Mother

Title : Mother

Author : Shinstarkey (@nanonadiaa)

cast :

  • Victoria Song as Sulli’s mom
  • Choi Sulli as Victoria’s daughter

Genre : Family, Angst, Sad

Length : Ficlet (1731 words)

Rating : G

Language : Indonesia

Disclaimer :terinspirasi dari film yang berjudul ‘My mom’. namun hanya terinspirasi. tidak mencontek atau semacamnya.

(Support Song ‘Dear Mom – Girls generation)


NOT FOR SILENT READER

Victoria menatap gembira ke arah gadis kecil yang kini berlari riang kearahnya, dengan rambut yang di kuncir dua dan seragam sekolah taman kanak-kanak yang ia kenakan.

“Mimi……..” Teriak sulli sambil menghampiri sang ibu yang kini sedang merapihkan semua barang dagangannya di depan rumah.

“Sulli… Bagaimana sekolahmu hari ini?” Victoria lekas menggendong anak satu-satunya itu ketika sampai di pelukannya.

Sulli terlihat murung dan menundukan kepalanya yang kecil itu. “Sulli di ejek oleh teman-teman sulli… Karena bekal sulli hanya nasi dan rumput laut saja yang lain, ayam goreng, udang goreng.. Uhm..” Sulli mengerucutkan bibirnya, terlihat sangat murung.

Victoria sang ibu membelai halus rambut anaknya dan memeluk anaknya erat. Ia sedikit menghela nafas. Ada perasaan kasihan pada anaknya itu namun apa daya? ia tak bisa merubah keadaan.

“Kalau keadaan memungkinkan.. Mimi akan buatkan bekal yang kau inginkan..” ucap victoria sambil tersenyum tipis ke arah anaknya.

~~

Victoria, ibu muda yang telah kehilangan suaminya saat ia mengandung anak pertama dan mungkin anak terakhirnya. Sang suami telah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tragis yang sempat membuat dirinya jatuh terpuruk. ia tak punya apa-apa lagi selain sang anak yang di beri nama sulli itu. Kini kehidupannya mungkin tidak bisa di bilang normal, ia hanya seorang wanita muda yang bekerja menghidupi diri dan anaknya tersebut hanya sebagai penjual ikan. Walaupun seperti itu ia tetap berusaha membahagiakan anak sematawayangnya dan ia harap sang anak mampu menerima keadaan perekonomian keluarganya.

Victoria sangat menyayangi sulli melebihi apapun di dunia, ia akan sangat rela mengorbankan nyawanya demi kebahagiaan sang anak, ia rela melakukan apa saja demi sang anak baik-baik saja.

~~

“Sulli orang miskin.. sulli orang miskin.. sulli orang miskin..” kata-kata itu benar-benar membuat sulli muak!. Apa sebenarnya keinginan teman-teman di masa SMP nya itu? Walau sulli hanya diam di perlakukan seperti itu tapi ia sakit! ia tidak mau di ejek seperti ini! ia malu! yang ada di benaknya hanyalah mengapa ia harus lahir dari keluarga miskin! hanya dari seorang ibu yang bekerja sebagai penjual ikan? menurutnya ini miris. ia benci ini..

“Apa kalian pernah bertemu ibunya sulli, eh? kalau kalian bertemu dengannya pasti kalian akan segera muntah.. bayangkan saja bau ikan amis tercium ketika ibu nya datang.. hahahahhha” ejek salah satu teman sekolah sulli membuat beberapa teman lainnya tertawa terbahak-bahak di depan sulli sendiri.

Sulli menitihkan airmatanya. ia tak tahu harus melakukan apa. yang ia bisa hanya menangis.

~~

Victoria menatap bingung kearag putrinya yang pulang tanpa salam dan segera masuk ke dalam kamar kecilnya itu. victoria segera meninggalkan kegiatan pekerjaannya membersihkan ikan dan segera menghampiri kamar sang anak. di ketuknya perlahan pintu kamar itu.

“Sulli.. ada apa denganmu? Apa ada yang menyakitimu di sekolah?” ucapnya pelan, entah yang di dalam mendengarnya atau tidak. Victoria mengetuk pintu itu lagi.

“Sulli ceritalah pada mimi.. mungkin mimi bisa membantu..” ucap Victoria lagi dan beberapa detik kemudian tedengar dentuman pada pintu, seperti sebuah benda telah di lemparkan kesana. membuat Victoria sedikit kaget.

“Mimi tidak akan mengerti perasaan Sulli!!sudah!! mimi pergi saja!! Sulli ini ” terdengar bentakan dari sulli di iringi oleh suara isak tangis dari putri Victoria itu.

Victoria memang sedikit sakit menerima bentakan dari putrinya itu. apa ia sudah gagal menjadi ibu? mengapa ia tak bisa memahami anaknya sendiri? pikiran itu terus saja berputar di otaknya membuatnya kacau. sekettika ia terduduk di depan pintu kamar sulli dengan tangis yang juga membanjiri wajahnya.

~~

hari ini adalah hari pertemuan orangtua murid di sekolah sulli. namun yang sulli harapkan adalah ketidak hadiran dari sang ibu yang menurutnya hanya membuat malu. Para orang tua murid sudah mulai berdatangan dan itu sedikit membuat sulli gelisah akan kedatangan ibunya.

“Lihat saja bagaimana kelas ini akan bau karena ulah ibumu Sulli..” kata salahsatu teman sulli yang sepertinya sangat tidak menyukai kehadiran keluarga sulli di sekolah itu. Sulli tetap mengacuhkan temannya itu walau sedikit sakit dan malu akan dirinya sendiri.

Di luar sana kini berlari sorang wanita dengan pakaiannya yang lusuh dan seuatu yang ia jinjing dengan kain pengikat. sulli mendesis pelan karena ia tahu itu adalah sang ibu yang akan membuatnya malu berada di hadapan teman-temannya itu. “mengapa mimi harus benar-benar datang!! ch” gumam sulli pelan dan kemudian meminta izin pada sang wali kelas untuk pergi keluar sebentar.

~

“Sulli-ah.. aigoo.. mengapa kau ada di luar.. bukankah acara sudah ingin di mulai.. maaf mimi terlambat, tadi banyak sekali yang membeli ikan jadi harus mimi layani dulu.. “ ucap victoria sambil tersenyum kearah Sulli yang kini melah menatap victoria dengan kesal. Victoria baru saja sampai di depan pintu masuk sekolah Sulli.

Tiba-tiba saja sulli menarik tangan victoria dan di tariknya tangan ibu nya itu sampai langkah keduanya menjauh dari gedung sekolah. “Mimi pulang saja.. mimi tidak usah datang!” ucap Sulli dengan nada ketus.

“ya! tidak boleh seperti itu.. bukankah ini pertemuan orang tua? mimi harus hadir bukan? lihat.. mimi sudah bawakan makanan untuk wali kelasmu.. ia pasti menyukai makanan yang mimi buat ini” Victoria mengangkat sesuatu yang ia jinjing dari tadi untuk memperlihatkan pada sulli. Sulli mengendus kesal meliat ibu nya yang nampak begitu semangat dengan acara tersebut sangat bertolak belakang dengan apa yang sulli rasakan.

“POKOKNYA MIMI TIDAK BOLEH MASUK!!!! MIMI PULANG SAJA KE RUMAH DAN MENGURUS SEMUA IKAN MIMI YANG BAU ITU!!”  Bentak Sulli lagi pada Victoria membuat Victoria kini terdiam menatap anaknya dengan nanar.

“sulli..” ucap Victoria pelan tidak menyangka dengan ucapan anaknya yang begitu menyakitkan.

“LIHAT!! BAJU APA YANG MIMI KENAKAN? LUSUH, BAU, KOTOR! MIMI HANYA MEMBUAT SULLI MALU!!”

sulli menatap kotak makanan yang di genggam ibunya itu dan di rampasnya paksa. “DAN INI? APA DENGAN MEMBERIKAN WALI KELAS SULLI MAKANAN YANG MIMI BUAT AKAN MENGURANGI RASA MALU SULLI?? TIDAK!! SULLI AKAN SEMAKIN DI EJEK OLEH TEMAN TEMAN..” Sulli membanting kotak makanan itu di hadapan ibunya dengan emosi. membuat makanan yang tadinya sudah tersusun rapih di dalamnya kini berhamburan keluar.

“mimi tidak tahu perasaan sulli.. Sulli sering di ejek karena ibu sulli hanya seorang penjual ikan yang bau.. Sulli malu! sulli malu mempunyai ibu seperti mimi!!! Sulli ingin seperti teman-teman sulli, hidup mereka tidak susah seperti kita! yang , uh.. setiap hari hanya memakan ikan sisa hasil mimi berjualan!!” Sulli menangis emosi, membentak Victoria yang kini hanya diam menundukan kepalanya dan juga menangis. sakit. ini benar-benar sakit. anak yang sudah ia besarkan dengan susah payah ternyata bertingkah seperti ini.

namun victoria tidak mau menambah beban anaknya dengan menangis seperti ini. ia fikir ia telah gagal menjadi ibu yang baik bagi sulli. ia tak mampu membuat kebahagiaan dalam hidup sulli. ini semua salahnya.

Victoria menghapus kedua airmatanya sedikit menghela nafas. “Sudah.. sudah.. maafkan mimi.. mungkin mimi memang tidak pantas menjadi ibumu.. mimi telah gagal membahagiakanmu.. maafkan mimi sudah membuatmu malu.. “ suara Victoria sedikit terdenget bergetar. ia mencoba untuk menahan semua tangisnya itu.

Victoria memungut kembali makanan yang sudah berhamburan di tanah itu dan menatap sulli masih dengan senyum yang mengembang pada dirinya. “ Sudah.. kau masuk ke sekolah.. mimi janji tidak akan datang lagi ke sekolah kalau ini membuatmu malu.. maafkan mimi ya…” victoria mengelus pundak anaknya.

Sulli masih sedikit acuh pada ibunya itu dan kini segera membalikan badannya dan melangkah menuju ke gedung sekolahnya.

tiba-tiba saja suara benturan keras terdengar dari arah belakang sulli. Sulli membalikan badannya dan kini menatap kaget kearah seseorang yang di yakini ibunya itu tergeletak lemas di depan sebuah mobil.

“MIMI?!!”

Sulli segera berlair kearah sosok itu dan meraihnya. Victoria kini sudah terpejam dengan darah segar yang keluar dari sudut keningnya. Sulli hanya bisa menangis kencang melihat keadaan sang ibu yang kini nyatanya sudah tidak bernyawakan lagi.

~~

mata gadis itu kini sudah membengkak. mulai terbayang kata-kata menyakitkan yang sudah ia keluarkan pada ibu nya itu. ia menyesal! mengapa ia harus berkata seperti itu pada ibunya. ini semua terlambat, penyesalan memang datang terakhir. ia kini tak punya siapa-siapa. seorang ibu yang dari ia lahir sudah mengurusinya itu kini sudah tidak ada. ia sudang meghadap pada sang pencipta.

Sulli mengusap sebuah kotak berdebu yang tergeletak di sudut kamar ibunya. ia tak penah tahu keberadaan kotak tersebut. di bukanya perlahan sambil menghapus airmatanya yang hampir menetes.

beberapa kaleng bekas makanan tersusun berjejer di dalam sana. dan di depannya terdapat buku usang yang terlihat sudah lama sekali.

Sulli meraih buku itu, di usapnya perlahan untuk menghilangkan debu yang menempel pada sampul buku tersebut. Sulli membuka buku itu perlahan. terlihat seperti buku harian milik bunya lengkap dengan foto Sulli sewaktu kecil bersama sang ibu di halaman pertama yang bertuliskan “Putriku yang paling aku sayangi”.

Sulli membuka halaman berikutnya. foto USG bayi di dalam kandungan yang terlihat sudah terbentuk. di bawahnya tertuliskan

Putriku sudah mulai tumbuh. aku tak sabar akan kelahiran putriku. Maafkan mimi.. kau sempat terancam karena keadaan mimi yang depresi karena kepergian ayahmu. namun kehadiranmu benar-benar membuat Mimi semangat untuk hidup.

Sulli sedikit menitihkan airmatanya dan di baliknya halaman buku itu ke halaman selanjutnya.

terlihat Foto bayi dengan beberapa alat medis di tubunya. bayi itu masih terpejam polos. di bawahnya kembali tertuliskan beberapa kalimat disana.

Putriku kini sudah lahir. namun dengan keadaan prematur. tidak bisa di bayangkan bertapa sedih aku melihatnya harus di rawat terlebih dahulu selama beberapa minggu. walau dengan biaya rumah sakit yang cukup mahal namun aku rela melakukan apa saja demi kesehatan putriku, demi keselamatkan putriku yang aku berinama Sulli, dia putri yang sangat cantik.

Sulli semakin menitihkan airmatanya. ia mungkin sudah tidak kuat untuk melanjutkan membaca buku tersebut yang mungkin semunya bertuliskan semua perjuangan ibu nya demi membesarkan sulli seorang diri.

Sulli menatap kaleng yang terjejer itu. ia mengangkat salah satunya dan ia membuka tutupnya perlahan. terdapat banyak uang receh disana dan sepucuk kertas yang tertanam di dalam kaleng itu. Sulli mengambil kertas itu dan di bukanya perlahan.

Aku mulai mengumpulkan uang untuk kebutuhan putriku Sulli.. ini untuk bekalnya setelah SMP sampai perguruan tinggi. Aku tidak ingin ia jadi anak yang tidak berguna di masyarakat sepertiku. dia harus tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Sulli menatap uang receh itu ia kembali teringan dengan tingkah ibunya yang memang terkesan aneh dan menurutnya memalukan. membeli bahan makanan dengan memohon untuk di turunkan harganya sampai ibunya harus mengemis kepada pedagang-pegang di pasar. namun ia tahu sekarang. yang ibunya lakukan itu semua hanya untuk Sulli. hanya untuknya.

Sulli sudah benar-benar tidak bisa menahan airmatanya lagi. kini akrmatanjya sudah berjatuhan bebas membasahi wajah maupun menetes di tangannya.

“Mimi.. maafkan Sulli…” tangisnya terus menerus, menyesali semua perbuatannya. ia baru menyadari perjuangan ibunya sampai ibunya memejamkan mata untuk terakhir kalinya.

Ibu.. seorang wanita yang amat sangat mulia…rela mengorbankan segalanya demi anak-anaknya. rela bertaruh nyawa demi sanga anak.

END

__

Saya gak tau ini sedih apa nggak.. tapi mudah-mudahan pada tersentuh. karena bikin ini aku sampe pengen nangis karena mikirin mamaku hhuhuhhuhuhu…

dan ff ini juga jadi FF penutup aku buat HIATUS selama beberapa minggu karena udah mau UAS.

makasih yang udah baca ff aku.. Jangan lupa RCL nya.. READ COMMENT LIKE.

THANKS ALL

Iklan

13 pemikiran pada “Mother

  1. huwaa…. kangen umma!!! Umma… Umma…. kau mana Umma??? huks. Beneran unn, bagus banget.
    Aaakh. Udah speechless. aduh, harus minta maaf besar sama Umma. Huks. Huks. Bagus unn. nangis ini jadinya T.T*gak penting*
    huks. sudahlah, bener-bener gak tau kata-kata apa yg sebaiknya aku ucapkan#eaa

      • kekeke~ ampe terharu. kekeke~
        sebenernya karna penasaran sama poster di page yg manjang(?) poster. kalo ada Victoria, pasti langsung pingin baca. Jadi cari deh itu ff. hohoho*gak penting*

  2. (╥﹏╥) author, sumpah demi apa, nih ff bkin nangis. huaa, i lov u umma. sulli jahat banget sm vic. btw, new reader, nggk sngaja terdampar dsini waktu iseng nyari ttg couple keyber. mski nggk trlalu ngeship,eh? malah curcol. ॐbýé býéॐ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s