yakin dengan tindakanku sekarang. Membawa Victoria ke rumah orang tua-ku di desa. Tidak seharusnya aku membiarkannya ikut denganku tapi mau bagaimana lagi, dia sendiri yang mau ikut denganku.

“Annyeong Haseyo.. “ Victoria membungkukan tubuhnya pada eommaku. Eomma menghampiri Victoria dan tersenyum.

“aigoo.. Cantik sekali.. Tidak biasanya kau mengajak teman perempuan ke rumah Eomma?” Umma menatapku sambil mengelus rambut halus Victoria.

“Victoria membutuhkan tempat yang sesuai untuk mengerjakan tugasnya dan aku rasa desa in cocok untuk menjadi bahan untuk tema Tugasnya. Apa Victoria boleh menginap disini? “ Aku tersenyum kikuk pada Eomma karena tidak yakin dengan perkataanku sendiri. Kalau bukan dengan cara berbohong seperti ini aku tidak yakin eomma akan mengijinkannya menginap.

“tentu saja.. Anggap saja Ini rumah sendiri” Umma tersenyum ramah pada Victoria sedangkan Victoria tetap terdiam dengan sedikit senyum yang di paksakan.

**

“Kau bisa menggunakan kamarku.. biar aku tidur di luar.. kau boleh menggunakan semua barang-barang disini.. tenang saja..” Aku membuka pintu sebuah kamar yang dulunya adalah kamarku di masa kacil.

Victoria mengangguk perlahan dan berjalan kedalam kamar yang masih tertata rapih mainan dan barang-barangku semasa kecil.

“Hahaha.. maaf kalau kamar ini memang sungguh kekanak-kanakan, karena Eomma tidak mau membenahkan barang-barang masa kecilku… jadi tetap seperti ini..” Aku tersenyum malu dan menggaruk kepalaku yang sesungguhnya tidak gatal.

Victoria tersenyum dan kembali melihat kesekeliling. Aku rasa dia butuh waktu sendiri. Mungkin sebaiknya aku tinggalakan dia.

“Baiklah.. aku rasa aku akan membantu Eomma dulu di luar.. aku tinggal, oke?”

Aku mulai membalikan badan dan hendak keluar kamar, membiarkan Victoria menenangkan diri dulu disana.

“Jinki.. “

“ya?” Segera ku balikan badan ketika suara Victoria memanggilku. Aku menatapnya yang kini tersenyum manis kearahku. Membuat jantungku berdegup jauh lebih kencang.

“Terimakasih banyak.. “

Aku terpaku dengan senyum nya itu. Senyum yang benar-benar di tujukan untukku, eh? Seperti Mimpi. Aku mengangguk padanya perlahan dan kini malah membuat sekujur tubuhku kaku karena rasa berdebar yang mengusaiku.

**

“Aku Mohon! Jangan ganggu aku lagi, Nichkhun!! Aku tidak butuh kau lagi!!”

Suara itu terdengar dari balik pintu kamarku yang sekarang tengah di tempati oleh Victoria, gadis yang tidak ku sangka sekarang berada dekat denganku. Nada suara yang terdengar kini adalah Amarah dan sesekali terdengar nama ‘nichkhun’ di sebutnya.

Tak lama suara amarah itu berhenti dan kini berganti dengan suara isak tangis dari dalam sana. Apa yang terjadi dengan Victoria? Apa dia menagis karena Nichkhun?

Perlahan aku coba mendekati pintu kamarnya. bukan bermaksud menguping, tapi aku hanya ingin memastikan bahwa ia baik-baik saja. Aku mengangkat tanganku dan hendak mengetuk pintu kamarnya.

‘clek’

Belum sempat ku ketuk, pintu itu kini sudah terbuka lebar dengan Victoria yang kini berdiri tepat di depanku. Aku segera menyembunyikan tanganku di balik punggung yang tadi terangkat. rasa malu kini hadir ketika aku menatapnya.

“ada apa, Jinki?” Tanya Victoria sambil menghapus airmata yang masih membekas di wajahnya.

“uhm.. maaf.. a-aku hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja.. “ kataku gugup.

Victoria tersenyum perlahan kearahku. “terimakasih… uhm.. aku ingin keluar sebentar. Mungkin hanya ingin melihat keadaan malam disini.. boleh kan?”

“tentu saja.. tapi jangan terlalu jauh.. aku hanya takut kau tersesat.” Kataku dengan nada khawatir.

“iya, tenang saja..”

Victoria kini berjalan melewatiku dan langsung saja pergi keluar. Aku memperhatikannya dari belakang sampai sosoknya hilang dari pandanganku dan baru aku sadari bahwa dia tidak memakai baju hangat sedangkan di luar ketika malam pasti sangat dingin. Aku rasa aku harus menyusulnya dan membawakan jaket, aku tidak mau kalau dia sampai sakit.

**

Victoria P.O.V

Angin malam yang terasa sangat dingin kini dengan mudah menerpa tubuhku. Aku memang tidak memakai baju hangat atau semacamnya untuk menghangatkan tubuh, karena aku memang tidak ada persiapan untuk ketempat seperti ini. Walaupun sedikit menyiksa dengan keadaan dingin seperti ini tapi hatiku lebih terasa tersiksa.

Aku menatap hamparah danau yang membentang luas di depanku. Danau yang terlihat begitu gelap karena tidak ada cahayapun yang meneranginya, termasuk bulan yang sepertinya tidak muncul pada malam ini. Rasanya sepi tapi mungkin suasana ini lebih baik untukku.

Aku menatap layar poselku dan di sana tertuliskan ‘5 Miss call’ dan aku tahu pasti itu dari Nichkhun. Laki-laki yang sukses menjebakku di dalam adegan percintaannya, Laki-laki yang berhasil membuatku masuk lebih jauh kedalam semua kebohongan ini. Hatiku sakit. Hatiku perih, hanya karena seorang laki-laki brengsek yang sudah terlanjur aku cintai. Sakit…

Terlintas semua kenangan manis yang pernah aku lewatkan dengannya. Rasanya ingin ku buang jauh-jauh kenangan itu, tapi aku tidak tahu bagaimana aku bisa melupakan semua itu. Airmata kini telah bebas berjatuhan ke pipiku. Mau sampai kapan aku menangisi hal ini, menangisi kau Nichkhun!

Ku penjamkan mataku merasakan angin malam yang menerpa wajahku. Aku berusaha menghapus semua tangisku bersama angin yang terus berhembus. Rasa dingin kini membuat tubuhku kaku untuk bergerak. Ku peluk erat lututku agar terasa lebih hangat.

Aku merasakan sesuatu yang hangat menyelimuti tubuhku yang sudah sepenuhnya kedinginan. uhm? Apa ini?

aku segera mengagkat kepalaku dan menoleh kearah sesuatu yang membuatku sedikit hangat.

Uhm? Sebuah jaket. Ya, sebuah jaket yang kini berada di atas tubuhku. Ku tengok kearah atas dan kini ku temukan sebuah wajah yang kini tengah tersenyum kearahku.

Ah, Jinki.. laki-laki baik itu. dia membawakan Jaket untukku, eh?

“ternyata kau ke tempat ini..” gumamnya. Aku terus memperhatikannya. Pandangannya lurus kearah danau yang gelap itu.

“Maaf aku tidak bermaksud mengikutimu.. tapi aku tidak tega melihatmu tidak pakai jaket di cuaca dingin seperti ini.. “

Aku tersenyum dan mengeratkan jaket yang kini membungkus diriku. Terasa jauh lebih hangat.

“Aku rasa kau masih ingin sendiri.. sebaiknya aku pergi, uhm…” timpalnya lagi dan siap untuk melangkah pergi, tapi sebelum ia melakukan itu segera ku raih tangannya.

“Tidak apa-apa kau disini saja.. sepertinya aku butuh teman.. “  Jinki menoleh kearahku dan tersenyum ramah. Dia mebalikan tubuhnya dan kini duduk di sebelahku sambil memandang kearah danau lagi.

“baiklah.. aku akan menemanimu..”

“terimakasih.. “

Jinki.. Entah kapan aku mengenal laki-laki ini. Ia memang teman semasa sekolahku. Tapi jujur aku tidak mengenalnya. Bahkan aku tidak tahu bahwa ia masuk ke universitas yang sama denganku. Kami tidak saling kenal, aku hanya tahu bahwa dia adalah murid terpintar ketika di sekolah. Aku tidak mengerti mengapa dia begitu baik padaku, bahkan dia sampai membolehkanku untuk ikut bersamanya. Ia memang orang yang sangat baik.

“boleh aku bertanya sesuatu?” terdengar suara Jinki yang memecahkan keheningan di antara kami.

“tentu” Aku mengangkat wajahku dan kini menatap Jinki.

“kau sedang memepunyai masalah?”

Aku menundukan kepalaku dan tidak lagi menatapnya, ini memang pertanyaan yang wajar darinya. Karena Jinki tahu perubahan sikap dan ekspresi wajahku. Apa aku harus bercerita padanya?

“uhm.. sepertinya..” kataku singkat, aku memeluk lututku dan membenamkan wajahku disana. Mungkin menahan tangis yang kapan saja bisa hadir karena bayangan Nichkhun mulai terlintas lagi di otakku.

“Apa ini karena Nichkhun?”

Pertanyaan Jinki  membuatku menoleh lagi kearahnya. Ia bisa menebaknya, eh?

“darimana kau tau?” aku mengangkat kepalaku dan segera menatap Jinki lekat. Bagaimana dia bisa tahu?

“siapa yang tidak tahu berita yang sangat membuat heboh satu kampus..” katanya lagi dan tersenyum. Ah dia benar, semua orang tahu bahwa aku sudah putus dengan Nichkhun.Aku menundukan kepalaku dan sedikit tersenyum kecut.

“uhm, kau benar, semua orang pasti tahu tentang berita ini..”

“kau masih mencintainya?” tanya Jinki lagi. Aku tidak merespon sesuatu pada Jinki Hanya terdiam. Aku memang tidak punya jawaban yang pasti untuk itu. Aku tidak tahu apa rasa cinta-ku ini masih ada atau tidak untuk laki-laki bodoh itu.

Suara hela-an Nafas dari Jinki terdenger seiring angin yang berhembus kearah kami. Mungkin Jinki sudah mulai bosan menemaniku. Tapi aku tidak ingin sendiri disini. Aku butuh teman.

“Kau bosan ya? Maaf kalau merepotkan…” kataku memecahkan suasana hening di antara kami.

“tidak.. santai saja.. aku siap menemanimu..” sahutnya sambil tersenyum. Entah apa yang aku pikirkan. Aku ingin sekali bercerita semua pada Jinki. Walau sesungguhnya kami baru bertemu, tapi Aku sudah merasa nyaman dengannya.

“Nichkhun… Dia laki-laki brangsek. Dia mempermainkanku..”

“Apa yang dia lakukan padamu?” Jinki kini serius menatapku sepertinya menunggu Aku melanjutkan ceritaku ini…

-Flashback-

“ya! Nichkhun!! Ayo angkat telponku!!” gumamku sendiri sambil mengutak atik ponselku. Kemana Nichkhun? Mengapa dia mengikari janji? Dia bilang dia ingin menjemputku.

Aku mendesis pelan, masih dengan menatap ponselku sambil berjalan menuju tempat biasa Nichkhun dan teman-temannya yang famous itu berkumpul. Ah tentu saja Nichkhun memang pria yang paling terkenal di kampus. Mungkin aku adalah wanita yang paling beruntung karena sekarang aku adalah kekasih Nichkhun.

“ya.. ya.. Nichkhun.. apa kau tidak menemui kekasihmu itu? Mungkin dia sudah berharap kau akan mengantarnya pulang.. hahahahaha”

terdengar suara orang-orang yang berada di sebuah ruangan yang di gunakan Nickhun dan tememannya berkumpul itu. Nichkhun ada disana?

“wanita bodoh itu sepertinya sangat mengharapkanmu.. ahahaha andai dia tau kau hanya mempermainkannya saja..” terdengar suara lagi dari sana. Wanita bodoh? Apa maksud mereka itu adalah aku?

 

TO BE CONTINUED~

_____

Maaf banget kalo ada kata-kata yang salah..

tadinya ini mau aku bikin Oneshot tapi ternyata kepanjangan jadi aku pisah aja deh jadi 2 Chapter…. sekali lagi maaf bagi fans Nichkhun dan juga Khuntoria yah ^^ MAAF BANGET!!

yang ada di otakku emang ide bginian jadi yah begini deh hasilnya -,-

so pasti yang baca harus KOMEN!!

jangan lupa LIKE nya yah ^^

MAKASIH SEMUA!!

Iklan

14 pemikiran pada “I’m Here – Chapter [1/2]

  1. Wooooooo~~~ Nichkhun mainin Victoria -___-
    Udah Vic sama Onew ajaaaaa 😀 Jangan sama Nichkhun *maapin khuntoria ship* soalnya saya bukan Khuntoria ship, tapi suka sama Nichkhun.

    Unnieeee akhirnya ini ada juga FF nyaa 😀

  2. Bagus ceritanya..hehe
    Bahasanya lembut sama alurnya ketata rapi..
    Eonnii ajarin dong bisa bikin ff bagus tuh kayak gimana sih?
    Aku juga suka buat ff tapi ga bs bgs gitu..
    Aku yakin eonni nanti bisa jd penulis hebat hehe..
    Sangat ngefans padamu eonni 🙂

  3. Mianhae baru baca, abis aku baru tau kalo ada ff ini, hehehehe.
    Ceritanya bagus chingu 😀
    ini sering terjadi dalam khidupan nyata *bahasa formal*
    aku kan khuntoria shipper sama ontoriants, jadi nggak masalah deh, asal jangan kyutoria XD *kyuhyun harus sama seohyun…. :p*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s