[OneShot] FAKE

Title : FAKE

Author : Shinstarkey (@nanonadiaa)

cast :

  • YOU (isi _____ dengan namamu sendiri)
  • Jo Youngmin
  • Jo Kwangmin

Genre : Romance

Length : Oneshot (3005 words)

Rating : PG

Language : Indonesia

Disclaimer : Plot tentu punya aku.. Cast semuanya milik Tuhan

ps: Youngmin sama kwangmin disini di gambarin benar-benar mirip.. rambutnya sam jadi bikin orang susah untuk bedainnya. dan Maaf yah kalo Kwangmin di sini di buat Bad boy TT_TT


NOT FOR SILENT READER

 

Youngmin POV

“kwangmin-ah.. bagaimana kabarmu? aku sangat rindu”

suara itu mulai terdengar lagi di ruangan ini. gadis yang kwangmin akui sebagai kekasih jauhnya. gadis itu tinggal di australia sekarang. dan bagaimana ia bisa berpacaran dengan kwangmin? entahlah.. aku juga bingung. bahkan setauku mereka tak pernah bertemu.

“Ah _____, aku baik-baik saja cantik…”

kwangmin merekahkan senyumnya di depan laptop kesayangannya. senyuman yang manis  yang bisa meluluhkan hati para gadis. bukankah senyum kwangmin dan aku sama saja? mengapa aku tidak bisa meluluhkan hati wanita?

ah aku lupa.. aku Jo Youngmin. kakak Kembar dari Jo Kwangmin. wajah kami bisa di bilang 99% mirip, tapi entah apa yang membuat kami berbeda nasib dalam urusan percintaan(?), ah bukan soal percintaan tapi soal ketenaran atau semacamnya. Kwangmin jauh lebih populer dibandingku. dia digilai para wanita di sekolahnya. tapi aku? hanya menjadi orang yang biasa saja di sekolah (sekolahku dan kwangmin berbeda).

Aku hanya menghela nafas sambil menatap kwangmin yang masih sibuk di depan laptopnya. dan tak lama suara bell apartement kami berbunyi. siapa yang malam-malam datang kesini sih? aku segera berjalan kearah pintu dan kemudian membuka pintu untuk melihat  siapa yang datang.

terlihat seorang wanita dengan pakaian ‘khas’ untuk berkencan. baiklah, siapa lagi kalau bukan salah satu pacar kwangmin. oke, kwangmin mempuanyai pacar bukan hanya satu. termasuk kekasih jauhnya itu. mungkin bagi pacar kwangmin yang berada disini sudah tahu dan memaklumi kalau kwangmin punya banyak pacar, tapi bagi yang di australia? entah bagaimana perasaannya bila tahu kelakuan kwangmin seperti itu.

aku menyuruh salah satu pacar kwangmin itu menunggu sebentar disana dan aku kembali masuk untuk memberi tahu kwangmin yang masih sibuk dengan laptopnya disana.

“ya, kwangmin ada pacarmu di depan.” Ucapku datar. Kwangmin menoleh kearahku dan menaruh telunjuknya di depan bibir menandakan kalau aku harus mengecilkan suaraku. Mungkin ia takut kalau samapai pacar jauhnya itu tahu kelakuannya.

Sebelum bangkit dari depan laptop nya, kwangmin mengucapkan beberapa kata untuk gadis yang ada di layar laptopnya itu. Dan kemudian ia menghampiriku.

“hyung, aku boleh minta tolong padamu?” ucap kwangmin sambil tersenyum kearahku. Aku tahu kalau dia seperti ini pasti sedang ada maunya.

“Apa?”

“Tolong gantikan aku untuk mengobrol bersama _____ . aku mohon.” Pinta kwangmin padaku. Aku menatap kwangmin dengan tatapan bertanya. Apa maksudnya ia memintaku melakukan itu?

“ah, hyung… aku tidak memberitahunya sama sekali kalau aku kembar. Wajah kita kan mirip sekali hyung. Mana mungkin ia mengetahui kalau itu bukan aku.” Sahut kwangmin lagi untuk meyakinkanku.

Huh baiklah, mungkin sekali saja aku menggantikannya di depan laptop itu.

Aku menghela nafasku dan menganggukan kepala dengan malas “baiklah.. “ jawabku singkat.

“Ah hyung!! Kau memang kembaranku yang paling baik!!!” kwangmin merangkul pundakku dan kemudian dia mulai berjalan kearah pintu dan meninggalkan apartement ini.

Aku hanya menatap kepergian kwangmin sambil menggeleng-gelengkan kepalaku. Ah aku hampir lupa. Gadis itu. Pasti ia sudah menunggu lama. Dengan segera aku menghampiri Laptop milik Kwangmin itu.

Terlihat seorang gadis disana. Dengan rambutnya yang panjang dengan wajah yang sedikit jenuh. Mungkin akibat menungguku begitu lama, ah bukan aku, tapi Kwangmin.

“h-Hey?” sapaku dengan ragu. Ini pertama kalinya aku berbicara dengannya. Bukan sebagai orang yang baru kenal, melainkan menjadi kwangmin yang statusnya adalah kekasih dari gadis yang bernama _____ itu.

“huft! Kwangmin! Kau lama sekali, katanya hanya mengambil minum sebentar… “ keluh gadis itu sabil mengerucutkan bibirnya. Aku hanya tersenyum tipis. Gadis yang sangat lucu.

“Maaf hehehe… “ ucapku singkat sambil memaksa diri untuk sedikit tertawa.

Kini  sunyi muncul di antara kami, tidak ada obrolan yang kami lakukan. Apa yang harus aku bicarakan padanya? Aku juga tidak tahu apa yang sering kwangmin bicarakan dengannya.

“Kwangmin.. aku ingin sekali kembali lagi ke Seoul.. disini membosankan..” ucap ____ tiba-tiba yang sedikit membuatku sedikit tersentak.

“uhm.. begitu.. “

dan kamipun memulai obrolan kami… mungkin obrolan yang akupun tidak mengerti tapi akanku coba untuk menanggapi itu semua.

**

Normal P.o.v

____ langsung membuka laptopnya sehabis pulang sekolah, itu sudah menjadi kebiasaan rutin yang ia lakukan 5 bulan terakhir ini, ketika berpacaran dengan kwangmin. Seseorang yang ia temui di jaringan sosial. ____ adalah orang Korea yang pindah ke Australia mengikuti kedua orangtuanya yang bekerja disana.

“ah, kwangmin belum Online.. “ gumamnya sambil mengotak-atik laptopnya. Mungkin awalnya ia sedikit risih dengan perlakuan kwangmin yang ia kenal penuh dengan kegombalan dan sikap yang menyebalkan. Tapi, akhir-akhir ini sikap itu seperti hilang, yang ia rasakan kwangmin berubah menjadi orang yang ramah dan menyenangkan dan itulah yang membuat _____ semakin semangat untuk mengenal kwangmin lebih jauh. Bahkan semakin ingin bertemu dengannya.

“hey.. _____” sapa seseorang yang tergambar di layar laptop. ______ tersenyum senang menyambut sapaan dari laki-laki yang juga tersenyum manis disana.

“kwangmin!!”

**

youngmin kembali memfokuskan diri ke laptop milik adik kembarnya yang kini entah sedang pergi kemana dengan pacar-pacarnya itu. Seperti biasa ia menggantikan kwangmin yang sepertinya sudah tidak punya waktu lagi untuk membuka laptopnya dan menyambut seorang gadis yang yang sudah menunggunya.

Youngmin menoleh kearah jam dinding di ruang tamu apartement nya itu yang sudah menunjukan pukul 2 malam.

“______, ini sudah terlalu larut… bagaimana kalau kau lekas tidur saja.. bukankah disanapun sudah menjelang pagi?” kata yongmin membujuk sang gadis disana. Mungkin ia juga sudah sedikit lelah terus berada di depan laptop selama berjam-jam, demi menemani sang gadis yang semakin hari semakin membuatnya mulai merasakan cinta. Ia sudah mulai menyukai sang gadis, walau ia tahu, gadis itu hanya mengharapkan Kwangmin, bukan dirinya.

“Ah baiklah….” ucap gadis itu lemas, serasa tak mau menghentikan pembicaraan di antara mereka.

“lekas matikan laptopmu.. dan tidur, aku bisa melihat mata mengantukmu itu..” ucap youngmin sambil sedikit terkekeh. _____ hanya tersenyum tipis namun terlihat manis di mata youngmin.

“kwangmin….” panggil gadis itu tiba-tiba.

“ya?” jawab youngmin dengan wajah bertanya, mungkin nama itu bukan miliknya, namun kalau saja gadis itu yang memanggil ia harus segera menanggapi, ia tak boleh lupa kalau di hadapan gadis itu, dia adalah kwangmin.

Gadis itu tersenyum lembut padanya “terimakasih….”

“untuk apa?”

“Aku senang dengan sikapmu yang sekarang, sikapmu akhir-akhir ini, kau berubah.. bukan lagi kwangmin yang suka sekali menggombal, mengesalkan dan egois… kau dapat mengerti aku, kau tahu suasana hatiku, kau selalu mendengar ceritaku.. terimakasih untuk itu semua… aku rasa.. aku tidak menyesal menjadi kekasihmu sekarang dan aku semakin bersemangat untuk bertemu denganmu.. melihatmu dari dekat…”

youngmin terdiam terpaku mendengar ucapan _____ yang ia rasa membuat dirinya lupa akan dunia, membuat dirinya begitu gembira. Walau ada rasa mengganjal dalam dirinya, ia ingin sekali bilang bahwa ia bukanlah kwangmin. Tapi itu tidak mungkin. Tapi dengan seperti inipun ia sudah cukup gembira.

“sama-sama.. aku juga begitu ingin sekali melihatmu dari dekat.. “ ucap youngmin sedikit gugup akibat suasana hatinya yang sangat gembira, mungkin kalau di perhatikan baik-baik wajahnya kini sudah berubah menjadi merah.

Gadis itu tersenyum di sebrang sana. “aku rasa.. aku mencintaimu, kwangmin…” kata gadis itu pelan.

“Aku juga _____”

**

suara pintu kamar yang terbuka kini sempat membuat Youngmin terbangun dari tidurnya, ia memang belum tidur, namun masih memikirkan gadis yang nyatanya menganggap ia adalah Kwangmin.

Kwangmin yang baru memasuki kamarpun langsung tergeletak lemas di kasurnya yang bersebrangan dengan Youngmin.

“kau selalu saja pulang malam… “ sahut Youngmin memecahkan suasana hening di anatara mereka.

“kau tahu sendiri, hyung.. banyak sekali wania yang mengincarku, membuat aku pusing.. “ jawab Kwangmin lemas sambil menutup wajahnya dengan bantal.

Youngmin mendesis kesal sambil menatap adik kembarnya dengan tatapan tidak bersahabat. Ia sungguh tidak suka dengan kelakuan adik kembarnya itu. Selalu mempermainkan wanita.

“bisakah kau tidak menyakiti wanita seperti itu? Kau harus memilih mana yang cocok denganmu.” Kata-kata youngmin itu keluar dengan nada yang sedikit ketus. Menatap kwangmin dengan tatapan kesal.

Kwangmin menyingkirkan bantal dari wajahnya. Ia merasa risih dengan omongan kakak kembarnya itu. “kau mencoba mengaturku,hyung? Ch.. aku tahu! Kau berkata seperti ini karena tidak ada yang mau mendekatimu kan? Mungkin dengan hanya satu wanita saja yang tertarik padamu kau sudah sangat bersyukur.” Kata-kata kwangmin terdengar seperti meremehkan kakak kembarnya.

“Jaga omonganmu, Kwangmin!!” Youngmin sedikit emosi dengan tingkah adik kembarnya.

“Sudahlah hyung.. terima saja nasibmu itu.. ah aku lupa berterimakasih… Terimakasih sudah menggantikanku menanggapi gadis bodoh yang berada di australia itu.. “ kata kwangmin dengan nada acuh tak acuh pada youngmin. Youngmin memang sangat kesal dengan adiknya itu namun ia tahu kalau  emosi tidak akan mebuat keadaan membaik. Ia harus menahan emosinya agar tidak terjadi keributan di antara mereka.

“sudah aku lelah.. aku mau tidur….” kwangmin membalikan tubuhnya membelakangi Youngmin yang hanya menghela nafas melihat tingkah adiknya itu.

**

____ tersenyum senang sambil memandang laptopnya. Adahal yang ingin dia sampaikan pada kekasih jauhnya tersebut. Orang yang di maksud baru saja muncul di layar laptopnya. ____  memang belum menyadari bahwa yang beberapa waktu terakhir ini menemaninya mengobrol atau menanggapi ceritanya itu bukanlah kekasihnya, bukanlah Kwangmin, mungkin karena kemiripan dari saudara kembar kwangmin itu yang membuat _____ tidak menyadarinya. Tapi ia sadar betul bahwa ada perbedaan sifat.

“Hey cantik…..” sapa kwangmin di sebrang sana membuat ____ sedikit mengerutkan dahinya. Ada apa dengan kwangmin? dia kembali menjadi sedikit gombal?. Batin _____.

_____ segera membuang jauh-jauh pikiran negatifnya itu. Walau ia memang masih sedikit heran, beberapa waktu terakhir Kwangmin tak pernah menyapanya dengan kata-kata gombal seperti itu, dan itulah yang membuat _____ merasa nyaman. Namun sekarang kwangmin seperti itu lagi.

“aku punya berita bagus… aku harap kau senang dengan berita ini…” _____ tersenyum lebar pada layar laptopnya itu. Ia mungkin sudah membayangkan bahwa Kwangmin akan senang mendengar beritanya ini.

Namun bayangan itu sedikit hilang ketika melihat wajah kwangmin yang sedikit malas menanggapi _____. “ada berita apa? Jangan bilang kau ingin bercerita tentang guru-gurumu disana.. atau ah.. sudahlah membosankan..” jawab Kwangmin dengan nada acuh.

_____ merasa sedikit sakit dengan perkataan Kwangmin itu. Kwangmin berubah seperti dulu! Bukan seperti Kwangmin yang ramah yang selalu menanggapinya seperti kwangmin akhir-akhir ini.

“ada apa dengan wajahmu, eh? Kau marah mendengar perkataanku? Nanti wajah cantikmu itu hilang kalau wajahmu di tekuk seperti itu.” Ucap kwangmin lagi ketika menyadari perubahan pada wajah ____.

_____ sudah mulai kesal. seakan ingin cepat-cepat beranjak dari depan laptopnya kalau saja kwangmin tetap seperti ini. Sepertinya ia mengurungkan niatnya untuk membritahu hal yang ingin ia katakan pada kwangmin.

“sudah lupakan.. huh.. kalau boleh aku jujur… kau berubah, kwangmin!! kau berubah seperti yang dulu..  bukan seperti kwangmin yang akhir-akhir ini…” ucap ____ sedikit kesal.

“lalu?” kwangmin hanya menatapnya dengan wajah yang datar tanpa rasa bersalah.

Dengan Kesal ____ segera menutup Laptopnya. Ia sudah sangat kesal dan malas untuk menanggapi kwangmin disana.

**

Youngmin terlihat lemas ketika melihat adik kembarnya itu bersikap seenaknya pada gadis yang sukses mencuri hatinya itu. Youngmin memang sadar bahwa gadis itu tidak mengharapkannya.. gadis itu hanya mengharapkan Kwangmin.

**

Your P.o.v

Aku membuka kacamata hitamku yang aku kenakan. Menerawang suasana kota yang benar-benar aku rindukan. Sempurna! Aku kembali ke Seoul. Tempat aku Lahir dan di besarkan sebelum aku harus pindah ke Australia. Rasanya sulit membayangkan aku kembali kesini, karena sejak aku tinggal di Australia aku tak pernah kembali kesini, tapi karena seseoranglah yang membuatku semangat untuk kembali ke korea.

Aku menaiki taksi yang kebetulan saja lewat di depanku. Dan menunjukan sebuah alamat yang baru saja aku dapatkan dari temanku yang tinggal di korea. Alamat rumah kwangmin. Aku ke Korea hanya khusus untuk menemui Kwangmin. laki-laki yang berhasil membuatku terus memikirkannya, walau kami tak pernah bertemu sama sekali, hanya melalui chat maupun webcam.

Aku sengaja tidak memberi taju Kwangmin atas kedatanganku ke Korea, mungkin waktu itu aku sempat ingin memberitahunya tapi di atara kami sedang terjadi masalah, kwangmin terkesan berubah, walau seperti itu mungkin ini dapat menjadi kejutan baginya ketika ia melihatku berada di korea.

Oakwood Seoul Apartement. Apartement yang terkesan mewah kini berada di hadapanku. Inikah tempat Tinggal kwangmin? Aku sedikit tidak yakin, takut kalau ternyata Kwangmin yang di maksud oleh temanku ini salah. Huft tapi dengan percaya diri aku segera memasuki apartement itu.

**

1288.

Aku berdiri di sebuah pintu yang tertuliskan nomor 1288. Nomor dari apartement yang tertera dalam alamat yang tertera di kertas yang aku genggam.  Aku menarik nafasku dalam. Aku rasa jantungku sudah berdetak jauh lebih kencang sekarang. Dengan perlahan aku memecat bell yang berada tepat di samping pintu.

“Tunggu sebentar….” terdengar suara dari dalam. Itu suara Kwangmin!!!!

‘clek’

Pintu itupun terbuka dan benar. Yang ada di hadapanku sekarang adalah Kwangmin, dengan postur tubuhnya yang tinggi dan mata yang besar. Tapi……….

Aku menatap seseorang yang tepat berada di sebelah Kwangmin. Seorang perempuan yang dengan leluasa memeluknya. Jadi Kwangmin….. menghianatiku………..

**

Normal P.o.v

Kwangmin terlihat sangat kaget melihat kehadiaran _____ yang berada tepat di hadapannya. Bukankah ia ada di Autsralia? Bagaimana dia bisa kesini? Batin Kwangmin.

“______, bagaimana kau bisa disini?” tanya Kwangmin sedikit gugup ia perlahan melepas pelukannya pada perempuan di sebelahnya.

_____ tak menjawab apapun. Ia hanya hanya terdiam dan mengeluarkan airmatanya.

Kwangmin memutar bolamatanya dan mendesis kesal melihat gadis di depannya itu. “Ya!! Aku tanya?! Mengapa kau bisa berada disini, uh?” bentak Kwangmin pada ____.

‘Plak’

_____ melayangkan sebuah tamparan pada pipi kiri Kwangmin dengan segenap keberanian yang ia punya. “Kau menghianatiku?” sahut ____ dengan nada yang bergetar.

“Iya!! Untuk apa aku harus terus meladenimu, hanya duduk depan Laptop seperti orang bodoh dan hanya untuk menanggapi ceritamu yang tak berguna itu? Ch.. membosankan…” ucap Kwangmin ketus.

“Lalu selama ini, mengapa kau lakukan itu terhadapku? Kau hanya berpura-pura baik di hadapanku?!” ____ semakin emosi akibat perlakuan Kwangmin itu.

“SUDAH!!! Lebih baik sekarang kau pulang dan kita tidak ada hubungan apa-apa lagi..” Kwangmin segera menutup pintu apartementnya membuat ____ semakin tidak tahan di perlakukan seperti ini. ____ segera berlari meninggalkan apartement itu masih dengan tangis yang menyelimuti wajahnya.

**

Youngmin mendesis pelan sambil terus berjalan kearah apartementnya. Ia pikir ia tak akan pulang, untuk apa ia pulang kalau di sana hanya membuatnya bosan akibat pesta yang di buat kwangmin dan teman-temannya di apartementnya itu. Pesta tidak jelas, uh?

Entahlah ia harus kemana, mungkin dengan berjalan-jalan di taman dan bermain dengan beberapa anak kecil disana membuatnya merasa senang.

Youngmin memandang kesekitar taman, tidak ada anak-anak disana. Taman serasa sepi tidak seperti biasanya. Ia menoleh pada jam tangannya yang menunjukan pukul 6 sore. Ia menghela nafas kecil, ini sudah terlalu sore untuk anak-anak masih bermain di taman.

Kini pandangan Youngmin tertuju pada seseorang yang sedang duduk di ayunan gantung di tengah-tengah taman. Ia rasa ia pernah menihat gadis itu. Gadis itu menundukan kepalanya dan terlihat sedang menangis.

Astaga!! Itu ____, gadis yang beberapa hari ini benar-benera membuat Youngmin memikirkannya semenjak ia sudah tidak lagi menggantikan kwangmin di depan layar laptopnya itu. Bagaimana gadis itu bisa disini? Batin Youngmin. Dan Youngmin merasakan bahwa ada yang terjadi padanya, apa dia sudah bertemu dengan Kwangmin? atau dia sudah mengetahui semua tentang kwangmin? dan itu yang sekarang menjadi pikiran Youngmin.

Perlahan Youngmin mulai mendekati gadis itu.

“Kau jahat Kwangmin!!! Penghianat!! Laki-laki brangsek!!!” teriak gadis itu dalam tangisnya yang terkesan sangat emosi. Ia merobek kertas yang sendaritadi ia genggam. “Sia-saia aku berada disini!! Hanya untuk laki-laki bodoh sepertimu.. “ ucapnya lagi.

Youngmin kini tepat berada di depan ____. Membuat ____ menoleh dan menatapnya sinis. “Untuk apa kau kemari?! Kau sendiri yang bilang bahwa kau tidak mau berhubungan lagi denganku!!” ucap ____ sinis penuh dengan amarah.

Youngmin tidak tahan lagi. ia tak mau ____ menganggap dirinya adalah kwangmin. dirinya dan kwangmin berbeda! Tidak sama!.

Youngmin segerah merengkuh ____ dalam pelukannya, membuat gadis itu meronta-ronta dan memukulnya. “LEPASKAN AKU!!! Mengapa kau seperti ini hah!!! Tadi kau yang membentakku.. kau yang mengusirku dan sekarang!!?? Kau malah memelukku!! Apa kau punya dua kepribadian!!!!???” sahut ____ dengan emosi masih tetap dengan airmata yang terus membanjiri wajahnya. Youngmin semakin memeluknya erat berharap emosi ____ dapat mereda.

“Kau membuatku bingung Kwangmin!!! terkadang kau bersikap Se-enaknya padaku.. namun terkadang kau sangat manis.. kau baik.. kau membuat aku bingung!!!” suara ____ sudah mulai terdengar mereda namun tangisnya masih terdengar.

Youngmin menarik nafasnya dalam. Ini adalah saat yang tepat untuk bilang bahwa ia bukanlah Kwangmin. “Aku yang selalu mendengarkan ceritamu, menemanimu hingga malam.. mendengar semua celotehanmu tapi aku Bukanlah Kwangmin” ucap youngmin pelan namun dapat membuat tangis ____ berhenti.

Youngmin melepas pelukannya dan menatap ____ dalam. “Aku bukanlah Kwangmin.” Youngmin mengulang kata-katanya lagi.

“maksudmu?” _____ menatap Youngmin tidak percaya. Ia menyentuh Wajah Youngmin, sama dengan orang yang baru saja membentaknya dan mengusirnya tapi…… ia baru saja menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda. Senyuman Ramah dari Youngmin yang baru ia sadari… senyuman yang selalu di tunjukan ketika sedang menanggapi semua cerita ____.

“Jadi Kau….. “ kata-kata ____ terhenti ia bingung harus mengucapkan apa, ia bingung dengan semua keadaan ini. Ia masih bingung dengan seseorang di depannya ini yang wajahnya sangat mirip sekali dengan kwangmin.

“Aku Youngmin… kakak kembar Kwangmin.” Youngmin mulai mengeluarkan senyum ramahnya, senyuman manis yang membuat ____ merasa nyaman.

Youngmin kembali memeluk ____ erat. “Kau harus tahu… beberapa waktu belakangan ini aku yang selalu menggantikan Kwangmin mengajakmu mengobrol, karena… uhm… kau tahu sendiri… kalau kwangmin memang mempunyai banyak wanita, itu memang tidak bisa di pungkiri lagi.”

____, masih saja terdiam lantas Youngmin segera melanjutkan kata-katanya “dan aku senang karena ternyata kau merasa nyaman denganku…  walau aku tahu yang kau anggap seperti itu bukan aku tapi kwangmin…. uhm…”

“A-aku tidak tahu kalau kau bukanlah kwangmin…  mengapa kwangmin tidak pernah memberitahuku tentang kau.. tentang saudara kembarnya….” jawab ____ gugup. Youngmin tersenyum kecil.

“Kwangmin memang seperti itu.. mungkin ia sedikit malu mempunyai kakak kembar sepertiku yang tidak terlalu populer sepertinya…”

“Maafkan aku… “ ucap ____ sambil menundukan wajahnya, ia merasa malu untuk menatap Youngmin. Namun Youngmin tidak ingin ____ merasa malu padanya. Ia mengerti bahwa  tadi ____ memang merasa emosi dengan perlakuan kwangmin padanya. Youngmin mengangkat wajah ____ agar menatapnya.

“seharusnya aku yang meminta Maaf atas kelakuan adikku yang benar-benar keterlaluan…. dan ada yang ingin aku katakan padamu.. “

____ menatap Youngmin dengan wajah bingungnya.

“Mau kah kau jadi pacarku? Kau jangan menganggapku seperti Kwangmin. wajah kami memang sangat mirip namun kami berbeda…”

Ucapan Youngmin itu sempat membuat ____ tak dapat berkata apa-apa lagi. Ia sempat berfikir untuk menolaknya karena rasa dendam pada orang yang benar-benar mirip dengan laki-laki di depannya  itu. Namun ia merekahkan senyumnya yang sendaritadi hilang.

“Aku mau…” jawab ____ dengan wajah yang di tundukan, untuk menyembunyikan rasa malunya.

Youngmin tersenyum senang dan dengan segera memeluk ____ lagi. Ia tak pernah menyangka bahwa ini benar-benar terjadi, sekarang ____  tidak lagi menganggapnya sebagai kwangmin dan kini benar-benar menjadi miliknya.

END

 

__________________

nyahaaaa ini adalah ff boyfiend pertama saya.. karena lagi kesemsem sama si kembar nih wkwkwk.. tapi karena jujur labih dominan ke Youngmin jadi bikin jadiannya sama Youngmin deh wekekekeke

ini adalah ff iseng2 yang idenya muncul pas lagi di kamar mandi(?) ini ff lama dan baru saya terusin.. jadi Mohon maaf kalo agak2 gimana gitu..

Tentu banyak salah kata yang saya ketik jadi minta maaf yah huhuhuhuhuh…

JANGAN LUPA KALO UDAH BACA KUDU KOMEN!! KALO BISA LIKE NYA JUGA XD 

buat yang Nungguin Our Baby (keyber) chapter 6.. mian yah lama TT_TT *peace

 

 

Iklan

14 pemikiran pada “[OneShot] FAKE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s