Please, Be Mine | Chapter [2/2]



Please, Be Mine
Baekhyun/Eunji | Jino/Jieun(IU)
plot©Shinstarkey | characters. they belong to god and themselves
Chapter [2/2]|Romance, Friendship|PG|Indonesia
Prev:chapter [1/2]

NOT FOR SILENT READER

“aku mohon. izinkan aku untuk mencintaimu”

.

.

“Eunji, ak-” Suara seseorang yang berhenti di ambang pintu itu terhenti. Baekhyun mengangkat kepalanya dan memandang kaget ke arah seaeorang di hadapannya.

“Jieun?”

.

“Jieun?” Suara Baekhyun itu terdengar.

Dengan cepat Eunji memutar kepalanya, menoleh ke arah pintu apartementnya. Jantungnya dengan cepat berdegup dengan kencang.

Eunji segera berjalan menghampiri Baekhyun dan Jieun yang masih berdiri disana.

“Baekhyun bagaimana kau bisa ada di sini?” suara Jieun yang terdengar kaget dan shock itu mulai terdengar oleh Eunji, Sedangkan Baekhyun masih terdiam bingung.

Eunji menyadari bahwa kini Jieun sudah menatap nya dari jauh dengan kening berkerut.

“Ah Jieun, tumben kau datang ke apartementku malam-malam. Silahkan masuk, kami baru saja akan memulai makan malam”

Eunji tersenyum kikuk di hadapan Jieun, sambil meraih tangan Jieun untuk masuk ke dalam apartementnya. perasaan tidak enak muncul ketika Eunji menyadari tatapan Jieun padanya sudah tidak bersahabat.

Hening bercampur rasa aneh di antara mereka saat ketiganya saling berpandangan di meja makan sampai akhirnya Baekhyun lah yang memecahkan suasana.

“Boleh aku memulai makan? Aku rasa cacing cacing di perutku ini sudah bernyanyi ria” Ucap Baekhyun sambil menyendokan nasi ke piringnya. terlihat senyum tipis di bibir Eunji “Silahkan Byun” .

“Kau belum menjawab pertanyaanku Baekhyun. Mengapa kau berada disini?” Jieun menatap Baekhyun dengan tatapan penuh. “Aku? Tadi sepulang kantor aku menemani Eunji berbelanja dan sepulangnya ia berniat memberi imbalan dengan membuatkan makanan untukku.” Jawab Baekhyun dengan wajah yang santai dan kemudian menyuap kan makanan nya ke dalam mulut. Berbeda dengan Eunji yang kini hanya terdiam menunduk. Jieun menatap Eunji singkat dengan ujung matanya.

“Oh. Sebaiknya sehabis ini kau pulang. Aku rasa Eunji lelah” Sahut Jieun dengan nada yang sinis. Eunji menelan ludah nya. ia merasa bahwa Jieun kini sangat marah.

“Baiklah tidak masalah” Jawab Baekhyun singkat.

.

“Aku bosan di rumah, jadi aku ingin menginap disini saja” Jawab Jieun ketika Eunji menanyakan maksud kedatangannya ke apartement Eunji.

Hening terasa di sekitar mereka kemudian Jieun membuka suaranya lagi

“Eunji.. kau tidak menusuk ku dari belang kan?” Jieun menatap Eunji dari pantulan cermin meja rias di kamar Eunji. Eunji yang sedang duduk di tepi tempat tidur sambil  mengeringkan rambutnya dengan handuk, tersentak kaget dengan apa yang di katakan Jieun.

“Ehm, apa maksudmu?”

Jieun membalikan badannya menatap Eunji. “Kau suka dengan Baekhyun?”

Mata Eunji terbuka saat kata-kata itu keluar dari mulut Jieun. Jieun mengulang pertanyaannya lagi dan menatap Eunji lurus.

“Tidak” suara Eunji terdengar lemas. Eunji menundukan kepalanya dan tidak lagi menatap Jieun. Sungguh ia tidak mengerti tentang perasaannya sekarang. Bahkan untuk mengucapkan kata ‘Tidak’ pun bibirnya sulit untuk terbuka.

Eunji menyadari bahwa Jieun kini duduk di sampingnya. dan wajahnya kembali terlihat senyuman.

“Aku tahu kau tidak akan mengecewakan ku Eunji.” sahut Jieun sambil memeluk Eunji hangat.

Eunji merasakan dadanya sesak, bukan akibat pelukan dari sahabat baiknya itu, melainkan tekanan yang di hadapinya. Sungguh ia tak mengerti dirinya sendiri. Ia tak bisa berbohong pada dirinya sendiri. Ia menyukai laki-laki itu.

.

Eunji menghela nafasnya kecil. sambil menutup pintu apartement nya, Ia menoleh ke arah suara langkah-langkah yang terdengar di lorong gedung apartementnya.

Eunji menggigit bibir saat melihat laki-laki itu dengan santai berjalan menghampirinya. Ia sedikit menghela nafas, untung saja Jieun sudah berangkat lebih dulu ke kantornya, kalau tidak Eunji yakin Jieun akan menampakan kemarahan pada Eunji.

Baekhyun menghentikan langkahnya saat jarak di antara mereka terpaut 1 meter.

“Ada apa denganmu?” Tanya Baekhyun heran ketika melihat wajah Eunji yang tidak terbilang cerah hari ini.

“Tidak.” Hanya itu yang keluar dari mulut Eunji. Eunji merasakan jantungnya berdegup kencang saat ini. bagaimanapun ia harus menjaga jarak dengan Baekhyun agar tidak terjadi salah paham di antara mereka.

.

Hening benar-benar terjadi. Baekhyun dan Eunji sama-sama terdiam. Keduanya hanya menatap jalanan padat di depan mereka.

“Kau tidak seperti biasanya” Suara Baekhyun terdengar menggema di dalam mobil. Eunji menoleh sekilas kearahnya.

“Mungkin hanya perasaanmu”

Eunji tidak menatap ke arah Baekhyun lagi, namun laki-laki itu menoleh menatap Eunji dan merasakan bahwa ada yang aneh yang terjadi pada gadis itu.

“Byun, kau tidak perlu menjemputku lagi seperti ini. Aku bisa berangkat sendiri. Aku tidak mau merepotkanmu”

Baekhyun menatap Eunji yang kini memainkan ujung tas nya dengan tatapan kosong.

“Asal kau tahu, aku tidak merasa di repotkan olehmu” Jawab Baekhyun menenangkan. Eunji tak merespon apa-apa.

Sungguh Baekhyun tak suka keadaan seperti ini. ada apa dengan Eunji? apa Baekhyun berbuat salah padanya?

Baekhyun teringat akan kejadian tadi malam. Ia rasa ia tahu apa penyebab eunji bertingkah seperti ini.

baekhyun mulai membuka suaranya lagi. “Apa ini karena Jieun?”

Eunji yang kini tersentak kaget menoleh ke arah Baekhyun dengan cepat. “Apa maksudmu?”

Baekhyun menghela nafasnya, dan memfokuskan pandangannya pada jalanan di luar. “Dia marah bukan? Aku tahu itu.”

Eunji terdiam sambil menundukan kepalanya. Mengapa laki-laki itu mudah membaca keadaan semalam?

“Apa yang ia bicarakan padamu?” Tanya Baekhyun lagi.

“Kau tidak perlu tahu itu” Suara Eunji terdengar dingin. Baekhyun menyadari bahwa itu adalah pertanyaan bodoh. Ia rasa ia memang tidak pantas menanyakan itu pada Eunji.

“Sebaiknya kita menjaga jarak, Byun” Suara itu terdengar lagi dan kini sukses membuat leher baekhyun terasa tercekat dan tak bisa bernafas.

.

Eunji mengusap wajahnya saat rasa lelah itu muncul di tengah tengah pekerjaannya. Perasaan aneh muncul saat ini. Hati nya terasa aneh, ada apa dengannya? Semenjak ia mengeluarkan kata-kata itu dan menatap mata Baekhyun , ia merasakan dadanya sesak. Bodoh! apa yang terjadi pada dirimu, Eunji? maki Eunji  pada dirnya sendiri.

Sesampainya mereka di kantor suasana dingin itu mencekam di antra mereka berdua. Baekhyun benar-benar tidak mengeluarkan sepatah kata lagi padanya dan itulah yang entah mengapa membuat Eunji uring-uringan. sesekali Eunji menoleh ke arah laki-laki yang berjarak tidak terlalu jauh dari meja kerjanya. Baekhyun yang terlihat fokus pada pekerjaannya sendiri itu kini lebih banyak diam dan tidak banyak bicara.

“Apa kau ada masalah? Ada apa denganmu dan Baekhyun?” Suara dari arah belakang Eunji membuatnya  menoleh cepat dan menemukan Jino yang berdiri menyender pada meja kerja di samping Eunji.

“Kau menganggeykanku Jino”

Jino tersenyum kecil sambil meneguk minuman kaleng yang di genggamnya.

“Kau dan Baekhyun?” Jino mengerutkan keningnya, menunjukan wajah heran pada Eunji.

Eunji memutar bola matanya dan mendesis pelan “Aku tidak tahu” Eunji mengusap wajahnya dan berkata dengan nada meringis.

“Kalau begitu ceritalah denganku”

.

“Ch jadi karena anak itu. Sampai sekarang dia masih mengincar Baekhyun?” Jino mendesis pelan. “Ia tidak akan berhenti sampai ia mendapatkan keinginannya” balas Eunji. Jino mengangkat kepalanya dan ia menatap Eunji seperti sedang menelusuri sesuatu di balik wajah Eunji.

“Dan kau… ” Suara Jino terdengar lagi membuat Eunji menoleh kepadanya dan menatap Jino dengan kening berkerut.

“Aku? apa?” Wajah Eunji terlihat bingung sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.

“kau menyukai Baekhyun juga bukan?”

deg

Eunji  sama sekali tak bisa mengelak kata-kata itu. dan ia memilih untuk diam tanpa menjawab pertanyaan dari Jino.

Jino mengulurkan tangannya menggapai puncak kepala Eunji, mengacak acak rambut gadis itu sambil tersenyum tenang. “Tidak usah mengelak. aku tahu. lebih baik kau pikirkan lagi. aku rasa, dengan kau menjaga jarak dengannya itu tidak menyelesaikan apapun” Ucap Jino menenangkan. Eunji tersenyum tipis. tidak salah ia bercerita pada Jino, ia sudah seperti kakak bagi Eunji.

“terimakasih Jino” Eunji tersenyum.

“tentu”

.

Mengerikan. Hari ini benar benar mengerikan bagi Baekhyun. Yang terjadi hari jauh dari bayangannya bahkan tidak pernah terbayangkan terjadi seperti ini.

Baekhyun menghempaskan tubuhnya di sofa apartement nya. yang ia lakukan, ia tetap pulang larut walau tidak mengantar Eunji pulang. Dengan diam-diam menunggu gadis itu pulang dan sampai di apartemen, ia rela membuntuti Eunji hingga ia yakin tidak akan ada apa-apa yang terjadi pada gadis itu.

Sungguh, perasaan aneh, ini menyiksa.

Hari ini ia benar-benar tidak berinteraksi dengan Eunji. dan di tambah pemandangan aneh yang ia lihat tadi siang. ia rasa darahnya mengalir naik ketika melihat Jino dan Eunji berbicara di kantor. Mood nya hilang begitu saja termakan emosi, tak heran kalau beberapa orang yang berhadapan dengannya terkena sasaran emosi Baekhyun.

Baekhyun menarik nafas panjang berusaha mengendalikan emosi yang masih menjalar di dirinya.

ia berfikir. apa ia harus merelakan Eunji? apa ia harus melepaskan Eunji? walau Eunji memang bukan miliknya tapi sungguh ia tidak ingin Eunji menjadi milik orang lain.

Baekhyun meraih ponsel nya dan tak lama menempelkan ponsel itu di kupingnya.

angkat! aku mohon angkat! gumam barkhyun dalam hati.

tut….tut…tut..

Baekhyun menghembuskan nafasnya. kini ia menyadari bahwa Eunji memang menghindarinya, bahkan untuk mengangkat telepon darinya saja gadis itu tidak mau.

apa yang harus ia lakukan?

.

Semua sudah berubah. memang sulit untuk di percaya oleh Baekhyun. Hubungannya dan Eunji kini semakin jauh. Gadis itu terus menerus menghindar dari Baekhyun.

“Tunggu. Aku tahu kau ingin kita berjaga jarak tapi tidak seperti ini caranya.” Baekhyun menggapai tangan Eunji yang melewatinya tanpa menoleh sedikitpun.

Eunji tak merespon apa-apa hanya terdiam dengan tangan yang berada pada genggaman Baekhyun.

“aku mohon jangan bersikap seperti ini” ucap Baekhyun lagi dengan nada yang melemah.

Eunji menahan nafasnya, dadanya sesak. kalau saja ia dapat mengatur waktu ia ingin semua ini terhenti, tidak ada masalah antaranya dan Baekhyun. dan seandainya ia bisa mengendalikan perasaannya dengan mudah, ia tak ingin menyukai laki-laki itu. Eunji menarik nafasnya dalam sulit untuk mengucapkannya. tapi ia harus. kalau saja Baekhyun terus bersikap seperti ini padanya itu malah membuatnya semakin tidak bisa merelakan laki- laki itu “Byun, tolong ajauhi aku dan mulailah membuka hatimu untuk Jieun. aku tidak ingin ada salah paham” suara Eunji terdengar dingin.

Baekhyun menatap Eunji kaget. tidak menyangka Eunji akan berkata seperti itu kepadanya. Baekhyun melepaskan genggamannya pada tangan Eunji perlahan. shock, itu tepatnya.

Eunji masih mengalihkan pandangannya dari Baekhyun. ia takut baekhyun dapat membaca raut wajahnya yang kini sudah tidak karuan.

Baekhyun mendesah kesal. ia menatap Eunji lekat walau gadis itu sama sekali tidak menatapnya.

“baiklah kalau itu maumu. aku akan lakukan seperti apa yang kau inginkan, Jung Eunji.” ucapan Baekhyun yang terkesan sinis itu perlahan menusuk dada Eunji.

gadis yang masih diam mematung itu tak berkutik sampai akhirnya sosok Baekhyun pergi meninggalkannya.

sungguh rasanya sakit. “aku tahu aku salah” gumam Eunji pada diri sendiri.

.

semua mulai berjalan seperti yang Eunji inginkan dulu. laki-laki bermarga Byun itu benar-benar berubah namun senyum yang di pancarkan olehnya tak akan berubah sampai kapanpun. Eunji sering mendapat email dari sahabat baiknya Jieun tentang bagaimana hubungannya dengan Baekhyun semakin dekat dan Eunji hanya bisa tersenyum miris.

Aneh. dulu inilah yang ia inginkan, melihat teman baiknya bahagia bersama laki-laki itu tapi mengapa sekarang rasanya sakit. oh god! hapuslah perasaan ini. teriak Eunji dalam hatinya.

“kau terlihat semakin buruk.” Eunji menoleh ke arah Jino yang menghampirinya saat ia sedang duduk di cafe kantor. Eunji tersenyum tipis menyambut Jino.

“seburuk itukah?”

“ya. lihat kantung matamu. aku rasa itu bukan karena lembur tapi karena memikirkan Byun Baekhyun” sahut Jino.

Eunji mendesis pelan, ia tak usah menutupi apapun lagi kalau sudah berbicara dengan Jino, karena laki-laki itu tahu segala tentangnya.

“kalian sungguh pintar membohongi dirisendiri.”

Eunji menatap Jino dengan dahi berkerut. “maksudmu?”

“melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan keinginan. aneh”

Eunji mengerti apa yang di maksud jino itu. ia hanya tersenyum miris dan mengaduk aduk cangkir teh di depannya.

“eunji, apa hari sabtu kau ada acara?”

eunji menggelengkan kepalanya pada jino dengan wajah bingung. jino merogoh kantong celananya dan mengeluarkan 2 lembar kertas berukuran kecil dari sana.

“aku dan baekhyun mendapatkan masing masing 2 tiket lotte world dari sebuah undian. tadinya aku ingin mengajak seseorang untuk pergi bersamaku tapi aku rasa dia sudah pergi bersama orang lain jadi bagaimana kalau kau saja yang menemaniku?”

“ch aku rasa kau juga parah hati” eunji menatap jino sambil terkekeh. “sudah tidak usah di bahas. mau atau tidak?”

“baiklah jino”

.

eunji tersenyum cerah saat memasuki kawasan lotte world, tempat rekreasi yang cukup terkenal di seoul. “sudah lama aku tidak datang ke sini” ucapnya sambil menerawang kawasan bermain itu.

“aku juga” balas jino.

eunji menarik nafasnya panjang. mungkin dengan begini ia akan mudah melupakan semua masalahnya dan tidak lagi memikirkan laki-laki yang sungguh tidak bisa berpindah dari hatinya.

eunji menggandeng tangan jino untuk  mulai berkeliling dan menjelajahi berbagai permainan yang ada di sana.

eunji merasakan ponselnya bergetar dan berbunyi. segera ia merogoh tas tangannya dan meraih ponsel.

“ya Jieun?”

mendengar kata-kata itu jino segera menoleh ke arah eunji. memandang eunji dengan wajah heran.

“jadi kau berada di lotte wold juga? kau melihatku?”

mata jino melebar saat mendengar itu semua. ch dia disini rupaya? batin jino.

eunji menutup ponselnya dan memasukannya lagi ke dalam tas.

“jieun ada disini” ucap eunji pelan. jino menganggukan kepalanya. “bersama baekhyun?”

“ya” jawab eunji singkat sambil menundukan kepalanya.

“sudah tidak usah di pikirkan.” jino mengulurkan tangannya mengusap punggung eunji. eunji hanya tersenyum tipis.

“eunji!!” suara teriakan riang itu membuat eunji dan jino memutar tubuhnya ke arah asal suara. jieun yang melambaikan tangan dengan riang dan sosok baekhyun yang berdiri di sebelahnya terlihat oleh eunji dan jino.

eunji tersenyum memandang jieun yang kini menghampiri dan memeluk tubuhnya. “tak menyangka kita bertemu disini ” sahut jieun dan manatap eunji dengan senyuman.

“ah kau datang kesini bersama ternyata jino.” jieun menoleh kearah jino sambil mengarahkan pelukan ke laki-laki dengan wajah mungil itu.

eunji terdiam saat menyadari kedua mata di hadapannya itu menatapnya dalam. baekhyun menatap eunji dalam diam, tanpa sepatah katapun yang keluar dari bibirnya.

eunji menghela nafasnya kecil ia rasa hatinya bergejolak.

mereka berempat pada akhirnya menyusuri tempat rekreasi itu bersama. apa ini terlihat seperti double date? mungkin saja.

wajah eunji berubah tak karuan saat melihat baekhyun dan jieun tetlihat begitu dekat saat ini. ya, eunji mengakui bahwa ia cemburu sekarang.

.

hari semakin siang dan kawasan itu semakin di penuhi oleh pengunjung. eunji yang baru saja keluar dari kamar kecil. memasukan tissue yang di genggamnya ke dalam tas sambil menerawang dimana teman-temannya berada.

sebuah tangan menggapai tangan eunji dan menariknya dengan cepat, membuat eunji sedikit panik dan segera menoleh ke arah orang yang menariknya itu. mata eunji membulat saat mendapati baekhyun dengan wajah serius menarik eunji sampai tempat yang terbilang cukup sepi.

“aku ingin bicara denganmu.” kata baekhyun sambil menatap eunji dalam setelah ia melepaskan genggaman tangannya dari eunji.

“kau tidak perlu menarikku kesini. kita bisa bicara dimana saja bukan?” balas eunji. eunji mengalihkan pandangannya dari baekhyun. sungguh ia takut untuk menatap wajah baekhyun.

baekhyun mendesah kecil. “aku hanya butuh bicara denganmu dan hanya denganmu!”

“sekarang kau puas jung eunji? aku sudah menuruti semua kemuanmu. kau bisa lihat sendiri bukan? aku sudah mencoba membuka hatiku untuk sahabat baikmu itu?” baekhyun menghela nafasnya. ia meraih bahu eunji agar gadis itu menghadapnya, menatapnya. agar gadis itu tahu bahwa ia cukup tersiksa dengan keadaan seperti ini.

“lihat aku. aku sudah tidak tahan!”

eunji yang tak juga menatap baekhyun hanya terdiam memandang ke sisilain.

“aku mohon hentikan ini. aku menyukaimu, bukan jieun” suara lemah itu kini membuat eunji menahan nafasnya. berusaha menahan butiran butiran airmata yang siap jatuh kapan saja.

eunji menggigit bibirnya, menahan perasaannya sendiri. sulit. apa yang harus ia lakukan sekarang?

eunji menghembuskan nafasnya dan melepaskan genggaman baekhyun pada bahunya.

“sudahlah byun.  jieun dan jino pasti sudah lama menunggu kita” ucap eunji untuk mengalihkan segalanya. eunji membalikan tubuhnya agar baekhyun tak bisa melihatnya dalam keadaan seperti ini. eunji menarik nafasnya, berusaha menahan tangis yang siap jatuh dari ujung matanya walau akhirnya semua itu gagal.

eunji merasakan dadanya sesak, tubuhnya melemas. sampai kapan ia harus membohongi dirinya sendiri?

eunji merasakan sesuatu yang hangat mendekap dirinya dari belakang dan saat itu juga airmata itu dengan derasnya mengalir dari ujung matanya. “aku mencintaimu jung eunji” suara itu terdengar begitu jelas di kuping eunji dan dekapan pada tubuhnya semakin terasa hangat.

“aku mohon jangan menyuruhku untuk mencintai gadis lain selain dirimu” “aku mohon. izinkan aku untuk mencintaimu” suara baekhyun yang terdengar parau itu semakin membuat eunji tidak tahan. eunji memutar tubuhnya dan mulai menatap baekhyun dengan mata berkaca-kaca.

“byun, tolong katakan padaku kalau kau tidak akan meninggalkanku” isak eunji sambil memeluk tubuh baekhyun.     baekhyun mengusap rambut eunji halus. “tidak dan tidak akan pernah”

.

semua dugaan eunji benar. jieun yang melihatnya bersama baekhyun kemarin sore, kini benar-benar memperlihatkan kemarahannya pada eunji.

sahabat baiknya itu sama sekali tidak mau mendengar penjelasan dari eunji maupun baekhyun. dan di saat itulah eunji sedikit merasa bahwa ia tak pantas untuk menjadi sahabat jieun. sudah seminggu dimana eunji dan jieun tidak berkomunikasi lagi.

baekhyun tersenyum ke arah kanan, mentap gadis yang berdiri sejajar dengannya.  “sudah, aku yakin dia pasti sudah mengerti dan memaafkanmu” ucap baekhyun dengan bibir yang tertarik ke atas membentuk senyuman. senyuman yang sampai saat ini masih membuat eunji menahan nafasnya sejenak.

eunji menatap ragu kearah pintu yang tepat berada di depannya. pintu apartement jieun. ia menarik nafasnya panjang dan memencet bell apartement itu dengan tangan yang sedikit bergetar. sungguh ia takut kalau jieun masih marah dengannya.

suara gaduh terdengar sebelum pintu itu terbuka. eunji kini terdiam kaku di depan sana sambil memandang jieun yang menatapnya datar.

hening ketika keduanya dan baekhyun tidak mengeluarkan suara apapun. eunji dan jieun bertatapan.

jantungnya berdegup dengan cepat. apa yang harus ia katakan pada jieun?

tak lama seulas senyum terbentuk dari bibir jieun, membuat eunji menatapnya dengan bingung. jieun mengulurkan tangannya dan memeluk eunji erat.

“aku minta maaf. seharusnya aku tahu kalau baekhyun hanya menyukaimu. maaf aku egois” ucapan jieun itu sungguh membuat seluruh perasaan eunji lega. eunji menghembuskan nafasnya pelan dan tersenyum memeluk jieun erat.

“maafkan aku”

“kau tidak perlu minta maaf, aku yang salah. ayo masuk”

jieun menarik tangan eunji untuk masuk ke dalam apartement nya disusul oleh baekhyun di belakang mereka.

eunji terperangah kaget ketika melihat seseorang yang di kenalnya dengan baik menatap mereka dari dalam.

“jino?”

jino menaikan alisnya. “ya”

“sedang apa kau disini?” tanya eunji bingung. jino mendesis kecil. “apa tidak boleh mengunjungi apartement pacar sendiri?” jino berjalan mendekati jieun dan tersenyum. sedangkan jieun hanya terkekeh.

“dialah yang menyadarkanku tentang semuanya. dan ia menyatakan perasaannya padaku” sahut jieun sambil tersenyum memandang jino.

eunji yang masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi sekarang kini tetsenyum bahagia. baekhyun yang kini juga tersenyum menggenggam tangan eunji erat. eunji merasakan kehangatan itu dan menoleh kearah baekhyun. jantung eunji berdegup dengan kencang saat ini.

“hey byun baekhyun!” suara jieun itu membuat baekhyun mengangkat kepalanya menatap jieun.

“ya, walaupun aku sudah tidak mengejarmu tapi jangan harap kau bisa lepas dariku” sahut jieun dengan nada yang sengaja di buat sinis. baekhyun memandangnya dengan alis yang terangkat. “aku akan menterormu kalau saja kau menyakiti eunji. kau tahu itu?” lanjut jieun sambil mengepalkan tangannya. mereka berempat sama sama tersenyum. “itu tidak akan pernah terjadi” balas baekhyun.

.

“jangan pernah membohongi dirimu sendiri lagi, oke?” jino mengacak-acak puncak rambut eunji.

“tentu. dan… jino. terimakasih kau sudah membuat keadaan membaik sekarang”

“itu kewajibanku”

“ya!! kalian berdua!! jangan mencoba bermain di belakang kami” teriak baekhyun dan jieun secara bersamaan. sedangkan jino dan eunji  sama sama terkekeh geli.

Eunji menghampiri Baekhyun dan segera memeluknya. begitu juga Jino yang kini menyambut pelukan dari Jieun.

-end-

Iklan

7 pemikiran pada “Please, Be Mine | Chapter [2/2]

  1. aaaaa BaekJi :’)))
    walaupun awalnya sedih tpi happy ending.. so sweet aaa.. aku BaekJi Shipper, FF nya the bestt (‘-‘/\)
    sering” bikin FF BaekJi lagii ya chingu ^^~

  2. keren banget min yg part 1 juga
    btw gw suka banget ama exopink terutama baekji surong kaieun chankyung kyungjoo seyoung lumi #itumah semuanya ._.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s