Please, Be Mine | Chapter [1/2]



Please, Be Mine
Baekhyun/Eunji | Jino/Jieun(IU)
plot©Shinstarkey | characters. they belong to god and themselves
Chapter [1/2]|Romance, Friendship|PG|Indonesia

NOT FOR SILENT READER

“aku mohon. izinkan aku untuk mencintaimu”

.

.

Gadis itu mengerjapkan matanya berkali-kali, menahan rasa kantuk yang menghantuinya malam ini. Bagaimana bisa ia sudah meminum 4 gelas kopi malam ini dan matanya masih saja sulit untuk terbuka.

Eunji menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, menerawang seisi ruangan kerja yang cukup luas. Tidak ada orang lagi di ruangan itu. Eunji mendesah pelan sambil merapihkan tumpukan kertas yang ada di hadapannya. Eunji menoleh kearah jam tangan putihnya yang kini sudah menunjukan pukul 10 malam. Waktu yang cukup larut untuk melanjutkan pekerjaannya itu. Ia menarik nafasnya panjang. Ia lelah, seluruh tubuhnya terasa remuk.

“Mungkin Aku akan melanjutkan nya besok..” Gumam Eunji pelan dan kemudian menarik tas tangannya dan mengaitkan tas itu di bahunya, berjalan meninggalkan ruangan dengan banyak komputer itu. Membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama untuk memastikan semua beres dan Eunji bisa pulang dengan tenang ke rumahnya.

Eunji membalikan badannya setelah menutup pintu ruangan besar itu dan menatap kaget kearah seseorang yang berdiri di depan lift.

“Byun?”

Laki-laki dengan postur tubuh kurus dan tidak terlalu tinggi itu menolehkan kepalanya dan tersenyum tipis menatap Eunji sambil menganggukan kepalanya.

Eunji mengerutkan dahinya dan sekilas menatap jam tangannya. Ia fikir hanya ia yang belum pulang.

“apa yang sedang kau lakukan? mengapa kau belum pulang?” tanya Eunji heran kepada laki-laki yang kini masih terlihat lengkungan manis di bibirnya. Eunji mensejajarkan tubuhnya di sebelah baekhyun sambil menghadap kearah lift untuk menunggu pintu lift itu terbuka dan kemudian mereka masuk ke dalam nya.

“aku menunggu teman tadi..” Jawab Baekhyun singkat sambil menoleh kearah eunji.

“teman? dari devisi lain?” Eunji mengerutkan keningnya dan menatap Baekhyun. Entah apa yang terjadi ia cukup merasa penasaran dengan laki-laki di sebelahnya.

“Hmm.. ya” Ucap Baekhyun sambil menganggukan kepalanya, sementara matanya menatap monitor lift yang kini berhenti pada angka 1.

Eunji menatap monitor lift tersebut dan tak lama pintu lift itu terbuka. Ia tersenyum singkat dan menatap Baekhyun sambil menundukan kepalanya.

“Aku duluan” Ucap Eunji singkat dan ia  melangkahkan kakinya keluar lift meninggalkan Baekhyun.

Gadis dengan rambut yang tergerai cukup panjang itu berjalan keluar  tanpa menyadari laki-laki di belakangnya tersenyum tipis sambil memandanginya dari belakang.

Udara malam yang cukup menusuk kulit Eunji, kini membuat gadis itu mengusap-usap telapak tangannya sambil berharap sebuah taksi melintas di depannya, walau terbesit perasaan cemas karena ini sudah terlalu malam untuk menemukan taksi yang lewat bebas di jalan depan kantornya.

Ia menyipitkan matanya ketika lampu sorot sebuah mobil sedan yang kini berhenti di depan nya itu menyilaukan mata.

“Bagaimana kalau kau ku antar pulang Nona Jung?”

Suara yang sudah Eunji kenal itu terdengar ketika kaca mobil sedan hitam di depan nya terbuka. Eunji menatap Baekhyun bingung. “Ini sudah malam, jarang ada taksi yang lewat” Ucap Baekhyun lagi sambil mengembangkan senyumnya. Eunji sedikit berfikir walau akhirnya ia menyetujui ajakan laki-laki itu.

.

“Kau lembur, eh?”

Suara itu memecahkan suasana. Eunji menganggukan kepalanya sambil memainkan ujung tas tangannya tanpa sebab. “Ya begitulah. Kau sendiri? bertemu teman sampe selarut ini?”

“Kami terlalu asik mengobrol”

Bibir atas laki-laki itu tertarik ke atas memancarkan senyum manis yang cukup membuat Eunji menahan nafasnya sejenak. Mangapa ia sangat manis?

Baekhyun dan Eunji berada pada devisi yang sama dalam sebuah  perusahaan cukup terkenal. Tak heran bahwa tidak begitu terlihat rasa canggung dari keduanya.

Di tambah sahabat Eunji, Jieun sudah lama menyukai Baekhyun, membuat Eunji tahu beberapa kebiasaan laki-laki itu tanpa perlu ia bertanya sendiri. Sayangnya Jieun harus berpindah kerja karena sesuatu masalah yang menimpanya.

“Apa kau dan jieun masih sering bertemu?”

Baekhyun menolehkan pandangannya pada Eunji sekilas lalu menatap jalanan di depannya lagi. Ia sedikit berdeham sebelum menjawab pertanyaan itu “Hmm tidak. mengapa kau menanyakan hal itu?”

“Tidak apa-apa hanya bertanya. dia sering memberitahuku kalau ia rindu denganmu, byun”

Baekhyun hanya tersenyum sedikit tanpa merespon apa-apa. membuat Eunji juga terdiam dan menyadari bahwa ia terlalu banyak omong saat ini.

.

“Terimakasih byun ” Eunji menundukan kepalanya sambil menatap bagian dalam mobil milik Baekhyun.

“Ch, mengapa kau senang sekali memanggilku dengan nama keluarga?” Tanya Baekhyun dan kemudian ia mendesis pelan.

“Entahlah aku senang memanggil mu dengan sebutan itu”

“Salam untuk jieun, ok?”

Eunji menganggukan kepalanya sambil tersenyum. “tentu. ia pasti sangat senang mendapat salam darimu. hati-hati di jalan”

.

“Eunji-ah bagaimana kabar Baekhyun? Ia tak mempunyai pacar kan di kantor?”

Eunji terkekeh geli mendengar sahabatnya berbicara dengan nada sedikit cemas di telepon.

“Jangan khawatir, ia masih sendiri sepertinya”

“Ah syukurlah. Aku ingin bertemu dengannya tapi aku rasa aku dan dia sama-sama sibuk”

“Ya begitulah, Ia terlihat sibuk di kantor”

“Eunji, jaga dia untukku ya! Beritahu aku kalau saja ada wanita yang sedang mendekatinya. biar aku cincang habis tubuh wanita itu”

Eunji menghela nafasnya kecil “Baiklah, apapun aku lalukan untuk temanku ini” Sahut Eunji pada Jieun. Mereka sama-sama tertawa dan melanjutkan pecakapan mereka sampai Eunji rasa harus mengakhirinya.

.

Hal bodoh apa yang Baekhyun lakukan tadi? Dengan bodohnya ia menunggu di luar ruangan besar itu berjam-jam sampai sosok yang ingin ia lihat itu keluar dan menyapanya. Bodoh? Idiot? Itu tidak penting.

Entah rasa apa yang menjalar di dirinya, membuat perhatiannya lebih pada gadis yang terbilang cuek di kantornya.

Baekhyun menghela nafas dan berbaring di kasur ukuran besar di kamarnya.

Ia tersenyum sendiri sambil memandangi saputangan yang kini di genggamnya. Dengan jahitan merah berbentuk huruf ‘JEJ’ di pinggirnya. Ia menemukan saputangan itu terjatuh di mobilnya tadi, ketika mengantar Eunji pulang.

“Aku rasa aku memang bertingkah idiot karenamu, Eunji..” Ucapnya pelan dan kemudian menghela nafasnya.

.

“Hey!” Baekhyun membuka kaca mobilnya dan tersenyum lebar menarap gadis itu lagi. Jung Eunji. Gadis itu menatap Baekhyun dengan heran. Bagaimana ia bisa berpapasan dengan mobil Baekhyun saat ia sedang menunggu bus datang untuk berangkat ke kantornya?

“Masuklah, kau akan telat jika masih menunggu bus itu datang”

Baekhyun menggerakan kepalanya bermaksud menunjuk ke arah pintu mobilnya di sisi lain. Eunji yang masih cukup heran kini hanya menuruti perkataan Baekhyun itu.

“kau tahu? ini kebetulan atau apa? aku selalu bertemu denganmu akhir-akhir ini.” Tanya Eunji sambil melihat Baekhyun dengan wajah yang bingung.

Baekhyun tersenyum tipis dan mendesis pelan, pandangannya masih tertuju pada jalanan padat yang setiap pagi ia lihat.

“Entahlah, mungkin ini kebetulan”

Bohong?  Memang itu yang ia lakukan, jujur memang tidak ada kata ‘kebetulan’ saat ini. Semuanya sudah ia rencanakan. Ia ingin bertemu gadis itu. Gadis di sebelahnya yang masih belum peka terhadap perasaan nya.

“Byun, Apa kau mau ikut makan siang bersamaku dan Jieun? Sudah lama bukan kalian tidak bertemu?”

Baekhyun mutar kepalanya, melirik ke arah Eunji sedikit sambil berfikir. Bertemu Jieun? Gadis yang jelas-jelas tertangkap menyukai dirinya itu. Bukan hal yang aneh jika satu kantor tahu kalau Jieun menyukai seorang Byun Baekhyun. Terlihat jelas saat Jieun menatap Baekhyun, berbicara kepadanya dan banyak hal yang menunjukan bahwa gadis itu menyukai dirinya.

“Byun?” tanya Eunji lagi, membuyarkan pikiran Baekhyun tadi.

“Baiklah aku akan ikut” Ucap Baekhyun sambil menganggukan kepalanya. ia fikir ia tak mungkin menolak ajakan dari Eunji, walau ia tahu Eunji mengajak dirinya demi sahabat baik Eunji, Jieun yang terkadang membuat Baekhyun merasa risih.

.

“Akhirnya aku bertemu lagi denganmu Baekhyun” Gadis berambut hitam pangjang itu mengarahkan pelukan singkat pada Baekhyun saat sahabat baik dan laki-laki yang ia suka itu kini berada di hadapanya.

Eunji tersenyum memandang sahabatnya yang terlihat senang bertemu dengan laki-laki idamannya. Eunji juga menatap Baekhyun yang mengeluarkan senyum ramah nya itu.

Tak mau memakan banyak waktu, mereka bertiga segera menempati sebuah meja di salah satu restoran yang sudah Jieun tentukan dan mulai memesan makanan untuk santap siang. Jieun tak hentinya mencari topik pembicaraan di antara mereka, khususnya untuk di bicarakan dengan Baekhyun.

Eunji menatap kedua temannya sambil tersenyum. Mereka cocok? Itu menurutnya. Ia lihat Baekhyun juga sangat ramah dengan Jieun. Semoga saja Baekhyun segera menyatakan perasaannya pada Jieun agar sahabat baiknya itu tidak hanya berharap-harap seperti saat ini.

Tak sadar Eunji menatapi Baekhyun, melihatnya tertawa, tersenyum, berbicara. entah mengapa ia suka dengan itu semua. Baekhyun memang laki-laki yang baik. Tak salah jika Jieun sangat menyukainya. Mengapa Eunji baru menyadarinya sekarang ? Padahal ia hampir menjalankan setiap harinya bersama laki-laki dengan senyum nya yang manis itu.

.

“Apa kau senang bertemu Jieun tadi?” Tanya Eunji sambil menaruh tas tangannya di sisi meja komputer. Baekhyun menoleh sedikit sambil mendesis pelan “Biasa saja, cukup seru karena kita membahas hal-hal lama yang menarik bukan?” Eunji menganggukan kepalanya tanpa menunjukan respon lain. dan beberapa detik kemudian Eunji mulai membuka mulutnya.

“Kalau kau mau kita bisa membuat janji dengannya untuk makan siang bersama setiap hari?”

Baekhyun mengerutkan keningnya dan menatap Eunji dengan wajah bingung. “Untuk apa? Tidak usah membuat janji konyol seperti itu” Baekhyun mendudukan dirinya pada kursi kantor di depannya dan menyanderkan kepalanya pada sandaran kursi itu. Eunji menghela nafasnya kecil sambil menggerakan mouse komputer dengan tangan kanannya.

“Apa kau tidak berfikiran untuk mendekatinya, Byun?” Baekhyun menoleh ke arah Eunji lagi dan memutar bola matanya.  “Tidak.” Jawabnya singkat.

“Hey kalian berdua!” Suara seseorang yang baekhyun dan Eunji sudah yakin bahawa itu adalah suara Jino, kini mendekat ke arah mereka berdua. Jino, laki-laki bertubuh kecil dengan wajah masih seperti anak-anak, ia berada di devisi yang sama dengan Baekhyun dan Eunji.

Baekhyun dan Eunji menolehkan kepala mereka, menatap Jino secara bersamaan, menatap Jino yang sudah berdiri di tengah-tengah mereka berdua dengan secangkir teh yang di pegangnya.

“Jahat sekali. Kalian berdua makan siang dengan Jieun, bukan? Mengapa tidak mengajakku?” Ucap Jino dengan wajah memberengut.

Eunji terkekeh melihat temannya itu. “Aku tidak berfikir kau mau ikut dengan kami”

“Hey, aku juga rindu dengan Jieun. Kau tahu? Kelama aku bekerja disini teman yang selalu menenangkanku saat di marahi atasan hanya dia”

Baekhyun tersenyum tipis, bangkit dari duduknya dan berdiri sejajar dengan Jino. “Aku bisa membaca pikiran mu Jino.” sahut Baekhyun sambil menepuk bahu Jino pelan. “Yak! bisa kah kau menutup mulut mu?” Wajah jino terlihat sedikit kesal sedangkah Baekhyun hanya terkekeh geli.

Eunji memandangi dua laki-laki di hadapannya dengan dahi berkerut dan wajah bingung. Ia belum bisa memahami apa maksud dari kedua laki-laki di depannya itu.

.

Kini semua berjalan seperti saat kemarin dan semua berjalan terus menerus. Dimana kala Eunji harus pulang malam karena kerjaan nya belum selesai dan saat itu pula Eunji selalu menemukan Baekhyun masih berada di kantornya, dengan alasan berbagai macam keperluan yang mengharuskan ia untuk pulang lebih larut. Dimana Eunji mau tidak mau menerima ajakan Baekhyun untuk menumpang mobilnya untuk pulang maupun berangkat menuju kantor.

Eunji sedikit berfikir, ini tidak seperti kata ‘kebetulan’ ini aneh, namun ia tidak mempermasalahkan hal itu. dan selama itu pula ia merasakan sesuatu yang nyaman ketika berada di sebelah laki-laki yang selalu bersikap baik kepadanya. Apa ia salah merasakan hal seperti ini?

Eunji membuka ponselnya setelah ponsel itu bergetar dan berbunyi kecil di meja kerjanya.

‘biarkan hari ini aku menemanimu pulang kantor, ok?’ 

 

Eunji tersenyum tipis dan menoleh kearah kirinya dimana Baekhyun duduk di kursi tempat kerjanya. Baekhyun yang masih memegang ponsel kini  melirik ke arah Eunji sambil mengangkat alisnya.

Eunji tertawa kecil dan menggerakan jarinya untuk membalas message itu.

‘baiklah byun’

send

.

“Aku sering merepotkanmu sekarang. Kau sampai mau mengantarku untuk belanja keperluan sehari-hari.”

Baekhyun tersenyum manis seperti biasanya dan menoleh ke arah Eunji yang sibuk mengenggam beberapa kantong belanjaan di kedua tangan nya. “Sepertinya sudah menjadi kebiasaanku di repot kan olehmu” Jawab Baekhyun sambil terkekeh.

Eunji memutar bola matanya dan mengeluarkan seulas senyum malu.

“Berhubung aku sudah belanja, bagaimana kalau  kau mampir ke apartement ku dan menyicipi masakanku? Sebagai imbalan karena aku selalu merepotkanmu. Bagaimana?” Eunji menatap Baekhyun dengan wajah meyakinkan. Apa lagi yang ia harus lakukan selain ini?

Baekhyun mendesah kecil “Baiklah, aku harap masakanmu bisa di makan” Jawab Baekhyun sambil merampas pelan kantung belanjaan yang di pegang Eunji. “Biar aku bawakan”

Eunji tersenyum kecil “Terimakasih”

.

Baekhyun mengamati sekeliling apartement kecil dimana ia berada. dengan ruang makan dan dapur yang menyatu dengan ruang tv, satu kamar tidur dan satu kamar mandi. Baekhyun terus menatap gadis yang sedang memunggungi dirinya itu sambil mengaduk aduk sesuatu yang ada di hadapannya.

Baekhyun tak bisa menahan perasaan senangnya kini, mungkin ia hanya tinggal menunggu waktu dimana ia siap untuk menyatakan semua nya pada Eunji.

Wangi masakan yang membuat semua lidah tak sabar menyicipi itu kini tercium. dan sosok Eunji kini berjalan ke arahnya. “Ya dan ini dia masakanku. kau pasti akan terpesona dengan masakanku ini Tuan Byun.” Ucap Eunji seraya menaruh mangkuk berisikan masakan lezat yang telah di masaknya.

Eunji membalikan tubuhnya lagi untuk mengambil berbagai peralatan makan dan semua yang di butuhkan. Tak lama bell apartement nya berbunyi.

Eunji dan Baekhyun dengan bersamaan menoleh ke arah pintu. Baekhyun bangkit dari duduknya dan menoleh pada Eunji. “Biar aku yang buka”

Eunji menganggukan kepalanya kepada Baekhyun. Baekhyun dengan santai berjalan ke arah pintu  apartement Eunji dan perlahan membuka knop pintu tersebut.

“Eunji, ak-” Suara seseorang yang berhenti di ambang pintu itu terhenti. Baekhyun mengangkat kepalanya dan memandang kaget ke arah seaeorang di hadapannya.

“Jieun?”

-to be contiued-

Please be mine [1/2]

Iklan

2 pemikiran pada “Please, Be Mine | Chapter [1/2]

  1. akhirnya ketemu sama fic baekji jugaaaa ><
    itu jieun gak bakal salah paham kan..
    dan baekhyun emang dari awal suka sama eunji yay. baca lanjutannya langsung ~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s