It must be YOU [Part 2/3]

biub

Title : It must be YOU [Part 2/3]

Author : Shinstarkey (@nanonadiaa)

cast :

  • Key Kim Kibum
  • Amber Josephine liu

Genre :Romance

Length : 3 part | Part 1/3

Rating : PG

Language : Indonesia

Disclaimer : Only Plot is mine. characters they belong to God and themselves

SHINSTARKEY COMEBACK WITH NEW KEYBER FANFICTION

HOPE YOU LIKE IT

.

NOT FOR SILENT READER

.

It must be YOU

.

Pernikahan

.

“kau mau kemana?”
“mengapa kau pergi sekarang?”
“kau pembohong aku benci padamu!!”

.

Amber mengusap wajahnya saat alarm berbunyi tepat di sebelah tempat tidurnya.
mimpi aneh lagi.

amber menghela nafasnya. entah mengapa anak laki-laki itu muncul tapi ia tak ingat siapa anak laki-laki itu. mengapa gadis kecil dalam mimpinya terlihat sangat sedih dan marah dengan anak laki-laki di hadapannya. ia sama sekali tak mengerti mimpi itu. bahkan ia tak yakin bahwa gadis itu adalah dirinya ketika kecil.

amber mengacak-acak rambut pendeknyadan kemudian bangkit dari tempat tidur. ia menggelengkan kepalanya, merasa aneh namun apa lagi yang harus di fikirkan? itu hanya mimpi belaka dan bisa saja tak ada hubungan dengan dirinya saat ini.

Amber menoleh pada cermin kecil di samping tempat tidurnya, sedikit melirik jam dinding dan kembali menatap wajahnya di cermin.

Amber menghela nafas, menatap lekat pada setiap inci wajahnya. Bahkan ia sendiripun merasa aneh, mengapa dirinyalah yang harus di jodohkan oleh laki-laki dengan basic Artis seperti Key yang perfeksionis . bukankah laki-laki itu bisa mencari gadis yang jauh lebih cantik? amber fikir ia terlalu jauh untuk di bandingkan dengan gadis pada umumnya. sebenarnya ada apa dengan dirinya?

“aiishhh aku lupa kalau hari ini aku akan berkunjung ke kediaman Kim” amber mengacak acak rambutnya dan menaruh cermin itu kembali dan dengan terburu-buru ia segera berlari ke kamar mandinya. mempersiapkan diri untuk bertemu kedua orang tua key.

.

“ch.. aku kira dengan gaya mu yang seperti laki-laki yang tidak membutuhkan waktu untuk berdandan dan tidak membuatku menunggu lama” Sahut Key ketika amber baru saja duduk di sebelah bangku pengemudi dimana ada Key disana.

Amber yang sedang memasang sabuk pengamannya kini menatap key dengan wajah yang jengkel. Menyebalkan sekali laki-laki itu. batin Amber.
“Aku kesiangan bangun” Jawab Amber singkat tanpa menatap key lagi. “Mommy dan Daddy sedang pergi”

“Kebiasaan”
Amber segera menoleh keaah asal suara. rasanya benar-benar menyebalkan. bagaimana laki-laki itu bisa berbicara seenaknya seperti itu?

“Ya!! enak saja kalau bicara..”

“sudahlah.. tidak usah menyangkal nona Liu. Ambil bungkusan di Kursi belakang, disitu ada beberapa Roti. Aku rasa kebiasaanmu masih sama. Makanlah aku tidak mau kau tidak sarapan.”

Amber menatap Key yang fokus di depan kemudi. kini tatapan Jengkel itu berubah menjadi tatapan heran.
lantas dari mana laki-laki itu tahu kalau Amber tidak suka sarapan di rumah? darimana laki-laki itu tahu kebiasaannya?

.

Key menggelengkan kepalanya menatap gadis berambut pendek yang sudah tertidur pulas di mobilnya. Matahari terik tak menjadi hambatan untuknya memejamkan mata dengan nyanyak.
hal yang sangat menarik untuk Key walau ia tak mengerti hal apa yang membuat gadis itu terlihat berbeda dari yang lain. Aneh.
bahkan ia merasakan itu sejak lama.

“ya! Amber! Bangun! Kita sudah sampai.. mau sampai kapan kau tidur,uh?” tangan Key menggapai bahu Amber, namun amber masih saja memejamkan matanya.

“Amber” panggil Key lagi.
Key mendesis pelan dan memutar bola matanya. “Josephine! Bangun atau aku akan menepuk keningmu!”

dan sedetik kemudian Amber membuka matanya dengan paksa dan menatap Key dengan terkejut sambil memegangi Keningnya.

“ya! kau!” Amber menjunjuk Key dengan mata yang terbelalak namun akhirnya ia menyadari tingkah bodohnya. untuk apa dia merasa kaget ketika suara itu membangunkannya? tapi ia fikir suara itu…..

“Apa? Kau tidur seperti mumi, kau tahu? mengapa kau sangat terkejut medengar suaraku? aku hanya membangunkanmu” Key yang sedikit mengerucutkan bibirnya kini menatap amber denan jengkel.

“Aku fikir suara anak laki-laki itu” Amber menundukan kepalanya dan sedikit berfikir. aneh mengapa lagi-lagi anak laki-laki itu? bahkan ia seperti mengalami dejavu.

“anak laki-laki? dalam mimpimu?” key memiringkan kepalanya dan menatap Amber dengan bingung.

Amber menghembuskan nafasnya dan menatap Key seakan tidak ada yang perlu di bahas lagi.

“sudah. aku juga tidak mengerti.” Amber membuka pintu mobil dengan cepat dan keluar dari mobil sedan itu. Di susul oleh Key yang segera turun dari mobil dan menempatkan posisi di sebelah Amber.

Bangunan megah itu sunggug membuat Amber takjub. Halaman yang luas dengan berbagai bunga yang di susun rapih, beberapa patung unik yang berdiri kokoh, pepohonan rindang, air mancur. apa ini adalah sebuah istana?

“bodoh” sebuah jitakan kecil mendarat dengan mulus di puncak kepala amber, membuat amber tersadar dan menatap seseorang di sampingnya.
“ya! mengapa kau mengejeku?” sahut amber dengan kesal.
“tidak perlu memandang rumah ini dengan tatapan anehmu itu. bahkan rumah ini akan jadi milikmu”
Amber menatap key dan kemudian mencerna kata-kata dari laki-laki itu. sungguh ia belum bisa percaya ini.

Key berjalan memimpin ketika memasuki kediaman mewah milik keluarganya. menekan bell dan beberapa detik kemudian seorang pelayan kepercayaan ibunya membukakan pintu dan tersenyum kearah Amber.

Amber yang masih merasa canggung kini ikut tersenyum sambil membungkukan tubuhnya.

“selamat siang. nyonya dan tuan besar sudah menunggu di ruang keluarga” sahut wanita tua pelayan kepercayaan Mrs.Kim tersebut.

Key menganggukan kepalanya dan segera berjalan meninggalkan pintu besar yang mewah diikuti Amber yang selalu membuntuti Key.

Sepasang suami istri yang duduk di sofa besar dengan pakaian sederhana namun terlihat rapih dan mewah itu kini tersenyum melihat kedua anak muda yang baru saja hadir di hadapan mereka.

“Amber akhirnya kami bertemu dengamu” wanita paruh baya yang terlihat cantik―segera memeluk Amber dengan erat. Amber tersenyum sambil menyambut pelukan dari Mrs.Kim itu. Sebelumnya Amber fikir ia akan mengalami kecanggungan yang aneh serta tatapan tidak menyenangkan dari kedua orangtua Key tentang penampilan Amber yang jauh dari sempurna.

“Senang bertemu dengan anda nyonya Kim” sahut Amber mencoba untuk tidak terlihat canggung. Mrs. Kim melepas pelukan hangatnya dan menatap Amber dengan senyum. “Jangan memanggilku seperti itu. Panggil saja ‘Eomma’ “

Amber tersenyum kaku kepada Mrs.Kim. bahkan baru sekali bertemu, wanita itu terlihat sangat ramah pada Amber. Atau mungkin ini bukan pertemuan pertamanya dengan wanita itu? Tapi Amber tak mengingat apapun.

“Ayo silahkan duduk.. Mommy dan daddy mu akan segera tiba. Mereka mengabarkan akan membahas pernikahan kalian sekarang agar tidak menunda waktu lagi. “ Mr.Kim mempersilahkan Amber dan key duduk dan kemudian menempatkan dirinya di sofa empuk di sebelah istrinya.

Amber yang duduk bersebelahan dengan Key kini menatap Mr.Kim dengan mata yang membesar. Rasa tidak percaya kini menjalar pada keduanya. Bagaimana di usia mereka yang semuda ini harus segera menikah? Bahkan Key sendiri belum menyelesaikan sekolahnya di Tingkat akhir.

“me-menikah?” Key menatap ayahnya tidak percaya. “Appa aku kan masih sekolah?”

“tidak masalah, kau masih bisa meneruskan sekolahmu, begitu juga dengan Amber. Kami hanya ingin keluarga ini saling terikat. Apa salahnya bukan?” Jawab Mr. Kim dengan nada yang terdengar ringan namun semakin membuat rasa berdegup tak percaya dari sang anak dan gadis sibelahnya.

Amber dan Key kemudian saling menatap dan mengembuskan nafas dengan pasrah. Amber dan key hanya terdiam sampai akhirnya kedua orang tua Amber sampai pada kediaman Kim untuk membahas hari pernikahan putra dan putri mereka dengan waktu yang sangat singkat.

.

Sudah berminggu-minggu Amber menjalankan harinya bersama laki-laki yang mungkin bukan orang asing lagi baginya. Amber sudah mengenal Key, mengetahui sifat buruk laki-laki itu maupun sifat baik darinya. Mereka mencoba untuk saling terbuka satu sama lain, dan menerima keadaan dimana mereka harus menjalankan hidup berpasangan.

Kabar wanita tampan yang berpasangan dengan sorang model terkenal memang masih heboh dibicarakan oleh siswa dan siswi sekolah mereka. Anak-anak itu masih belum percaya dengan keadaan yang ada. Bahkan sesekali Amber menjadi bahan terror bagi para fans key yang tidak menerima keadaan dirinya. Kata-kata ejekan atau semacamnya sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Amber saat ini. Namun keempat temannya dan mereka yang tidak mempermasalahkan hal itu serta teman-teman key yang bersikap baik pada Amber―selalu mendukung Amber.

“ Apa tidak berlebihan jika semuanya di undang?” Amber menatap Key dengan ragu sambil berjalan di lorong sekolah bersamaan.

“itu permintaan eomma, turuti saja. kalau mereka tidak datang itu urusan lain, bukan urusan kita” jawab key dengan enteng. Amber menganggukan kepalanya dan menunduk. Perasaan aneh yang datang pada dirinya kini membuatnya kehabisan kata-kata untuk berbicara ringan dengan Key. Rasanya jantungnya berdegup dengan kencang. Secepat inikah ia merasakannya?

Key menatap Amber sekilas dan tersenyum dengan manis. “Memang kau sudah siap menikah?” Tanya Key dengan nada bercanda. Amber menatap key dengan mata yang terbelalak kaget. “tidak. Aku tidak mengerti hal itu sama sekali. Orangtua kita memang sangat aneh” gumam amber sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Key, aku boleh bertanya padamu?”

“apa?”

“mengapa kau mau menikah denganku?” Amber menundukan kepalanya. Dari dulu ia memang ingin betanya seperti itu namun tak ada keberanian sama sekali.

Key menatap Amber dengan kebingungan. “maksudmu?”

“banyak wanita cantik di luarsana” suara amber terdengar mengecil dan ia tak lagi bisa menatap key lagi, amber hanya bisa menatap langkah langkah kakinya yang beriringan dengan key.

Walau suara Amber terdengar kecil namun key masih bisa mendengar suara itu. Key hanya tersenyum, rasanya lucu melihat gadis disebelahnya kini sudah mulai menunjukan warna merona di pipinya.

“karena kau berbeda, Amber”

Amber menghentikan langkahnya dan menatap key dengan mata yang membulat sedangkan Key mempercepat langkahnya dan berjalan mendahului Amber menuju ke parkiran dan segera meraih pintu mobilnya.

bahkan saat ini amber dapat merasakan degup jantungnya yang berdetak jauh lebih cepat.

Key menatap Amber yang masih dalam posisinya dengan tatapan yang sengaja di buat jengkel. “ya!! Sampai kapan kau mau berdiri disitu? Ayo pulang! Banyak yang harus kita siapkan!! Kau tidak ingat pernikahan kita tinggal seminggu lagi?” sahut Key sambil masuk kedalam mobilnya.

Amber yang segera tersadar dengan apa yang di lakukannya kini segera berlari kecil kearah Mobil Key dan bergegas menuju pulang ke Apartement miliknya.

.

Hari itupun tiba, dimana Amber harus merelakan dirinya dan bersedia terikat dengan laki-laki bernama asli Kim kibum itu saat Liburan Sekolah berlangsung. Amber menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya perlahan. Rasa gugup, takut dan perasaan aneh itu menguasai dirinya. “oh God. Jadi ini rasanya menikah? Aku tak mengerti apa-apa” gumam amber sambil berjalan kesana-kemari di ruang riasnya.

Gaun putih sederhana yang membuat Amber tak bisa banyak bergerak itu kini membuat dirinya merasa malu. Bahkan ia tak pernah memakai gaun dalam hidupnya dan sekarang ia sudah mengenakan gaun putih mahal yang di pesan oleh Mrs. Kim untuk acara pernikahannya dengan Key.

Amber menatap dirinya di cermin. “bukankah aku terlihat aneh dengan gaun seperti ini? Aku tidak menyukai gaun” gumam Amber lagi dan menatap lirih kearah cermin yang menggambarkan dirinya sendiri.

Key come on.. aku bukanlah gadis cantik yang anggun saat mengenakan barang-barang seperti ini. Mengapa kau masih saja mau menikah denganku. Dasar laki-laki aneh!

Ketukan pintu ruangan itu berbunyi dan kemudian seseorang muncul di baliknya dan menatap Amber dengan terkejut. “Astagah! Kau sungguh Amber ?” Luna segera menghampiri Amber dengan wajah terkejut sedangkan Amber menundukan kepalanya. “ya.. ya.. ya.. aku tahu aku terlihat Aneh dengan gaun seperti ini Luna. Kau tak usah berbicara lagi” ucap Amber dengan suara yang lemas.

“ya! Victoria , Sulli, Krystal Lihat Amber tomboy kita saat ini! Kalian pasti tak percaya” teriak Luna kearah pintu yang masih terbuka itu.

Dan beberapa detik kemudian teman-temannya yang sudah rapih dengan gaun nya masing masing―Masuk dan menatap Amber dengan tidak percaya.

“Ya Tuhan, kau sangat cantik Amber!” Victoria memeluk Amber dengan segera. Amber menatap keempat temannya―Tidak percaya.

“benarkah?” Amber mengerutkan keningnya.

“bahkan kau tidak seperti Amber yang kami kenal dengan celana pendek dan sepatu sport lusuh milikmu itu” kata sulli dengan nada yang terdengar polos. Amber merekahkan senyumnya, bahkan ia tidak percaya dengan apa yang di katakana teman-temannya itu.

Krystal mengusap gaun yang terlihat sedikit kusut akibat reaksi dirinya dan yang lain ketika melihat Amber “aku yakin Key pasti tidak percaya melihatmu secantik ini!!!”

“ Pernikahan akan segera dimulai. Ayahmu sudah menunggu di bawah Amber! Ayo kami sudah tidak sadar melihat mu berdiri di atas altar. Ah aku tidak menyangka kau akan menikah secepat ini.. “ luna mengerucutkan bibirnya memandang amber. Amber tersenyum “aku menikah atau tidak, aku tetap menjadi sahabat kalian. Mengerti? Jangan pernah merubah sikap kalian terhadapku”

Dan keempat sahabatnya itu mulai memeluknya lagi.

.

Upacara pernikahan sudah siap di laksanakan. Lagu pernikahan sudah mulai di lantunkan ketika Mr.Liu melepaskan tangan Amber dan menyerahkannya pada Key. Jantung Amber berdegup dengan kencang saat melihat key yang menatapnya sambil tersenyum. Sungguh ia tak bisa membayangkan apa yang ada di pikiran laki-laki itu saat ini. Key mengamit tangan Amber sambil tersenyum. Keduanyapun mulai melangkah ke depan altar pernikahan dengan seorang pendeta yang berada di hadapan mereka.

“Amber Josephine, apa kau menerima Kim KiBum sebagai suamimu dikala suka maupun duka, dikala sehat maupun sakit, dikala susah maupun senang sampai maut memisahkan kalian?” Tanya sang pendeta pada Amber.

Amber menarik nafasnya panjang. Rasa berdebar itu semakin membuatnya gugup untuk berkata-kata. Amber memejamkan mata sejenak. Setelah ini ia akan terikat dengan Key dan ia harus siap dengan segala resiko yang ia terima. Dan kemudian Amber tersenyum tipis. “saya bersedia”

Sang pendeta beralih menatap Key “Kim Kibum, apa kau menerima Amber Josephine sebagai istrimu dikala suka maupun duka, dikala sehat maupun sakit, dikala susah maupun senang sampai maut memisahkan kalian?” tanya sang pendeta dengan pertanyaan yang sama.

“Saya bersedia” Ucap Key dengan nada yang sangat yakin. Amber menoleh pada Key dan menatap wajah laki-laki itu. Apa key sungguh tak keberatan dengan semua ini?

Kedua orangtua Key dan Amber menatap putra dan putrinya dengan haru dan perasaan senang yang sulit untuk di jelaskan begitu juga dengan teman-teman Amber dan Key.

Pendeta mulai mempersilahkan mereka bertukar cincin. Key dengan sigap memasangkan cincin di jari manis Amber. Dan amber melakukan hal yang sama.

“Nona Josephine? Apa aku boleh minciummu?” Tanya key sambil menatap Amber dengan alis yang terangkat. Amber menelan ludahnya dan menatap key dengan gugup.

Ciuman Pertama. Tentu saja itu membuat dirinya gugup dan bahkan belum sempat terfikirkan olehnya tentang sesi berciuman yang biasanya rutin di lakukan oleh pengantin ketika diri mereka sudah terikat.

Amber menganggukan kepalanya dengan ragu dan menatap key dengan penuh. Key tersenyum dan mendekatkan bibirnya pada Amber serta mencium manis bibir itu.

Amber selalu berharap ia dan Key akan sungguh-sungguh menjalankan kehidupannya yang baru ini, dan dapat menerima keadaan masing-masing walau semuanya bermula bukan dari cinta.

Iklan

4 pemikiran pada “It must be YOU [Part 2/3]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s