I’m Here – Chapter [2/2 END]

Title : I’m here

Chapter : Chapter [2/2 END]

Author : Shinstarkey (@nanonadiaa)

Main Cast :

  • Onew Lee Jinki
  • Victoria Song Qian

Suport Cast:

  • Nichkhun Horvejkul
  • Key Kim Kibum

Genre : Romance

Length : Chaptered

Rating : PG

Language : Indonesia

Previous : Prolog | Chapter [1/2]

Disclaimer : Plot tentu punya aku.. yang lain milik tuhan.

ps: Mohon Maaf pada Semua yang suka Nichkhun.. karena di FF ini di buat jahat. sungguh itu bukan keinginan Author (lagian Author juga suka Nichkhun ga mungkin bikin ini karena dendam sama nihckhun) tantu ini hanya cerita semata. jangan di masukan dalam hati.. tapi tentu author bikin ff ini dengan sepenuh hati :D

NOT FOR SILENT READER!!!

Chapter [2/2 END]

“ya.. ya.. Nichkhun.. apa kau tidak menemui kekasihmu itu? Mungkin dia sudah berharap kau akan mengantarnya pulang.. hahahahaha”

terdengar suara orang-orang yang berada di sebuah ruangan yang di gunakan Nickhun dan tememannya berkumpul itu. Nichkhun ada disana?

“wanita bodoh itu sepertinya sangat mengharapkanmu.. ahahaha andai dia tau kau hanya mempermainkannya saja..” terdengar suara lagi dari sana. Wanita bodoh? Apa maksud mereka itu adalah aku?

“hahahaha.. aku tidak perduli tentang perasaannya padaku.. yang penting kini aku telah menang dalam taruhan bodoh ini bukan?.. apa aku bilang.. semua wanita pasti dengan mudah terpikat padaku.. termasuk Victoria bodoh itu.”  Kini sebuah suara yang sangat aku kenal terdengar  dari salam sana. Tentu itu adalah suara Nichkhun.. aku sangat yakin itu.

Apa yang ia bicarakan tadi? Dia hanya mempermainkanku? Seketika tubuhkupun memanas. Nichkhun.. tega-teganya dia mempermainkanku..  Aku sudah mencintainya sejauh ini dan ternyata aku hanya mainan? Sakit.

Kini airmata tidak bisa ku tahan lagi, entah apa yang aku harus lakukan sekarang. Aku tidak bisa berfikir sama sekali. Yang pasti aku harus meninggalkan nichkhun sekarang juga. Dasar laki-laki brengsek!!

-flashback end-

Onew P.o.v

Aku masih menatap Victoria yang kini mulai menitihkan airmatanya. Sambil bercerita lepas semua kejadian yang membuatnya seperti ini. Sial. Aku rasa aku akan menghajar Nichkhun brengsek itu. Dia hanya mengkhianati Victoria. uh?

Victoria menghapus airmatanya menatapku dengan mata sembab nya. Ia tersenyum kecil di tengah tangisnya. “heemmm.. aku rasa aku begitu memalukan.. menangis tidak karuan di depan orang.. aku yakin kau pasti merasa aneh denganku.” Ucapnya sambil berusaha menahan tangisnya.

Hati ini juga terasa sakit melihatnya tersakiti seperti ini. Apa yang harus aku lakukan untuk membuatnya kembali ceria? Aku tak punya akal.. aku terlalu pengecut untuk melindungi seorang wanita dalam keadaan seperti ini.

“onew.. boleh aku pinjam bahumu.. “  sahut Victoria tiba-tiba membuatku sedikit tersentak. Ah mungkin ini memang yang terbaik yang aku berikan.. meminjamkan bahuku, membiarkan dia menangis sepuasnya.. mengeluarkan semua sakit dalam hatinya.

Aku menganggukan kepalaku dan menatap Victoria yang mulai menyenderkan kepalanya di bahuku.

“aku mungkin hanya merepotkanmu onew.. kita belum saling kenal.. tapi mengapa kau begitu baik padaku?..” gumam Victoria pelan di bahuku.

Aku hanya tersenyum mendengar perkataannya.  andai saja dia tahu.. aku labih mengenalnya lebih dari yang ia kira. Aku tahu segala tentangnya.. tentang sifatnya.. mungkin memang heran mengapa aku bisa tahu semua? Hanya satu jawaban. Karena aku diam-diam mencintainya dan itu membuatku rela untuk mencari tahu segala sesuatu tentangnya.

Malam sudah semakin larut. Tidak ada tangisan lagi yang terdenhgar dari  Victoria. Aku menoleh pada wajah Victoria yang tertutup rambut panjanganya. Dia sudah terpejam dengan wajah polosnya itu. Sangat cantik.

Aku mengangkat tubuhnya. Dan mulai membawanya ke rumah. Victoria pasti butuh istirahat. Ia pasti sangat lelah dengan keadaan tertekan karena ulah nichkhun itu.

**

“Annyeong haseyo Ajumma… Jinki…”

terdengar sebuah suara dari arah belakangku saat sedang membantu di kebun milik eomma.  Ah tidk salah lagi pasti suara Victoria.

Aku dan eomma segera menoleh kearah asal suara, dan benar Victoria kini telah berdiri di belakangku sambil tersenyum manis.

“Aigoo.. kau sudah bangun? Jinki bilang kau semalam sangat kelelahan..” sahut eomma sambil menghampiri Victoria. Ia hanya tersenyum dengan pipi yang sedikit memerah. Sangat manis, eh?

“Ajumma.. boleh aku membantu Ajumma berkebun?” Tanya Victoria. Ia mengambil beberapa alat berkebun eomma yang ada di sampingnya itu.

“Jangan memanggilku ajumma.. panggil saja eomma seperti Jinki memanggilku..”

Aku tersenyum mendengar perkataan eomma itu. Apa eomma sudah menganggap Victoria seperti anaknya sendiri?

“eomma ingin sekali mempunyai anak perempuan.. tapi ternyata yang lahir hanyalah anak laki-laki..”  lanjut eomma sambil membelai halus rambut panjang Victoria.

“Baiklah eomma..”

Victoria tersenyum malu pada eomma. Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya. Huh Jinki?! Mengapa kau semakin menggilainya seperti ini?!

“kau Bantu jinki disini ya… eomma akan mengecek kebun sebelah.. “

Aku dan Victoria menundukan kepala, memberi rasa hormat pada eomma yang perlahan telah meninggalkan kami berdua disini. Berdua?

**

Aku melanjutkan kegiatanku memetik buah strawberry yang sudah matang.

Dag..dig..dug..

Apa yang aku rasakan sekarang? Berdebar? Hey.. mengapa aku jadi berdebar seperti ini? Apa ini karena berada di dekat Victoria?

Aku tak berani menatap wajah Victoria. Ia berdiri tepat di sebelahku, melakukan hal yang sama denganku. Aku yakin kalau saja aku menatapnya rasa berdebarku ini makin menjadi-jadi..

“Jinki-ah..” Panggil Victoria pelan.

“y-ya?” jawabku sedikit gugup. Aku berusaha untuk menutupi kegugupanku ini tapi huh mustahil. Aku palah semakin merasa gugup.

“ terimakasih… “ katanya singkat dan tersenyum cerah kepadaku. Rasa bahagia jelas aku rasakan. Ini mungkin terasa bagai mimpi bagiku.

__

Normal P.o.v

Victoria menarik nafasnya panjang. Ini memang sudah seharusnya ia menguatkan diri dan melupakan Laki-laki ‘brengsek’ itu. Setelah beberapa hari ia berusaha melupakan Nichkhun di pikirannya kini ia mungkin sudah sanggup berpisah dengan Nichkhun.

Pandangannya kini tertuju pada seseorang yang berada di depannya untuk memasuki halaman kampus. Jinki. Laki-laki yang mungkin sudah ia anggap ‘malaikat’ yang sangat baik hati.

“Jinki..” sahut Victoria, membuat laki-laki di depannya itu berhenti melangkah dan menoleh padanya. Senyum terpancar dari bibir Victoria dan dengan riang menghampiri Jinki.

“bagaimana kalau kita masuk bersama saja…” kata Victoria sambil menyamakan langkahnya dengan Jinki. Laki-laki itu hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya.

Entah bagaimana hubungan mereka menjadi sedekat ini. Bisa di bilang ini seperti hubungan adik kakak. Victoria baru pertama kali merasa nyaman dengan orang yang baru beberapa hari saja berkenalan dengannya. Victoria tanpa ragu lagi mencurahkan isi hatinya pada Jinki. Laki-laki itu tak seperti orang asing baginya.

“bagaimana keadaanmu? Apa sudah membaik?” Tanya Jinki halus.

Victoria menghela nafasnya dan mulai membuka suara “Aku sudah membaik.. tapi mungkin hanya sedikit ragu.. Aku tidak tahu aku masih mencintainya atau tidak”

“kau pasti akan menemukan keputusan yang terbaik…”

Victoria menghentikan langkahnya dan menghadap Jinki ketika mereka berdua sudah sampai di ruang kuliah Victoria. “Jinki, bagaimana kalau kita bertemu lagi setelah jam kuliah selesai?”

“Baiklah.. sampai ketemu nanti” ucap Jinki sambil berlalu meninggalkan Victoria.

**

“baby.. aku mohon.. maafkan aku.. ini tidak seperti yang kau kira.. sungguh..” ucap Nichkhun sambil berlutut di depan Victoria.

Victoria masih berusaha untuk menghindar dari Nichkhun. Tapi laki-laki itu kini malah mendekapnya dalam pelukan. “ Awalnya aku memang mengincarmu hanya sebagai bahan taruhan… tapi sungguh lama-lama aku jatuh cinta padamu.. aku mohon maafkan aku…” lanjut Nichkhun sambil mendekap Victoria.

Victoria tidak bisa berkata apa-apa lagi. Apa perkataan Nichkhun itu benar? Dia benar-benar mencintai Victoria?

Perlu beberapa kali untuk memikirkan lagi keputusan yang harus Victoria ambil.

“baiklah.. aku percaya padamu khun.. “ Jawab Victoria. Mungkin ia harus mencobanya lagi dengan Nichkhun. Mencoba percaya dengan Nichkhun walau sesungguhnya masih ada rasa sakit dalam hatinya.

**

Onew P.o.v

Aku menatap Jam tanganku untuk kesekian kalinya. Sudah 30 menit aku menunggu Victoria yang mengajakku untuk bertemu seusai jam kuliah, eh? Tapi kemana dia?

Aku meminum segelas kopi yangku beli dari mesin penjual kopi di sudut gedung kampus. Bayang-bayang Victoria kini mulai bermunculan di otakku. Ini adalah saat-saat yang paling bahagia menurutku. Aku sudah mulai dekat dengannya. Menjadi tempatnya bercerita. Ini sudah lebih dari yangku kira. Mungkin saja aku bisa menggantikan posisi Nichkhun di hatinya itu.

Beberapa laki-laki berjalan di depanku. Aku tahu.. mereka itu satu kelompok dengan Nichkhun bukan? Wooyoung dan Junho? Mereka sedang asik berbicang satu sama lain.

“hey.. apa kau sudah tahu… Victoria sudah kembali pada Nichkhun..?”

“aku sudah tahu itu.. lihat saja bertapa liciknya Nichkhun.. ia kembali pada Victoria hanya ingin memanfaatkan wanita bodoh itu.. Nichkhun bilang ia ingin berbuat sesuatu pada wanita itu”

Aku terus menyimak apa yang sedang kedua orang itu bicarakan sampai mereka berlalu pergi dari hadpaanku.

Hey.. tunggu.. apa yang Junho dan Wooyoung bicarakan itu menyangkut Victoria dan Nichkhun. Mereka kembali bersama lagi? Nichkhun ingin melakukan sesuatu pada Victoria?

‘biiipp biipp bippp’

ponselku berdering dari dalam saku-ku. Segera ku ambil dan ku lihat sebuah pesan yang baru saja masuk.

‘ Jinki Aku minta maaf.. hari ini aku tidak bisa menemuimu.. apa kau tahu? Aku memperbaiki hubunganku dengan Nichkhun. Mungkin aku akan mencoba nya lagi dengannya.. terima kasih kau sudah menenangkanku kemarin.. walau aku tidak menemuimu.. kita tetap berteman kan?’

deg

tiba-tiba saja perasaanku terasa aneh. Aku takut terjadi sesuatu dengan Victoria… Aku harus mencarinya..

**

Victoria P.o.v

Aku duduk di sudut ruangan yang cukup besar di salah satu tempat karoke yang biasa ku kunjungi bersama Nichkhun.

“Vic.. ini minuman-mu… “ Nichkhun memberikan segelas Jus Mangga padaku. Perlakuan Nichkhun memang seperti biasa selalu saja manis. Tapi terbesit rasa takut dan waspada terhadap Nichkhun. Aku memang menerimanya lagi tapi… aku belum bisa percaya penuh padanya.

Jinki…

Tiba-tiba saja aku teringat pada Jinki. Aku merogoh tas ku bermaksud mencari ponsel. Aku ingin memastikan Jinki sudah membalas pesanku atau belum.

Nihil…

Tidak ada balasan dari Jinki. Apa dia marah denganku?

Sungguh kini aku takut sekali kalau sampai Jinki marah denganku.. entah kenapa aku tidak mau kalau kehilangan Jinki. Aku sudah merasa nyaman dengannya.

“Vic.. Kau sedang apa? Mengapa raut wajahmu terlihat seperti itu?” suara Nichkhun menyadarkanku akan kehadirannya di sebelahku. Karena memikirkan Jinki aku sampai lupa semuanya, eh?

“ah tidak.. “ aku segera menggelengkan kepalaku pada Nichkhun.

Tiba-tiba saja Nichkhun mendekatiku dan terus saja menatapku. Apa yang ingin dia lakukan?!

“Nichkhun? A-apa yang ingin kau lakukan?” dengan sigap aku memundurkan diriku, menjauhi Nichkhun. Apa laki-laki ini gila?

“kau akan tahu nanti…” bisik nichkhun di telingaku. Nichkhun mendekatkan wajahnya padaku dan mengecup bibirku dengan paksa.

Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Aku hanya bisa berharap Ada seseorang yang dapat membantuku..

**

Normal P.o.v

Victoria terus memberontak. Berusaha menghindar dari segala yang akan Nichkhun lakukan padanya.

“NICHKHUN?!! LEPASKAN AKU!!” bentak Victoria sambil terus berusaha memberontak. Nichkhun memang sudah jauh terlewat batas.

“Tidak akan.. kau itu milikku… dasar bodoh.. kau sudah kena Jebakanku.. kau mudah sekali tertipu Victoria…” jawab Nichkhun dengan nada halus tetapi ia menggenggam tangan Victoria dengan kasar. Nichkhun sudah semakin liar.

“Aku mohon Nichkhun.. “ kini Victoria menitihkan airmatanya. Apa yang harus ia lakukan? Ia pun tak mampu berfikir lagi.

‘Brak’

Pintu ruangan itupun terbuka dengan kencang membuat Nichkhun menghentikan kegiatannya yang bisa di katakana ‘menyiksa’ Victoria.

Jinki tercengang melihat apa yang Nichkhun perbuat pada wanita hampir memenuhi hatinya itu. Amarah mulai memuncak di hatinya. Tak berfikir panjang jinki menghampiri Nichkhun, menarik pria itu dan satu pukulanpun melesat ke pipi Nichkhun.

“JANGAN PERNAH KAU MENYENTUH VICTORIA!!” ancam Jinki sambil menggenggam kerah baju Nichkhun erat. Walau keseharian Jinki sebagai laki-laki yang di pandang lemah tapi pada saat seperti inilah Jinki dapat membuktikan bahwa dirinya tidak lagi lemah. Ia dapat melakukan apa saja demi melindungi orang yang ia sayangi.

“ch.. kau manusia kutubuku!!.. berani-beraninya kau mengancamku seperti itu… memang kau siapa?!! Victoria adalah milikku!! “

mendengar perkataan Nichkhun seperti itu Jinki tak lagi diam ia kembali menghajar Nichkhun tanpa belas kashian lagi. Emosi sudah melekat di benak Jinki saat menatap Nichkhun.

Jinki mengakhiri tindakannya pada nichkhun. Ia tak mau membuang-buang tenaganya untuk mengurusi pria kurangajar itu. Beberapa polisi yang sudah Jinki hubungi sebelumnya telah datang dan siap menangkap Nichkhun.

Jinki menoleh pada sosok wanita yang duduk menangis, memeluk lututnya seakan mengunci dirinya dari sekitar. Jinki mendekatinya mencoba untuk mendekap tubuh Victoria yang hampir saja ternodai itu. Namun Victoria memberontak dan menepis tangan Jinki.

“JANGAN SENTUH AKUUUU!!!.. PERGI KAU NICHKHUN” bentak Victoria seakan yang berada di sampinya itu Nichkhun, bukan Jinki.

Jinki ngulurkan tangannya lagi mendekap Victoria, menguncinya dalam pelukan. “tenanglah ini aku Jinki.. Nichkhun sudah pergi.. “ ucap Jinki pelan sambil membelai halus rambut Victoria.

Victoria terus saja menangis di pelukan Jinki.. tentu sekarang ia jauh merasa lebih baik karena Jinki berada di sampingnya.

“tenanglah aku disini.. jangan menangis lagi..”

tangisan Victoria mulai terhenti.. ia menatap Jinki dengan mata sembabnya itu dengan tatapan bertanya-tanya.

“Aku tidak mengerti.. mengapa kau selalu ada di saat aku dalam keadaan terluka.. kau yang menolongku.. kau yang menemaniku, menenangkanku dan kau pula yang membuatku selalu merasa nyaman denganmu.. “ sahut Victoria dengan tatapan lekat kearah Jinki.

Jinki tersenyum, wajahnya sedikit memerah, mungkin karena rasa malu yang ia rasakan. “uhm… itu karena aku mencintaimu.. Victoria.. aku berusaha melindungimu.. dan selalu ada di dekatmu untuk selalu menjagamu……..”

__

“ya!! Jadi bagaimana tidakanmu?? Bukankah Victoria sudah benar-benar putus dengan Nichkhun?” Tanya key yang sedang asik bermain PSP di tangannya. “ Aku rasa dia sudah tak sedih lagi di tinggalkan oleh Nichkhun.. kau kejar sana!! Curi hatinya…” ucap key lagi tanpa menatap orang yang sedang di ajaknya bicara itu.

“ah.. aku rasa aku sudah tidak perlu mengejarnya lagi..” ucap Jinki enteng sambil meminum jus alpukatnya.

Key yang sedikit kaget dengan perkataan sahabatnya itu segera bangkit dan menatap Jinki dengan wajah bertanya. “APA?! Jangan bilang kalau kau sudah menyrah mengejarnya? Jangan mudah menyerah Jinki-ah!! Kau itu harus berusaha.. sekaranglah kesempatanmu!!!” ujar key dengan nada sedikit emosi.

Jinki hanya tersenyum tanpa memperdulikan kata-kata temannya itu. “ Aku sudah memutuskan untuk mengakhiri pengorbananku untuk mengejarnya… karena……..” Jinki memotong kata-katanya. Sekilas matanya menangkap sosok yang ia maksud.

Victoria berjalan riang menghampiri Jinki dan key. Key yang sedikit bingung dengan kehadiran Victoria yang begitu tiba-tiba di antaranya dan Jinki.

“Annyeong Jinki… “ sapa Victoria pada Jinki dan langsung memeluk laki-laki itu.

“eh.. kau Key bukan? Kekasih Amber tomboy itu?” Tanya Victoria saat menyadari seseorang yang berada di sebelah Jinki sedang memandanginya dengan tatapan kaget dan bertanya.

Key hanya mengangguk masih dengan ekspresi kagetnya.

“key? Kau kenapa?” Tanya Jinki Heran.

“Jadi Kaliaan sudah?????”

“ya.. tadi aku ingin katakana kalau aku sudah mengakhiri pengorbananku untuk mengejarkan Karena sekarang.. aku sudah memilikinya…” jawab Jinki riang sedangkan Victoria hanya tersenyum malu.

Key masih tetap dalam posisinya..  tercengang.

“Ah key.. aku pulang dulu.. jangan lupa kau jemput kekasih tomboymu itu.. jangan sampai kau kena jurus taekwondo nya lagi saat dia marah…”

Jinki dan Victoria meninggalkan Key yang masih saja tercengang. Mungkin bisa dibilang ke jadian ini adalah suatu keajaiban… tapi entahlah.. semuanya sudah terjadi sekarang..

END

__

hahaha.. ini dia terusannya… sebenernya mau di post dari beberapa hari yang lalu.. tapi apa daya (?) di sekolah lagi pekan ulangan.. jadi gak boleh buka internet dulu deh TT_TT

semoga gak pada kecewa yah sama lanjutanya ini heheheh… walau ceritanya agak maksa dan aneh.. tapi tetep yah KOMEN DAN LIKE nya kalo bisa heheheh

GOMAWO READERS ^^

Ah iya satu lagi.. aku mohon maaf sama yang nungguin Our baby.. lagi-lagi tuh ff  dapet hambatan mulu kalo mau lanjutin.. TT_TT

maklumin yah.. aku lagi sibuk2nya baru masuk SMA heheheh.. MIANHAE SEMUA ^^

Iklan

16 pemikiran pada “I’m Here – Chapter [2/2 END]

  1. wah si nickhun bener-bener..
    untung ada jinki..

    si key sampai tercengang gitu, 😀

    rasanya hubungan victoria dan jinki terlalu cepat,
    tapi terserah authornya sih 😂 ✌..

    bagus 👍
    tidak ada nc nya jadi aman dibaca 😁

    sip buat author 👍 😃

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s