Your Eyes

Title : Your Eyes

Author : Shinstarkey (@nanonadiaa)

cast :

  • Luna Park Sunyoung
  • Kim Jonghyun

Suport cast :

  • Mrs.Kim (Jonghyun’s Mother)

Genre : Sad, Romance, family

Length : Oneshot (2489 words)

Rating : PG

Language : Indonesia

Disclaimer : Plot tentu punya aku.. Cast semuanya milik Tuhan


NOT FOR SILENT READER

Jonghyun P.o.v

“Ajumma.. ayo makan ini.. Aku baru saja membuat kimbab..” Sahut Luna sambil menyuapi eomma dengan kimbab buatannya. Aku hanya tersenyum memandanginya. Memang tidak salah aku memilihnya menjadi kekasihku. Dia sangat menyayangi eommaku dengan setulus hatinya.. Ia menerima keadaan eomma walau dengan mata eomma yang kini tidak dapat melihat lagi. Dia memang yang terbaik.

“Luna.. Masakanmu sangat enak.. Ajumma tahu jonghyun memang tidak salah memilihmu… andai ajumma bisa melihat wajah cantikmu seperti yang selalu di ceritakan jonghyun..” Ucap eomma pada luna. Membuat luna tersenyum manis ke arah eomma.

“Ajumma selalu saja membuatku tersipu… Ayo ajumma makan lagi.. Semua ini aku masak khusus untuk ajumma”. Luna mulai menyuapi eomma lagi. Mereka terlihat sangat bahagia. Aku rasa Luna benar-benar dapat membahagiakan eomma.

“Terima kasih… ” Kata-kata itu keluar dari bibirku setelah melihat luna yang kini duduk di sampingku.

Luna memandangku dengan tatapan bertanya “Untuk Apa?” tanya Luna sambil terus menatapku.

Aku menatapnya lekat dan menaruh kedua tanganku di pipi lembutnya. “Kau telah menjaga keluargaku.. Kau telah menyayangi eommaku.. kau telah membahagiakan nya dan juga diriku…” ucapku dan langsung memeluknya erat.

“keluargamu adalah keluargaku.. eomma-mu adalah eommaku juga, Oppa..”

Aku melepaskan pelukanku dan tersenyum melihat  Luna “ Kau memang yang terbaik Luna”

Luna hanya terdiam dan membalasku sengan seulas senyum manisnya. lalu menaruh kepalanya tepat di pundakku.

keheningan sempat terjadi di antara kami namun kemudian aku mulai membuka suara. “Eomma tidak dapat melihat lagi karena aku.. andai Aku tidak menuruti semua perkataannya waktu itu dan tidak berniat kabur dari rumah.. mungkin eomma masih dapat melihat sekarang.. andai kecelakaan itu tidak terjadi…”

Luna melingkarkan tangannya dan memeluk tubuhku hangat “kau masih beruntung Oppa.. Tuhan hanya mengambil mata eomma-mu.. tidak mengambil hati tulus eomma-mu yang walau dalam keadaan seperti itu ia masih sangat menyayangi Oppa, bukan?” ucapan Luna itu sedikit membuatku lebih bersyukur. ia benar.. Tuhan tidak mengambil eomma seutuhnya.. eomma masih tetap menyayangiku.

“Tuhan mengambil kedua orangtuaku saat aku masih berumur 5 tahun.. jadi kau harus tetap bersyukur Oppa.. Ajumma masih bisa menyayangimu seperti ini..” Ucap Luna lagi.

“kau benar Luna.. Terimakasih” Sahutku sambil mengelus puncak kepalanya.

“Luna bagaimana pendapatmu kalau aku berniat memeriksakan mata eomma ke dokter, mencari donor mata untuk eomma.. Hmm? ” Tanyaku pada luna. Ini memang hal yang aku pikirkan sejak kemarin. Aku ingin eomma bisa melihat lagi. Aku ingin eomma dapat menyaksikan aku dan luna menikah nanti.

“Oppa, itu adalah ide paling bagus.. Aku sangat setuju.. Pasti ajumma sangat senang jika bisa melihat lagi.. ” Jawabnya sangat riang. Dia memang selalu memikirkan kebahagiaan eomma.

“Baiklah.. Besok kau harus menemaniku mengantar eomma ke rumah sakit ya..”

Luna mengangguk dengan sangat yakinnya “tentu saja..”

“Ajumma.. Duduk disini..” Luna menuntun eomma untuk duduk di sebuah kursi yang tersedia di depan meja dokter sehabis menjalani berbagai pemeriksaan pada matanya. Ya, aku dan Luna kini membawa eomma untuk memeriksakan matanya.

“Kami pihak rumah sakit akan ikut membantu mencarikan donor mata yang cocok untuk mrs.Kim ..” Ucap dokter Shin pada kami. Aku melihat ekspresi wajah eomma yang terliahat begitu senang. Begitu pula luna yang tersenyum sambil memeluk eomma.

“Terimakasih banyak dok.. ” sahutku dan segera menjabat tangan sang dokter dengan perasaan bahagia.

“Ajumma sudah tidur.. Sepertinya ia benar-benar sangat senang, oppa.. ” Sahut luna saat ia keluar dari kamar eomma setelah beberapa menit yang lalu kami sampai di rumah sehabis memeriksakan eomma tadi.

Aku membalas luna dengan seulas senyuman “terimakasih.. ” Sungguh rasa sayangku padanya semakin bertambah saja dengan semua perlakuannya padaku dan eomma.

“Aku harap ajumma cepat dapat donor mata yang cocok untuknya.. ” Ucapnya lagi sambil menghampiriku.

“Aku juga berharap begitu.. aku berharap eomma dapat menyaksikan kita menikah..”

Kini aku berada berhadapan dengan luna. Menatap matanya dan kemudian ku kecup manis bibirnya itu. “Terimakasih banyak untuk semua yang kau berikan Luna”

Luna hanya membalasku dengan sebuah senyuman manisnya. Tapi.. Tunggu!
Wajah luna terlihat sedikit pucat.. Apa dia sakit?

“Luna, wajahmu pucat.. Kau sakit?” Tanyaku sambil mengelus pipinya.

“Ah.. Mungkin hanya butuh istirahat oppa.. Aku baik-baik saja” elaknya tetap dengan nada riang dan ceria nya. “Aku akan pulang dulu untuk istirahat.” Lanjutnya lagi.

Aku menganggukan kepala dan kini mengantarnya ke depan.

Ada apa dengan luna akhir-akhir ini? Ia seperti menghindar dariku. sudah 2 bulan ia jarang sekali menemuiku dan eomma.

Ia tak pernah datang lagi ke rumah kami. Ia hanya mengirimkan beberapa makanan yang ia masak untuk eomma. Ada apa dengannya? Apa ia sudah tidak menyayangi eomma lagi? Mengapa kau berubah, Luna??

Aku menatap kotak makanan yang sekarang aku pegang. Kotak yang baru saja di antar oleh pengantar barang(tukang pos). Makanan yang di masak luna. Akhir-akhir ini ia selalu mengirimnya tanpa berkunjung ke rumahku lagi. Di atas tempat makan itu tertempel sebuah amplop.

Ku buka perlahan dan ku baca isinya.

Jonghyun Oppa.. Maaf aku selalu saja tidak sempat datang ke rumahmu.. Menjenguk ajumma.. Aku terlalu sibuk karena bisnis cafe-ku kini semakin ramai.. Maaf oppa.
Salam untuk ajumma..
Semoga ajumma menyukai makanan yangku kirim..
Salam luna

Aku mendesis pelan dan melipat kertas surat itu kembali. Selalu saja ini alasannya.. Cafe.. Dan cafe.. Alasan ini juga di gunakannya setiap kali tidak datang untuk menjenguk eomma.
Bukankah dia sudah bilang kalau keluarga adalah yang terpenting. Ada apa dengannya akhir-akhir ini?

“Jonghyun, Luna sudah jarang sekali kesini.. Eomma rasa eomma rindu padanya” ucap eomma padaku. Eomma sudah rindu pada Luna.

“Ia sibuk eomma.. Bisnis cafe nya kini telah berjalan dengan sangat baik.. Mungkin akhir pekan ini ia baru bisa datang…” jawabku pada eomma.. hanya ini yang bisa aku katakan pada eomma.

Aku ingin sekali bertemu dengan Luna, aku rasa eomma juga begitu. Apa aku mengunjunginya saja di cafe?? Aku rasa itu ide yang bagus.

__

“selamat datang!!” sambutan dari seorang gadis terdengar ketika aku baru saja membuka pintu sebuah cafe kecil di pinggir kota. Cafe milik Luna dan teman-temannya.

aku melihat Sulli, teman Luna yang tersenyum manis menyambut siapa saja yang datang ke cafe ini.

“Sulli.. Apa Luna ada? ia bilang ia selalu saja sibuk di cafe..” Tanyaku segera pada Sulli.

tiba sulli memandangku dengan tatapan bertanya. apa ada yang salah dengan pertanyaanku?

“Oppa, Luna sudah jarang sekali kesini.. kami juga tidak tahu ia kemana.. ” Jawab sulli Heran.

Apa?? Luna tidak pernah ke cafe? Lalu selama ini ia kemana? ia berbohong padaku. Aku tidak dapat lagi menyembunyikan wajah kagetku. Sungguh aku tidak percaya kalau Luna tega berbohong padaku.

“Apakah Oppa sudah berusaha menghubungi Luna?” tanya Amber dari arah belakangku.

“Ponselnya selalu saja tidak aktif” jawabku sambil menggelengkan kepala. Luna sebenarnya kau itu kemana??

“Kami akan bantu Oppa mencari Luna..”

__

Sudah seminggu Luna tidak ada kabar. Aku tidak tahu apa yang ia fikirkan. ia tega menginggalkan aku dan eomma? Mungkin kini keping-keping rasa kecewa sudah mulai tumbuh di hatiku.

‘drrrt..drrrrttt..’ terdengar ponselku bergetar. segera ku ambil ponselku dari saku celana.

“Luna??” pekik-ku setelah membaca nama yang tertera di layar ponsel. Luna meneleponku?

“Hello.. Lunaa!!”

“Oppa.. Maafkan aku selama ini.. Bisa kita bertemu sebentar??”

__

Aku berjalan perlahan menuju taman tempat aku dan Luna berjanjian. Akhirnya aku dapat bertemu dengannya. Aku harap ia tak akan pergi lagi dariku. Eomma juga sudah sangat rindu dengannya.

Pandanganku tertuju pada orang yang berdiri di bawah pohon dekat taman, yang tak salah lagi itu adalah Luna. segera ku hampiri dan ku peluk tubuhnya.

“Luna.. kau kemana saja selama ini??”

Luna melepas pelukanku dan tersenyum menatapku. “Aku ada sedikit urusan Oppa.. Aku minta maaf.” ucapnya dengan wajah yang sangat tenang.

“Oppa.. Aku akan pergi jauh..  dan mungkin tidak akan kembali lagi kesini..” ucap Luna dengan serius. Aku memandangnya dengan tidak percaya. dia akan meninggalakanku?

“kau akan pergi kemana? kau akan meninggalakan Aku dan Eomma?”

Luna tersenyum tipis dan menggenggam tanganku. “Kau tidak perlu tahu aku pergi kemana Oppa.. Aku fikir aku telah terlalu banyak merepotkan keluargamu.. Aku ingin menjalani hidupku sendiri.. Tolong Lupakan Aku…” ucapnya pelan namun ini sungguh sangat menyesakan bagiku. Apa yang ia katakan itu sungguh? ia ingin berpisah denganku?!!!

“Lu..luna? kau sungguh ingin berpisah denganku?? kau ingin aku melupakanmu?? kau ingin mengakhiri hubungan ini??” tanyaku untuk meyakinkan lagi apa yang luna tadi ucapkan. tentu aku Shock. tidak ada sama sekali bayangan perpisahan seperti ini. yangku harapkan adalah jenjang yang lebih serius, bukan perpisahan.

Luna mendekat dan memelukku. “Ini jalan yang terbaik Oppa.. Aku tidak bisa bersamamu lagi.. aku mohon.. kau pasti bisa melupakan aku.. ” ucapnya tepat di telingaku, membuatku tak dapat lagi membendung airmataku.

“mengapa kita tidak dapat bersama, Luna?? mengapa??!! apa kau bosan padaku?? kau benci padaku?”

Luna hanya diam, tidak mengatakan apa-apa. tidak menjawab pertanyaanku. ia melepas pelukannya dan menghela nafas.

“kau pasti bisa menjalankan hidupmu tanpa aku.. dan aku yakin ajumma juga akan segera bisa melihat lagii… Maafkan aku Oppa.. Aku harus meninggalkanmu…”

__

Benar saja.. sejak Kejadian di taman waktu itu sampai saat ini Luna benar-benar meninggalkanku.. meninggalakan aku dan eomma. Sudah sebulan berlalu sejak perpisahan kami.

Aku memang shock dan sempat tidak dapat menerima keputusannya. Sempat muncul rasa benci padanya. Luna! kau hampir membuatku gila!! kau benar-benar meninggalkanku!!!

dan aku sudah memutuskan untuk mulai melupakan Luna. menghapus semua kenangan, kebaikan yang telah ia beri pada keluargaku.

__

‘drrrrrttttt… drrrtttttt’

terdengar getaran ponselku yang ku taruh di atas meja samping tempat tidur. Aku segera bangkit dari tempat tidurku dan menoleh pada jam  yang terpampang di dinding kamar. Hey!! ini masih jam 2 pagi siapa yang menelepon pagi-pagi?

Segera ku angkat telepon itu. “hallo.. ”

“apa saya bicara dengan tuan Kim Jonghyun?”

“ya, saya sendiri..Ada apa ya?”

“kami pihak rumah sakit sudah mendapat donor mata yang cocok untuk ibu anda………bla bla bla bla bla”

Aku tersenyum puas mendengar berita yang sangat membuatku bahagia. akhirnya yang aku dan eomma tunggu-tunggu kini menjadi sebuah kenyataan.. eomma akan dapat melihat lagi!!

“Eomma!!! Eomma!! Akhirnya eomma dapat melihat lagi nanti.. ” teriakku riang dan segera menghampiri eomma di kamarnya…

Tidak bisa aku bayangkan bertama bahagianya eomma setelah mendnegar berita ini. mungkin ini akan menghpus rasa sedih eomma karena Luna kemarin.

__

“eomma tenang saja, sehabis oprasi mata ini… eomma akan bisa melihat lagi..” ucapku sambil tersenyum menggenggam tangan eomma. Walau senyumku terkesan sia-sia karena eomma tidak bisa melihat ini.

Eomma kemudian mengangguk dan membalasku dengan sebuah senyum manisnya. Kemudian para perawat yang siap dengan pakaian oprasinya kini mendorong tempat Tidur eomma masuk ke ruang Oprasi.

Aku harap Oprasi ini akan berhasil.. dan eomma dapat melihat lagi seperti dulu.

Tiba-tiba saja fikiranku tertuju pada Luna. Andai ia ada bersamaku disini, pasti ia juga ikut senang mendengar berita ini. Mengetahui kalau eomma akan bisa melihat lagi. Tapi mungkin sekarang Apa perdulinya pada eomma. Ia dengan mudah meninggalkan aku dan eomma. Mungkin ia tak perduli lagi dengan keadaan eomma sekarang.

__

Sudah 4 jam berlalu sejak Eomma masuk ke dalam ruang oprasi. Aku masih menunggu sampai oprasi itu selesai, sampai aku tahu bagaimana keadaan eomma.

Tak lama dokter yang mengoprasi eomma keluar dari ruangan masih lengkap dengan baju oprasinya.

“Kim Jonghyun, Oprasi pencangkokan mata ibu anda berjalan dengan lancar, dan beberapa hari lagi ibu anda akan dapat melihat kembali..” ucap Dokter Shin sambil mengembangkan senyumnya padaku.

“Syukurlah… Terimakasih dok..” Aku segera menjabat tangan sang dokter dengan gembira.

“tapi bisakah kita berbicara sebentar.. ada yang perlu saya sampaikan pada anda..” sahut Dokter Shin dan kini wajahnya berubah menjadi sangat serius. Apa yang ingin dia bicarakan? Apa mungkin tentang eomma??

Aku hanya mengangguk dan kini mulai mengikuti Dokter Shin menuju Ruangannya.

__

“mungkin sekarang sudah waktunya saya mengatakan ini…”  ucapnya sambil duduk di bangku kerjanya. Perkataannya itu sunggu membuatku bertambah bingung.

“Apa maksud Dokter?” tanyaku bingung.

Dokter Shin menghela nafasnya dan kemudian mulai berbicara lagi. “ ini tentang Luna.. “

Dokter Shin tambah membuatku bingung.. Mengapa ia membicarakan Luna. Apa hubungannya dengan Oprasi Mata eomma dengan Luna??

“Luna, gadis yang waktu itu kau bawa saat pertamakali memeriksakan mata Mrs.Kim kesini.. ialah yang memberikan matanya untuk Mrs.Kim.” Ucapan Dokter itu membuatku tercengang dan tidak dapat berkata apa-apa lagi.

“Luna menyuruh saya untuk tidak memberitahukan hal ini pada anda sejak awal.. selama beberapa bulan terakhir ia di Rawat di rumah sakit ini karena penyakit leukimia yang ia derita.. dan selama itu pula ia memeriksakan matanya untuk di donorkan pada Mrs.Kim.. dan hasil pemeriksaan menyatakan matanya cocok dengan Mata Mrs.Kim.. Akhirnya ia mencangkokan matanya pada akhir hayatnya..”

Aku tak bisa menahan airmata yang siap jatuh membasahi pipiku. Aku tidak pernah berfikir sejauh ini.. aku tidak habis fikir Luna Mengorbankan matanya untuk Eomma.. dan.. Mengapa ia tak pernah bercerita apa-apa padaku tentang penyakitkan ini. Ia tak pernah bercerita sama sekali.

“Luna menitipkan Sepucuk surat untukmu dan menyuruh saya untuk memberikan ini susai Mrs.Kim menjalankan Oprasi” Dokter Shin menyerahkan sebuah surat untukku dengan amplop putih yang mungkin tidak terlihat berarti tapi aku yakin itu pasti sangat berarti untukku.

Aku membuka surat itu perlahan. Walau sedikit gemetar akibat tangis yang tidak dapat aku tahan.

Jonghyun Oppa….

Maafkan aku karena telah Meninggalkan Oppa dan Ajumma. Maaf karena aku telah berbohong pada oppa tenang penyakitku ini. Aku lakukan itu semua karena aku tidak ingin merepotkan kalian.

Terimakasih karena Oppa telah tulis mencintaiku. Terimakasih atas semua perlakuan Oppa padaku. Oppa selalu melindungiku.. Oppa selalu menjagaku. Terimakasih Jonghyun Oppa..

Semoga Oppa dapat melupakanku.. jangan terhanyut dalam kesedihan ya Oppa. Oppa pasti akan dapat wanita yang menyayangi oppa dan Ajumma melebihi aku. Oppa pasti akan menempuh hidup lebih bahagia nanti. Dengan mata Ajumma yang kini bisa melihat lagi. Itu keinginan Oppa bukan? Aku juga pasti gembira karena Ajumma bisa melihat lagi.

Dan perlu Oppa tahu… Aku Mencintaimu Oppa… sampai kapanpun…

Untuk Ajumma…

Luna senang dan sangat bahagia, pasti kini Ajumma dapat melihat lagi, melihat dunia yang sangat indah.. Luna Minta Maaf karena sudah lama tidak menjenguk Ajumma, tidak menyuapi Ajumma makan.. Luna sangat rindu pada Ajumma..

Untuk yang terakhir kali Luna hanya bisa memberikan mata ini pada Ajumma.. Agar Ajumma dapat melihat lagi.. semoga mata ini dapat membantu Ajumma dalam segala hal.. mempermudah Ajumma.. hanya ini yang dapat Luna berikan.

Terimakasih karena Ajumma dapat menerimaku di keluarga Ajumma, menganggapku sebagai anak sendiri.. Terimakasih telah menyayangiku.. Luna juga sangat menyayangi Ajumma sebagai Ibu kandung Luna sendiri..

Salam Sayang Luna.

__

Normal P.o.v

Jonghyun tak dapat menahan airmatanya lagi saat menatap nisan yang telah bertuliskan nama wanita yang ia sayangi. Ia selalu berharap Luna akan tenang disana.

Ia mengusap nisan yang ada di hadapannya mulai berdoa untuk seseorang yang meninggalkannya dengan begitu tiba-tiba.

“Luna.. Terimakasih atas segalanya.. atas semua yang telah kalu lakukan pada keluargaku.. pada eomma.. “ ucap Jonghyun menhan tangisnya.

Mrs.Kim yang sekarang dapat melihat lagipun ikut menangis menatap Nisan dihadapannya. Memandang Foto yang di pajang di depan sana. Gadis cantik dengan wajah cerianya tersenyum di foto itu.

“Jonghyun memang benar, Luna.. Kau sangat cantik.. Terimakasih kau telah mengurus Ajumma selama ini.. Terimakasih kau telah memberikan matamu pada Ajumma…” sahut Mrs.Kim dengan airmata yang kini berlinang di pipinya. Mungkin ucapannya ini tidak sebanding dengan apa yang Luna sudah lakukan padanya. Ia tak tahu harus mengucapkan berapa ucapan terimakasih pada Luna yang kini sudah pergi.

Jonghyun mengusap airmatanya dan mulai menghapus semua kesedihannya. Seperti kata Luna, ia tak boleh hanyut dalam kesedihan..

Terimakasih atas segalanya Luna….

 

END

 

 

Iklan

19 pemikiran pada “Your Eyes

  1. Hiks..sedih banget -_- jonghyun ga jadi nikah,mamanya jonghyun ga jadi punya mantu,dan cafenya luna ga keurus *plak!*
    seneng banget baca ff jongna,jarang banget ada ff mereka,bagus banget bagus *ngelap ingus* good job!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s