STAR

star
Star
Baekhyun / Eunji
plot©Shinstarkey | characters. they belong to god and themselves
drabble |Romance|PG|Indonesia


lala

Aku hanya sedikit melirik kearah rangkaian lampu warna warni di pinggir jalan, dimana seorang laki-laki dengan topi yang menutupi wajahnya dan berdiri dengan sepeda tanpa mengendarainya. Err… Aku tak mengerti mengapa ia selalu menatap kearahku? Atau ini hanya perasaanku saja?
Ketika lampu hijau pejalan kaki sudah berkilauan aku segera mengalihkan pandanganku dan fokus menyusuri jalanan yang kusebrangi.

“Eunji! Tunggu” aku segera menoleh ke arah suara yang memanggil namaku, walau aku tahu di dunia ini ada lebih dari satu juta orang bernama Eunji.
Ternyata laki-laki yang menenteng sepedahnya itu yang memanggil namaku. Eh.. Dia?
“Maaf mengganggu mu” ucapnya sambil mengatur nafas.
“Em, kau siapa? Dan bagaimana kau bisa tahu namaku?” Tanyaku dengan tatapan menerawang. Laki-laki itu membuka topinya dan tersenyum kearahku, kemudian merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sesuatu dari sana.
“Jung Eunji, kau tak ingat padaku?” Ia menunjukan sebuah foto yang tak asing bagiku dan bahkan aku adadi dalam foto itu.
“Astaga! Byun Baekhyun! Kau? Ku pikir kau tak akan kembali lagi kesini ” kini aku sudah mulai mengingat wajah laki-laki yang ada di hadapanku ini. Byun Baekhyun. Senior-ku saat aku duduk di bangku sekolah menengah atas, namun setelah ia lulus-yang aku tahu ia pindah ke kota lain.
“Err, bisa kita mengobrol sebentar?” Ia menatapku dengan ragu-ragu.
Aku menoleh ke arah jam tanganku. Hm mungkin tidak ada salahnya jika aku datang sedikit terlambat ke kantor.
“Baiklah. Ayo kita minum kopi dulu” sambut-ku dengan senyuman.
.
“Jadi kau kerja di kantor penerbit majalah fashion? Memang selera fashion mu bagus? Aku rasa tidak” Baekhyun terkekeh sambil menatapku. Aku mengehembuskan nafas kesalku yang membuat poni-poni di dahiku berterbangan.
“Ya! Aku bekerja di bagian kreativitas. Lagian selera fashion ku tidak buruk” ucapku.
“Baiklah baiklah, kau memang tidak pernah berubah. Dasar eunji Aneh” ia menatapku sambil tersenyum. Enah apa yang membuat aku merindukan senyum itu. Walau berbeda tingkatan, aku dan Baekhyun sangat dekat, mungkin karena kami sama-sama berada didalam grup paduan suara saat di sekolah. Bahkan aku tak canggung lagi dengannya saat memanggil baekhyun tanpa sebutan oppa ataupun sunbae.
“Jadi kau sekarang bekerja sebagai apa? Kau sukses,bukan?” Tanyaku sambil menyesap secangkir Latte panas.
“Aku adalah seorang guru vocal, namun aku tak meneruskannya lagi.”
“Eh? Sejak kapan kau mengabaikan hal yang sangat kau gemari itu? Itu bukan kau!” Aku menatapnya dengan aneh. Baekhyun sangat gemar bernyanyi, sama sepertiku. Tiada hari tanpa bernyanyi baginya.
“Aku butuh istirahat” ucapnya singkat. Aku terkekeh mendengar itu, karena aku tahu baekhyun sering sakit bercanda tentang sesuatu.
“Kau seperti orang tua saja!” Timpalku. Dan kemudian ia tersenyum dan kami mulai bernostalgia dan bercerita tentang apapun.
Aku merindukannya.

Sejak pertemuan kami yang tidak sengaja ituㅡ membuatku kembali dekat dengan sosoknya. Dulu aku memang menyukai baekhyun, namun aku tidak mengerti aku menyukainya sebagai teman atau mungkin lebih, itulah yang membuatku sangat gembira dengan keadaan saat ini. Dimana ia hadir lagi dalam kehidupanku, walau ia sempat meninggalkanku setelah lulus sekolah.


3 bulan kemudian…

“Kau mau makan apa?” Aku menoleh kearah Baekhyun yang menyelonjorkan kakinya di sofa apartement ku. Kerjaannya setiap hari hanya berkunjung ke apartementku saat aku pulang kantor, bahkan tak jarang ia menjemputku terlebih dahulu dengan alasan sudah sangat lapar dan membutuhkan masakanku. Dasar, jadi dia hanya membutuhkan makanan gratis dari-ku saja. Haha tidak dia tidak seperti itu.
“Apa saja. Aku suka apapun yang kau masak” ucapnya. Aku menatapnya yang memejamkan mata sambil berbaring pada sofa ruang tengahku. Wajahnya terlihat pucat dan lemas. Apa ia belum makan dari pagi?
“Kau belum makan? Atau memang kau kurang sehat?” Tanyaku. Ia menoleh kearahku sedikit.
“Aku tak apa-apa, mungkin setelah makan aku akan lebih baik.” Jawabnya, seakan ia tak mau membahas tentang keadaannya itu. Ch, dasar Baekhyun, ia memang tidak mau membuat siapapun khawatir.
Saat aku mulai lihai menggerakan tanganku di meja dapur, Baekhyun berjalan kearah balkon apartementku. Udara di luar cukup dingin, namun laki-laki itu tetap saja keluar tanpa mengenakan mantelnya.
Dan tak lama 2 mangkuk bibimbab dengan bahan seadanya sudah siap untuk kami santap.
Aku membawa makanan itu ke balkon dimana Baekhyun berada, mungkin ia memang ingin menyantap makanan sambil menikmati udara malam, aku juga tak lupa membawa selimut tipis yang setidaknya dapat sedikit menghangatkan kami.
“Selamat Makan!” Soraknya sambil mengaduk nasi dengan sedok di gengamannya. Aku menatap baekhyun sambil tersenyum. melihat laki-laki itu antusias sekali dengan masakanku.
“Jangan makan terburu-buru, bisa-bisa kau tersedak” timpalku yang juga mulai mengaduk nasi milikku. Baekhyun tak menjawab apa-apa karena ia sibuk dengan santapannya.

Aku duduk memandang langit yang mendung itu bersama baekhyun tang juga melakukan hal yang sama.
“Bintangnya tak terlihat” ucapku menggoyahkan keheningan yang ada. Baekhyun menatap kearahku dan mendesis.
“Bintangnya sudah bersinar di sebelahku, untuk apa dia bersinar lagi di langit?” Perkataan nya membuatku tersentak dan memandangnya sambil tertawa.
“Ya! Darimana kau belajar kata-kata merayu seperti itu?”
Baekhyun ikut terkekeh, tangannya menggapai puncak kepalaku dan menjitaknya. “Aku tidak merayumu. Entah mengapa setiap kali melihat bintang aku tetingat padamu”
Aku menatap baekhyun dengan bingung.
“Itulah yang membuatku memutuskan untuk mencarimu lagi. Maaf aku pergi terlalu lama” ucapnya lagi sambil tersenyum.
“tidak apa-apa. Jujur saja aku senang bisa bertemu dan bersama mu lagi setiap waktu”
Baekhyun menoleh ke arahku.”aku ingin bermain ‘ungkapkan pengakuan’ . Kau mau?”
Aku berfikir sedikit. Permainan yang bertujuan saling terbuka walau dengan pertanyaan konyol yang dilantunkan. Permainan ini sering sekali kami mainkan dulu.
“Baiklah. Siapa dulu?” Aku menganggukan kepala padanya.
“Kau dulu” baekhyun mensejajarkan tubuhnya dihadapanku. Aku memikirkan sesutu yang harus aku tanyakan padanya.
“Siapa yang ada di pikiran mu saat ini?” Tanyaku dengan gugup. Entah apa yang membuatku gugup.
Baekhyun mengerutkan keningnya dan matanya beralih kearah langit-langit. “Seorang gadis, dia cantik dan aku tertarik padanya” ucapnya membut aku menghela nafas. Sepertinya laki-laki itu sedang jatuh cinta tapi mengapa aku sedikit merasa sakit?
“Sekarang giliranku” ucapnya sambil terkekeh. Ia menatapku dengan senyum riangnya.
“Baiklah baiklah, jangan bertanya yang aneh-aneh”
Baekhyun menatapku semabil tersenyum “apa warna pakaian dalam-mu saat ini?”
Aku terbelalak mendengar pertanyaan itu sedangkat Baekhyun tertawa dengan terbahak-bahak.
“Ya!! Dasar mesum! Sudah-ku bilang jangan bertanya aneh-aneh” aku menendang pelan kaki Baekhyun dengan kesal. Dasar laki-laki itu sangat mesum!
Baekhyun masih tertawa dengan semangat.
“Jawab pertanyaanku dulu” sahutnya.
Aku mengendus jengkel dan mengalihkan padangan darinya “baiklah. Kuning. Warna kuning. Kau puas?”
Suara tertawa baekhyun semakin keras. Astaga, aku sangat malu dibuatnya.
“Sudah giliranku sekarang!! kau diam!” Timpalku di sela sela tertawanya.
Baekhyun menghentikan tawanya dan menatapku dengan tenang.
“Siapa nama gadis itu?” Tahyaku dengan hati-hati.
Baekhyun merekahkan senyumnya dengan bahagia. Apa dia sebahagia itu memikirkan gadis yang ia sukai?
“Jung Eunji” ucapnya singkat namun sungguh membuatku tertegun.
Aku mentap baekhyun dengan kaku tanpa bisa berkata apa-apa.

“Bintang. Kau sungguh seperti bintang. Entah ini memang sangat seperti kata-kata romantis biasa namun aku merasakan itu”
Baekhyun menarik nafas dan aku masih memperhatikannya dengan jantung yang berdetak sangat kencang.
“Walau aku tak bisa melihat bintang saat malam mendung, aku tahu bintang tetap ada bersamaku. Dan ada saat nya aku dapat melihat bintang lagi, seperti sekarang aku dapat bertemu denganmu lagi” ia metap kearahku dengan senyuman.
“Aku suka senyum-mu, aku suka dengan sikap ceriamu, errr mungkin terlalu banyak alasan yang membuat aku menyukaimu. namun Aku hanya punya satu Alasan untuk mencintaimu, karena itu adalah dirimu” Ucapan baekhyun itu membuatku tak mampu berkata-kata. Mata laki-laki itu menatap kosong ke arah langit dan kemudian terpejam.
“Maaf aku membuatmu bingung” ucapnya lagi. Aku hanya menganggukan kepalaku sambil memeluk lutut untuk mengurangi rasa dingin.
Tubuh kurus itu memeluk-ku, membuat aku merasakan kehangatan tang lebih dari sekedar selimut tipis yang membalut kami berdua. “Maaf memendam ini terlalu lama. Namun aku tak bisa memendam lagi karena takut waktunya akan tiba”
Waktu? Apa yang dia bicarakan?
“Baekhyun, kau bicara apa? Tolong ceritakan padaku” aku melepaskan pelukannya dan mentapnya lekat. Ia tersenyum tipis.
“Aku sangat merindukanmu. Maaf telah pergi begitu lama” itu yang keluar dari bibirnya. Aku tersenyum dan menggenggam tangannya.
“Aku sangat merindukanmu. Jangan meninggalkan aku lagi ya? Sungguh aku tak mau kehilanganmu.”
“Tuhan yang memutuskan semuanya. Aku hanya mejalankan kewajiban yang belum sempat aku lakukan”
Aku tak mengerti dengan apa yang ia ucapakan.
“Aku mencintaimu, Jung Eunji. Sejak aku mengenalmu” ucapan itu terdengar sedu dan dalam. Wajahku memanas, jantung ini berdegup kencang dan mata ini sudah siap menumpahkan rasa terharuku. Aku memeluknya erat. Dan baekhyun hanya membalasnya dengan sebuah senyuman.
Aku benar-benar tak ingin kehilangannya.

Namun..

Kehilanganku berlanjut. Baekhyun yang dengan rapih menutupi semuanya kini telah mengalami masa-masa terberatnya. Aku bahkan merasakan sakitnya juga.
Ia meninggalkanku karena penyakit itu. Awalnya aku memang tak bisa menerimanya, bahkan aku selalu menangis setiap melihat baekhyun tersenyum diantara apa yang sedang di alaminya. Aku yang hampir setiap hari menunggu di rumah sakit bersama keluarganya hanya bisa berdoa untuknya. Untuk laki-laki yang sungguh memenuhi hatiku bahkan sejak lama.
8 bulan kemudian, Laki-laki itu mengehembusakn nafas terakhir tepat pukul 3 Sore.
Semua kemoterapi yang sudah ia lakukan tak membuahi hasil yang banyak. Mungkin tuhan sayang dengan Baekhyun dan tak membiarkan ia merasakan sakit lagi.
Aku tak boleh menangis, itu yang selalu ia lontarkan padaku. sejak aku tahu bahwa baekhyun mengidap penyakit mematikan itu, aku tak pernah luput dari rasa perih yang menyiksa diriku juga. Bahkan aku kini harus siap merasakan kehilangannya untuk kedua kali dan kini untuk selama-lamanya.

Jung Eunji. Aku memang sudah memendam ini terlalu lama. Tidak sempat aku menyampaikan semuanya. Maaf aku datang hanya membawa berita buruk padamu. Walau seperti itu Tetaplah menjadi bintang, ya? Walau nantinya kau akan menjadi bintang untuk orang lain, namun sampai kapanpun kau akan menjadi bintang untukku.
Aku mencintaimu

-Byun Baekhyun-

 

___

Bk_nVFSCMAA8Gf8.jpg large

gue tau ini pasti absurd banget hahahaha iseng banget bikin ini ff dimana gue gak bisa bikin ff lagi dan bikin ini butuh waktu beberapa hari dan aneh pula hahahaha dasar shinstarkey absurd !

Iklan

5 pemikiran pada “STAR

  1. JEBALLLL feelnya dapet bangeeet! Aishh sampai nangis aku Thor:’) hoho tapi tetap, critanya bagus, castnya i love it lah, dan gak bertypo(?) Ditunggu FF bercast exopink yaa Thor, tolong dikabarin hehe^^
    안녕하세ㅛ~~

    • Huaaaahhhhh…m makasih udah baca xD aduh aku terharu ada yang bilang feel nya dapet.. padahal aku gak yakin banget sama ff ini huhuhuhuhu iyaaaa siaapp ‘-‘)7 kalau ada ff exopink baekji atau yang lain aku pasti kabarin (?) Makasiihh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s