It must be YOU [Part 3/3]

biub

Title : It must be YOU [Part 3/3]

Author : Shinstarkey (@nanonadiaa)

cast :

  • Key Kim Kibum
  • Amber Josephine liu

Genre :Romance

Length : 3 part

Rating : PG

Language : Indonesia

Disclaimer : Only Plot is mine. characters they belong to God and themselves

SHINSTARKEY COMEBACK WITH NEW KEYBER FANFICTION

HOPE YOU LIKE IT

.

NOT FOR SILENT READER

.

It must be YOU

.

Sebuah Kunci

.

“Akhirnya kita menjadi keluarga, bukan?” Mr. Kim menggenggam kedua bahu dari anak muda di depan nya. Amber yang kini duduk dengan tegang di samping key segera menoleh kepada seseorang yang sudah resmi menjadi ayah mertuanya, bahkan ia harus memanggil laki-laki baruh baya itu dengan sebutan ‘appa’.

“Kalian tidak keberatan bukan-dengan rancana kami ?” dan kemudian suara wibawa lain nya terdengar. Amber tersenyum kepada ayahnya dan kemudian menatap key. mereka saling menatap dan kemudian menatap kedua pria pruh baya itu sambil tersenyum.

“Tidak, kami tidak keberatan asalkan appa, eomma, daddy dan mommy merasa senang. iya kan Amber?” Ucap key sambil melirik Amber.
Amber menganggukan kepalanya “Tentu saja kami semang jika kalian senang”

Amber dan Key sudah membicarakan semuanya. Tentang keluarga mereka dan diri mereka kedepannya. Amber dan Key memang sudah meluapakan beban-beban yang mereka fikirkan kemarin. apa salahnya untuk bersama demi membahagiakan orangtua mereka? dan Amber juga berharap akan menemukan kebahagiaan lain nya bersama Key nanti.

“Jadi….. kita akan menginap semalam disini?”

Amber menatap dengan teliti setiap sudut ruangan yang berbuansa putih dan krem. Bunga-bunga, tirai sutra yang membentang serta berbagai hiasan mewah benar-benar membuat Amber kagum.

“Appa memberikan Pelayanan kamar ini sebagai bentuk hadiah bulan madu kita. Ya, walau hanya semalam karena besok aku sudah ada pemotretan di luar kota. kau tidak keberatan,bukan?” Key menatap Amber dengan ragu ketika melihat gadis berambut pendek yang sudah melepaskan gaunnya yang terganti dengan kaus berukuran besar serta celana pendeknya yang hanya terdiam memandangi kamar mewah itu.

“Ya!! Amber!! kau keberatan?”

Amber sedikit tersentak dan menatap Key. amber menepuk bahu key sambil tersenyum “Tentu saja tidak. bahkan aku tak pernah bermimpi tidur di dalam kamar semewah ini. Ayo! aku tak mau menyianyiakan Kamar ini hahaha” Amber segera menarik tangan Key untuk masuk.

Amber memandangi pemandangan lampu-lampu berkilau di luarsana dari jendela besar yang berada di kamar mewah itu, sedangkan Key masih asik dengan ponsel yang ia genggam. Key memandang Amber dari belakang melihat sisi yang berbeda dari gadis itu. Semua laki-laki kadang memandang gadis itu sebelah mata, dan mungkin mereka tidak melihat daya tarik dari gadis dengan tampilan yang bukan seperti gadis pada umumnya. Namun Key dapat melihat hal yang sangat menarik dari gadis itu. Gadis itu bahkan terlihat cantik dengan gayanya. Key menggelengkan kepalanya, berfikir apa hanya dia yang melihat Amber sangat cantik? Ah itu tidak penting lagi, Key saat ini merasa sangat beruntung memiliki Amber. Gadis ramah dan menyenangkan yang sangat Key rindukan.
“Amber.. “
Amber menoleh kearah asal suara dimana Key menatapnya. “hm? Kenapa?” Tanya Amber dengan wajah bertanya. Key hanya tersenyum dan melirik kearah sofa kosong yang berada di sebelahnya. Amber yang mengerti maksud Key, Segera berjalan menuju sofa itu dan duduk tepat di sebelah Key.
Amber menatap key dengan raut kebingungan. Dan laki-laki di hadapannya itu sedikit terkekeh. “ya! Mengapa kau menatapku seperti itu?” Tanya key sambil mencubit pelan hidung Amber. Amber mengerucutkan bibirnya dan mengusap hidungnya yang sedikit terasa sakit. “habis kau terlihat aneh..”
“hmm.. sebenarnya aku ingin bertanya sesuatu padamu”
“betanya? Lantas mengapa harus membuatku bingung seperti ini?”
Key menghela nafasnya dan tanpa ia sadari ia terlihat gugup di hadapan Amber saat ini. “Tadi kau sungguh tidak keberatan ketika aku mencium-mu?” Tanya key dengan ragu-ragu. Nafas Amber terasa tercekat dan kemudian rasa gugup juga di alaminya. Amber memijat keningnya dan sedikit berfikir tentang apa yang ia harus katakana pada key. Jujur, Amber merasa senang dengan pernikahan ini dan tentang berciuman tadi, bahkan itu menjadi sesuatu hal yang sangat menakjubkan pada dirinya.
Belum sempat Amber menjawab pertanyaan itu, Key sudah bersuara kembali, menyebutkan namanya, sontak Amber segera menoleh kearah laki-laki itu.
Key menarik nafas panjang dan kemudian menatap Amber dengan lekat. “mungkin ini terdengar aneh, atau mungkin aku terdengar berbohong tapi aku sungguh… “ Key menghentikan kata-katanya membuat amber semakin penasaran dengan apa yang ingin key bicarakan padanya. Amber menatap key dengan penuh, menunggu laki-laki itu melanjutkan kata-katanya yang terpotong.
“Aku sungguh menyukaimu Amber.. Aku menyayangimu”
“Kau berbeda, Kau memiliki sesuatu yang tidak di miliki gadis-gadis lain, bahkan.. kau tampak cantik dengan tampilanmu yang seperti itu.. “
Suara itu terdengar bergetar, sama hal nya seperti hati Amber saat mendengar kata-kata itu terlontar dari bibir seorang model ternama yang sekarang tengah menjadi suaminya.Amber tak tahu yang ia rasakan ini. Perasaan senang terlintas jelas di benaknya, namun ada sebuah keraguan dalam hati, apa sungguh yang ia rasakan ini adalah perasaan yang sama untuk Key?
“Key” hanya itu yang bias terucap dari bibir kaku Amber. Amber bahkan saat ini ingin menangis karena rasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Key menghela nafasnya lagi dan bangkit dari duduknya tanpa menoleh kearah Amber. “Ya, setidaknya kau tahu perasaanku. Sudahlah aku ingin mandi” dan kemudian key berjalan meninggalkan Amber yang masih mematung dengan posisinya.
.
Amber mengusap-usap handuk di kepala agar rambut pendeknya cepat kering. Setelah memikirkan kembali tentang apa yang Key ucapkan tadi, amber sedikit merasa yakin dengan perasaannya untuk Key. Amber bahkan menyadari bahwa key bukanlah sosok asing lagi bagi dirinya, sebuah perasaan muncul dimana ia merasa nyaman berada di dekat key.
Amber menoleh pada key yang lengkap dengan piama yang terlihat modis di mata Amber. Bukan suatu keanehan melihat cara key mengenakan busana modis bahkan untuk tidur. Key yang duduk di samping tempat tidur berukuran King kini menatap Amber dengan wajah yang datar.
“Kemarilah. Aku ingin memberimu sesuatu” titah Key sambil mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Amber segera menghampiri key di sisi tempat tidur lain nya dan menatap key bingung.
“Buka telapak tanganmu” titah Key lagi. Amber dengan ragu membuka telapak tangannya. Key mengarahkan tangannya ke atas telapak tangan Amber dan menaruh sebuah benda kecil berwarna emas dengan sebuah gantungan berbentuk tokoh dongeng kesukaan Amber ketika kecil disana.
“Kunci? Pinocchio?” Amber menatap Key dengan kebingungan. Key yang tadinya merekahkan senyum nya kearah Amber dan mengharapkan sesuatu reaksi yang berbeda pada gadis itu, kini menatap Amber dengan kaku. Amber sungguh tak mengingat apapun?
“iya.. ini Kunci. Bagaimana?” key memperhatikan raut wajah Amber yang sama sekali tidak menunjukan reaksi yang ia harapkan. Seharusnya Amber merasa senang bukan dengan apa yang ia berikan? Kunci itu adalah sesuatu kenangan dia bersama Amber.
“Aku Tidak mengerti.. ini Kunci apa?” Pertanyaan itu kini malah menbuat nafas key tercekat. Bagaimana gadis itu sungguh Aneh? Mulai dari pertama kali mereka bertemu dan Amber tak mengingatnya sama sekali. Dan sekarang Amber sama sekali tidak mengingat tentang benda yang selama ini Key simpan untuk Amber tersebut.
Key menatap Amber dengan ujung matanya. Rasa jengkel mulai menguasai key. “ya!! Apa yang terjadi denganmu? Jadi selama ini kau lupa semua tentang aku? Kau sungguh Lupa tentang janji kita? Keterlaluan sekali! Aku bahkan masih menunggumu sampai detik ini dengan menyimpan kunci ini. Dan kau dengan polosnya berkata bahwa kau tidak tahu apa-apa ?”
Mata Amber membulat. Ia terlalu kaget melihat reaksi key yang sungguh di luar dugaannya. Apa yang sebenarnya di bicarakan key? Apa sebenarnya yang terjadi di antara dirinya dan key?
“Key, aku benar-benar tidak mengerti. Jadi sebenarnya apa yang terjadi di antara kita?” Amber mencegah key untuk bangkit dari duduknya. Amber tahu key saat marah saat ini namun ia sama sekali tidak menemukan letak permasalahan antara dirinya dan key.
“Lupakan. Kalau kau ingin tahu apa maksud kunci tersebut, kau cari tahu sendiri. Cepat Tidur. Aku akan tidur di tempat lain. Selamat malam” key segera melepas genggaman tangan Amber dan meninggalkan amber yang masih penuh dengan pertanyaan.
Amber menundukan kepalanya, memandang kearah gantungan kunci yang ada di genggaman tangannya. Sembuah guratan kecil terlihat pada gantungan kucunci berbentuk Pinocchio tersebut.
‘Happy birthday Kim Kibum
From: AJL’
Amber menghela nafasnya. Berusaha berfikir dan mengingat tentang apa yang saat ini menjadi masalah bagi dirinya dan Key. Amber ingat ketika key berkata tentang mereka saat masih kecil dan juga bagaimana keakraban key dengan kedua orang tua Amber. Tapi mengapa Amber tidak ingat apa-apa tentang key? Apa Key ada hubungannya dengan anak laki-laki di mimpinya itu?

.

Amber kini tak bisa berkta apa-apa saat menatap Key. Key kini tak banyak berbicara padanya. Key memang terlihat masih sangat marah dengan Amber. Amber masih belum bias memecahkan masalah yang sungguh ia tak mengerti.
Kemudian tentang Mimpinya. Amber kembali mengalami mimpi yang berturut-turut mengenai anak laki-laki itu. Dimana dirinya ketika masih kecil sering bermain dengan anak laki-laki tersebut. Namun keadaan semakin memburuk ketika mimpi itu berubah menjadi sebuah perpisahan dan Amber menyebutnya sebagai mimpi terburuk bagi dirinya.
“Lama tidak berjumpa dengan mu, Key” wanita berambut sebahu itu dengan akrab memeluk tubuh Key di hadapan Amber. Nicole, patner key dalam dunia modeling. Key tersenyum kerah Nicole dan merangkul pundak wanita itu, sedangkan Amber hanya mengikuti Key dari belakang. Pemotretan key yang pertama setelah mereka menikah, membuat Amber harus ikut serta menemani key dengan jadwal nya yang lumayan padat. Walau dalam keadaan saling diam, Amber dan key tidak menutup interaksi mereka dimana mereka saling membutuhkan.
“Kau sungguh baru kembali dari San Fransisco?” Tanya key pada sahabatnya itu. “begitulah. Ketika mendapat tawaran pemotretan denganmu aku langsung menerimanya” Amber memperhatika wanita itu. Cantik, pantas saja banyak yang menyukai wanita itu jika berpasangan dengan Key. Mereka memang terlihat sangat cocok.
“Siapa dia? Asisten barumu?” Nicole menoleh pada Amber. Merasa di perhatikan dengan detail, Amber segera menundukan kepalanya untuk memberi salam dengan hormat.
“Dia istriku, maaf tidak sempat memberi tahumu tentang pernikahanku.. ini terlalu mendadak. Bahkan seharusnya aku menyelesaikan sekolahku dulu.” Key segera merangkul Amber dan tersenyum menandakan bahwa mereka adalah pasangan baru. Namun Nicole menyambutnya dengan tatapan sinis serta tidak percaya terhadap apa yang di katakana Key.
.

Hari yang sangat meleahkan bagi Key setelah menjalani pemotretan berjam-jam di temani dengan Amber yang selalu ada di sampingnya. Key tertidur lelap di kamar Hotel tempat mereka menginap, Kamar Luas dengan balkon yang menghadap ke hamparan bukit-bukit indah di luarsana. Amber menatap key yang tertidur pulas. Perasaan yang tak bisa Amber tutupi lagii, bahwa ia sudah begitu menyanyangi laki-laki itu.
Amber berjalan kearah balkon, memandang keluar sambil menghidup udara dingin disana. Walau dinginnya udara sampai menusuk kulit, ia sangat menyukainya. Amber suka dengan keadaan dingin, dengan begitu ia akan bisa menghilangkan beban pikiran dan berpikir dengan jernih. Amber mengelurkan sesuatu dari kantung celananya. Ya, Kunci emas dengan hiasan boneka Pinocchio disana.
Bahkan ia kini sudah yakin bawa yang muncul di mimpinya itu sungguh dirinya dan key saat mereka masih kecil. Tapi mengapa mimpi? Mengapa ia tak dapat mengingat apa-apa selain dari mimpi tersebut?
Kunci.. Kunci dan Kunci..
Namun Amber belum bisa menemukan sesuatu di balik kunci ini. Kunci yang sangat berharga bagi Key dan dirinya.
“Amber Kau sedang apa? Kau tidak kedinginan?” Suara itu membuat Amber menoleh dengan segera, dan ditemukannya Key yang masih dengan wajah yang mengantuk dan selimut yang di bawanya, berdiri di ambang pintu balkon.
“ya! Kau tidur saja. Aku hanya belum mengantuk “ ucap amber sambil menggerakan tangannya untuk menyuruh key masuk kembali kedalam kamar.
“Tidak. Bagaimana aku membiarkan istriku kedinginan disini sedangkan aku tidur?” key berjalan mendekati Amber sambil membawa selimutnya. Amber menatap key dengan sedikit kebungungan.
“pakai ini!” Key mengarahkan selimut miliknya kearah Amber untuk menghangatkan mereka beruda dari dinginnya malam di daerah pegunungan. Amber tersenyum sambil mempererat selimut yang di berikan Key dengan wajah yang merona.
“key? Kau masih marah padaku?” Amber menoleh kearah key yang menyenderkan kepalanya pada bahu Amber.Key hanya menggelengkan kepalanya dan mempererat dekapan pada selimut mereka.
“Aku tak bisa marah denganmu. Itu tepatnya.” Jawab key, singkat.
“kenapa?”
“Entahlah, aku hanya merasa bahwa aku tidak pantas marah padamu hanya karena hal ini”
Amber menghela nafasnya sambil menatap kearah lampu-lampu yang menghiasi pegunungan gelap di hadapan mereka.
“Aku bahkan tidak mengerti apa yang terjadi denganku. Dan kau tahu? Aku rasa anak laki-laki yang selalu ada di mimpiku itu kau.”
Key sontak menatap Amber dengan wajah yang tidak menyangka. “ benarkah?” dan Amber menganggukan kepalanya.
“ya, Aku dan kau..kita sering bermain bersama di belakang rumah. Benar bukan? Dan aku memberikan kado gantungan Pinocchio ku padamu saat ulangtahunmu yang ke-8.?”
Key mengarahkan senyumnya pada Amber dan kembali menyenderkan kepalanya pada bahu gadis itu. “tepat sekali” sahutnya.
“tapi aku tidak bisa mengingat apa-apa. Ini aneh sekali. Aku ingin mengingat semua yang kita alami dulu.. “
“Kau pasti akan mengingatnya Amber..” key menggerakan tangannya menuju pipi amber dan mengusapnya dengan halus.
“Key.. Aku mencintaimu..” ucapan Amber itu kini membuat key tersenyum. Rasanya ia sangat senang mendengarnya langsung dari bibir gadis yang ia cintai.
“Aku menunggu-nunggu saat kau mengucapkan itu.”
Dan kemudian hening sampai akhirnya Amber kembali bersuara.
“Key…”
“Terimakasih kau mau menungguku sampai saat ini..” Amber menatap Key dengan lekat dan mengusap rambut Key dengan halus.
“Bahkan ini aku sebut sebagai Takdir. Aku menunggumu dan aku bertemu denganmu lagi.. atau mungkin bukan.. ini sesuatu yang di takdirkan orang tua kita.. hahaha benar bukan?” Key terkekeh geli saat mengingat bahwa semuanya ini berkat orangtua mereka. Dimana mereka dapat bertemu kembali.
Dan malam itu sungguh terlewatkan dengan penuh kehangatan yang mereka ciptakan berdua.
.

“Amber. Apa kau mau menjadi istriku ketika kita dewasa nanti?”
“istri? Tentu saja! Aku sudah berjanji padamu kalau Aku ingin menjadi wanita pendampingmu ketika aku dewasa nanti.”
“Benarkah?
“Iya! Kau jangan meninggalkanku ya?”
“baiklah. Kita sama-sama berjanji untuk selalu bersama..”
Amber mengusap wajahnya berkali-kali. Mimpi yang sama, tentang dirinya dan key. Berlatarkan sebuah rumah besar yang terletak di tengah-tengah Los Angels, tempat dimana amber menghabiskan harinya semasa kecil disana.
Amber mengguncangkan tubuh key yang sedang tertidur lelap di sebelahnya agar laki-laki itu terbangun. “Key! Bisakah kita ke Amerika Sekarang? aku sudah mulai mengingat semuanya tentangmu… “
..
Perjalanan berjam-jam telah di tempuh oleh Amber dan key. Key tersenyum memandang Amber yang kini dengan antusias mengingat hal yang selama ini telah terlupakan olehnya walau, Amber sendiri tidak mengerti apa yang menyebabkan dirinya Lupa dengan kenangan dengan Key.
Rumah bercat putih yang berdiri kokoh di sebuah perumahan yang tak asing. Amber membuka pagar rumahnya sambil menoleh kearah sekitar halaman dimana ia merasa sangat merindukan tempat itu. Apa karena di mimpinya selalu berlatarkan Halaman ini? Entahlah, amber juga tidak mengerti.
“Sungguh tempat ini tak banyak berubah..” ucap Key yang juga menerawang sudut-sudut halaman rumah Amber.
Tak lama setelah amber memencet bell rumahnya. Pintu itu terbuka diiringi oleh Jackie, kakak amber yang menetap di Amerika. “hey! Kalian datang tidak memberi tahuku sebelumnya.. masuklah” Jackie yang segera memeluk adiknya dan juga key, mengiring mereka menuju ruangan besar dimana ruang keluarga disana.
Jackie menatap Amber dan key secara bersamaan dan tersenyum “Maaf kemarin aku tak sempat hadir di pernikahan kalian..”
“tidak masalah, saat ini aku senang bertemu denganmu lagi jackie” balas Key yang juga masih terlihat akrab dengan kakak dari amber tersebut.
Key dan Jackie sibuk berbincang sedangkan Amber tak berkata apa-apa. Ia hanya menerawang seisi rumahnya. Ia ingat dimana gadis kecil dan anak laki-laki itu berlarian di tangga. Ia ingat bagaimana dirinya mendorong key sampai terjatuh pada gumpalan lumpur basah yang berada di halaman rumah.
Dan…
Sebuah kotak…
Amber segera bangkit dari duduknya tanpa memperdulikan key dan Jackie yang masih mengobrol dengan asik di ruang keluarga.
“amber kau mau kemana?” Tanya Jackie ketika melihat tingkah adiknya yang sedikit aneh dan Key sontak memandang Amber dengan wajah bingung. Amber dengan terburu-buru segera berjalan kearah halaman belakang. “Kalian mengobrol saja.. aku akan melihat ke halaman belakang” jawab Amber dengan segera sebelum hilang dari pengelihatan kedua orang yang memandangnya dengan bingung.
Amber segera berjalan kearah sebuah pohon besar dimana terdapat rumah kayu yang menjadi sebuah markas bermain nya dulu yang sekarang sudah rapuh. Amber menarik nafasnya dan memandang sebidang tanah yang terdapat tepat di bawah pohon tersebut.
Dan semua bayangan itu mulai terlintas di otaknya..
“Amber, ini adalah kunci yang berharga untukku.. kalau nanti kita sudah besar, aku akan memberikan kunci ini padamu..”
“Memangnya itu Kunci apa?”
“ini kunci sebuah kotak yang aku kubur di dalam tanah di dekat rumah pohon. Jangan bertanya isinya! Karena kau hanya dapat melihat itu ketika kau dewasa hahahahah”
“dasar, kau menyebalkan!”

Amber dengan segera menggali tanah itu dengan skop kecil yang ia ambil sebelum ia menuju ke halaman belakang. Galian yang tidak terlalu dalam namun Amber sudah menemukan kotak besi yang terlihat usang. Kotak yang sudah terkubur bertahun tahun disana.
Amber mengeluarkan Kunci besi berwarna kuning dari kantungnya, dan menatap kotak usang di tangannya. Perlahan ia mulai mengingat sosok anak laki-laki itu. Sosok key yang selama ini terkubur dalam otaknya. Amber mengingat semuanya.
Amber membuka kotak itu perlahan dengan kunci yang ia genggam. Terlihat usang namun membuat Amber takbisa berkata-kata. Kertas dengan guratan sederhana yang terlihat berantakan, sepasang cincin plastic dan beberapa bunga plastic yang sudah disusun pada lillitan kertas dan pita.
Amber meraih Kertas yang ia yakin key sendiri yang menulisnya pada waktu itu.
Amber Josephine Liu..
Aku harap kau benar-benar menjadi pendampingku saat aku dewasa nanti. Aku ingin menjagamu. Aku tak perduli walau anak-anak lain suka sekali berkata aneh terhadapmu. Kau memang cantik dengan gayamu sendiri. Aku tidak tahu apakah kau akan membaca surat ini atau tidak. Tapi aku harap ketika kau membaca surat ini kau benar-benar sudah menjadi istriku nanti hahahaha
“dasar anak bodoh!” gumam Amber sambil membendung rasa senang dan rasa tidak menyangka pada dirinya.
“siapa yang kau bilang bodoh?” sebuah suara datang dari arah belakang amber membuat amber sontak menolehkan kepalanya dan menatap Key yang sedang tersenyum manis di belakangnya.
“kau bodoh!”
“enak saja! Kau yang bodoh.. bahkan kau baru ingat dimana letak kotak itu berada. Payah.” Gumam key yang kini menghampiri Amber.
Amber hanya terdiam dan sedikit menundukan kepalanya. Dan ia juga mengingat tentang perpisahan itu. Tentang Perpisahan dan sebuah kecelakaan yang membuatnya Lupa segala hal tentang key.
..
“kau bilang kau tidak akan meninggalkanku!! Lantas mengapa kau harus pergi!!” gadis kecil itu berteriak pada anak laki-laki di hadapannya. Amber mengusap airmatanya yang terus menerus jatuh di pipi.
“eommaku akan pindah lagi ke Korea. Maafkan aku” Anak laki-laki yang akrab di panggil Key itu menundukan kepalanya. Bahkan ia sendiri tidak bisa menerima keadaan dimana ia harus meninggalkan amberika, meninggakan gadis kecil itu.
“Aku benci padamu, Key!!” amber segera berlari ke kamarnya yang berada di lantai dua sedangkan Key berusaha untuk mengejar agar gadis itu bisa memaafkannya. Namun percuma, amber sangat kecewa dengan Key. Semua yang mereka fikirkan adalah, janji mereka yang tidak tidak dapat terpenuhi.
Sampai akhirnya saatnya tiba. Key harus pulang ke Korea ketika Amber tak mau lagi bertemu dengan dirinya.
“Amber.. kau masih marah dengan, Key?” Mrs. Liu yang terlihat khawatir dengan keadaan anaknya yang tidak mau keluar dari kamarnya itu membelai rambut Amber. Amber hanya memeluk gulingnya tanpa berkata apa-apa.
“Key bilang, kau masih boleh menghubunginya walau ia berada di korea” Amber kini hamper menangis lagi.
“Key baru saja berangkat”
Amber tersentak ketika mengetahui kalau Key sudah pergi dan ia belum mengucapkan salam perpisahan apapun pada Key. Amber berlari mengejar mobil yang sudah melaju jauh, walau percuma saja tapi Amber ingin sekali berbicara dengan Key sebelum anak laki-laki itu pergi sampai akhirnya sebuah mobil menghempaskan tubuh Amber hiingga ia tak sadarkan diri dan melupakan semua kenangan mereka.
..
Amber menghampiri key dan menyerahkan kotak besi yang ia pegang. “dasar anak bodoh. Masih sempat-sempatnya menghayal tentang pernikahan ketika masih kecil” ucap Amber sambil terkekeh menatap Key.
“ Dulu kau juga ingin menikah denganku, kan? Hahaha” dan kemudian Key memeluk amber Erat.
“Key jangan tinggalkan aku lagi… aku mohon..”
“Tidak.. Tidak akan pernah..”

Iklan

11 pemikiran pada “It must be YOU [Part 3/3]

  1. anyeong~
    hai, aku nemu ff ini di ffindo kemarin. karena belum ada lanjutannya disana.. jadi aku main kesini aja boleh kan 🙂 salam kenal yah ^^

    hh, maaf yah komennya nyampah soalnya aku komen di dua part sebelumnya komennya di moderasi. padahal konennya ga penting 🙂 hehe

  2. Author ..
    Komen ny gabung aj d sni ya ..
    Cerita ny seru bgt thor .. Gila so sweet abiz hahaha
    aku suka bgt keyber couple ..
    Fighting thor ! Sering” bwt ff keyber yaa ^^

  3. seriously.. this story should be in the tv.. Aku malah terasa seperti mau nangis aja.. HUWAAAA!!! tp happy ending.. terus knpa aq sedih ya? Aneh.. Hahahaha.. Mungkin krna kata2 terakhir yg mereka lafazkan.. :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s