Learn

cover

Learn
Baekhyun/Eunji
plot©Shinstarkey | characters. they belong to god and themselves
Ficlet|Romance, sad|PG|Indonesia

aku……..

ia bilang aku kini berubah. aku bahkan tak menyadarinya. ia kemudia pergi sampai akhirnya aku menyadari semua kesalahan pada diriku. aku menatap cermin yang memantulkan sebagian dari tubuhku. mengusap tangis yang kini sulit untuk berhenti.

 

“aku minta maaf”

 

 kata-kata itu yang selalu aku ucapkan setiap kali aku berbuat salah namun dengan bodohnya aku selalu mengulangi semua kesalahan aku dan membuatnya muak. oh Tuhan sejahat ini kah aku mengabaikan seseorang sabar sepertinya?

hubungan kami…… sudah menginjak tujuh tahun selama itu kami bersama namun kini berakhir dengan kata…..

 “sudahlah aku lelah”

 

“aku sayang padamu namun kau selalu mengabaikanku.. mana kau yang dulu? yang tidak pernah membantah demi kebaikanmu! mana kau yang selalu menjaga dirimu dengan baik sampai aku sediri kagum dengamu.. kemana kau yang dulu ? kemana dirimu yang selalu kuat! kemana dirimu yang selalu bisa mengerti keadaan oranglain,keadaanku! “

 

sungguh teriakan mencekam, ringisan, dan airmata itu masih selalu ku-ingat dengan jelas. seakan semuanya terputar berkali kali bagaikan film di otakku. 

aku salah….

aku tahu aku salah…

aku menyia-nyiakanmu…

 

aku benci diriku yang kini telah salah menanggapi suatu hal.. rasa egois akan dirinya kini terus menguasaiku namun aku tak terpikirkan luka yang menggores hatinya.

 

“baekhyun aku mohon maafkan aku”

 

bodoh!! aku rasa kata kata yang aku lontarkan itu bodoh! apa aku tidak sadar dengan semua kesalahanku ? apa aku tidak tahu malu? itu yang aku rasakan pada diriku sendiri. aku tak tahu malu ketika aku memintanya untuk kembali padaku. tapi sungguh aku melakukan itu karena aku mencintainya… aku menginginkannya…

 

aku ingin dia ada di dekatku karena hanya dialah yang bisa mengerti aku…

tapi rasanya sudah cukup aku menyakitinya, membuatnya  lelah dan merasa jera denganku..

 

aku membasuh wajahku dengan air yang terasa sangat dingin di kulit. serasa otot otot di wajahku kini membeku karenanya. sambil mengusap sekali lagi sudut mataku dengan punggung tangan aku menarik nafasku panjang mencoba lupakan tapi semua itu mustahil adanya.

 

aku harap dia bahagia tanpaku….

 

-JEJ-

 

gadis dengan rambut di kuncir kuda itu melangkahkan kakinya perlahan menuju ke deretan bilik di ruangan yang berbau aneh itu. bilik pertama.. bilik kedua.. bilik ketiga. ia menghentikan langkahnya menoleh kearah anak kecil yang terbaring lemas dengan selang infus yang terpasang di punggung tangan kirinya. 

 

“selamat pagi malaikat kecil. bagaimana keadaanmu pagi ini? ” sambut dokter jung. jung eunji yang menyunggingkan senyum manisnya sambil membelai halus tangan gadis kecil yang tersenyum cerah walau eunji tahu cobaan berat apa yang harus di tanggung seorang anak berumur 5 tahun itu.

 

“dokter cantik lihat apa yang ayah berikan padaku semalam. ” gadis kecil itu mengangkat boneka berbau stroberi dengan tangan kecilnya. ehnji tersenyum dan mengusap usap boneka itu seakan boneka itu hidup.”lucu sekali sayang. kau pasti sangat gembira.” eunji menoleh kearah jam tangan nya”kau sudah siap untuk terapi hari ini sayang?” 

 

gadis memeluk erat bonekanya dan menatap eunji denan mata yang bersinar ” dokter, boleh aku bawa lotso ke ruangan terapi agar ia bisa menemaniku saat aku merasa sakit” tangan kecil nya menelusuri bulu halus dari bonekanya.

eunji mengangguk pelan dan tersenyum dengan ramah.

 

_

 

sudah dua tahun…………

 

semua orang sayang padamu dengan penuh kasih…. itu kata orang-orang…

perubahan pesat padaku saat belajar apa arti dari menyayangi…

dan aku tak akan mengabaikan semua yang selalu mendukungku.. karena aku tahu mereka sayang padaku…

 

eunji menggerutkan dahinya dan menatap kearah seaeorang di balik balutan baju pasien dengan topi yang ia tahu untuk menutupi rambut yang perlahan akan habis itu.

ruangan terapi tidak sepi bahkan saat ini banyak sekali jadwal terapi bagi para pasien di rumah sakit iru termasuk gadis kecil yang menjadi salah satu pasien eunji.

 

eunji mencoba menatap wajah orang tersebut dengan teliti. 

sungguh apa itu benar benar dia? tidak mungkin…. 

dan ketika pandangan mereka bertemu dan eunji sepenuhnya meyakini bahwa orang yang di lihatnya……

 

– 

 

air mata sudah menggemang namun masih kuat untuknya mencegah seluruhnya jatuh.

 

“sejak kapan?” suaranya bergetar dan tatapannya hanya bertuju pada satu arah di bawahnya.

 

“dua tahun yang lalu” jawab suara serak itu singkat. laki laki dengan tubuh kurus dan cekungam pipi yang sangat terlihat kini menghela nafasnya.

 

eunji menarik nafasnya mencegah dirinya melemah. sungguh ia tidak tahu apa apa soal ini, ia tidak tahu kalau saja baekhyun menderita sesuatu yang tak pernah ia sangka sama sekali.

 

baekhyun menfhela nafasnya dan tersenyum lirih “kau menjadi orang yang lebih baik tanpaku bukan? menyelesaikan seluruh pekerjaanmu, lulus sebagai dokter yang baik dan aku yakin kau tak mengecewakan orang di sekitarmu. aku senang”

 

eunji tak kuasa membendung lagi. dan airmata itu mulai menetes satu persatu di pipinya.

sakit pedih. apa yang sebenarnya terjadi? apa laki-laki itu tak menganggapnya lagi? mengapa ia tak tahu apa apa soal ini?

 

“kau tahu hal ini sebelum hubungan kita berakhir?” suara dengan nada dingin diiringi tangisan itu terdengar.

 

“maaf aku tidak memberi tahumu”

 

Eunji menoleh kearah baekhyun dan dalam hitungan detik kini tangannya meraih tubuh baekhyun dan mendekapnyamengeluarkan semua tangisnya di bahu laki-laki yang duduk memating sambil menatapnya. “aku minta maaf… aku adalah manusia yang tidak tahu diri mengabaikanmu..” dan kata-kata itu terlepas dari bibirnya dengan getaran suara hebat. “aku membutuhkanmu.. aku merindukanmu―mengapa kau tidak member tahu aku tentang keadaanmu? Apa aku sudah menjadi orang jahat bagimu?”

 

Tangan yang tadinya terkulai lemas kini mendekap tubuh eunji, Membelai halus rambutnya. “Sungguh aku tidak ingin melihatmu merasa terbebani karena aku. Aku hanya ingin kau menjalani hidupmu tanpa beban. Menjalankan semuanya tanpa harus memikirkan keadaanku yang seperti ini..” suara baekhyun terdengar lembut.

 

“bukan kau yang membebani aku.. tapi aku yang selalu membebanimu karena semua keegoisanku. Maaf….” isak eunji tak bisa mengalahkan tangisnya.

 

“aku ingin bersamamu…”

 

“aku ingin kau sembuh….”

 

“aku ingin menjalani hidupku bersamamu….”

 

“aku ingin selalu menjagamu..”

 

“aku ingin berusaha menjadi lebih baik bersamamu…”

 

“aku tidak ingin mengecewakanmu lagi….”

 

Baekhyun tersenyum….

Mendengar semua janji kecil yang terlontar begitu saja dari bibir eunji. Haruskah ia merasa senang mendengar itu semua dari gadis yang sampai saat ini masih saja memenuhi hatinya? Atau ia harus sedih memikirkan kenyataan yang harus ia hadapi. Waktunya pasti tiba…. Iya yakin itu semua.. apa yang ia lakukan saat ini hanya memperlambat.. namun tidak menutup kemungkinan Tuhan akan memanggilnya lebih awal.

Eunji melepaskan pelukannya pada baekhyun. Menatap kedua mata sedu yang ia yakin mata itu sudah lelah untuk mengeluarkan air mata karena sakit yang di alaminya. Jemari tangan eunji menelusuri cekungan pipi yang sangat terlihat sambil menyesali apa yang sudah terjadi…

Menyesali bahwa ia tidak menemani baekhyun saat laki-laki itu membutuhkannya.. saat laki-laki itu merasa kesakitan. Tuhan.. ini sungguh sakit.. hatinya sungguh sakit menerima kenyataan yang terjadi…

 

Baekhyun mengembangkan senyumnya. Meletakan kedua telapak tangannya di pipi eunji. “maafkan aku sudah meninggalkanmu dan membuatmu merasa sakit waktu itu.. tujuanku hanya ingin membuatmu lebih biak dalam menjalankan hidupmu.. tanpa aku… “

 

Air mata tang berlinang dengan sigap di hapus oleh jemari baekhyun di pipinya. “ aku mencintaimu Jung Eunji… sungguh sampai Tuhan memanggilku”

 

Sunggung sebuah kalimat yang kini menyayat hati eunji. Jangan katakan itu! Aku tak mau dengar kata-kata itu!! Titah eunji namun di dalam hatinya membuat tangis yang semakin deras.

 

“kau mau melewati hari bersamaku? Sampai waktunya tiba….” Suara baekhyun yang kini terdengar bergetar. Wajah pucat itu menatap eunji dengan senyuman. Bagaimana laki-laki itu masih dapat tersenyum dalam keadaan nya yang seperti ini ?

 

Eunji mendekap tubuh baekhyun lagi dan berbisik.

“aku ingin bersamamu dan tak ingin kehilanganmu… dan aku yakin… kau pasti akan sembuh.. “

 

Dan semua rasa sakit itu mulai di redamnya…. dengan rasa optimis eunji meyakinkan keduanya bahwa tidak ada yang perlu di khawatirkan jika mereka bersama. Dan ia akan berjanji menemani baekhyun sampai kapanpun.

 

Sampai Tuhan menjemput salah satu dari keduanya….

 

 

1 Tahun kemudian…

 

Dan saat itu tiba… dimana semua nya sudah terkubur bersama semua harapan yang telah di berinya. Tuhan memang mempunyai rencana lain. Dengan Kondisi tubuh yang sudah semakin memburuk baekhyun harus menutup kedua matanya untuk selama-lamanya.

Satu tahun yang terasa singkat untuk menghabiskan waktu denga seseorang yang sungguh ia cintai. Merasakan semua hal yang di alami baekhyun pada dirinya.

Namun Eunji belajar dari semua yang ia alami…

 

Dan semua pelajaran yang ia dapat dari kekasihnya…

 

“Tuhan… Jaga dia untukku.. karena hanya ialah yang mampu membuatku lebih baik seperti sekarang..”

 

-END-

learn

Iklan

4 pemikiran pada “Learn

  1. Huwaaaa bagusbagusbaguus!!
    Tapi mikirin eunji nangis kayak gitu rasanya rada aneh hehe tapi bagus kok thor ceritanya
    Buat lagi yaa tapi main castnya key
    hehe

  2. Sedih 😦 Kesian banget Baekhyun Oppa hatus melewati semua cobaannya selama 2 tahun dengan seorang diri. Coba aja aku ada di sana dengan senang hati aku akan nemani Baek di sana . Hhaha 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s